
Yunji berhasil menyelesaikan Skripsi atau biasa disebut para mahasiswa adalah Tugas kematian. Yunji menyebutnya seperti itu, karena ia benar – benar kelelahan mencari topik – topik yang dibahas dengan penjelasan.
.
Yunji bolak – balik keluar Peprustakaan Nasional, walaupun jarak dari rumahnya begitu jauh. Untuk merayakan kelulusan Yunji di Satu semester ini, Yuju dan Yoa mengadakan acara penginapan.
“yunji, nanti lusa kamu mau nginap di Rumah Yoa gak?” tanya Yuju memasang wajah bahagia.
Penginapan? Di Rumah Yoa? Hmmmm bagaimana ya? Aku takut membuat keluarganya merasa terganggu dengan kehadiranku. Ditambah ia punya saudara lelaki.
“hmm bagaimana ya? Aku merasa..”
“kenapa? Gak enak? Enggak apa – apa kok. Orang tua Yoa lagi Honeymoon di Eropa. Otomatis kita bisa menginap seharian. Bagaimana?” tanya Yuju.
“kakaknya?”
“ngh sepertinya ia ada dirumah. Tapi gak apa – apa lah, mungkin dia tidak menggangu” ucap Yuju tersenyum sambil mengambil Handphone nya dari saku celana.
Tentu saja ia tidak mengganggu, justru ia malah terganggu dengan kehadiran banyak orang. Aku yakin sekali, penginapan para perempuan ini akan menjadi penginapan yang paling berisik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“yunji ini gaji akhir bulan kamu” ucap HRD memberi Amplop coklat ke tangan Yunji.
“terima kasih bu, saya sangat terbantu”
“hahaha jangan seperti itu dong, saya merasa tidak enak karena upah mu pas – pas an” ucap HRD sambil tersipu malu.
“hahahaha iya”
/apa dia meledekku?
“ini aku beri kamu tambahan bonus. Karena kamu sempat lembur dan kerjaanmu sangat rapi. Saya suka” ucap HRD tersenyum melihat Yunji.
“terima kasih bu, terima kasih”
“uuuh jangan terima kasih mulu dong, jadi malu” ucapnya tersipu malu untuk kedua kalinya.
“ha ha ha”
/akward banget dah suasananya
“karena aku dengar kabar bahwa ada liburan semester dari tiap Kampus. Kamu boleh libur kok” ucapnya.
“apa bu? apakah boleh? saya merasa..”
“tentu saja. Kamu jangan canggung dong, anggap saja aku tante mu yang paling perhatian” ucapnya sembari membersihkan meja yang penuh kertas bolongan.
“saya sangat berterima kasih”
“oh ya sebelum pulang, tolong buang kertas ini ya. Sekalian soalnya” ucapnya.
“siap bu”
.
.
.
.
.
.
.
Yunji keluar dari Rumah sakit dengan perasaan yang bahagia. Membawa tas kecil dengan genggaman yang kuat, agar upah pertama kalinya itu tidak hilang.
.
Ini baru pertama kalinya Yunji mendapat upah berbonus. 3 bulan yang lalu, upah nya pas – pasan untuk kehidupan sehari – hari sekeluarga.
.
Yunji pun mengambil Handphone untuk memberikan kabar gembira ke Keluarganya,
“ayah jemput aku bisa? Aku mau ngasih tau sesuatu nih”
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesampai di Rumah...
“syukurlah, ini berkat kerja kerasmu. Terima kasih ya anakku” ucap mama Yunji sambil memeluk Yunji karena bangga terhadap anaknya.
Yunji baru saja memberi Setengah dari Gaji nya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari - hari keluarganya.
“he he he iya ma. Oh iya ma, besok aku mau kerumah Hye bin. Terus besoknya lagi aku mau menginap 2 hari. Apa boleh ma?”
“hmm, besok boleh. Tetapi untuk besokny lagi, mama gak yakin” ucap mama mengkerutkan dahi.
“kenapa ma?”
“mama yakin kamu bakal ngerepotin orang – orang disana” ucap mama Yunji dengan yakin terhadap sifat anaknya.
“iiiih mama, gak mungkin lah aku ngerepotin orang ma. Mama jahat ih, suudzon aja sama anak sendiri”
“hahaha boleh dong, mama pasti izinin” ucap mama Yunji sambil memeluk Yunji untuk kedua kalinya.
“apaan yang di izinin?” tanya Ayah dengan suara serius.
“ayah, anakmu itu lho. Dia lusa pengen nginep dirumah temannya, selama 2 hari” ucap mama Yunji mencairkan suasana.
“disitu enggak ada cowo kan?” tanya Ayah serius.
“hah? Maksudnya yah?”
“di rumah temanmu, enggak ada anggota keluarga yang lelaki kan?” tanya Ayah serius Level 2.
“ya pasti ada lah, kan ayah temannya itu pria. Kalau tidak ada pria dirumah, siapa yang akan melindungi putri ku nanti?” ucap Ibu manja.
“oh ok, ayah percaya” ucap ayah Yunji.
“terima kasih ayah”
Yunji memeluk ayahnya dengan erat. Ia sangat senang. Baru pertama kali Yunji mendapat teman baru, dan diajak menginap bersama. Sekian lama tidak dianggap kehadiran oleh orang – orang, Yunji mendapat hadiah dari Tuhan karena sudah berani melewati beberapa rintangan penderitaan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan hari kemudian...
“Hye bin, aku sudah di depan rumahmu”
Aku pergi pagi lebih awal, aku sangat bosan dirumah. 15 menit kemudian, Hye bin membuka pintu rumahnya. Ia sepertinya belum mandi, tapi mengapa lama ya?
“kamu lama sekali”
“oh maaf, aku beres – beres dulu. Orang tua ku menyuruhku untuk berbenah” ucap Hye bin yang menggaruk kepalanya yang masih berantakan.
“oh ok lah”
.
.
.
Yunji memberi salam kepada Orang tua nya, agar lebih sopan. Orang tua Hye bin sangat ramah kepadanya. Yunji diberi Teh anget dan Kue Beras sebagai sarapan pagi. Yunji dipersilahkan masuk oleh Hye bin kedalam kamar nya.
“kamu mandi dulu aja sana, aku tidak apa – apa disini menunggu mu”
“hah? Boleh?” tanya Hye bin.
“boleh lah, kamu bau tau”
“aissssh mulut mu jahat sekali, pernah di sekolahin gak sih?” tanya Hye bin memonyongkan mulutnya.
“sudah sana cepat!”
Yunji menendang kaki Hye bin dan melemparkan Hye bin handuk untuk segera mandi. Ia sangat tidak suka memandang orang yang berantakan.
.
.
.
10 menit kemudian...
“eh cepat sekali”
“berisik kau, ini suruhan orang tua ku. Seharusnya mandi ku 2 jam lebih, agar kau pergi” ucapnya sambil mengeringkan rambut.
“baper ya?”
“hah? Kagak” ucap Hye bin mengeles.
“maaf”
“aduuuh mengapa kau memasang wajah imut sih? Ya sudah, aku maafkan” ucap Hye bin menatap langit – langit.
“he he he terima kasih Hyebin yang cantik”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“ngomong – ngomong aku melihat kamu post foto di Restorant, bagus banget ada Lampu bentuk Cinta. Kamu ngapain disana? terus kamu bareng dengan siapa disana?”
“aku kencan” ucap Hyebin dengan pelan.
*gleeek
“apa!”
“iya, aku kencan” ucap Hyebin yang tersipu malu.
“sama siapa? Dimana? Jangan bohong kamu”
“yeeeh aku tidak pernah bohong” ucap Hyebin.
“habisan selama 5 tahun, aku tidak pernah mendengar kabarmu kencan dengan orang lain”
“iya, senang banget. Apalagi Tae hyung sangat peka” ucap Hyebin tersipu malu.
*spruuuuuut
Yunji memuncratkan air nya ke Wajah Hye bin. Hye bin membuka matanya perlahan dan menggeram kesal.
“apa kau punya masalah padaku, j*l*ng?” ucap Hye bin mengelap wajahnya.
“serius? Kau kencan dengan Taehyung? Si taehyung itu?”
“eh! Bersihin aku dulu!”ucap Hyebin membersihkan percikan air di bagian baju.
Bagaimana bisa Hyebin kencan? Padahal Hyebin orangnya sulit dalam mendekati lelaki ataupun di dekati. Ia sangat pendiam, baru kali ini aku mendengar kisah kencan sahabatku dengan mantan Gebetannya (Orang yang pernah disukai). Apa dia tidak Flashback? Ataupun marah?
.
.
.
#bersambung