OPPA ?

OPPA ?
[Ch 2] Akrab



Seperti biasa hari kedua ini, aku tidur di sofa lantai bawah rumah Yoa. Sebenarnya aku bosan menginap disini. Walaupun ada Jihoon yang terkadang menemani, tetapi aku masih sungkan untuk berbicara dengan Yoa.


Tetapi seperti biasa, aku harus menghormati teman - temanku. Terutama Yoa. Dia menganggap kehadiranku dan menjadikanku Sahabat yang berguna. Baru kali ini, aku bisa dihandalkan orang lain.


“hoaaahmmm sudah jam 8. Sepertinya aku kesiangan”


Yunji bangun dari Tempat Tidurnya, Mengulet menandakan bahwa ia sudah segar untuk beraktivitas.


“hoahhm” ucap seseorang yang menuruni tangga.


“Jihoon sunbaenim?”



“Yunji, kau sudah bangun? (mengucek mata) Hoahhhm selamat pagi. Aduuuh Mataku” ucap Jihoon berjalan menuju dapur.


.


.


.


.


.


.


.


.


45 menit kemudian....


“hihihi” tawa Jihoon dengan suara kecil.


“hmm sepertinya ada yang mencurigakan”


“ini!” ucap Jihoon dengan semangat.


Tak disangka Jihoon memotret Yunji secara diam - diam. Lihatlah wajah aib itu. Rambut berantakan, wajah pucat, mulut menganga. Disitu Yunji sedang menonton TV sehingga tidak sadar ada Paparazzi memotret nya.


“waaah kurang ajar”


“bleeek” ucap Jihoon mengeluarkan lidahnya dengan nada meledek.


“bawa sini ga! Handphone kamu!”


“ha ha ha enggak bisa. Aku kan tinggi” ucap Jihoon.


Yunji berusaha meraih handphone Jihoon dengan meninjit kakinya. Jihoon sangatlah tinggi sekali. Mungkin hampir setara dengan Jinyoung GOT7.


.


.


.


.


.


.


.


“Yunji-ya” teriak Yuju dari ruang sebelah.


“iya?”


“yaaah kehapus fotonya” ucap Jihoon memegangi Handphone dengan wajah kecewa.


“ha ha kasihan”


“Yunji-ya. Apa yang kamu lakukan disini? Jihoon sunbae?” tanya Yuju yang baru saja tiba di depan Yunji dengan ekspresi penasaran.


“eh? Enggak apa – apa kok. Si Buaya ini foto aku tadi”


“eh! Buaya katamu!!” teriak Jihoon kesal.


“ups salah sebut”


Jihoon mengelitik pinggang Yunji. Yunji tertawa terbahak – bahak dan menggerakan semua badannya untuk mengelak karena ia memang tidak sanggup menahan kegelian.


“hadeeeh aku seperti nyamuk disini” ucap Yuju datar.


*Ckliiiik


“yes! Ke foto! Huwa ha ha”



Ternyata Yunji secara diam - diam membuka Handphonenya dan Kamera. Untung saja Flash tidak menyala. Jika menyala, Aib itu tidak akan terjadi karena Kelambatan Memotret.


“apa!?!? aisssh” teriak Jihoon sambil berusaha meraih handphone Yunji.


“aku pulang!” teriak Yoa yang baru saja masuk dari Pintu depan.


“Yoa?”


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


“adek” ucap jihoon dengan heran.


“kalian ngapain disini? Ayo Yuju keatas! Oh ya Yunji juga ayo!” ucap Yoa tersenyum sambil membawa plastik besar berisi camilan.


“eh? Kenapa kamu beli sebanyak itu?”


“oh ya lupa aku sampein. Tadi aku baru mau bilang sama kamu Yunji, kalau Yoa keluar rumah buat beli cemilan” ucap Yuju.


“terus?”


“cemilannya untuk kita makan sambil nonton” ucap Yuju meneruskan.


“nonton? Nonton apa?”


“The Conjuding 3” ucap Yoa.


“oh film hantu ya?”


“iya, kuy cepat gabung” ajak Yuju.


“tunggu dulu. Jihoon, apa kamu mau ikut gabung juga? Sekalian kita semua menonton bersama”


Tiba – tiba saja suasana rumah menjadi hening. Yoa menatap Yunji, Yuju menatap Jihoon, sedangkan mereka berdua Yunji dan Jihoon saling bertatapan. Jihoon yang tadinya Syok langsung merubah ekspresinya untuk memperbaiki heningnya suasana.


“eh... kalian bertiga nonton saja lah. The Conjuding 3 aku sudah pernah nonton di bioskop kemarin” ucap Jihoon sambil menggarukk kepala nya.


“nghh kenapa? Kan kamu bisa nonton lagi, sekalian ngasih spoiler”


(hening)


“nghhh sudahlah ayo ayo (mendorong pelan Yunji menuju Yoa) kalian bersenang – senang lah. Mana mungkin aku bisa bergabung dengan perkumpulan para wanita ini” ucap Jihoon.


“sudah Yunji, ayo”ucap Yuju menarik tangan Yunji.


Ada apa ini? Situasi apa ini? Sangat membingungkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


“yunji-ya” seru Yoa memanggil Yunji dengan lembut.


“iya?”


“seharusnya kamu tidak usah mengajak Kakakku” ucap Yoa menunduk.


“oh begitu ya, tapi ada apa?”


“nggh Ok, aku minta maaf”


“aku maafkan” ucap Yoa.


“sudahlah lupakan, ayo cepat. Aku kebelet nih” ucap Yuju yang sepertinya meramaikan suasana dengan wajah leluconnya.


“kebelet pipis?” ucap Yoa dan Yunji bersamaan.


“ciee barengan” ucap Yuju.


(..........)


“nggh, aku tidak kebelet pipis kok. Maksudnya, aku tidak sabar pengen nonton hahaha” ucap Yuju meramaikan suasana dengan kedua kalinya.


“oh hahaha, kau ada ada saja”


“aisssh, kamu nih” ucap Yoa.


.


.


.


.


.


.


.


____________________________________________


“kamu yakin tidak mau melakukannya?”


“tidak, tidak mau”


“yakin?”


“yakin, lagian kamu ini aneh banget sih. Dikit lagi kita bakal jadi saudara”


“udahlah, jangan kamu sebut itu lagi. Aku benci, aku benci!”


“nah itu kamu tau”


“aku benar – benar benci dengan pernikahan Orang tua ku ini! Kenapa keadaan tidak memihakku!”


“maksudnya? Apa kau lupa? Kau sendiri yang mau kan. Kau yang bersikeras menjodohkan mereka waktu masih kecil”


“berisik!”


(..................)


“ayolah kita lakukan ini, sekali saja”


“kenapa?”


“karena aku ingin hubungan kita lebih bertahan lama. Kita sudah bersahabat sejak kecil, berpacaran 1 tahun. Gara – gara aku diam, situasi yang tidak memungkinkan benar – benar terjadi”


“cih, terus dengan hubungan ini, kau mau apa lagi? Hah!”


“aku ingin hamil”


“apa?”


“iya, aku ingin hamil. Aku benci dengan orang tuaku. Begitu dengan berita kehamilanku dengan tersebar luaskan, kita akan menikah nanti”


“apa?”


“iya, kita akan menikah. Jadi pernikahan itu bakal dibatalkan. Kita tidak akan jadi ikatan keluarga ya kan?”


“cih”


“kenapa?”


“aku benar – benar jijik denganmu”


“apa?”


“seharusnya kita tidak berpacaran agar situasi tidak rumit. Tapi dengan melihat kau yang seperti ini, sebaiknya aku tidak pernah mengenalmu”


____________________________________________


“aiiishh si B*ngs*t itu!” ucap Yoa yang tiba – tiba mengheningkan suasana.


“Yoa? Kamu kenapa?” ucap Yuju Syok.


“eh?” ucap Yoa dengan heran.


“ u tu tu tu tu (memeluk Yoa) kamu kenapa? Kamu sakit ya? (meraba dahi yoa) kamu tidak demam kan?” ucap Yuju dengan ekspresi khawatir.


“aisssh apa sih! (tersenyum) aku baik – baik saja kok. Bener deh, ya kan Yunji – ya?” ucap Yoa yang memusatkan matanya ke Yunji yang sedang linglung.


Untuk merubah suasana yang aneh ini, Yoa langsung masuk ke dalam kamarnya beserta camilan itu. Yuju menyusulnya masuk, tetapi tidak dengan Yunji.


“tatapan apa itu?”


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tak lama kemudian, mereka bertiga menyaksikan Film di laptop dengan dramatis. Yoa memalingkan wajah dari laptop, Yuju menutupi wajahnya dengan guling, Yunji melihat film itu dengan santai di pantai.


“Yunji – ya, apa kamu tidak takut?” tanya Yuju yang bangga dengan keberanian Yunji menonton film itu.


“iya? Padahal banyak jumpscare nya lho. Huwaaaaa hantunya!” teriak Yoa yang benar – benar dramatis.


“eh? He he. Bagiku ini bukan apa – apa, lebih tepatnya biasa saja”


“eh? Kok bisa?” tanya Yuju dengan wajah heran.


“karena aku sering mengalami hal seperti ini. Hmmm Mungkin lebih dari ini”


“waaah Yunji – ya. Kau berbicara seperti itu, benar – benar menambah peran utama di film nya tau. Aku makin takut padamu. Apa kau cenayang?” tanya Yuju lebih heran.


“hihihi enggak kok”


(........)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


5 jam kemudian...


“hoaahhhmmm aku lelah sekali, akhirnya kau dijemput juga ya Yunji” ucap Yuju meregangkan badannya.


“iya, kalau begitu aku pulang dulu ya. Bye bye semuanya. Terima kasih Yoa, Yuju, Jihoon sunbaenim”


“iya sama sama Yunji” ucap Jihoon melambaikan tangan.


“hati – hati di jalan ya Yunji-ya” ucap Yuju.


“aishh” ucap Yoa.


“eh? Kau kenapa?” tanya Yuju kepada Yoa.


“nghh? Enggak. Aku gak apa – apa. (melambaikan tangan ke Yunji) sampai jumpa Yunji. Nanti kita ketemu lagi ya”


Ada yang Aneh?


.


.


.


.


.


#bersambung