O

O
Episode 20



" Sama-sama apakah kau tidak apa-apa perlu ku panggil kan tabib " ??


" Eh tidak perlu nona baiklah kalo begitu saya pergi dulu "


" Eh tunggu siapa nama mu " ??


" Nama saya Rizma nona "


" Hemm apakah aku boleh ikut dengan dirimu " ???.


" Maksud nona " ??


" Aku ingin bertamu di rumah mu apakah boleh " ??


" Emmm itu...."


" Hemm kalo tidak boleh juga tidak apa-apa kok "


" Tidak bukan begitu nona baiklah anda boleh bertamu di rumah saya , mari ikut saya "


" Hemm terimakasih "


" Sama-sama ".


Azka , lndra dan Rizma mulai berjalan menuju rumah Rizma mereka berjalan melewati gang-gang kecil .


Akhirnya mereka sampai di rumah Rizma , Rizma segera mengetuk pintu rumahnya tok tok tok , tak beberapa lama setelah pintu di ketuk .


Pintu itu pun terbuka dan memperlihatkan seorang gadis kecil yang kira-kira berumur 7 tahun.


Gadis kecil itu langsung memeluk Rizma dan bergelayut manja di lengan baju Rizma


" Kakak akhirnya pulang aku sangat khawatir dengan keadaan kakak tapi...." ucapnya terpotong ia menyadari ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada kakaknya.


" Kakak kenapa dahi kakak berdarah mengapa wajah kakak seperti ini apa ada orang yang melukai kakak , apa yang sebenarnya terjadi , jawab kak " tanya gadis kecil itu dengan kesal , kekesalanya bertambah ketika pertanyaannya tidak langsung di jawab oleh kakaknya.


" Jadi begini adik ku sayang......" Rizma menceritakan semuanya yang ia alami ke pada adiknya.


Karena gadis kecil itu sibuk berbicara dengan kakaknya ia pun tidak menyadari kedatangan Azka dan lndra .


Hingga pada akhirnya


" Ehem Rizma kau melupakan kami " ?? kata Azka sambil menatap Rizma


" Eh maaf nona saya lupa , saya terlalu sibuk berbicara dengan adik saya tadi "


" Oh ya Lily nona dan tuan inilah yang menyelamatkan kakak "


" Oh begitu terimakasih nona dan tuan telah menyelamatkan kakak saya , di dunia ini saya hanya memiliki kakak Rizma saja saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika tuan dan nona tidak ada di pasar itu " ucap gadis itu yang bernama Lily sambil menunduk hormat.


" Hem sama-sama , dan tidak usah terlalu formal panggil saya Azka dan dia lndra "


" Hai " kata lndra sambil melambai-lambaikan tangannya


" E Rizma apakah kau tidak menyuruh kami masuk " ??


" Eh iya maaf nona saya lupa silakan masuk , maaf rumah kami sangat sederhana ".


"Hemm tidak apa-apa "


Azka masuk menuju rumah milik Rizma betapa terkejutnya ia melihat ruangan itu yang amat sederhana.


Di dalam ruangan tidak ada tempat duduk yang ada hanya satu ranjang yang kecil yang hanya cukup untuk dua orang anak yang berbadan kecil saja.


Ruangan itu sangatlah kecil hanya ada satu ruangan di rumah itu ya , itu ruang tamu yang juga di pakai untuk memasak dan juga untuk tidur.


Setelah Azka memandangi ruangan itu agak lama , tak lama Rizma datang membawa sebuah tikar.


Setelah Rizma mengelar tikar itu , ia segera menyuruh Azka dan lndra untuk duduk


" Nona silakan duduk "


"Emm iya " Azka langsung duduk begitu pun dengan lndra.


" Maaf nona saya tidak bisa menyuguhkan apa pun "


" Hemm tidak apa-apa "


mereka berbincang-bincang cukup lama sehingga keruyuk keruyuk ( terdengar suara perut Lily yang berbunyi di karenakan lapar ).


Tak lama setelahnya Lily mulai merengek di karenakan lapar


'' Kakak aku lapar sekali aku ingin makan "


" Hemm ini makanlah kakak membawakan mu roti "


" Lalu bagaimana dengan kakak " ??


" Hemm kakak sudah makan cepat kau makan " kata Rizma sambil tersenyum manis.


Rizma terpaksa berbohong agar adiknya mau memakan roti itu


mendengar itu Azka pun menepuk pundak Rizma dan berkata


" Aku tau kalo kau belum makan Rizma " lirih Azka tapi masih bisa di dengar oleh Rizma


" Emm aku...."


" lndra kemari kau pergi ke pasar dan segera beli makanan yang banyak dan ini uangnya ".


" Baik nona "


lndra segera pergi menuju pasar dan melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Azka dan tak beberapa lama lndra datang membawa makanan yang sangat banyak di tangannya.


" Letakkan di sini lndra "


" Baik nona "


" Hus kau ini , tidak boleh begitu "


" Hemm Rizma kau tidak boleh berkata seperti itu kepada adik mu "


" lya Lily makanan ini untuk kalian "


" Yey " !!! teriak Lily kegirangan.


Azka hanya bisa menggelengkan kepalanya


" Nona mari makan bersama " kata Rizma


" Hemm baiklah "


Azka dan lndra juga ikut memakan makanan itu tak butuh waktu lama makanan itu pun habis tidak tersisa.


" Waaahh aku tidak pernah makan sekenyang ini " kata Lily mengelus perut kecilnya yang sekarang penuh dengan makanan


" lya aku juga " timpal Rizma


" Hemm ya sudah kalo begitu aku pergi dulu dan ini uang untuk mu Rizma , aku harap kau bisa menggunakan uang ini dengan bijak ya ".


" tap...pi nona "


" Tidak ada bantahan cepat terima "


mendengar itu Rizma masih ragu-ragu untuk menerima uang itu mengingat Azka bukan siapa-siapa dan bahkan baru saja kenal bagaimana ia bisa dengan mudah memberikan uang kepada orang lain.


Oh iya lupa mau beri tau


disini itu mata uangnya sejenis logam ya.


Di negara ini satu tel \= 500 emas


satu keping \= 10 koin perak


satu keping perak \= 5 keping


uang logam


CATATAN UNTUK MATA UANG DI NOVEL INI HANYA KARANGAN AUTHOR SAJA JIKA ADA KESAMAAN DENGAN NOVEL LAIN ITU BENAR-BENAR TIDAK DI SENGAJA DAN MAAF JIKA ADA SALAH DALAM PENULISNYA MASIH PEMULA MOHON BANTUANNYA 🙏🙏🙏.


Setelah lama berfikir akhirnya Rizma mau menerima uang yang di berikan oleh Azka


" Terimakasih nona "


" Hemm sama-sama aku pergi dulu jaga dirimu "


Rizma hanya menggangguk lalu tersenyum


Terimakasih nona Azka jika ada kesempatan semoga aku bisa membalas kebaikan mu batin Rizma.


Rizma terus menatap kepergian Azka hingga pada akhirnya Azka sudah tidak terlihat lagi dan Rizma memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya.


Di sisi lain Azka


" Bagaimana nona apakah anda masih mau berbelanja " ??


'' Hemm baiklah temani aku ke pasar sekarang "


" Baik nona "


" Teryata tuan memiliki sisi baik juga ya tapi... aku tidak mengerti mengapa tuan memberi uang ke pada orang yang baru anda kenal bagaimana jika orang itu hanya memanfaatkan kita " ?? kata Rico lewat batin.


" Hemm itu tidak mungkin aku percaya pada Rizma dan juga Lily " kata Azka


" Huff itu terserah tuan "


" Hemm "


tak beberapa lama kemudian mereka akhirnya sampai di pasar.


Azka mendekati toko pakaian dan mulai memilih pakaian


" Selamat datang nona , anda mau beli pakaian " ??


" Huh tentu saja beli pakaian masak beli ikan " balas Rico lewat batin ( meskipun begitu pedagang itu tidak mendengar omongan Rico ya ).


Mendengar itu sontak Azka tersenyum-senyum sendiri


" Nona apa anda mau beli " ??tanya pedagang itu lagi sambil menatap Azka yang tersenyum-senyum sendiri


" Eh tentu saja tolong tunjukan pakaian yang paling bagus "


" Baik nona "


" Ini nona silakan di lihat terlebih dahulu "


" Hemm lumayan bagus bagaimana menurut mu lndra " ??


" Sangat bagus nona ''.


" Hemm kalo begitu aku beli yang ini berapa ''?


" Lima koin perak nona " jawab pedagang itu


" Hemm ini uang nya kembaliannya kau ambil saja " kata Azka sambil menyerahkan satu koin emas


" Terimakasih banyak nona silakan datang berkunjung lagi ''.