
Di salah satu kamar yang ada di rumah itu dipasangi garis polisi. Didalamnya tergeletak seorang namja yang tak bernyawa, dari mulutnya keluar buih bercampur darah yang menyebabkan ruangan itu berbau amis. Dan ditelapak tangannya digoreskan huruf N.
—
—
-09.00, 1 Agus 2020.
“Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa teman kami bisa tewas? Padahal tadi malam kami masih sempat kumpul dan makan bersama.” tanya Hoseok pada tim medis yang memeriksa penyebab kematian Namjoon. V dan Jimin yang berdiri mematung menatap tajam tubuh Namjoon yang tak bernyawa, dipikiran mereka berkecamuk berbagai pertanyaan yang memerlukan jawaban.
“ Saudara Namjoon tewas karna tak menyadari mengonsumsi sebuah racun bernama Strychnine yang terdapat dalam makanan yang ia makan sebelum tidur. Racun ini akan melumpuhkan saraf pusat pada tubuh, yang mengakibatkan kejang-kejang dan berakhir dengan kematian. Racun ini berkerja setelah 10-20 menit dalam tubuh orang yang mengonsumsi’nya. Sedangkan goresan di telapak tangannya ini, sepertinya digoreskan setelah saudara Namjoon tewas sekitar 10 menit. Dan kenapa kalian tak mengetahui apa yang terjadi pada saudara Namjoon semalam, itu semua karna kalian tak menyadari memakan makanan yang sudah di beri obat tidur!” jelas tim medis.
“Kami perlu keterangan kalian. Supaya kami bisa mengungkap kasus pembunuhan ini” potong polisi bernama Junsu memulai interogasi “Saudara V bukankah anda yang pergi dengan saudara Namjoon membeli makanan itu?”
“Iya!”
“Bisakah anda ceritakan dari awal?”
“Jam 5 Sore Namjoon hyung mengajak ku membeli makanan, karna aku bosan dirumah aku ikut Namjoon hyung sekalian aku mau mencari udara segar. Semuanya berjalan lancar, tapi saat mau pulang aku merengek pada Namjoon hyung meminta’nya membelikan Es Cream, awalnya Namjoon hyung menolak tapi karna aku terus merengek akhirnya Namjoon hyung membelikannya disebuah minimarket. Namjoon hyung meminta ku menunggu diluar dan ia masuk sendirian. Tapi karna Namjoon hyung terlalu lama didalam, aku juga memutuskan masuk minimarket itu dan meninggalkan makan yang kami beli dibangku luar minimarket. Setelah membeli Es Cream kami lansung pulang. Namjoon hyung sempat marah pada ku karna meninggalkan makanan diluar. Tapi aku tak menghiraukannya. Aku menyesal! Kalau saja aku mendengarkan hyung pasti semua ini tak akan terjadi.” jelas V, Brakk! V yang tak bisa mengendalikan emosinya meninjau meja yang dihadapannya.
“Saudara V, anda harus tenang. Ini tak sepenuhnya kesalahan anda. Pelaku sepertinya memasukan racun itu saat anda meninggalkan makanan diluar minimarket. Kami akan menyelidikinya. ” ujar Junsu “ Dan kalian harus lebih hati-hati lagi. Kami akan berusaha secepatnya menangkap pelakunya. Baiklah kami permisi dulu” lanjutnya.
-17.00, 5 Agus 2020.
Sekarang hanya ada mereka bertiga dirumah itu. Keempat teman mereka sudah dibunuh oleh seseorang, entah apa tujuannya.
Sunyi! Ketakutan! Dan banyak lagi perasaan yang menghantui mereka.
“Hyung mau kemana? Kenapa bawa koper segala?” tanya Jimin pada Hoseok yang dilihatnya membawa koper.
“Aku mau pergi dari rumah ini. Aku tak mau mati sia-sia disini. Dan sebaiknya kalian berdua juga harus pergi dari sini!” ujar Hoseok mengutarakan maksudnya.
“Lalu hyung pikir, dia akan membiarkan kita begitu saja? Dia pasti menemukan kita dimanapun kita berada. Dan sebelum kita tau siapa pelakunya, kita tak akan pernah aman” jawab V, ia berharap Hoseok mengurangi niatnya untuk tidak pergi.
“V benar . Kita tak akan pernah aman sebelum kita mengetahui orang itu” sambung Jimin membenarkan perkataan V.
“Aku tak peduli! Aku tak mau mati seperti Jungkook dan Namjoon yang berusaha menyelidiki kasus ini” jawab Hoseok tetap pada pendiriannya.
“Lalu sekarang hyung mau kemana?” tanya V mengalah.
“Untuk sementara aku akan tinggal dirumah teman ku Hoshi, kalian tau kan? Kalau ada apa-apa aku disana dan sebaiknya kalian juga harus pergi ” ujar Hoseok Pada dua temannya itu yang sudah ia anggap adik sendiri.
“Kami akan tetap disini hyung, kami tak mungkin pulang, rumah kami jauh didesa. Dan yang pasti kami akan mencari tau siapa pelakunya ” ujar Jimin yang disetujui V.
“Terserah kalian, aku pergi dulu!” ujar Hoseok dan menghilang dibalik pintu.
“Sekarang hanya kita berdua Jimin. Aku merasa rumah ini sunyi sekali” V menatap sekeliling ruang tempat mereka duduk.
“Benar!” jawab Jimin yang juga memperhatikan sekelilingnya.
“Aku akan menemukan pelakunya. Apapun caranya!” lanjut Jimin menatap kearah V, dan V hanya mengangguk menyetujui.
—
—
Bersambung