One Night Stand With Hot Duda

One Night Stand With Hot Duda
Malam panas



"Achhhh... achhhh.. terus sayang achhhhhhhh" suara lenguhan panjang itu terdengar syahdu di sebuah kamar hotel bergaya classik Eropa.


Seorang wanita yang mengerang di bawah kungkungan pria tampan itu kini sedang terengah-engah, menstabilkan nafas nya yang sedari tadi memburu karena rasa nikmat yang tengah ia rasakan.


Kenikmatan yang baru ia rasakan membuatnya kelelahan, namun sang pria masih belum puas, di balikan nya tubuh polos milik wanita yang sedang ia cumbu itu, dengan sekali dorongan belalai panjang dan keras itu kembali menghujam dari belakang.


"arrrrhhhhgggg"


Membuat wanita itu menjerit karena merasakan sedikit perih bercampur nikmat, pria itu terus menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan ritme cepat, ia ingin segera menyelesaikan permainan panas nya, yang sudah bertahun-tahun tak pernah ia lakukan lagi setelah bercerai dengan istri penghianatnya.


"Aaacccchhhhhh."


Erangan panjang dari bibir pria itu kini yang terdengar, ia terus menghujamkan lelehan lahar panas nya hingga masuk sedalam-dalamnya ke dalam rahim wanita nya.


Janeta Maharani gadis yang sedang berada di bawah kendali seorang pria asing itu dalam keadaan sedikit tidak sadar karena pengaruh alkohol dan obat perangsang yang di berikan sahabatnya sendiri, namun ia bisa melihat wajah pria yang menyetubuhinya dengan jelas.


Keduanya ambruk dalam kelelahan di sebuah ranjang besar hotel itu, tanpa terasa keduanya mulai memejamkan matanya, rasa lelah dan kantuk menyerang mereka karena dari semalam hingga menjelang pagi mereka baru selesai merasakan nikmatnya surga dunia.


Pagi menjelang, sinar mentari yang menyusup masuk melalui celah jendela membangunkan tidur nya seorang Janet, gadis cantik, baik hati dan periang.


"Eunggg" Janet melenguh dan saat ia menggerakkan badan nya, badannya terasa berat, bahkan rasa nya seperti remuk.


"Isshhh kenapa badanku berasa sakit semua, hoaamm" Janet menguap dan membalikan badan nya hingga ia terkejut mendapati seorang laki-laki tampan yang masih terpejam berada di satu ranjang dengan nya.


Ia menutup mulut nya tak percaya, namun karena kepolosan dan rasa penasaran yang tinggi ia mencolek hidung pria di hadapannya, berharap ia sedang bermimpi tidur dengan seorang pangeran.


Namun ternyata semua nyata, beruntung laki-laki itu tidak bangun, ia mencoba mengingat apa yang terjadi dengan nya hingga ia bisa berada di ranjang yang sama dengan pria asing itu.


Matanya membola sempurna, ia ingat saat malam itu di pesta ulang tahunnya, ia meminum minuman yang di berikan Siska sahabatnya sendiri, dan membuatnya sedikit pusing dan merasa kepanasan.


"ohhh tidak... tidak... apa aku yang menggoda nya dan bisa berakhir disini?" Janet menggelengkan kepalanya seraya tak percaya dengan apa yang ia alami saat ini.


Ia berpikir harus segera pergi dari sini, agar pria itu tidak meminta pertanggungjawaban atas apa yang ia lakukan semalam.


Dengan susah payah ia berjalan ke kamar mandi, bagian bawahnya yang terasa perih membuat nya meringis.


"awwhhhh, sial kenapa sakit begini sih." umpatnya kesal, sembari memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai, namun ia tidak melihat ****** ***** nya dimana.


"Oh my God, dimna ia menyembunyikan benda keramat ku?" gumannya, sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan hingga ia membulatkan matanya melihat kain segitiga berwarna merah itu tersangkut di atas televisi yang menggantung di dinding.


"Bagaimana bisa sampai ke situ sih," buru-buru Janet mengambilnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, bahkan mandinya secepat kilat agar laki-laki itu tidak keburu bangun.


Dan benar saja setelah selesai dan Janet keluar laki-laki asing itu masih betah dengan selimutnya, bahkan tak ada tanda-tanda akan terbangun, dengan cepat ia merapihkan pakaian nya dan segera keluar dari kamar itu.


Setelah berada di luar hotel Janet merasa aman, ia mengeluarkan benda pipih dari tas kecilnya dan memesan taksi online untuk mengantarnya pulang.


Tak lama sebuah mobil putih berhenti di hadapannya, dan ia pun masuk ke mobil itu tanpa menanyakan siapa yang di tuju oleh mobil itu, karena ia yakin mobil itu yang di pesannya.


Tak berselang lama telpon nya berdering, ia tidak mengenal nomor yang menelponnya, namun karena penasaran Janet pun menjawabnya.


"Ini dengan mbak Janeta Maharani? saya supir taksi online mbak dan saya menunggu di depan hotel mbak,"


Janet panik mendengar kalau sopir taksi itu sedang menunggu nya di depan hotel, lalu mobil siapa yang ia tumpangi.


"Stooooppp"


Janet berteriak dengan memberhentikan laju mobil yang di kendarai supir lain, "Kenapa mbak?"


"A..aku.. salah masuk mobil mas," dengan ragu Janet berbicara kepada supir itu, dan langsung melihat supir itu menepuk jidat nya sendiri.


"Astaga mbak, jadi mbak bukan mbak Markonah yang memesan taksi saya, pantas saja kok nama dan wajahnya tidak sesuai sih" curhat si babang supir.


"Ya sudah bisa putar balik gak, mumpung belum jauh"


Supir itu hanya mengangguk, dan kembali memutar kemudinya, kembali ke tempat awal dimana ia membawa Janet dari sana.


Setelah sampai, Janet meminta maaf dan langsung keluar dari mobil dan terlihat taksi online yang berplat sama seperti yang tertera di aplikasi sedang menunggunya.


Ia buru-buru melangkahkan kakinya menuju mobil berharap pria asing yang menidurinya semalam belum bangun dan keluar dari hotel.


Namun saat ia membuka pintu mobil terlihat jelas pria yang ia hindari itu menatap nya tajam dari balik kaca hotel, membuat nya bergidik ngeri dan langsung masuk mobil, dan menyuruh supir buru-buru pergi dari sana.


"Mas, cepet jalan"


"iya mbak"


Janet merasakan jantung nya berdegup cepat, ia begitu ketakutan melihat pria asing itu sedang menatapnya dengan sorotan yang tajam.


"Sial kenapa juga dia melihatku, ahhhh" Janet mengacak rambut nya frustasi, membuat sang supir yang melihat dari kaca di depannya hanya menggeleng melihat kelakuan wanita di belakang nya.


Sementara seorang pria tampan bernama Prayoga Atmajaya yang baru saja melihat wanita yang menggodanya semalam pergi dari hotel tanpa meninggalkan jejak apapun, ia langsung menuju resepsionis menanyakan tentang acara ulang tahun semalam, dan tak lama bibir seksi nya melengkung ke atas.


"Dapat...." ucapnya senang.


***Dapat apa sih bang Yoga, kok seneng banget,


Selamat datang di dunia Janet dan Yoga, salam kenal semua, semoga kisah mereka menghibur kalian ya bestie..


Oia jangan lupa, masukan rak buku dan tambahkan ke dalam daftar favorit ya biar saat update akan dapat notifikasinya langsung.


jangan lupa juga like and komen di setiap episodenya,


Follow juga akun NT nya othor ya,,


karena akan ada give away untuk yang terbanyak ngasih dukungan di novel ini, dan yang jelas yang udah follow akun othor yang akan terpilih.


terimakasih semua***..