
Pagi ini Irwan sudah berada di kampus, ada jadwal yang harus ia ikuti dan setelah selesai Irwan berniat akan mencari Janet kekasihnya.
Sementara Siska yang berada satu kampus dengan Irwan ia harap-harap cemas, di satu sisi ia ingin bertemu denn laki-laki pujaan hatinya tapi sepertinya sikap Irwan kemarin menandakan kalau Irwan tidak menyukainya.
"Aku harus secepatnya membongkar tentang satu malam nya Janet dengan laki-laki itu, agar Irwan berpaling dari nya." Ucap Siska dalam hatinya, ia berniat ingin segera memisahkan Irwan dan Janet agar ia bisa mendapatkan cinta Irwan.
"Aku harus bertemu dengan Janet sekarang juga, dan berpura-pura kalau Irwan sudah tahu semuanya." ucap Janet bersemangat.
Siska yang sudah tidak ada kelas langsung pergi ke rumah Janet, rumah itu tampak sepi tanpa penghuni, tanpa permisi ia langsung memasuki rumah itu dan ternyata tidak ada security di gerbang ia dapat dengan leluasa masuk ke rumah Janet.
Siska langsung memencet bel rumah Janet dan langsung di buka oleh Marsya anak pertama Bu Rissa.
"Haii bestie... apa kabar?" tanya Siska pada Marsya yang menyambutnya dengan pelukan selamat datang.
"Kabar paling gembira yang aku rasakan sekarang" jawab Marsya dengan wajah yang berseri.
"Wah.. wah.. pasti ada hal yang aku lewatkan deh.."
"uhhh pastinya, kita ngobrol di taman aja yuk di sini banyak cctv hidup hihihi" Ajak Marsya pada Siska dengan tertawa hahah hihih
Kedua nya kini berada di taman belakang, udara di taman itu sangat sejuk dan bisa di bilang tempat paling indah di rumah Janet.
"Si tata mana Sya?" tanya Siska.
"Ohh ya ampun aku lupa bilang sama kamu ya, aku terlalu bahagia soalnya."
"Tuh kan kamu kalau lagi bahagia pasti lupa sama aku.." Siska mengerucutkan bibirnya tanda kesal.
"Hahahahahahahah " Marsya tertawa keras membuat Siska semakin jengkel, "Ya sudah kalau gak mau cerita aku pulang aja lah." Siska kembali merajuk membuat Marsya semakin keras terbahak.
Akhirnya Marsya menceritakan semua kejadian yang menimpa Janet, dari pertama ketahuan hamil, lalu ayahnya meninggal dan terakhir di usir dari rumah.
Kini Siska bisa tertawa puas dengan apa yang di alami oleh Janet, ia begitu bahagia dan akan secepatnya memberi tahu Irwan.
"Ini baru berita paling membahagiakan, rencana kita berhasil gak sia-sia kita bersabar selama sebulan ini."
Siska dan Marsya kembali tertawa, mereka sangat puas dengan hancurnya hidup seorang Janet yang selalu menjadi ratu di keluarga nya dan menjadi Ratu di kampusnya, membuat Siska dan Marsya begitu iri dengan keberuntungan Janet.
"Dan sekarang, sang Ratu sudah tidak ada aku akan menguasai rumah ini dan kau bisa mendapatkan si Irwan itu." Marsya kembali berseru.
"Iya lah akan aku dapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku." ucap Siska dengan percaya dirinya yang tinggi.
"Oke good luck"
Siska akhirnya meninggalkan rumah Janet dengan wajah yang begitu senang, raut sedih yang ia alami kemarin sudah terbayarkan dengan kabar mengejutkan ini.
*******
Irwan yang sudah selesai kelasnya ia berniat akan mencari Janet, walaupun ia tidak tahu harus mencari Janet kemana tapi ia akan tetap mencari Janet sampai ketemu.
Baru saja Irwan keluar dari kelas tiba-tiba ponsel nya berbunyi ia melihat nama Siska yang memanggil, tadi nya Irwan berharap itu adalah Janet namun sayang harapannya musnah setelah melihat nama orang lain.
"Mau apalagi sih dia." tanya Irwan yang langsung mematikan Handphonenya agar tak di ganggu oleh Siska.
Irwan langsung menuju mobil nya dan tujuan pertama nya adalah makam ibu kandung nya Janet, karena di saat bersedih seperti ini Janet akan berada di sana, apalagi ayahnya juga baru meninggal pasti Janet akan berada di sana.
Irwan langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi, ia ingin segera sampai dan berharap akan bertemu dengan Janet saat itu juga.
Sementara Siska yang tadi ingin berbicara dengan Irwan malah mendengua kesal karena telepon nya di abaikan, bahkan sekarang HP Irwan tidak bisa di hubungi.
"Ahhh Irwan benar-benar menguji kesabaran gue ya, kenapa dia sepertinya menghindar dari gue sih." Siska yang kesal memukul-mukul setir mobilnya.
"Sabar Siska sabar suatu saat dia akan melihat ke arahmu." Batin Siska.
******
to be continued
***Haii reader bagaimana kabar nya....
Othor mengucapkan banyak terima kasih buat kalian yang masih setia membaca karya ku yang ini.
Akan ada give away buat kalian yang paling banyak ngasih dukungan sama othor ya, dan pemenang nya akan othor umumkan di episode ke 100 dan mungkin episode terakhir.
Syarat nya cukup banyak kasih dukungan aza, like komen dan poin apalagi kalau ngasih koin.. dan tentunya yang udah follow akun NT othor...
nanti hadiah nya akan di umumkan di pengumuman berikutnya..
Terimakasih***...