
“Apa kau sudah ingat padaku? Apa karna wajah ini, kau tak mengingat ku lagi?” tanya orang itu pada Jimin.
“Benar, wajah ini tak seperti dulu lagi. Pisau mereka dan pisau meja operasi sialan itu merubah wajah ku! Hehehe…. Hikss… Hehehe…” lanjutnya.
“kenapa kau harus melakukan semua ini?!” Jimin kembali menanyakan tujuan orang itu,
“Dendam dan kau tau, Dendam itu lebih berbahaya dari senjata! Selain itu aku ingin memberitahukan namaku padamu menggunakan tubuh mereka. Dan aku juga ingin mereka merasakan rasa sakit yang ku rasakan selama diatas meja operasi! Hehehe! Hiks! Hiks! Kau tau Jimin, itu sangat menyakitkan! Sangatttt menyakitkan! Hehehe….” jelas orang itu.
“Tapi tak seharusnya kau melakukan ini!”
“Kenapa?! Aku hanya ingin menujukan, bocah waktu itu juga bisa berbuat seperti ini. Bukankah ini menyenangkan? Dan kau akan mengingat nama ku selamanya! Hehehe…. SE.LA.MA.NYA!” jawab orang itu tertawa.
“Lalu kenapa kau juga membunuh Jungkook?! Dia tak ada hubungan dengan pembully’an waktu itu!” Jimin tak mengerti jalan pikiran orang ini.
“ Untuk pelengkap huruf ku. Hi..hi..hi..hi.. Oh bukan itu, tapi aku hanya ingin menyingkirkan pemuda picik itu. Kau tau Jimin?… Yeoja mu, Tae In meninggalkan mu dan mati bunuh diri, itu semua karna pemuda bernama Jeon Jeong Guk itu! Pemuda itu sangat picik Jimin, aku hanya ingin membalaskan sakit hatimu.” ujarnya tersenyum.
“Hentikan sampai disini! Aku sudah tau apa yang ingin kau lakukan sekarang, untuk melengkapi huruf-huruf itu! Sudah cukup jatuh korban dan aku tak ingin ada korban lagi” Jimin berusaha membujuk orang itu supaya mengurungi niatnya.
“Berhenti bersandiwara! Kita sama-sama tau dunia ini kejam! Dan kita juga sama-sama hidup dalam lingkungan yang keras.” bentaknya pada Jimin.
“Ku mohon hentikan ini” pinta Jimin
“Berhentilah hyung! Aku tau siapa kau! Dan kegelapan malam ini akan menjadi saksi bisu tentang siapa sebenarnya kita! Tujuan ku kembali sudah tercapai! Jadi, selamat tinggal!” orang yang memanggil hyung pada Jimin itu menjatuhkan dirinya dari atas gedung.
Brukkk! Tubuhnya sempurna menghantam dasar gedung mengakibatkan darah segar mengalir dari kepalanya yang remuk. Melihat itu, Jimin bergegas berlari turun melihat kondisi orang tersebut.
“Siapa nama mu sebenarnya?”
“Kau kan sudah tau, buat apalagi kau tanya!”
“Bodoh. Aku tau nama mu yang sekarang bukan nama asli mu. Dan aku juga tak pernah mendengar mereka memanggil nama asli mu”
“Benar. Mereka tak ada yang tau nama asli ku! Nanti aku beritahu kau dan kau akan mengingat nama itu selamanya ”
Jimin memeriksa tubuh orang itu, ia menemukan sebuah goresan yang terdapat di lengannya. Jimin menyambungkan huruf yang digoreskan di lengan orang itu dangan huruf-huruf yang terdapat dikertas Jimin pegang.
“Jadi ini nama asli mu, TAEHYUNG! Kenapa kau harus melakukan ini, hanya untuk memberitahukan namamu padaku?” ujar Jimin menitikkan air mata melihat keadaan orang yang tak lain adalah teman baiknya, V!
“Singkirkan semua yang ada didaftar ini! Aku tak mau ada yang tersisa!”
“Baik! Tapi untuk lima orang ini, kita tak perlu repot-repot. Sudah ada yang mengerjakan semuanya. Kita hanya perlu menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya!”
“Baiklah! Setelah itu kau singkirkan juga dia. Dia terlalu berbahaya bagi kelompok kita!”
“Baik! Tapi aku ingin bayaran lebih untuk nyawanya!”
“Akan aku kirimkan kalau pekerjaan mu sudah selesai!”
“Oh ya satu lagi, Yeoja sialan itu bukan mati bunuh diri. Tapi aku yang membunuhnya, karna dia mengkhianati ku! Aku tak suka dikhianati! Dan… terima kasih telah mempermudahkan pekerjaan ku!” lanjut Jimin.
“Halo bos. Pekerjaan selesai, semua sudah mati. Polisi dan detektif bodoh itu, tak akan bisa memecahkan kasus ini! Kirim bayaran ku secepatnya!”
Tut! Tut! Tut!
“Karna kepicikan dan cerdik’kan mu, kau selalu jadi ancaman ku dari dulu, KIM TAEHYUNG!” ujar……..
Kim Seok Jin Min Yoongi tersenyum picik.
Selamat tinggal! Dor!
–
–
–
–
Prokk! Prokk! Prokk!
“Kerja bagus!”
Tap! Tap! Tap!
“Semuanya Sudah selesai!” bisik seseorang pada seorang Namja separuh baya yang menatap tajam monitor yang ada dihadapannya.
“ Bagus!” jawab orang itu dan mengalihkan perhatiannya dari layar monitor yang ia tatap sejak tadi.
CUT! “Kerja bagus! Kalian melakukannya dengan baik”
“Terima kasih sutradara telah membantu kami” ucap Namjoon memberi hormat pada sutradara yang membantu menggarap film mereka.
“Terima kasih semuanya” ujar member BTS memberi hormat pada semua staf yang terlibat mengerjakan proyek film mereka.
“Yeeeee….. Aku bisa tidur nyenyak” ujar V melompat kegirangan.
“Bukan kau saja. Tapi, yeeee…… Ye.. Ye.. Ye.. Ye.. Kita semua bisa tidur nyenyak” teriak Suga gembira diikuti semua member BTS, karna telah menyelesaikan proyek film mereka yang melelahkan.
–
–
*******TAMAT *******