ONESHOT Korean

ONESHOT Korean
Ketika Taehyung Jatuh Cinta



Disclaimer: BTS adalah milik bighit, orangtuanya masing-masing dan Tuhan kecuali Jimin Dan V punya author xD *dibakararmy


*Catatan: Semua member BTS dan cast wanitanya di ff ini masih anak SMA. Jungkook kelas 1, Taehyung dan Jimin kelas 2, Jin, Yoongi, Hoseok, Namjoon dan Minha (OC) kelas 3.


 


 Sore ini member BTS sedang berkumpul dirumah Jungkook si magnae, mereka asyik dengan kegiatan masing-masing dihalaman belakang rumah Jungkook yang luas. Jin sedang memegang tongsis barunya berselfie bersama Yoongi dengan berbagai ekspresi dan pose. Namjoon dan Hoseok terlihat heboh berlatih senam dengan Jimin sebagai instruktur senamnya. Mereka berlatih senam untuk ujian praktek olahraga minggu depan, Namjoon dan Hoseok mempercayai Jimin sebagai instruktur senam karena Jimin adalah bintang olahraga terkenal disekolah. Ia bahkan dapat menghafal gerakan senam dengan sekali melihat. Jungkook sibuk membaca buku paket matematikanya, mulutnya berkomat-kamit membaca lalu menulis rumus matematika dibuku catatannya. Ternyata si magnae sedang belajar untuk ujian matematikanya yang diadakan minggu depan juga. Taehyung duduk disamping Jungkook, ia hanya duduk memeluk buku paketnya menatap langit dengan senyum-senyum. Entah apa yang dipikirkan Taehyung saat ini tapi sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu yang menyenangkan.


“Hyung apa kau baik-baik saja? Kenapa kau senyum-senyum melihat langit?” Jungkook baru menyadari apa yang dilakukan Taehyung.


“Hmm…aku sedang melihat ciptaan Tuhan yang sangat cantik,” Taehyung masih melihat langit, senyumnya bertambah lebar.


“Nde? Apa hyung? Tapi aku tidak melihat apa-apa dilangit,” Jungkook ikut melihat langit dengan bingung.


“Aiisshhh…tentu saja kau tidak melihatnya karena ia ada dalam pikiranku. Aku sedang berkhayal, apa kau tidak tau?” Taehyung beralih menatap Jungkook.


“Oh…sekarang aku tau. Jadi hyung melihat langit sambil berkhayal,” jawab Jungkook.


“Yak! Bagaimana kau tau Jeon Jungkook? Apa kau bisa membaca pikiran?” Taehyung menatap Jungkook dengan ekspresi takut.


“Astaga! Kau baru saja memberitahuku hyung kalau kau sedang berkhayal,” Jungkook memutar matanya bosan.


“Oooh!!!” Taehyung ber”oh”ria sambil mengingat apa yang ia bicarakan tadi.


“Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?” Tanya Jin datang tiba-tiba lalu duduk disebelah Jungkook dan disusul Yoongi. Mereka berdua sudah selesai melalukan selfie karena Yoongi mengeluh wajahnya lelah selalu tersenyum didepan kamera.


“SEPERTINYA AKU SEDANG JATUH CINTA!” kata Taehyung tiba-tiba dengan suara nyaring membuat hyung-hyungnya dan magnae kaget setengah mati. Bahkan Namjoon, Hoseok dan Jimin langsung berhenti melakukan gerakan senam, mereka bertiga berdiri menatap Taehyung tidak percaya.


“MWO?” teriak mereka serentak.


“Ya! Aku sedang jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama,” jawab Taehyung dengan senyum kelewat lebarnya.


“Dengan siapa? Apa kami mengenalnya? Dia masih sekolah atau mahasiswi? Berapa umurnya? Berapa berat badannya? Berapa tingginya? Apa dia cantik? Apa dia galak? Apa makanan kesukaannya? tanya Jin panjang lebar dengan hebohnya.


“Yaaakkk…Jin apa kau sedang melakukan wawancara? Pertanyaanmu terlalu banyak,” Yoongi menatap Jin aneh.


“Oh maafkan aku. Jiwa keibuanku bangkit…hahahaha,” kata Jin tertawa aneh. Member yang lain menatap Jin dengan mimik wajah apa-hubungan-nya-coba.


“Kau jatuh cinta dengan siapa? Apa kau sudah menyatakan perasaanmu itu?” kali ini Namjoon yang bertanya. Namjoon, Jimin dan Hoseok ikut bergabung duduk.


“Dia adalah seorang sunbae disekolah kita dan aku belum menyatakan perasaanku sampai sekarang” kata Taehyung dengan wajah murung.


“Jadi kau belum menyatakan perasaanmu? Aiiisshh…kau payah!” Jimin menatap prihatin Taehyung.


“Ne…aku tidak tau bagaimana caranya menyatakan perasaanku dan ada satu masalah yang menghambat proses pendekatanku dengannya,” ekspresi Taehyung bertambah murung.


“Apa? Kami akan membantumu. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” kata Hoseok bijak yang disambut anggukan oleh member yang lain.


“Gadis yang aku sukai sudah mempunyai kekasih dan kekasihnya-“ kata Taehyung dengan wajah cemberut tapi belum selesai ia berbicara kata-katanya sudah dipotong oleh Yoongi.


“Kau tidak boleh pesimis. Walaupun gadis itu sudah mempunyai kekasih kau harus menyatakan perasaanmu, apapun hasilnya yang pasti kau sudah jujur dengannya,” kata Yoongi semangat.


“Benarkah hyung?” mata Taehyung berbinar.


“Tentu saja…kami akan mengajarimu bagaimana cara mendekatinya dan cara menyatakan perasaanmu.” kata Yoongi tersenyum lebar.


Mereka membuat formasi duduk melingkar untuk mendiskusikan cara dan jalan keluar untuk masalah Taehyung yang sedang jatuh cinta dengan seorang gadis yang sudah mempunyai kekasih. Jungkook hanya menatap hyung-hyungnya tidak mengerti, ia tidak paham masalah cinta. Mereka secara bergiliran memberikan saran untuk Taehyung.


“Pertama kau harus mencari cara untuk mendekatinya. Kau ajak saja dia belajar bersama, kau bisa berpura-pura tidak paham dengan suatu materi lalu tanyakan padanya. Kapan perlu kau minta bantuannya untuk mengajarimu lalu disela-sela belajar kau bisa mengajaknya mengobrol dan disitulah kau bisa mengetahui apa yang ia sukai dan tidak ia sukai. Lalu kau bisa mengajaknya berkencan,” kata Jin memberi saran. Jin adalah seorang Flower Boy disekolah dan sangat berpengalaman dalam hal mendekati gadis-gadis.


 “Saat kau bertemu dengannya rapikan baju, rambutmu dan jangan lupa pakai parfum yang berbau maskulin dan manis. Wangi itu dapat menarik perhatian dan menggoda para gadis. Kau pakai saja parfumku. Aku yakin gadis yang kau sukai itu akan nyaman berdekatan lama-lama denganmu,” Hoseok memberikan parfumnya yang selalu dibawanya didalam tas, Hoseok adalah laki-laki pecinta kerapian dan kebersihan banyak gadis-gadis disekolah mengidolakan Hoseok karena kekerenannya saat membersihkan sampah-sampah disekolah dengan sukarela.


“Kau harus berolahraga untuk membentuk otot-ototmu. Kau harus terlihat kuat dan jantan didepan gadis yang kau sukai. Gadis-gadis sangat suka laki-laki yang terlihat jantan. Kau bisa datang kegym ku, aku memberi diskon untukmu khusus minggu ini. Ini juga berlaku untuk kalian semua, kalau ingin membentuk otot ke gymku lah solusinya. Saat gadis yang kau sukai melihatmu pasti ia akan terpesona dan memujimu. Kau harus harus terlihat gagah, sobat!” kata Jimin tersenyum manis sambil mempromosikan gymnya yang baru buka minggu lalu. Jimin adalah laki-laki dengan sejuta pesona dan mempunyai abs yang sexy. Ia mempunyai banyak fans laki-laki maupun perempuan. Jimin merupakan bintang olahraga dan merupakan siswa kebanggaan sekolah dalam bidang olahraga.


“Hal terpenting dari semuanya adalah saat kau mendekatinya atau saat kau menyatakan perasaanmu adalah tatapanmu. Tataplah dia dengan tatapan memuja seolah-olah hanya dia gadis yang paling sempurna didunia ini. aku memberikan senjata ini untukmu secara cuma-cuma biasanya aku tidak memberikan senjata rahasiaku ini. Saat menatapnya keluarkan tatapan sexymu, itu mampu membuat gadis-gadis tergoda bahkan sampai menjerit memanggil namamu. Ia pasti akan jatuh cinta jika melihat tatapan sexy mu. aku jamin itu,” kata Namjoon memberi saran, ia mempraktekkan tatapan sexy yang ia maksudkan tadi. Member yang lain menatap ngeri tatapan Namjoon. Itu bukan tatapan sexy tapi tatapan ingin membunuh. Jungkook sampai tersedak ludahnya sendiri saat melihat tatapan Namjoon yang terlihat menyeramkan. Namjoon adalah seorang playboy kelas kakap dulunya tapi ia memutuskan untuk berhenti  karena sekarang ia sudah mempunyai kekasih idamannya yaitu Jeon Hana kakak kandung Jeon Jungkook. Jeon Hana adalah ketua Club Taekwondo disekolah. Jika Namjoon macam-macam ia bisa saja menghanjarnya dengan sekali tendangan saja dan semua orang tau kalau Jeon Hana adalah gadis paling galak disekolah.


“Sekarang giliranku. Kau harus pintar menggombal dan merayu. Gombalan dan rayuan adalah senjata utama laki-laki untuk memikat hati seorang gadis. Aku akan meminjamkan buku tips-tips bagaimana caranya menggombal dan merayu para gadis, kau bisa mempelajarinya. Aku yakin gadis itu akan bertekuk lutut denganmu jika kau mengikuti cara dibuku ini.” Yoongi memberikan buku tips-tipsnya dengan senyum bangga. Yoongi adalah laki-laki berkulit pucat dengan paras manis. Ia terkenal seantero sekolah sebagai laki-laki penggombal dan rayuan mautnya yang mampu membuat gadis-gadis jatuh cinta dalam hitungan detik. Tidak ada gadis yang tidak berbunga-bunga mendengar rayuan Yoongi. Bahkan Yoongi berhasil merayu guru Fisikanya agar ia tidak dihukum saat ia lupa mengerjakan pr Fisikanya.


Taehyung mengangguk-anggukkan kepalanya, Jungkook disebelahnya ikut mendengar lalu mencatat saran hyung-hyungnya dengan cepat. Menurutnya saran hyung-hyungnya cukup bagus untuk dipraktekkan, jika suatu saat ia jatuh cinta ia bisa menggunakan metode hyung-hyungnya tersebut. Bahkan ia ingin mengcopy buku tips-tips milik Yoongi jika Taehyung sudah selesai mempelajarinya. Jungkook tersenyum dengan pikiran briliannya tersebut.


“Jungkook apa kau tidak memberikan saran untukku?” Taehyung menatap Jungkook yang sedang asyik senyum-senyum menatap buku catatannya. Member yang lain juga ikut menatapnya menunggu saran magnae mereka ini. Jungkook terkejut saat namanya disebut dan tatapan semua hyung-hyungnya itu. Ia berdehem.


“Ehmm…baiklah aku akan memberikan saran yang sangat penting dan aku harap hyung mendengarnya baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya,” kata Jungkook. Wajahnya tiba-tiba berubah serius, member yang lain tidak kalah serius menatap Jungkook.


“Kau jangan sampai lupa sarapan hyung,” lanjut Jungkook dengan wajah polos.


 Mereka menatap Jungkook bingung, apa hubungannya mendekati seorang gadis dengan sarapan. Jungkook menyadari tatapan bingung hyung-hyungnya ini, ia menghela napas. Ia tidak yakin apa hyung-hyungnya ini benar-benar seseorang yang berpengalaman dalam mendekati seorang gadis.


“Apa hubungannya?” Yoongi menggaruk-garuk kepalanya tidak mengerti.


“Tentu saja ada hubungannya hyung. Sarapan sangat penting sebagai asupan energi untuk aktivitas sehari penuh. Jika hyung tidak sarapan nanti hyung pingsan karena kurang energi. Kau harus menyimpan energi hyung. Kau pasti akan membutuhkannya. Percayalah padaku dan semangatlah mengejar cintamu hyung.” Jungkook menepuk bahu Taehyung. Taehyung dan member yang lain hanya diam terpaku dengan wajah blank. Mereka tidak mengerti maksud Jungkook dan apa hubungannya dengan masalah Taehyung sekarang.


-00-


Sudah seminggu ini Taehyung mempersiapkan dirinya untuk mendekati gadis yang ia sukai. Hari ini ia mempunyai janji dengan gadis tersebut untuk belajar bersama. Taehyung berhasil membuat janji dengan gadis itu sesuai saran Jin. Sekarang member BTS berkumpul dikantin, mereka ingin memberi semangat untuk Taehyung. Penampilan Taehyung hari ini sangat berbeda, rambut dan bajunya sangat rapi. Hoseok dan Jimin yang mengubah penampilan Taehyung dibantu oleh Jin, mereka sejak subuh sudah standby dirumah Taehyung untuk mempermak penampilan Taehyung yang sangat berantakan dan sangat tidak layak untuk dikatakan sebagai manusia modern karena penampilan Taehyung lebih mirip seperti manusia purba menurut Jin. Siang ini entah sudah berapa puluh kali Taehyung melihat cermin berwarna pink dengan gambar Disney Princess dibelakangnya yang ia pinjam dari Jin, ia merapikan rambutnya lagi. Ia juga tidak lupa menyemprotkan parfum milik Hoseok, entah sudah berapa kali ia menyemprotkan parfum tersebut ketubuhnya membuat wangi parfum tersebut memenuhi kantin.


“Doakan aku teman-teman. Aku berangkat,” Taehyung berdiri dengan wajah penuh semangat.


“NE! FIGHTING KIM TAEHYUNG!” member BTS serentak menjawab perkataan Taehyung kecuali Jungkook. Taehyung kini sudah berjalan meninggalkan kantin menuju kelas gadis yang ia sukai. Jin dan Hoseok menangis terharu, Namjoon dan Yoongi berpelukan melepas kepergian Taehyung. Jungkook menatap bingung kelakuan hyung-hyungnya tersebut. Taehyung hanya pergi kekelas gadis yang ia sukai untuk melakukan pendekatan tapi hyung-hyungnya ini bersikap seolah-olah sedang melepas kepergian Taehyung ke medan perang. Sungguh aneh pikir Jungkook.


Taehyung berjalan dengan gagahnya dan tidak lupa senyum manisnya yang selalu terpatri diwajah tampannya. Gadis-gadis disekolah menatapnya dengan wajah terpesona, bagaimana tidak seorang Kim Taehyung yang biasanya tidak peduli dengan penampilan dan selalu berpenampilan acak-acakan sekarang berubah 180 derajat menjadi seorang pangeran penuh karisma. Taehyung juga rajin berolahraga yang dipandu oleh Jimin, kini tubuh Taehyung terlihat lebih gagah dan sexy dimata para gadis-gadis. Tampaknya sebentar lagi akan ada idola baru disekolah ini.


Kini Taehyung sudah berdiri didepan kelas gadis pujaan hatinya. Ia menghembus nafasnya beberapa kali, Taehyung memegang dadanya. Ia sangat gugup.


“Kim Taehyung Fighting!” bisik Taehyung sambil mengepal tangannya. Ia masuk kekelas tersebut, Taehyung langsung dapat melihat gadis yang ia sukai sedang membaca buku dibangkunya. Taehyung menghampiri gadis itu lalu duduk disampingnya.


“Oh…kau sudah datang? Annyeong Taehyung-ah” Minha menoleh lalu tersenyum manis. Jantung Taehyung berdetak semakin cepat saat melihat senyum manis Minha bahkan ia tidak berkedip menatap wajah cantik Minha. Sangat sempurna pikir Taehyung.


“Tae…Taehyung kau kenapa? Apa kau mendengarkan ku?” Minha melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Taehyung.


“Eh! Ne? Kenapa noona?” Taehyung baru sadar dari keterpanaannya.


“Hmm…kau sedang memikirkan apa? Dan hei…penampilanmu sangat berbeda hari ini,” Minha menatap Taehyung tersenyum.


“Kau terlihat tampan dan rapi hari ini. aku suka dengan stylemu hari ini…” lanjut Minha berdecak kagum.


“Benarkah? Terima kasih noona. Aku hanya iseng mengubah styleku dan ternyata noona menyukainya,” jawab Taehyung tersenyum malu-malu. Setelah ini ia harus berterima kasih kepada ketiga hyungnya Jin, Jimin dan Hoseok yang sudah mengubah penampilannya dengan penuh perjuangan.


“Hahahaha…kau lucu Taehyung-ah. Berpenampilan lah seperti itu setiap hari,” Minha tertawa melihat senyum malu-malu dan wajah merah Taehyung.


“Ne mulai sekarang aku akan selalu bernampilan seperti ini jika noona suka” Taehyung tersenyum cerah.


“Bagus. Nah, sekarang kau ingin menanyakan tentang materi apa? Aku akan berusaha mengajarimu,” Minha kembali tersenyum manis.


“Ah..aku tidak mengerti dengan materi ini. Aku tidak bisa menghitungnya,” Taehyung langsung membuka buku paket matematikanya lalu menunjukkan materi yang ia tidak mengerti kepada Minha.


“Oh, yang ini. Baiklah aku akan mengajarimu tapi sepertinya kita harus mencari tempat belajar yang sejuk disini sangat panas. Pendingin ruangan dikelas ini rusak,” Minha mengusap dahinya yang berkeringat.


“Eumm…kita pindah ketaman saja noona, bagaimana? Disana ada pohon rindang, kita bisa belajar dibawah pohon itu,” Taehyung memberikan saran.


“Ne! kajja kita kesana.” Minha menyetujui saran Taehyung.


-00-


Taehyung dan Minha keluar dari kelas sambil mengobrol. Mereka berdua berjalan kearah taman yang tidak jauh dari kelas Minha berada. Sesampainya ditaman Taehyung dan Minha duduk dibawah pohon rindang yang dimaksud Taehyung tadi. Taehyung tidak menyangka bisa duduk berdua dengan Minha gadis pujaannya dibawah pohon rindang dengan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Apakah ini kencan? Jadi begini rasanya berduaan dengan seorang gadis.  Appa…Eomma sebentar lagi kalian memiliki calon menantu pikir Taehyung dengan sangat lebaynya. Ini seperti mimpi bagi Kim Taehyung.


“woah…disini sangat sejuk,” Minha tersenyum senang.


“Ne…aku sering duduk disini jika hari sangat panas,” kata Taehyung sambil menatap Minha.


“Tempat ini sangat nyaman. Mana buku mu? Aku akan mengajarimu,” kata Minha.


“Ah..ini noona,” Taehyung memberikan buku paketnya kepada Minha. Minha mengambil buku tersebut lalu membacanya sebentar.


“Nah, untuk mendapatkan hasilnya kau hanya tinggal menjumlahkannya lalu membaginya. Kau harus memperhatikan rumusnya. Kerjakan sesuai rumus yang sudah disediakan, kau bisa melihat contoh yang aku buat jika kau masih kesusahan mengerjakannya. Aku menggunakan cara yang sedikit berbeda dari buku. Cara ini lebih mudah dan singkat.” Minha mulai menjelaskan soal matematika yang tidak dimengerti oleh Taehyung dengan sabar. Minha memberika soal yang ia buat untuk Taehyung sebagai soal latihan. Sebenarnya bagi Taehyung materi ini sangat mudah, ia hanya berpura-pura tidak mengerti agar ia dapat dekat dengan Minha.


 Taehyung hanya menopang dagunya menatap Minha yang sedang membaca bukunya, ia sudah mengerjakan soal yang Minha berikan dari tadi tapi ia sengaja tidak memberitahu Minha kalau ia sudah selesai. Ia ingin menatap lebih lama wajah cantik Minha yang tampak semakin cantik saat gadis itu sedang fokus dengan bukunya dan rambut panjangnya yang tergerai tertiup angin membuat Minha bagaikan bidadari dimata Taehyung.


“Kenapa kau menatapku begitu?” Tanya Minha menatap Taehyung bingung.


“Noona sangat cantik,” kata Taehyung tiba-tiba.


“Benarkah? Terima kasih Taehyung-ah atas pujianmu. Apa kau sudah mengerjakan soal yang aku berikan tadi?” Minha tersenyum menatap Taehyung.


“Ah..ne! Sudah noona,” Taehyung tersenyum lebar lalu memberikan kertas jawabannya. Minha menerima kertas jawaban Taehyung dan memeriksa hasilnya. Minha tersenyum melihat hasil jawaban Taehyung.


“Sepertinya tidak susah mengajarimu. Nilaimu sempurna. Semoga nilai ujian matematikamu sempurna seperti nilai ini,” Minha memberi kertas jawaban Taehyung yang ia nilai dengan nilai 100 kepada Taehyung. Taehyung tersenyum senang menerimanya.


“Noona mari kita belajar lagi,” Taehyung menatap Minha dengan tatapan yang berbeda. Sepertinya ia mulai mempraktekkan saran Namjoon.


“Belajar apa? Apa ada materi yang belum kau mengerti selain materi ini?” Tanya Minha.


“Bukan belajar materi matematika. Aku sudah mengerti semua materinya,” kata Taehyung dengan wajah serius.


“Lalu belajar apa?” Tanya Minha dengan wajah bingung.


Taehyung menatap mata Minha seolah-olah dengan tatapan itu ia memberitahukan kepada Minha bahwa ia sangat memuja gadis itu. Minha mulai salah tingkah karena tatapan tajam Taehyung. Taehyung memegang tangan Minha lalu menciumnya. Mata Minha melebar, ia bingung apa yang sedang dilakukan Taehyung. Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang berdiri dibelakang mereka berdua dengan muka geram.


“Aku ingin kita belajar untuk saling menyayangi dan belajar untuk saling mencintai noona,” kata Taehyung dengan tatapan sexynya menatap Minha. Minha tidak bisa menjawab, ia terlalu terkejut dengan perkataan Taehyung yang tiba-tiba. Taehyung sedang mempraktekkan gombalan Yoongi rupanya, ia sudah mati-matian mempelajarinya siang dan malam selama seminggu ini.


“KIM TAEHYUNG APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN DENGAN KEKASIHKU?” terdengan teriakan memekak telinga dari arah belakang membuat Taehyung dan Minha terkejut.


“Yo-Yoongi hyung,” kata Taehyung terbata-bata. Yoongi berdiri dibelakang Taehyung dengan wajah merah menahan emosi dan Yoongi juga membawa sapu entah untuk apa.


“AKU ULANGI LAGI KIM TAEHYUNG APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KEKASIHKU DISINI?” Yoongi sudah mengepal tangannya menahan emosi.


“Aku sedang menyatakan perasaanku seperti yang hyung sarankan,” jawab Taehyung dengan senyum idiotnya.


“MWO? MENYATAKAN PERASAANMU? MINHA SUDAH MEMILIKI KEKASIH DAN AKU ADALAH KEKASIHNYA BABO! KAU TAU ITU KAN?” teriak Yoongi emosi.


“Ne! Aku tau hyung tapi kau sendiri  yang bilang jika aku harus menyatakan perasaanku walaupun gadis yang aku sukai sudah memiliki kekasih. Saat aku ingin memberitahu siapa kekasih gadis yang aku sukai, hyung malah memotong pembicaraanku” kata Taehyung dengan wajah polos.


“TAPI BUKAN DENGAN KEKASIHKU JUGA BABO DAN AKU TARIK SARANKU WAKTU ITU!” Yoongi semakin emosi melihat wajah sok polos Taehyung. Ingin rasanya ia melindas wajah sok polos Taehyung dengan alat lindas untuk melindas adonan kue milik eommanya hingga wajah Taehyung tidak berbentuk lagi.


Minha hanya diam terpaku, ia tidak tau harus berbuat apa tapi tiba-tiba ada seseorang yang menariknya menjauh ternyata itu adalah Jin. Sekarang Namjoon, Hoseok, Jimin, Jungkook lalu ditambah Jin dan Minha bersembunyi dibalik pohon. Mereka mengintip perkelahian antara Taehyung dan Yoongi. Mereka tidak berani mendekat karena setelah ini pasti ada peperangan sengit antara Yoongi dan Taehyung.


“Saranmu tidak bisa ditarik lagi hyung, aku sudah terlanjur menyatakan perasaanku kepada Minha noona dan Minha noona harus menjawabnya. Kau siap-siap saja dengan jawabannya karena aku yakin Minha noona menyukaiku juga,” kata Taehyung dengan percaya diri yang tinggi.


“MWO? AWAS KAU KIM TAEHYUNG! AKU AKAN MEMBUNUHMU DAN MENGIRIMMU KE NERAKA!” teriak Yoongi dengan emosi yang meluap-luap. Yoongi mengangkat sapu yang ia pegang ingin memukul Taehyung. Ternyata tujuan Yoongi membawa sapu adalah untuk menghajar Taehyung. Taehyung melihat Yoongi mengangkat sapu dan memasang kuda-kuda untuk memukulnya cepat-cepat menghindar. Taehyung lari terbirit-birit, Yoongi mengejar Taehyung sambil meneriakkan kata “ku bunuh kau Kim Taehyung” dengan ganas. Taehyung dan Yoongi berakhir dengan acara kejar-kejaran. Member BTS yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka prihatin, pasti Taehyung pulang dengan wajah yang menyedihkan hari ini atau bahkan bisa menginap dirumah sakit.


“Karena itulah kenapa aku menyuruh Taehyung hyung untuk sarapan pagi. Pasti ia sangat membutuhkan energi yang banyak untuk berlari menghindari kebrutalan Yoongi hyung,” kata Jungkook dengan wajah prihatin mengingat nasib hyungnya tersebut.  Namjoon, Hoseok, Jimin dan Jin menganggukkan kepala setuju. Mereka baru mengerti maksud dari saran magnae mereka ini minggu lalu.


“AMPUN HYUNG. AKU TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI. JANGAN PUKUL AKU HYUNG,” terdengar teriakan Taehyung dari jauh meminta ampun dengan Yoongi yang semakin brutal ingin menghajarnya.


“AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI MU KIM TAEHYUNG. AKU AKAN MENGIRIMMU KE NERAKA SECEPATNYA.” teriak Yoongi menggema membuat member BTS yang lain merinding mendengar suara teriakan Yoongi.


Poor Taehyung xD


-END-