ONESHOT Korean

ONESHOT Korean
Dark And Wild Part 1



Kenapa kau lakukan ini?…….


 Karna kalian melupakan Ku!



\=>Terror



-23.50


Seorang pemuda berlarian menembus Pekat dan sunyi’nya malam. Ia bukan berolahraga atau hanya iseng lari di tengah malam. Tapi ia berlari sekuat tenaga menghindari bahaya yang mengejar dibelakangnya. Walaupun letih dan haus ia rasakan, tak ada waktu untuk memikirkan itu. Ia harus cepat, berpacu dengan waktu kalau tidak akan berakibat fatal. Ia terus berlari menuju tempat yang dianggapnya aman.


Tokk… Tokk… Tokk… Tokk…


“Buka pintunya!”


“Buka!” Pemuda itu berteriak dan menggedor-gedor sebuah pintu rumah bercat coklat, meminta seseorang yang berada didalam membukakan’nya. Namun sudah lebih 15 menit belum juga ada respon dari dalam.


“Buka! Ku mohon buka!” sekujur tubuhnya sudah dibasahi keringat. Ketakutan! Itu yang menghantui dirinya sekarang.


Krek!


Pintu bercat coklat itu akhirnya terbuka juga. Dengan cepat ia masuk dan kembali menutup rapat pintu itu.


Huhfff! Huhfff!


Ia mencoba mengisi kembali paru-parunya yang terasa kosong dengan udara.


“Kenapa lama membuka pintunya!” bentaknya pada orang yang membukakan pintu untuknya.


“Maaf. Aku ketiduran ” jawab orang itu.


“Dia mengejar ku lagi! Apa yang harus aku lakukan?! Aku tak mau hidup seperti ini terus!” ujarnya kembali setelah merasa paru-parunya sudah terisi dengan udara.


“Ini, minum dulu” ujar orang itu memberikan air minum pada pemuda yang baru masuk itu.


“Terima kasih Jungkook” katanya pada orang yang memberinya minum sekaligus yang membukakan pintu untuknya.


“Tenanglah hyung, hyung sudah aman sekarang” ujar pemuda yang bernama Jung Kook menenangkan orang yang dipanggilnya hyung.


“Bagaimana aku bisa tenang?! Kalau aku selalu dikejar-kejar dia!” bentaknya.


“Aku tau hyung! Aku juga mengalami hal yang sama. Tapi sekarang hyung lebih baik tidur, tenangin diri hyung” ujar Jungkook pada pemuda itu.


“Besok pagi kita bicarakan ini” lanjut Jungkook. Pemuda itu memilih menuruti perkataan Jungkook dan berjalan ketempat tidurnya. Mungkin Jungkook benar ia sekarang harus tidur, memenangkan dirinya. Lagian ini sudah pukul 24.00, terlalu malam membahas masalah ini.



Jam masih menujukan pukul 05.30 pagi, tapi 5 pemuda penghuni rumah kontrakan itu sudah dilanda ketegangan. Mereka membicarakan masalah tadi malam yang menimpa salah satu teman mereka.


“Apa?! Kau dikejarnya lagi V?” ujar pemuda yang biasa dipanggil Namjoon itu pada pemuda yang semalam ketakutan.


“Hmmmm.” jawab pemuda bernama V itu.


“Kenapa bisa? Bukankah kita sudah sepakat, tidak ada yang boleh diantara kita diluar rumah lewat dari jam 9 malam?! Dan apa yang kau lakukan jam segitu masih diluar?!” ujar Hoseok marah pada V yang melanggar kesepakatan.


“Kau pikir aku main! Aku pulang les vokal jam 10 malam, itu pun aku lansung pulang!” V membela diri, menurutnya ia tak salah. Ia korban disini tapi kenapa Hosoek malah memarahinya.


“Sudahlah, kenapa kita malah saling menyalahkan?” ujar Jungkook mulai bosan melihat pertengkaran ini.


“Benar. Sekarang yang terpenting mencari tau siapa yang ingin membunuh kita? 2 bulan lalu Jin hyung yang tewas dibunuh, tubuhnya ditemukan hangus didalam mobilnya. Dan 3 minggu lalu Yoongi hyung juga tewas dibunuh, dia ditemukan menggantung diring basket dengan 20 tusukan ditubuhnya, ditempat dia biasa latihan.” ujar Jimin mengingat kembali kejadian yang sebenarnya ingin dia lupakan.


“Lalu siapa berikutnya diantara kita?” lanjut Jimin menatap satu persatu teman-temannya.


“Entahlah, tapi orang itu meneror kita semua” ujar V yang membalas tatapan Jimin


“Tapi kalian merasa aneh tidak sih?” ujar Jungkook yang menarik perhatian teman-temannya.


“Maksudmu?” tanya Hoseok tak mengerti dan dianggukan oleh temannya yang lain.


“Gini, Pertama Jin hyung yang tewas dibunuh, lalu Yoongi hyung. Apa mungkin orang itu membunuh berurutan?” ujar Jungkook menatang serius 4 temannya.


“Maksud mu, dia membunuh dari yang paling besar diantara kita?” tanya V memperjelas maksud dari Jungkook.


“Mungkin. Dan kalau benar, mungkin berikutnya Hoseok hyung” ujar Jungkook dan menatap pada Hoseok yang terdiam mendengar pernyataan Jungkook itu.


“Lalu bagaimana dengan huruf yang dia digoreskan ditubuh mayat? Huruf G dikening Jin hyung dan Y dipipi Yoongi hyung” tanya Namjoon tak mengerti maksud dari huruf-huruf itu.


“Apa mungkin itu nama orang yang akan dia bunuh berikutnya?” lanjut Namjoon.


“Ahhhh… Aku pusing! Kenapa polisi lambat sekali menangkap pelakunya? Apa perlu kita tewas semua dulu, baru polisi menemukan pelakunya?” teriak V frustasi.


“Bagaimana kalau kita selidiki ini sendiri? Siapa pelakunya dan apa tujuannya?” ujar Jungkook memberi saran yang cukup gila pada 4 temannya.


“Kau gila! Kita bisa mati kalau ketahuan! Dan aku tak mau bermain-main dengan masalah ini!” jawab Hoseok menolak saran Jungkook, walaupun ia penasaran siapa pelakunya. Tapi ketakutan’nya jauh lebih besar, apalagi kemungkinan besar sasaran berikutnya dirinya.


“Tapi aku tak mau mati tanpa mengetahui apapun!” ujar Jimin menyetujui usul Jungkook, V dan Namjoon juga menyetujui usul Jungkook itu.


“Terserah kalian” ujar Hoseok pasrah.


"Ya udh kalo gitu gw mau Keluar Buat Nyari Penunjuk"Ucap Jungkook."Apa kamu yakin mau sekarang Nyarinya?Gimana kalo lu Dibunuh kook?"Ujar Jimin yang khawatir.


"Tenanglah Jimin-Ssi Aku bisa Hajar Tuh pelaku kalo dihadapku"ucap Jungkook Santai.


Jungkook pun pergi sendiri Disekitar TKP Yoongi dan Tiba tiba.....



*


Hahhhh!!! Hahhhh!!!


“Si..siapa kau?!  Mau apa kau?” Ucap Jungkook


“Kau tak kenal aku? Tapi tak apa-apa, itu tak masalah lagi sekarang. Dan aku mau nyawamu!”


“Ka….”


Srekkk..!! Akhhhh…!!!


*


Bersambung