ONESHOT Korean

ONESHOT Korean
Dark And Wild Part 2



- 12.30


Kringgg…. Kringgg….


“Halo”


“Apa benar ini tempat tinggal saudara bernama Jeon Jung Kook?” tanya seseorang yang diseberang sana.


“Benar. Ini siapa? Dan mana Jungkook?” tanya Namjoon yang mengangkat telpon itu.


“Kami dari pihak kepolisian. Kami ingin memberitahukan bahwa saudara Jungkook ditemukan tewas mengambang disungai Han. Bisa anda datang kerumah sakit?” ujar polisi itu menjelaskan.


“Apa?! Baik saya akan datang” Namjoon lansung membanting teleponnya dan bergegas menuju rumah sakit.



-17.45


“Sekarang Jungkook. Berikutnya siapa lagi?” tanya V ditengah isakan’nya, ia sangat terpukul atas kepergian teman baiknya.


“Aku akan membalaskan’nya, Jungkook! ” ujar Jimin menggenggam Batu Nisan Jungkook.


“Apa yang dikatakan polisi?” tanya Hoseok pada Namjoon.


“Polisi mengatakan, mereka menemukan Jungkook mengambang di sungai Han dalam keadaan lehernya hampir putus pukul 23.30 Diperkirakan Jungkook sudah tewas 1 jam sebelum dibuang kesungai. Dan didadanya ditemukan goresan huruf U!” jelas Namjoon yang masih menatap tajam kuburan Jungkook.


“Ayo kita pulang, jangan sampai kita kemalaman disini” lanjut Namjoon mengajak teman-temannya pulang. Terlalu bahaya bagi mereka masih berkeliaran diluar malam-malam.



-21.30


Satu minggu sudah berlalu sejak kematian Jungkook. Dan selama itu pula keempat pemuda itu masih sering diteror.


“Hyung, menurut mu apa maksud dari huruf yang digoreskan pembunuh itu pada tubuh mayat teman kita?” tanya Jimin memulai membuka pembicaraan tentang pembunuhan yang menimpa teman mereka.


“Entahlah, aku juga tak mengerti! Sudahlah jangan bahasa itu lagi” jawab Hoseok yang sedang asik main ponsel.


“Oh ya hyung, V sama Namjoon hyung kemana? Inikan sudah jam 10 malam” tanya Jimin kembali pada Hosoek di sela-sela mengerjakan PR’nya.


“Jangan-jangan apa hyung?! Jangan buat aku takut” ujar Jimin yang ikut panik.


“Kami pulang” ujar V masuk yang diikuti Namjoon dibelakangnya.


“Kalian tidak apa-apakan?” tanya Hosoek khawatir. Dan memeriksa keadaan dua temannya itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


“Kami tak apa-apa. Sudahlah, ayo kita makan ” ujar Namjoon menenangkan Hoseok dan Jimin. Mereka pun makan dengan lahap, melupakan sejenak masalah yang mereka hadapi.


“Ah… Kenyang. Uwaaah…. Kenapa aku mengatuk setelah makan?” ujar Jimin yang berusaha menahan kantuknya.


“PR ku belum siap lagi… Uwaaah…” lanjutnya.


“Dasar ****! Selesai makan pasti tidur” ledek V.


“Yak! Berani menyebut ku babi” bentak Jimin yang tak terima dikatai **** oleh V. Namjoon dan Hoseok yang melihat akan terjadi perkelahian Jimin dengan V mencoba memisahkan mereka. Sebelum perkelahian itu benar-benar terjadi.


“Sudah pergi tidur sana” perintah Namjoon pada dua orang itu.


“Aku juga mau tidur ” lanjutannya. Jimin dan V hanya bisa menuruti perkataan Namjoon, mereka pergi ke kamar dan tidur. Hoseok juga ikut pergi ke kamar untuk tidur dan memastikan kedua orang itu benar-benar tidur.


*


Huk! Huk! Huk! Akhh! Akhh!


“Tidurlah yang nyenyak!”


Srekkkk…..


“Selamat tidur”


*


-06.00


“Aaaaa….”


Rumah tempat tinggal 4 sekawan itu sekarang didatangi beberapa polisi. Dan disalah satu kamar yang ada di rumah itu dipasangi garis polisi. Didalamnya tergeletak seorang namja yang tak bernyawa lagi, dari mulutnya keluar buih bercampur darah yang menyebabkan ruangan itu berbau amis. Dan ditelapak tangannya digoreskan huruf N