One Night Stand With Hot Duda

One Night Stand With Hot Duda
Teror



Janet masuk kerumah dengan perasaan was-was, ia takut keluarga nya tahu tentang kejadian semalam, ia masuk dengan mengendap-ngendap seperti mau maling saja.


"Darimana kamu baru pulang?" Suara yang ia kenal terdengar bagai petir yang mengagetkan.


"Ehh ibu,, aku semalam ketiduran di rumah Siska Bu maaf."


Ya itu suara ibu sambung nya yang selalu tinggi saat ia berbicara dengan Janet, Bu Rissa selalu saja memperlakukan Janet dengan tidak baik, apalagi kalau tidak ada ayah nya Janet di rumah, tapi kalau ada dia akan menjadi seperti ibu peri bagi Janet.


"Ayahmu mencarimu, ia tidak bisa tidur dan kau tidak mengangkat telpon nya."


"ahh maaf, HP ku aku silent Bu, Oia di mana papah bu, apa dia di ruang kerja, aku akan ke sana dulu." Janet tidak ingin berdebat lebih lama dengan ibu sambung nya, ia langsung berjalan masuk ke ruang kerja ayahnya.


"Janet ibu belum selesai.., huhh dasar anak itu, menyebalkan.." keluhh Rissa.


Janet langsung ngacir dan masuk ke ruang kerja papanya, ia melihat papanya sedang sibuk dengan laptop dan kacamata besar nya.


"Pah,, boleh Janet masuk?"


"Akhirnya kamu pulang juga nak, sini masuk sayang."


Janet masuk dan langsung menghampiri papanya, ia duduk di kursi depan papanya.


"Maafin Janet ya pah, semalam setelah acara Janet malah ketiduran di rumah Siska," Janet berbohong demi menjaga perasaan papahnya.


"iya papah tau nak, semalam papa menelpon Siska dan dia bilang kamu bersamanya."


"Siska memang bestie aku hehe" Janet berseru dalam hatinya.


"Jen, bagaimana dengan kuliahmu? bukannya kamu sedang melakukan skripsi?" tanya pak Wira.


"Iya pah, sebentar lagi selesai doain aku ya pah biar lulus dengan nilai yang baik"


"Papa selalu doain kamu, sekarang ganti baju mu, dari semalam kau menggunakan baju itu."


Janet mengangguk ia segera pergi dari ruang kerja papanya, ia langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya yang terasa sangat remuk.


Ia kembali mengingat malam panas itu, pria asing itu begitu kuat dan memuaskan, Janet memang tidak munafik ia sendiri menyukai berbagai adegan yang semalai ia lakukan dengan pria itu.


Janet yang sering menyimpan dan menonton Blue film dalam HP nya, maka ia tidak merasa canggung saat melakukan adegan itu, ia seperti yang sudah sangat lihai, namun ia belum pernah mempraktekkan nya dengan siapapun tak terkecuali dengan Irwan kekasihnya.


"Irwan kemana ya? semenjak kemarin dia tidak menghubungiku,aku kangen dia, kapan LDR ini akan berakhir."


Janet pun mengambil HP nya, ia mendial No Irwan berharap dia akan mengangkat nya, padahal Janet tahu jam segini Irawan sedang bekerja.


Janet menghela nafasnya, tak lama HP nya berbunyi dan menampilkan pesan masuk dari No yang tidak di kenal nya.


"Jangan pernah lari dari tanggung jawab"


"Maksudnya apa ini?" tanya Janet yang heran dengan isi pesan tersebut, dan mungkin berpikir ini orang iseng atau salah sambung.


Janet pun mengabaikan isi chat tersebut, dan kembali memikirkan nasib nya kedepan.


"Jangan sampai aku hamil ya Tuhan bisa mati berdiri aku" ucapnya dengan menjambak rambut nya sendiri.


HP nya kembali berbunyi, dan masih pesan chat yang masuk, namun seseorang itu mengirimkan sebuah gambar atau foto, Janet yang penasaran langsung membuka Foto tersebut, Janet langsung membulatkan mata nya lebar-lebar.


Janet menutup mulut nya dan mengucek mata nya berkali-kali, berharap ia salah melihat.


"Tidak.. ini tidak benar... kenapa dia tahu No HP ku?"


Janet buru-buru mendelet foto tersebut, ia tak ingin melihat nya lagi, ia merasa malu sendiri melihat foto kain segitiga merahnya yang berada di atas televisi.


Janet bangkit dari tidurnya, ia kini merasa resah dengan orang yang meneror nya dengan foto itu, dan ia yakin kalau orang itu pasti pria yang semalam bersamanya, menghabiskan waktu dengan nya menikmati surga dunia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Arrhhhggg apa ya harus aku lakukan,"


Namun tak berselang lama, pesan itu kembali muncul, dan menyuruh Janet menemuinya nanti malam, dan mengancam akan menebarkan foto atau video saat merek bersama tadi malam.


Janet hanya membacanya dan dengan berani ia memutuskan untuk menemui pria tersebut, ia kemudian mengetik kata OK saja untuk membalas pesan orang itu.


"Kita lihat apa yang akan kamu lakukan setelah bertemu denganku nanti"


Janet pun kembali membaringkan tubuh nya, tubuhnya yang sangat lelah ingin segera beristirahat, akhirnya Janet pun tertidur.


Sementara Yoga yang tersenyum setelah Janet setuju untuk bertemu dengan nya nanti malam, kini ia hanya duduk di kursi kebesarannya, dengan terus memikirkan Janet yang begitu menggoda.


"Janeta Maharani, kamu akan menjadi milikku seutuhnya."


***Reader yang Budiman, terimakasih sudah Sudi mampir ke lapak ku, othor senang sekali apalagi kalau kalian semua selalu memberikan like dan komentar nya,


dukungan kalian sangat berarti untuk penulis receh seperti ku, so selalu tinggalkan jejak kalian ya, agar othor selalu semangat untuk menulis...


Terima kasih***..