
Yoga sudah berada di rumah utamanya, ia langsung masuk ke kediaman ibu nya dengan langkah gontai, "Hemm ingat pulang juga anak momy yang satu ini." Sapa Momy Rara yang sedang duduk di depan layar televisi.
yoga yang tidak tahu ada sang ibu di sana pun akhir nya menghampiri Momy nya dengan senyum lebar.
"Haii momy sayang, apa kabar momyku yang paling cantik sejagat raya?" Yoga menyapa kembali Momy nya yang terlihat sedang asik menonton Spongebob Squarepants di televisi.
"Mau apa kamu pulang?" Tanya momy dengan sinis membuat Yoga melayangkan kecupan manis di pipi sang Momy.
"Mom emang gak boleh aku pulang ke sini, ini kan rumah aku juga" Kini Yoga membaringkan tubuhnya dengan bantalan paha sang momy, Yoga memang terlihat sangat manja kalau sedang berada dekat dengan ibunya.
"Alah biasanya juga kamu ada mau nya kalau pulang" perkataan telak itu di benarkan oleh Yoga dengan Langung duduk bersandar di sofa.
"Momy paling the best, tau apa saja yang anaknya lakukan,"
"Ada apa, cepat bicara?"
"Mom, aku mau ngasih momy sesuatu mau gak?"
Wajah momy Rara mengernyit ia bingung biasanya kalau Yoga pulang pasti akan minta sesuatu darinya, tapi kali ini Yoga akan memberikan sesuatu padanya, ini benar-benar di luar dugaan, entah harus senang atau waspada.
"Momy gak yakin dengan ucapan mu barusan!"
Yoga pun tersenyum, ia memperlihatkan sebuah foto seorang gadis cantik di Handphonenya, gadis dengan senyuman mempesona itu terlihat begitu cantik dan manis.
"Momy mau gak kalau dia jadi menantu Momy?" Tanya Yoga dengan full senyum.
"beneran kamu mau kasih momy menantu?" tanya Momy dengan semangat, dan di balas anggukan oleh Yoga.
"Tapi Yoga pengen kita menikah besok"
Ucapan Yoga sukses membuat momy nya mematung, ia tak menyangka anak nya yang paling nakal itu ingin menikah besok, "Heii menikah itu bukan perkara yang mudah, harus banyak yang kita siapkan oga.."
"Tenang mom, momy cukup memberi restu saja, karena semua persiapan sudah aku siapkan, boleh ya mi.. boleh ya..." Yoga pun meminta dengan wajah yang di buat sepolos mungkin, agar momy nya itu menyetujui apa yang ia rencanakan.
"Terserah lah, tapi momy harus ketemu dulu dengan wanita itu, momy harus pastikan dia wanita baik dan tidak akan menghianatimu lagi."
Yoga langsung menuntun sang momy keluar dari rumah namun momy Rara menolak nya, "apaan sih oga, momy gak mau ah.."
"Lah mom, tadi bilang katanya mau ketemu dia dulu,"
"kamu liat gak sekarang penampilan momy kaya apa? momy gak mau ya ketemu calon mantu dengan penampilan acak-acakan kaya gini, momy harus tampil cetar membahenol, kalau pake daster kaya gini kan nanti di kiranya kamu bawa ART." ungkap sang momy dengan panjang lebar.
"Oh my God, gak abg, gak emak-emak selalu saja menomor satukan penampilan, padahal gak akan ada yang akan lirik."
Plakkk
Sebuah geplakan tangan mendarat tepat di atas kepala Yoga, Yoga hanya bisa meringis merasakan sakit, namun ia tak banyak protes memang itu salah satu kelakuan mony nya kalau sudah kesal kepadanya.
"Tunggu sebentar, momy siap-siap dulu,"
Momy Rara pun langsung ke kamarnya untuk bersiap, mengganti baju nya dengan baju yang pas untuk bertemu sang calon menantu
Yoga duduk di sofa dengan sebuah toples yang berada di tangan nya, toples yang isinya keripik kentang kesukaan sang momy, untuk menemaninya menonton acara kesukaannya yaitu tokoh kartun yang terbuat dari sponge untuk cuci piring.
"Hemm enak juga, pantes momy suka." Yoga kembali memasukan keripik kentang itu ke dalam mulutnya, sembari menunggu sang momy bersiap, ia tahu kalau momy nya akan pergi ia pasti harus menunggu paling sebentar tiga puluh menit.
Dan ternyata benar kini waktu sudah lebih dari tiga puluh lima menit dan akhirnya momy Rara keluar dari kandang nya, dengan menggunakan dress semata kaki, begitu cocok dengan tubuhnya yang tinggi semampai.
"Come On honey, ayo momy sudah gak sabar ketemu calon mantu."
"Gak sabar tapi setengah jam aku harus nunggu" guman Yoga namun masih terdengar oleh momy Rara, membuat telinga Yoga terasa terbakar karena jeweran momy Rara.
"mom sakit, jangan kenceng-kenceng nanti copot gimana, anak momy yang paling ganteng sejagat raya ini bisa-bisa hilang karismanya kan"
Sang momy hanya menggeleng dengan kepedean tingkat dewa anak nya itu, namun momy Rara tak menghiraukan nya, ia langsung keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil Yoga yang sudah berada di depan rumah.
to be continued