One Day For Ever

One Day For Ever
Prolog



"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINYA AURORA WULANDARA BINTI RANDY SETIAWAN DENGAN MAS KAWIN DIBAYAR TUNAI!" dengan satu tarikan napas Kairo berhasil mengubah statusnya menjadi suami sah Aurora.


"SAH! ALHAMDULILLAH!"


Aurora yang duduk jauh dari Kairo melihat layar dengan gambar Kairo yang berdoa setelah mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Aurora tidak mengedip pasalnya dirinya masih bingung sampai sekarang. Ini beneran dia jadi istri orang? Dan orangnya itu Kairo Nugraha?! Yang benar saja! Mantan bosnya itu? Yang cueknya kebangetan? Liat saja itu wajahnya, ketika mengucapkan kalimat ijab kabul enggak ada tuh tampang panik atau mungkin keringat dingin. Lempeng aja gitu kayak aspal. Aurora makin curiga nih jadinya.


"Rara! Alhamdulillah kamu udah jadi istri orang, Sayang." Tari --Mama Aurora menitikkan air mata dengan memeluk putri sulungnya itu.


"Iya, Ma. Mama jangan nangis dong. Rara jadi nggak mau ninggalin Mama." Aurora ikut menangis karena hatinya belum siap harus meninggalkan keluarganya terlebih dia belum siap tinggal berdua dengan Kairo.


"Kurang-kurangin ya itu cerewetnya kamu."


"Hm? Gimana, Ma?"


"Kasian nanti menantu mama, kupingnya setiap hari panas gara-gara suara kamu." Aurora mencebikkan bibirnya, kesal dengan sang Mama. Mamanya ini ya kalau ngomong tuh suka bener!?


"Ra! RARA!" pekik Tari tak sadar mengejutkan Aurora dari lamunannya.


"Gih yok, ketemu suamimu." Aurora berdiri dari duduknya dengan dipandu sang mama. Aurora menundukkan kepalanya namun saat matanya tidak sengaja berpapasan dengan kedua adiknya Ardi dan Arya. Kedua adiknya itu memasang tatapan menggoda dan tersenyum licik.


"Habis kamu Mbak malam ini," ucap Arya tanpa suara. Aurora melotot pada adik-adiknya yang kurang ajar itu!?


Dengan segala keriweuhan gaun yang dipakai Aurora baru lah Aurora berhasil duduk bersanding dengan Kairo.


Lihat tuh! Wajahnya bahkan nggak berubah. Masih tetep datar kayak tembok kamar aku!?


Eh ini aku berdosa nggak sih ngomongin suami dalam hati? Jadi ceritanya aku tuh nge-ghibah Mas Kairo sama diriku sendiri!?


Aurora masih berperang dengan batinnya namun tangannya tetap menyalami dan mencium tangan Kairo dengan hikmat. Acara akad berhasil terlaksana namun tidak tahu dengan isi hati kedua mempelai terutama Aurora yang penasaran dengan isi hati Kairo yang sebenarnya.