
ting tong
ting tong
ting tong
Suara bel berbunyi membuat kedua manusia yang sedang terbakar gairah itu mengerutkan kening nya.
"Siapa yang bertamu malam-malam?" tanya Janet bingung.
Yoga hanya menggeleng, karena iuga tidak tahu siapa yang datang ke apartemen nya malam ini.
"Sudah abaikan saja, kita lanjut kan saja." ucap Yoga yang sudah sangat menikmati panasnya malam ini.
Janet kembali bergoyang di atas Yoga, yoga benar-benar di buat kewalahan, namun bukan Yoga namanya kalau ia tidak bisa membuat Janet yang berada dalam kendalinya.
Janet dengan cepat menggoyangkan pinggulnya, karena ia merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari bawah sana.
Berbarengan dengan pelepasan nya Janet, pintu di luar di gedor dengan kuat membuat Yoga heran dan bingung malah sekarang merasa kesal.
"Siapa sih malam-malam begini, kamu diam dulu biar aku yang buka pintu."
Janet langsung merebahkan tubuhnya dan di tutup selimut, ia merasa lelah setelah melakukan pelepasan pertamanya.
ting tong
ting tong
ting tong
Dug... dug.. dug..
"Iya sebentar, gak sabaran amat sih udah tau lagi pake baju" gerutu Yoga yang kesal karena orang di luar begitu tidak sabaran.
ceklek
Pintu terbuka dan terlihat mata indah yang melotot dan juga tanduk yang sudah bertengger di atas kepala orang itu.
Yoga bergidik ngeri melihat momy Rara di hadapannya, ia seperti melihat hantu saja.
"Mo...mommy... ngapain kesini?" tanya Yoga ragu-ragu.
"Dasar anak durhaka kamu, udah mommy bilang jangan dulu menemui Janet, tapi tetap saja kamu sekarang malah ada di sini hah..!"
"Momy gak mau tau, pernikahan kalian batal saja, karena kamu sudah melanggar perintah momy." Momy Rara benar-benar marah pada Yoga, dia mengancam akan membatalkan pernikahan mereka, membuat Yoga kini bersimpuh di kaki wanita berusia setengah abad itu.
"Mom, maafin yoga ya.. jangan di batalin ya, yoga pulang sekarang mom.."
Mommy Rara terkekeh pelan melihat anaknya yang sedang bersimpuh di kakinya, sekali-kali anak itu harus di beri pelajaran agar tak seenaknya.
"Kemana Janet?" tanya Momy Rara yang masih pura-pura ketus.
"Jane udah tidur mom, mungkin cape" Yoga berbohong karena ia tak mau ibunya itu akan masuk ke kamar Janet dan melihat Janet sedang tidak memakai pakaian apapun.
"Ya sudah ayo pulang sekarang, biarkan Jane istirahat, jangan ganggu dia." Mom Rara langsung keluar dari apartemen Yoga dan kembali menuju mobil nya, membuat Yoga kesal karena malam ini ia tidak bisa menuntaskan apa yang harus ia tuntaskan, apalagi ini adalah terakhir kalinya sesuai perjanjian nya dengan Janet.
"Apes bangut lu tong, sabar ya" rutuk Yoga sambil mengusap si Otong yang sudah kembali menciut karena takut oleh amukan Momy Rara.
Yoga pun mengikuti Momy nya untuk pulang ke rumah, Sepanjang perjalanan Yoga terdiam karena masih kesal pada ibunya yang datang tidak tepat waktu.
Mereka akhirnya sampai ke rumah, Yoga langsung masuk kamar dan membanting pintu kamarnya dengan keras.
Momy Rara hanya menggeleng melihat kelakuan putra tunggalnya yang kadang masih terlihat seperti anak remaja yang labil.
Yoga langsung menghubungi Janet dari ponsel nya, ia menyalakan tombol video agar bisa melihat wajah Janet dan mungkin saja Janet masih tidak memakai baju nya.
Saat panggilan terhubung terlihat Janet sedang menahan ketawanya, ia menutup seluruh badan nya dengan selimut.
"Kenapa terlihat kesal begitu?" Tanya Janet yang pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
"Sudah jangan meledek, sekarang bertanggung jawablah demi si otong yang tidak bisa memuntahkan mayonaise nya."
"Maaf aku ngantuk, sampai jumpa besok"
Klik
Telpon di matikan sepihak oleh Janet, ia begitu bahagia bisa mengerjai Yoga, dan terlihat Yoga sangat kesal saat ia bilang ngantuk.
Janet pun langsung tidur dengan perasaan yang campur aduk, berbeda dengan Yoga ia benar-benar begitu kesal saat ini, ia harus menutaskan nya walaupun harus berjuang sendiri di kamar mandi.
"Ahhh sial banget idup lo tong, sabar.. ya..."
to be continued