ONESHOT Korean

ONESHOT Korean
Dark and Wild Part 5



-08.00, 11 Agus 2020.


Jimin dan V menatap tajam kuburan Hoseok, dibalik kacamata yang mereka pakai mungkin menyembunyikan mata yang sembab. 5 teman mereka sudah tewas. Sekarang tinggal mereka berdua, mungkin ada lagi yang akan dibunuh. Entah siapa yang duluan?.


Sebuah senyuman picik terukir pada bibir seseorang yang menghadiri pemakaman itu. Senyuman kemenangan dan rasa puas telah membunuh kelima pemuda itu. Dan mungkin ada yang berikutnya!


Dari pemakaman Jimin dan V langsung pulang ketempat tinggal mereka. Walaupun ini masih jam 5 sore, mereka lebih merasa aman didalam rumah ketimbang diluar.



-21.00,  11 Agus 2020.


“V, aku sudah memikirkan semuanya. Sepertinya huruf-huruf itu memiliki arti” ujar Jimin pada V yang tengah asik main game.


“Apa?” tanya V tanpa mengalihkan perhatiannya.


“Aku belum tau sih artinya. Tapi aku yakin huruf-huruf itu memiliki arti!” jawab Jimin, mendengar itu V lansung melempar Jimin dengan bantal yang ia duduki sejak tadi. Bukkk!


“Yak! Kenapa kau melempar ku?!” Bukk! Jimin membalas lemparan V. Bukk! Bukk! Bukk! Perang bantal antara mereka berdua pun tak bisa dihindarkan.


“ Kau itu berlagak seperti seorang detektif yang berusaha mengungkap kasus ini dengan mengandalkan kebodohan mu itu! Polisi dan detektif sungguhan saja tak berhasil mengungkap kasus ini.” ejek V disela-sela perang bantalnya dengan Jimin.


Bukk! “ Beraninya kau menyebut ku bodoh?! Tapi akan aku tunjukkan kalau detektif Jimin akan berhasil mengungkap kasus ini!” ujar Jimin percaya diri.


Bukk! Bukk! Bukk! Jimin tak terima ejekan V, memukulnya bertubi-tubi “ Kenapa kau selalu meremehkan ku?! Kau saja yang jadi pembunuhnya biar aku bisa menembak mati mu!” teriak Jimin tepat di kuping V.


“Baiklah!” jawab V, Bukkk!!! “ Sepertinya detektif Jimin terkena tembak duluan!


“Aku tak terima!” Teriak Jimin dan kembali memukul V dengan bantal.  Bukk! Bukk! Bukk! Pertarungan bantal itu akhirnya berhenti setelah Jimin mengatakan“ Aku merindukan Jungkook dan hyungdeul,  mereka akan selalu memarahi kita setiap kita berkelahi atau saat kita mengganggu Jungkook. ”


“Benar. Aku juga merindukan mereka ” ujar V “Sudahlah, aku mau tidur dulu. Beritahu aku kalau kau sudah mengetahui maksud dari huruf-huruf itu” lanjut V meninggalkan Jimin sendiri diruang tamu.



Jimin berusaha memecahkan teka-teki huruf itu. Walau jam menujukan pukul 3 pagi, tapi Jimin belum mau beranjak dari tempat duduknya.


“Huruf yang ditinggalkan pembunuh pada tubuh mayat, huruf G pada Jin hyung, Y pada Yoongi hyung, U pada Jungkook, N pada Namjoon hyung dan H pada Hoseok hyung. Jadi hurufnya G.Y.U.N.H! Apa ini nama orang yang dibunuh? Oke, Y-> Yoongi. N-> Namjoon. H-> Hoseok. Lalu G dan U, Jin hyung dan Jungkook nama orang itu tidak berawal dari huruf ini. Aaaa…. Aku tak mengerti ” Teriak Jimin frustasi.


“Tunggu dulu, 김석진 bukankah ㄱ juga bisa dibaca G , jadi ini huruf ganti. Sedangkan Jungkook juga pakai huruf ganti berarti, 전정국, yang diambil huruf U diantara huruf G dengan K di akhir namanya. Benar seperti ini caranya, pembunuh itu mengambil potongan huruf yang terdapat di nama mayat. Jadi cara penyusunan’nya? Aku tak mengerti lagi! Wahai otakku berkerjalah” Jimin memukul-mukul kepalanya, berharap ia bisa memecahkan teka-teki ini.


“Apa ini sebuah nama? Lalu apa?.. Apa aku harus menyusun mengikuti yang dibunuh pertama kali? Apa GYUNH, apa artinya? Sepertinya bukan begini. Atau HNUYG, apalagi ini. GHUYN, tidak. GUHYN, ini juga bukan! V, kau mau kemana?” Kehadiran V mengalihkan perhatian Jimin dari kertas-kertasnya itu.


“Mau kemana? Lihat jam! Aku mau sekolah.” jawab V menujuk jam dinding. Jimin yang melihat jam baru sadar kalau hari sudah pagi, jam sudah menujukan pukul 7.


“Oh! sudahlah, kau berangkat sendirian. Aku malas sekolah hari ini”  Jimin kembali sibuk dengan kertasnya. V yang mendengar itu langsung pergi, sudah biasa kalau Jimin sedang serius dengan sesuatu, ia tak bisa diganggu.