O

O
Episode 23



Baiklah kita kembali pada kehidupan Azka yang sebenarnya ( saat ia sudah beranjak dewasa).


Tak lama setelah Azka menutup matanya dan mengingat kejadian dimana ia dalam keadaan yang menyedihkan.


Ia segera membuka matanya dan segera keluar dari ruangan dimensi.


la berada di ruangan itu hanya beberapa menit saja.


Saat ia keluar dari ruang dimensi ia mendapati lndra dan Rico tengah berbincang dengan santainya sehingga tidak menyadari kedatangan tuanya.


" Kenapa akhir-akhir ini tuan tampak emosional sekali? " tanya Rico kepada lndra


" hem aku juga tidak tau itu mungkin nona tengah merindukan keluarganya? " ucap lndra, ia melihat kebawah dan mendapati sepasang kaki seseorang jangan-jangan.


Gluk lndra menelan ludahnya dengan susah payah ia segera mendongkakkan kepalanya keatas dan mendapati tuanya tengah menatapnya dengan raut wajah marah.


" Eh tuan anda disini bukannya anda ... " ucapnya terpotong. " Kenapa apakah kau terkejut hah teryata besar juga nyali mu membicarakan tuanmu di belakangnya?! " bentak Azka.


" Eh tu - tuan saya benar-benar minta maaf lagi pula kami tidak membicarakan keburukan anda kok " kata Rico terdengar dari nada bicaranya ia sangat ketakutan melihat tuanya tengah menatapnya dengan tatapan tajam.


Bak mata elang yang sudah siap menyantap mangsanya.


" Tapi tetap saja itu ti - da - k sopaan?!! kau tau itu?! " ucap Azka geram sambil menekan nada bicaranya.


" Ma - maaf tuan kami bersalah " ucap lndra mewakili Rico. " Saya mohon tuan maafkan kami kami berjanji tidak akan melakukannya lagi " ucap Rico dengan nada bicara memohon.


" Hemph untuk kali ini aku memaafkan kalian tapi ... " ucap Azka menjeda. Mendengar tuanya mengatakan hal itu lndra dan Rico sontak menghela nafas lega.


Tapi itu tidak bertahan lama setelah Azka menyelesaikan kalimatnya.


" Jika kalian melakukan lagi aku tidak akan segan-segan mencincang-cincang kalian menjadi potongan-potongan kecil!! " teriak Azka geram.


Gluk lndra kembali menelan ludah, sesaat setelah Azka meninggalkan mereka tiba-tiba saja Rico tertawa terbahak-bahak.


" Hahaha lihat wajah mu itu lucu sekali hahaha aku sampai tidak bisa berhenti tertawa kau lucu sekali lndra hahaha ".


" Kenapa kau tertawa seperti itu tidakkah kau takut mendengar ancaman tuan tadi? aku sampai-sampai merinding di buatnya " ucap lndra bergidik ngeri.


Bukanya menjawab Rico malah tertawa kembali, kali ini malah iringi dengan tetesan air mata sangking lamanya ia tertawa.


" Hahaha itu hanya berlaku untukmu tapi itu tidak berlaku untuk diriku bentuk ku kan tidak sesempurna dirimu aku hanya asap hitam saja ".


" Tapi aku bisa saja meletakkan mu di dalam botol dan membuang mu jauh-jauh hahaha " tiba-tiba Azka menyahut dan sontak membuat Rico terkejut.


" Tu - tuan tolong jangan lakukan itu saya masih ingin melayani anda aku mohon " ucap Rico terdengar dari nada bicaranya ia sangat ketakutan.


Tak lama setelah Rico mengatakan hal itu Azka menghampiri Rico dan juga lndra dan itu sukses membuat mereka terkaget-kaget sehingga lndra hampir terjungkal.


" Ada apa dengan mu? " tanya Azka. " Ti - tidak apa-apa tuan saya hanya keget mengapa anda mengemasi barang-barang anda apakah kita akan pergi dari sini? ".


" lya " jawab Azka singkat.


" Tapi tuan ... malam-malam begini? ".


" Hemm kita berangkat sekarang ".


" Huff iya sudahlah kalo begitu mari kita berangkat " tanpa ada penolakan lagi lndra segera menuruti perintah tuanya ia takut jika ia menolak akan menyulut emosi Azka.


Segera saja Rico segera masuk ke tubuh Azka tapi itu segera di hentikan oleh Azka.


" Kau masuk saja keruang dimensi "


" emm baik tuan " ucap Rico singkat dan tanpa penolakan sama sekali.


Azka dan lndra segera keluar dari penginapan dan langsung di sapa oleh salah satu pelayan " anda mau pergi kemana nona dan tuan di tengah malam seperti ini? ".


" Aku ingin melanjutkan perjalanan ku " jawab Azka singkat. " Tapi nona kalo boleh saya sarankan sebaiknya anda ... emm ".


Tanpa mendengarkan lebih jelas perkataan dari pelayan itu Azka segera berlalu pergi menuju ke arah pintu dan sejenak ia berhenti dan berkata tanpa menoleh kebelakang.


" lndra kau tidak ingin pergi? "


" eh iya nona tunggu sebentar tolong maafkan sikap nona saya " ucap lndra sebelum pergi menyusul nonanya.


" Kau lama sekali lndra?! " tanya Azka ketus


" ma - maaf nona " ucap lndra sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Azka dan lndra kembali melanjutkan perjalanan dan mereka, dan tak beberapa lama kemudian mereka bertemu dengan seorang pedagang yang baik hati.


Yang bersedia memberi tumpangan kepada Azka dan juga lndra.


Di tengah perjalanan Azka terlelap karena kelelahan melihat hal itu lndra segera menyelimuti tubuh mungil Azka dengan selimut yang agak tebal.


" Malam ini memang dingin tuan tampaknya isteri mu kedinginan " ucapnya sambari menengok ke arah belakang.


" Si - siapa isteri ku maksud anda nona ini? " tanya lndra gugup. " Tentu saja memangnya kenapa? apakah dia bukan isteri mu? ".


" l - itu hem seharusnya anda tidak menanyakan hal pribadi seperti ini kepada saya tuan " ucapnya mengalihkan percakapan.


" Eh maaf tuan ".


" Hemm tidak masalah " ucapnya.


Skip pagi hari


"Nona nona bangun kita sudah sampai nona" ucap lndra sembari menggoyangkan tubuh mungil Azka.


" Hem apakah kita sudah sampai? "


" iya kita sudah sampai " jawabnya singkat


" terimakasih tuan telah bersedia memberi tumpangan kepada kami, ini uangnya " ucap Azka sembari menyerahkan satu keping emas.


" Sama-sama nona soal itu tidak masalah saya ikhlas memberi tumpangan kepada anda tidak usah di bayar " ucapnya seraya menolak uang yang Azka berikan.


" Tidak apa-apa tuan terima saja uang ini saya mohon anggap saja sebagai rasa terimakasih saya kepada tuan " ucap Azka sambil memperlihatkan wajah imutnya yang membuat siapa saja yang melihatnya tidak akan kuasa untuk menolak permintaannya.


" Emm baiklah jika anda memaksa, saya terima uangnya terimakasih "


" terimakasih kembali " ucap Azka sembari berjalan memasuki sebuah gerbang suatu kota yang di kenal dengan nama kota Rembulan.


Mohon maaf jika nama kota ini ada kesamaan dengan novel lain kerena itu benar-benar tidak di sengaja.


Pandangan Azka menyapu sekitar mengingatkan dirinya kenangan selama ia ada di kota tersebut.


Ia segera melangkah masuk dan mengajak lndra untuk ke pasar untuk mengisi perut mereka yang sejak tadi meronta-ronta minta diisi.


Tak beberapa lama kemudian ia berjalan akhirnya ia sampai pada tempat tujuan.


la segera menghampiri sebuah toko dan langsung duduk dan memesan makanan.


" Emmm permisi pelayan saya ingin memesan makanan saya pesan ini ini dan itu '' ucap Azka sambil menunjuk ke arah menu makanan.


" lndra kau mau apa? "


" sama seperti yang anda pesan nona "


" hem baiklah.


Tak beberapa lama kemudian pelayan datang sambil membawa makanan yang Azka pesan.


" lni makanannya tuan dan nona silakan di nikmati " ucapnya ramah.


" Hemm " jawab Azka. Pikir panjang lagi Azka dan lndra segera menyantap makanan itu tanpa tersisa.


Setelah Azka membayar ia segera beranjak pergi meninggalkan tempat makan itu dan berjalan menuju kediaman keluarganya.


Setelah berjalan agak lama dan saat tiba di sebuah gang sepi Azka tiba-tiba berhenti secara mendadak hal itu sontak membuat lndra terkejut sehingga menabrak tuanya.


Brukk


" aduh kepala ku mengapa anda berhenti nona? " tanya lndra dengan kesal.


" Jika aku pulang kerumah dan aku membawa mu bukankah itu akan menimbulkan kegemparan? " tanya Azka.


" Hemm benar juga ya, lalu aku harus bagaimana? tidak mungkin kan saya membiarkan tuan pulang sendiri kemana pun tuan ku pergi aku harus ikut ".


" Kau masuk saja keruang dimensi "


" oh iya aku hampir lupa kalo tuan memiliki ruang dimensi ".


lndra mulai menutup matanya dan dengan sekejap ia hilang dari pandangan Azka.


Azka segera melanjutkan perjalanan dan akhirnya ia sampai di sebuah gerbang besar milik suatu keluarga.


Azka menarik nafas panjang dan mulai mengetuk pintu tersebut secara perlahan


tok tok tok tok.


Tak lama setelah pintu diketuk seorang pelayan menghampiri gerbang dan membukanya dan alangkah terkejutnya ia mendapati siapa orang yang mengetuk pintu tersebut adalah Azka nonanya yang sempat hilang berbulan-bulan lamanya.


" l - ini tidak mungkin nona Azka?!!! " pekiknya.