O

O
Episode 25



" Tentu saja untuk ... kau kemarilah cepatlah!! " bentaknya.


Tanpa banyak bicara lagi Alberta segera mengangkat cambuknya dan ctes ( anggap saja itu suara cambuk ).


Ia segera mencambuk pelayanannya itu sontak mata pelayan itu membulat tidak percaya kenapa ia mendapatkan hukuman sedangkan dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun.


" Nonya apa kesalahan saya Nonya arrgghh sakit Nonya saya mohon Nonya maafkan saya arrrggh " ucap pelayan itu memekik kesakitan.


" Kau bertanya apa kesalahan mu hah?!! " ucap Alberta sambil terus mencambuki pelayanannya itu


" i - iya Nonya " ucapnya terbata-bata.


Alberta segera menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam pelayanannya itu.


Pelayan itu hanya bisa menundukkan kepalanya karena ketakutan.


'' Kau telah berani mempermainkan diriku!!" ucapnya membentak.


" Ap - apa maksud anda Nonya saya tidak akan berani mempermainkan anda Nonya " ucapnya dengan badan bergetar.


" Tidak berani?!! hahahaha kau bilang tak berani?!, kau bilang Azka sudah pulang tapi ... ketika aku sampai di kediamannya aku tidak melihat siapa pun ".


" Mung - mungkin nonya Azka sedang tidak ada di kediamannya " ucapnya ragu-ragu.


" Hufff sekarang kau pergi dari sini sebelum aku menambah hukuman mu lagi!!" Alberta menghela nafasnya dengan kasar.


" Terimakasih Nonya atas kemurahan hati anda " ucap pelayan itu ia segera bangkit dan lari keluar dengan langkah tergesa-gesa.


Di sisi lain


Seorang gadis tengah berjalan dengan anggun sambil memasuki kediaman keluarganya yang amat besar.


Gadis itu tidak sendirian di sampingnya ada seorang pria yang berjalan dengan penuh karisma tampak sekali dari cara berjalannya ia adalah seorang yang punya kedudukan yang tinggi.


Aura kepimpinannya terpancar jelas dari tubuhnya


yang membuat siapa pun yang berpapasan dengan dirinya akan langsung menunduk hormat.


la adalah pangeran keempat dari kerajaan pelangi yang di pimpin oleh Raja Jasoon.


( Maaf untuk nama kerajaannya jika ada kesamaan dengan novel lain hal ini benar-benar tidak di sengaja ).


Saat ia sedang berjalan gadis itu di sapa oleh salah seorang pelayan.


" Selamat datang Nona " ucap pelayan itu sopan


" iya " ucapnya sambil tersenyum manis.


Tapi lain dengan gadis itu laki-laki yang ada di sebelahnya malah bersikap acuh tak acuh dan malah memutar bola matanya malas.


Gadis itu segera menuju kediaman ayahnya dan berniat untuk menggunjunginya.


Saat ia sudah di depan pintu kediaman ayahnya ia segera mengetuk pintu dan segera masuk.


" Ayah bagaiman keadaan Ayah?" tanyanya khawatir


" ayah tidak apa-apa nak ayah sudah baikan " ucapnya sambil tersenyum.


" Eh ada pangeran keempat juga maafkan atas ketidak sopanan saya terhadap anda pangeran " ucap hendak berdiri untuk menyapa pangeran keempat.


" Tuan tidak usah menyapa saya saya tau kalau anda sedang tidak sehat ".


" Terimakasih atas kemurahan hati anda ".


" Hemm " ucapnya dingin.


' Dari dulu pangeran memang tidak berubah ya selalu saja bersikap dingin ' batin Alteza.


Setelah berbincang-bincang agak lama gadis itu segera pamit untuk pergi ke kediamannya.


" Ayah ibu saya pamit undur diri dulu saya lelah " ucapnya sopan.


" Hemm iya baiklah putri ku " ucapnya tersenyum


" baiklah paman kalau begitu saya juga akan pamit undur dulu ".


" Baiklah pangeran ".


Sedikit informasi pangeran keempat adalah seorang yang sangat dingin kepada siapa pun kecuali kepada ibunya dan teman masa kecilnya iya itu Azka.


Pangeran keempat dari kecil sudah menyukai Azka ia berniat akan melamar Azka tapi siapa sangka pada saat hari yang tunggu-tunggu tiba gadis itu malah menghilang entah kemana.


la sempat menolak tapi raja tetap bersikukuh sehingga mau tak mau pangeran keempat harus menerimanya.


Pangeran di juluki sebagai dewa perang ia sangat kuat dan juga jenius ia sudah banyak mengalahkan musuh-musuh yang sedang mengancam kerajaannya.


Dan ia pun memiliki kekuatan yang sangat hebat di usia mudanya ia sudah bisa mencapai level emas.


TENTANG PENJELASAN LEVEL KEKUATAN AUTHOR SUDAH MENJELASKANNYA DI EPISOD SEBELUMNYA.


BAIKLAH KEMBALI KE KISAH AZKA.


Azka masih ada di ruang dimensi ia sedang duduk di atas batu sembari memegang sebuah buku ia tampak serius sekali.


la tidak menghiraukan semilir angin yang menerpa wajah cantiknya.


Setelah ia menyelesaikan aktivitasnya ia segera bangkit dari tempat duduknya dan segera meregangkan otot-ototnya.


Ia menatap ke atas dan menghela nafasnya.


Azka segera keluar dari ruang dimensi dan dalam sekejap ia berada di dalam kamarnya.


Mata Azka membulat seketika ketika ia menyadari bahwa pintu kamarnya terbuka ia berpikir jangan-jangan ada orang yang masuk kedalam kamarnya.


' Gawat apakah ada orang yang masuk kedalam kamarku? bagaimana jika orang itu curiga? ' batin Azka khawatir.


' Tidak-tidak Azka kau harus berpikir yang baik-baik saja ' batin Azka menenangkan dirinya.


Tiba-tiba kruk kruk kruk ( anggap saja itu bunyi perut Azka ).


" Aku lapar apakah tidak ada makanan?"


tanpa pikir panjang lagi ia segera memanggil salah satu pelayan yang sedang melintas.


" Hai kau!" teriak Azka


" aaaahhh apakah aku tidak sedang bermimpi? apakah anda adalah Nona Azka?!" ucapnya sedikit berteriak.


" lya ini aku kenapa kau berteriak gendang telinga ku serasa mau pecah tau tidak?!! " bentak Azka.


" Hiks hiks Nona " tiba-tiba pelayanan itu menangis sontak Azka menjadi gelagapan.


" Eh eh maaf aku tidak bermaksud membentak mu tadi " ucap Azka berusaha menenangkan pelayanan itu.


Pelayan itu tidak menjawab dan ia langsung memeluk erat tubuh Azka seolah-olah takut kehilangan dia lagi.


" Eh eh apa yang kau lakukan hei lepaskan aku uhuk uhuk kau membuat ku sesak ".


" Eh maaf Nona saya tidak sengaja apakah Nona baik-baik saja? ".


" Hemm aku baik-baik saja mengapa kau tiba-tiba memelukku hah?".


" Nona apakah anda tidak mengingat diriku? '' tanyanya.


Azka tampak berpikir sejenak ia melihat pelayanan itu dari atas sampai bawah ia merasa tidak asing dengan pelayanan itu tapi ia sama sekali tidak mengingat siapa itu?.


' Siapa pelayanan?ini sepertinya aku pernah mengenalnya tapi siapa ya? hemm batin Azka.


Azka tampak mengusap-usap dagunya sembari mengingat-ingat.


" Sepertinya aku pernah mengenal mu tapi aku benar-benar tidak ingat " ucap Azka.


" Apakah Nona benar-benar tidak mengingat ku?" tanyanya sekali lagi.


" Tidak " ucapnya singkat


" saya Marni Nona pelayanan setia anda apakah anda benar-benar tidak mengingat saya?".


Azka masih tampak mencerna kalimat yang baru saja ia dengar.


Sontak matanya sontak membulat tidak percaya pelayanan masa kecilnya masih ada di kediamannya?.


Bisa saja kan?ia pergi meninggalkan kediaman itu disaat Azka tidak ada di tempat tersebut.


" Kau kau tidak sedang bercanda kan?'' ucap Azka tak percaya.


" Tidak Nona saya tidak bercanda "


sontak saja Azka segera menarik gadis itu kepelukanya.


Dan memeluknya dengan erat,meskipun Marni tampak merasa sesak karena nonya nya memeluknya dengan erat tapi ia memilih diam dan tidak mengatakan apapun sebab ia tau kalau nona nya sangat merindukan dirinya.