ONESHOT Korean

ONESHOT Korean
Age Difference's Love (Part 2)



Keheningan pun terjadi antara mereka bertiga, dan Lee Jong Dae ayah Joon Ki pun berdiri membelakangi anaknya dan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya seolah-olah ia akan menceritakan sesuatu kebenaran tentang Ga Eun.


“Song Ga Eun namanya, dulu kita bertiga adalah sahabat. Tapi semuanya berubah saat ia tahu bahwa papa dan mama akan menikah. Dan ia menghilang begitu saja, entah kemana?” paparnya.


“Aku nggak peduli, aku cinta dia!!”


“Kamu nggak boleh melakukan hal bodoh ini, Nak!! Dia seusia ibu.” Kata ibu Joon Ki sambil melontarkan tangannya ke pipinya.


Joon Ki tidak membalas apapun tentang tamparan ibundanya, ia berlari menuju kamarnya. Mungkin ia hanya butuh waktu untuk memahami ini semua. Dan ia tetap bersikeras untuk tetap menemui Song Ga Eun.


“Joon Ki, maafkan Mama. Ini demi kebaikan kamu!!!” teriak Ae Ri pada anaknya.


Di waktu yang sama,


Ga Eun, yang sedang duduk membaca buku ditemani Shikhyung adik keponakannya itu asyik mendengarkan musik dari earphone yang ia pasang di telinganya. Shikhyung hanya memandangi Ga Eun yang sedang asyik membaca buku.


“Kak Ga Eun asyik banget bacanya?” tanyanya yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Ga Eun.


“Ihh, malah senyum. Huch” cemberut kesal.


Melihat ekspresi wajah adiknya, Ga Eun segera menutup bukunya dan menoleh ke arah Shikhyung sambil tersenyum.


“Gimana dengan cowok yang kamu ceritain kemarin?”


“Kemarin dia nggak kuliah, Kak. Katanya ada masalah sama orangtuanya.” Tersenyum.


“Masalah? Emangnya apa?” tanyanya penasran.


“Entahlah, itu juga rumor anak-anak.”


“Namanya siapa sih? Sebagai dosen disana, apa kakak nggak boleh tahu?” membujuknya pelan.


“Lee Joon Ki kak, namanya.”


“Ada yang salah kak?” katanya sambil memandang mata dan memegang tangan Ga Eun untuk mencegahnya pergi.


“Enggak kok.” melepaskan pegangan Shikhyung dan pergi.


Dalam perjalanan menuju ke kampus, tiba-tiba ia menemukan poselnya berteriak memanggil. Nomor yang tertera di layar kaca ponsel itu tidak dikenalinya, segera ia mengangkatnya.


“Bisa kita bertemu di Hampyeong Park? aku tunggu di tempat biasa kita duduk sepulang kuliah dulu.” Jelas Kim Ae Ri.


“Tunggu!!! Kamu siapa?” Tanya Ga Eun penasaran.


“Itu tidak penting, aku menunggumu.” menutup telepon.


Langkah Ga Eun menuju kampus terhenti di pertengahan jalan ini. Karena rasa penasaran terhadap siapa yang menelepon barusan, dia memutar jalan menuju Hampyeong Park untuk memastikan jika pertemuan ini adalah memang untuk sesuatu hal yang benar-benar penting.


Sesampainya di Hampyeong Park, ia menemukan sesosok wanita seusianya berdiri membelakanginya. Dia merasa seperti pernah mengenal wanita itu, sampai-sampai ia mengetahui bahwa bangku tua ini tempat duduknya dan kedua sahabatnya menghabiskan waktu bersama pada waktu ia masih muda dulu.


Ga Eun memandang heran dari kaki hingga ujung rambut.


“Permisi, saya Ga Eun. Apakah Anda yang menelepon saya tadi?” tanyanya memastikan.


Ae Ri pun membalikkan badan ke arah Ga Eun.


“Iya Ga Eun, kamu masih ingat aku?” tanyanya balik.


“kamu Kim Ae Ri?” katanya sambil menunjuk ke arah Kim Ae Ri.


“Iya, aku Kim Ae Ri.”


Tanpa menjawab Ga Eun berlari memeluk Ae Ri melepaskan rindu kedua sahabat yang sudah lama tak bertemu, sejak Kim Ae Ri dan Park Jong Dae menikah ia menghilang begitu saja.