
Baekhyun dan Chanyeol kaget, tapi mereka berusaha menahan pekikan masing-masing, karena mereka tidak ingin keberadaan mereka diketahui oleh Tao dan Yoonji.
—
“Apa tidak ada permintaan lain? Ma.. masalahnya.. ini adalah first kiss-ku” Keluh Yoonji sedikit gugup.
“Ani.. sekarang cium aku! Atau…” Tao menggantung kalimatnya. “Atau a.. apa?” Yoonji merasakan firasat buruk.
Chu~. Kini bibir Tao telah menempel sempurna di bibir Yoonji. Yoonji speechless. Ia meronta-ronta agar Tao melepaskan tautan bibir mereka, namun apadaya, walaupun dirinya dikenal sebagai yeoja yang kuat tetap saja tenaga Tao lebih besar darinya.
5 detik… 10 detik sudah, Tao melepaskan tautan bibir mereka. Yoonji mengatur nafasnya yang hampir habis karena ciuman 10 detik barusan. Isi hatinya campur aduk antara kaget, gugup dan… senang mungkin? Ia tidak menyadari kalau sekarang wajahnya sudah bagaikan kepiting rebus yang siap dimakan. Begitu pula Tao, ia tidak manyadari wajahnya yang memerah dan juga wajah Yoonji tentunya.
—
“Be… benarkah yang barusan i.. itu… poppo?” Bisik Chanyeol pada Baekhyun masih di tempat persembunyian mereka. “Aku tak menyangka kalau Tao senekat itu” Balas Baekhyun. Ya, Baekhyun dan Chanyeol mengetahui perasaan Tao terhadap Yoonji. Namun mereka tak menyangka kalau Tao akan senekat ini.
—
“Mianhae…” Lirih Tao dengan wajah yang ditundukkan. “NEO… Aish…” Pekik Yoonji lalu ia berlari meninggalkan Tao.
Tao berlutut di tengah lapangan basket sepeninggalnya Yoonji. “Sudah kuduga” Sesal Tao.
—
Yoonji terus berlari menuju rumahnya. Ia tidak menangis, tentu saja. Perasaannya saat ini masih campur aduk. Ia berlari menuju kamarnya tanpa memperdulikan panggilan kakak dan ibunya yang terus menanyakan ‘Ada apa denganmu?’
Braaak.. Ia membanting pintu kamarnya lalu duduk di atas kasur miliknya. Ia memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang. ‘Tao, kau harus tanggung jawab, kau telah membuatku dugeun-dugeun seperti ini’ Batinnya.
—
Setelah kejadian itu, Yoonji selalu menghidari Tao entah di rumah, sekolah, tempat les dan dimanapun mereka berada di tempat yang sama. Yoonji selalu menghindari kontak mata dengan Tao. Hal ini membuat Baekhyun dan Chanyeol cemas. Mereka ingin seperti dulu lagi. Selalu bersama.
Hari minggu pagi yang cerah seperti biasa Yoonji masih bergelut dengan bantal dan guling di rumahnya. Setiap hari minggu adalah saatnya untuk tidur sepuasnya tanpa ada yang boleh mengganggunya. Namun sepertinya kali ini ritual hari minggunya itu akan terganggu karena…
“KIM YOONJI!!! PALLI IREONA!!!” Chanyeol dan Baekhyun berhasil memasuki kamar Yoonji atas izin eomma Yoonji
Yoonji terbangun akibat teriakan BaekYeol yang sangat keras. “Aish.. kalian mengganggu acara tidurku!” Yoonji melempar bantalnya ke arah BaekYeol namun berhasil ditepis oleh Chanyeol.
“Kami ingin berbicara denganmu Yoon! Ini penting” Wajah BaekYeol tiba-tiba berubah serius tidak seperti biasanya yang seperti komedian. “Bicara apa? Palli marhaebwa, aku masih mengantuk nih”
“Ini tentang kau dan Tao” Jawab Chanyeol. Mendengar nama Tao disebut, jantung Yoonji berdetak cepat seperti pada saat ia dan Tao ciuman. “Marhaebwa” Kata Yoonji berusaha menghilangkan kegugupannya.
“Sebelumnya kami ingin tanya, apakah kau marah pada Tao?” Tanya Chanyeol.
“Marah? Untuk apa?” Tanya Yoonji. “Karena ia menciummu bebeapa waktu lalu” Jawab Baekhyun.
Yoonji membulatkan matanya. “Kalian tau?”
“Ne, kami mengintip waktu itu” Jawab BaekYeol kompak membuat pipi Yoonji bersemu merah.
“A… aku tak marah, hanya saja… Akuuu malu” Yoonji menutupi wajahnya yang memerah dengan bantalnya.
“Jadi kau juga mulai suka dengan Tao?” Tanya Baekhyun setelah menyingkirkan bantal dari wajah Yoonji. “Juga? Maksud kalian?”
Baekhyun menghela nafas. “Kau tak percaya? Baiklah, apa kau ingat saat kau dan Yongguk sunbae berkelahi?” Yoonji mengangguk.
“Saat itu Tao sangat mencemaskanmu. Ia takut kau akan dikalahkan dengan Yongguk sunbae yang berbadan besar itu…”
“Tapi akhirnya aku yang menang, kan?”
“YA! Yoon-ya Baekhyun belum selesai bercerita!” Bentak Chanyeol saat Yoonji memotong omongan Baekhyun.
“Jangan potong omonganku lagi! sampai mana tadi? Ah ya… Dan kau tau, ia hampir ingin menangis saat itu karena mengkhawatirkanmu”
“Dan saat kami bertanya mengapa ia sampai menangis seperti itu, ia menjawab ‘Karena aku menyayanginya bahkan mencintainya. Sekarang kau percaya?” Lanjut Chanyeol.
Bukannya menjawab, Yoonji malah bertanya balik. “Dimana ia sekarang?”
“Di lapangan basket” Jawab BaekYeol serentak. Yoonji langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, ia tidak mau kelihatan seperti baru bangun tidur di depan Tao. Setelah selesai, ia langsung berlari ke lapangan basket menemui Tao.
—
Seorang namja bermata panda –Tao- tengah duduk di tepi lapangan, ia sedang memikirkan kejadian dengan Yoonji beberapa hari lalu. Ia sangat menyesal karena ia telah membuat orang yang dicintainya menjauhinya. ‘Babo Tao’ Batinnya.
Dirasakannya seseorang menepuk bahunya agak kencang, ia mendongak menatap orang yang menepuk bahunya itu. “Yoon?”
“Annyeong, kenapa sendirian disini?” Yoonji segera duduk di samping Tao.
Bukannya menjawab, Tao malah bertanya balik. “Kau? bukannya kau sedang marah padaku?”
“Ani, memangnya aku harus marah karena apa?” Jawab Yoonji pura-pura tak tau.
“Tentang yang kemarin… engg poppo” Jawab Tao malu.
“Oh, aku tak marah… hanya saja waktu itu aku sangat malu. Apa kau tak melihat wajahku saat itu yang seperti kepiting rebus?”
“Oh ya, kudengar dari Baekhyun dan Chanyeol kau menyukaiku, kan?” Tanya Yoonji percaya diri. “Ne, kalau aku menyukaimu, kau mau apa?”
“Aku mau kau menyatakan cinta padaku sekarang!”
“Kenapa tidak kau saja?”
“Ani, aku maunya kau”
Tao berdiri lalu menghela nafasnya. “Baiklah! KIM YOONJI SARANGHAEYO!!! KAU HARUS MENJADI MILIKKU SELAMANYA” Teriak Tao.
CHU~ Satu kecupan hangat Yoonji mendarat di bibir Tao. “Itu adalah jawaban dari pernyataan cintamu dan juga jawaban dari keinginanmu karena aku kalah main basket denganmu” Kata Yoonji lalu berlari meninggalkan Tao yang mematung akibat ‘kejutan’ darinya.
Sementara itu, dua orang manusia yang berada di balik semak-semak saling bertukar pandang.
“Ternyata Yoon juga bisa menjadi genit ya Chanyeol-ah”
END