
Matahari mulai terbenam langit indah berwarna jingga burung-burung berkicau dan mulai berterbangan menuju sarang mereka masing-masing .
Di sebuah hutan belantara ada seorang gadis sedang duduk di atas pohon sambil memandangi air terjun yang ada di depannya .
Pandangannya terlihat sayu fokus menatap pemandangan indah di depannya , meskipun begitu tetap saja pikirannya melayang kemana-mana .
Huffff
gadis itu menghela nafas berat seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati gadis itu .
Angin berhembus kencang menerpa rambut indahnya yang panjang dan terurai menambah kesan cantik pada dirinya .
Hari semakin larut langit yang tadinya berwarna jingga mulai berubah gelap .
Malam yang sunyi tanpa adanya bintang maupun rembulan di atas sana seperti suasana hati ku yang benar-benar suram .
Dari ke jauhan ada seorang laki-laki tampan yang sedang memperhatikan gadis itu , melihat gadis itu yang sedari tadi tidak mau beranjak dari tempat duduknya membuat pria itu menghampiri gadis itu yang tak lain ialah Azka .
Laki-laki itu memiliki wajah tampan hidung mancung kulit putih seputih salju rambut hitam lebat dan mata yang amat tajam seperti mata elang yang siap mencengkeram mangsanya .
Pria itu memakai topeng yang menutupi separuh wajahnya meskipun begitu itu tidak bisa menutupi aura kepimpinannya dan wajah tampannya .
" Sedang apa di sini begitu berat kah masalah batin mu sehingga membuat kau tidak mau beranjak dari sini " tanyanya dan sontak membuyarkan lamunan Azka .
" Siapa kau " ???
" Tidak penting siapa aku malam ini terasa sangat dingin sepertinya akan turun hujan pakailah jubah ini " katanya sambil menyelimuti tubuh Azka dengan jubahnya .
" Lalu kau bagaimana" ??
" Kau tidak perlu menghawatirkan diri ku urus lah dirimu sendiri , kau masih belum bisa untuk membalas dendam kepada orang-orang itu kau harus mempelajari banyak jurus-jurus hebat terlebih dahulu baru kau bisa balas dendam , cepat pergi dari tempat ini sebentar lagi akan turun hujan , baik aku sudah menyampaikan apa yang harus aku sampaikan aku pergi " .
" Eh tunggu tunggu "
shhuutttt pria itu melesat pergi dengan jurus peringan tubuh , dan langsung meninggalkan Azka sendirian .
" Apa maksud orang itu bagaimana dia tau aku ingin membalaskan dendam , hemm sudah lah " .
Tik tik tik
tiba-tiba hujan datang tanpa ada peringatan apa pun . Drassshhhhhh hujan turun dengan sangat lebatnya sehingga membuat pakaian Azka basah kuyup .
" Aduh tuan ada di mana , aku khawatir dengan tuan apalagi di luar sedang hujan lebat sekali " kata lndra
" Kau tidak usah khawatir mengingat aliran cakra tuan yang sudah dapat tuan kendalikan dan meningkatnya kekuatan tuan , sepertinya tuan akan baik-baik saja " jawab Rico terdengar dari suaranya bahwa Rico dalam keadaan tenang .
'' Kau ini tetap saja aku tetap khawatir sama tuan " jawab lndra
" Hmm terserah kau saja tunggu , apakah kau merasakannya " ??? tanya Rico
" lya aku merasakan aliran cakra tuan sepertinya tuan sudah kembali sukur lah " .
Tak tak tak
terdengar suara langkah kaki Azka yang basah karena terkena air hujan .
" Hufff akhirnya sampai juga "
" Tuan anda sudah kembali apakah tuan tau betapa khawatirnya aku terhadap diri mu " ??? tanya lndra dengan raut wajah khawatir
" Sudahlah aku tidak apa-apa kok " jawab Azka
" Hemmm sok cari perhatian " cerca Rico .
" Apa kata mu , awas kau " !!!!
" Kenapa kau marah bukankah aku benar dasar tukang cari perhatian mentang-mentang sudah bisa berubah jadi manusia " !!!
" Awas kau aku akan ......" .
Belum sempat lndra melanjutkan perkataannya Azka langsung memotong ucapannya .
" Kalian cukup , diam kepala ku serasa ingin pecah gara-gara kalian berdua aku berikan peringatan terakhir buat kalian , kalian keluar"!
" Tapi tuan ....."
Akhirnya lndra dan Rico keluar dari goa itu meskipun saat itu tengah hujan lebat .
" Kita berteduh di sini terlebih dahulu dan kau masuklah ke dalam tubuhku kalo tidak ingin hilang terkena air hujan " kata lndra
" Kau serius " ???
" Hmmm " jawab lndra .
Tanpa berkata-kata lagi Rico segera masuk ke dalam tubuh lndra sambil menunggu tuannya menenangkan diri dulu .
Padahal sebenarnya Azka menyuruh mereka keluar karena ia ingin mengganti pakaiannya karna tadi basah terkena air hujan .
Untung saja aku membawa serta pakaian yang di berikan oleh guru , hemmm aku memakai pakaian yang mana yah hmm baiklah aku pakai ini saja batin Azka .
Pilihan Azka jatuh pada pakaian berwarna merah bersulaman bunga sepatu yang sangatlah indah .
Setelah selesai memakai pakaiannya Azka segera mencari hewan kontraknya takut terjadi sesuatu .
Terlebih lagi ke pada Rico karena Riko itu berupa kepulan asap akan mudah hilang jika terkena angin atau air hujan .
" Rico lndra kalian di mana " !!!! teriak Azka saat sampai di mulut goa .
sedangkan lndra dan Rico yang tak jauh dari tempat Azka berdiri pun mendengar suara Azka langsung menuju ke sumber suara .
" Kalian tidak apa-apa kan " ???
" Apakah tuan menghawatirkan aku " ??
" Bukan kau saja Rico juga " jawab Azka .
Rico yang mendengar itu pun tertawa di dalam tubuh lndra .
Ppfff
" Apa kau tertawa hemm " ??!
" Bukan apa-apa " jawabnya
" Sudahlah kalian berdua cepatlah beristirahat besok kita akan mulai latihan " kata Azka .
" Baik tuan " jawab mereka serempak
" Bagus lndra besok kau bertugas untuk berburu hewan , sedangkan kau Rico kau bantu aku mencari rempah-rempah di hutan mengerti " !!!
" Baik kami mengerti " jawab mereka serempak .
Hari semakin larut Azka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya .
ESOK HARINYA
Matahari bersinar dengan terangnya menembus melalui celah-celah yang ada di goa .
Burung-burung berterbangan di udara sambil berkicau dengan indahnya udara pagi hari sangatlah dingin .
Sehingga membuat gadis yang sedang tidur di atas batu bergetar kedinginan .
" Dingin sekali pagi ini " ucap Azka sambil beranjak menuju kolam untuk membersihkan dirinya .
" Huh aku kira air di kolam ini akan terasa dingin tapi ternyata sangatlah hangat "
setelah berendam cukup lama akhirnya Azka selesai dengan ritual mandinya .
Azka segera memakai kembali pakaiannya dan langsung menuju keluar goa .
" Tuan ini saya mendapatkan dua ekor kelinci tuan maaf saya hanya mendapatkan ini " kata lndra dengan raut wajah sedih .
" Hemm tidak apa-apa ini lebih dari cukup aku akan pergi hutan terlebih dahulu untuk mencari rempah-rempah "
" Tuan anda tidak usah repot-repot pergi saya sudah membawa ini untuk tuan " .
" Hemm baiklah kemarikan "
Azka segera memasak lalu setelah matang Azka langsung melahapnya .