O

O
Episode 24



" Apanya yang tidak mungkin? " sahut Azka


" apakah aku tidak sedang bermimpi? " ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya dengan keras.


" Tapi ini sakit aku tidak sedang bermimpi, ayo nona Azka ikut saya " ucapnya sambil menarik tangan Azka.


" Kau mau membawaku kemana? " ucap Azka sambil mengikuti langkah pelayanan itu.


" Kenapa kau membawaku kemari? " tanya Azka saat tau ia di bawa menuju kediaman ayahnya.


" ltu _ " ucapnya terpotong.


Tiba-tiba terdengar suara terbatuk-batuk dari dalam kediaman ayahnya.


Uhuk uhuk uhuk


seketika wajah Azka berubah menjadi sangat pucat karena khawatir.


" Jangan-jangan Ayah! " tanpa pikir panjang Azka segera masuk kedalam.


Saat pertama kali menyambut indra penglihatan Azka adalah seorang laki-laki paruh baya yang sedang duduk di tepi ranjang sambil menetup mulutnya dengan kain, dari mulutnya itu keluarlah darah disaat ia batuk.


" Ayah!!! Ayah kenapa? " teriak Azka


pria itu tidak menjawab tapi hanya tersenyum kecut.


' Di saat seperti ini masih saja aku membayangkan putri ku ' gumamnya.


Di ruangan itu hanya ada Alteza, Zeline, Azka dan juga beberapa pelayan.


" Azka kau benar Azka putri ku?! " pekik Zeline


" iya aku Azka ibu " ucap Azka yang sudah tak kuasa membendung air matanya.


" Benarkah kau putri ku Azka?! " teriak Alteza


" iya Ayah ini aku Azka " ucap Azka sambil berderai air mata.


" Kau kemana saja? nak sudah lama Ayah mencarimu? uhuk uhuk ".


Darah kembali keluar dari mulut Alteza seketika semua orang yang ada di situ diliputi oleh perasaan panik.


" Mengapa tidak panggil tabib?!! " teriak Azka


" kau cepat panggil tabib!! " teriak Azka sambil menunjuk kepada salah satu pelayan.


" Ba - baik nona " ucapnya langsung lari terbirit-birit.


" Kenapa Ayah bisa sampai seperti ini? dan lbu kenapa lbu menjadi kurus kering seperti ini? jangan bilang ini karena Azka!? ".


" Ti - tidak nak ini semua bukan karena kau ... " lirih Alteza.


" Lalu _ " ucapnya terpotong tiba-tiba seorang pelayan datang dengan membawa seorang tabib.


" Maaf atas ketidak sopan saya nona tabibnya telah datang " ucapnya sambil tertunduk.


" Baiklah kalau begitu cepat periksa Ayah saya! " bentak Azka.


" Baik nona " ucap tabib tersebut.


Tanpa berkata lagi ia segera memeriks Alteza, beberapa menit kemudian setelah ia memeriksa Alteza raut wajahnya tampak sedikit lega.


" Ada apa tabib? bagaimana keadaan Ayah saya? " tanya Azka.


" Tuan Alteza baik-baik saja nona untung saja saat anda memanggil saya disaat waktu yang tepat kalau terlambat saya tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi? " ucapnya.


Setelah tabib itu memberikan obat tampak sepertinya wajah Alteza tidak pucat lagi.


" Baiklah tuan waktunya Anda sarapan " ucap salah satu pelayan.


" Apa?! sarapan? " tanya Azka.


" Apakah ada kesalahan di dalam kalimat saya nona? " ucap pelayan itu ketakutan.


" Tidak tidak ada yang salah tapi hari ini sudah hampir siang mengapa baru sarapan? " tanya Azka.


" Ayah mu itu tidak mau makan sayang ibu bahkan kesulitan untuk membujuk Ayah mu " ucap Zeline menenangkan Azka.


" Apa mengapa Ayah tidak mau makan hah?! " ucap Azka sedikit membentak.


" Wah wah wah putri ayah sudah besar ya? dia sudah berani membentak ayahnya " ucap Alteza.


" Ti - tidak Ayah maksudku bukan seperti itu aku hanya ... eemm ".


" Hahahaha aku hanya bercanda putri ku, tapi aku tetap tidak akan makanan! " ucapnya tegas.


" kecuali putri ayah yang menyuapi ayah makan " ucap Alteza sambil tersenyum.


Azka tersenyum mendengar ayahnya mengatakan hal itu dan Azka mulai untuk menyuapi ayahnya.


" Kemarikan makanannya "


" Baik nona ".


Tak butuh waktu lama akhirnya makanan yang di santap oleh Alteza pun habis dan tidak menyisakan apapun juga.


' Sudah lama aku tidak melihatmu tersenyum seperti ini suami ku ' batin Zeline saat melihat suaminya tersenyum kearah Azka.


" Oh iya nak bolehkah ibu bertanya? " tanya Zeline.


" Tentu saja ibu " ucap Azka


" kemana kau selama ini nak? kenapa kau tidak pulang kerumah selama berbulan-bulan? ".


Azka terdiam sejenak dan menghembuskan nafasnya.


Lalu Azka menatap ibunya dalam-dalam dan mulai menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya.


" Kurang ajar siapa yang berani menyerang putri ku?! orang itu benar-benar telah cari mati!! " ucap Alteza naik pitam.


" Sudahlah Ayah, Ayah istirahatlah terlebih dahulu aku juga lelah Ayah aku ingin istirahat, oh iya aku akan istirahat dimana Bu? apakah kamarku masih sama? dan pelayanan ku? ".


" Kau istirahatlah dikamar mu yang dulu nak kamar itu masih sama dan masih terawat nak " ucap Zeline.


" Baiklah ibu aku pergi dulu "


" lya nak ".


Azka melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan tak lama kemudian menggejamkan matanya dan tertidur.


Di sisi lain


Di sebuah ruangan ada seorang wanita paruh baya yang duduk dengan santai di dalam kamarnya sambil meminum teh, tak lama kemudian datanglah seorang pelayan setianya dan memberi taukan sesuatu yang amat penting.


" Nonya Nonya ada berita buruk " ucap pelayan itu dengan wajah tidak enak.


" Berita apa itu? aku harapan itu bukan terkait dengan putri ku? cepat katakan?! " ucapnya tak sabaran.


" Nona Nona Azka telah kembali Nonya "


" apa?! kau jangan mempermainkan diriku, Azka itu sudah mati tidak mungkin dia bisa kembali? kau pasti bercanda ".


" Ti - tidak Nonya saya tidak bercanda kalau anda tidak percaya anda bisa mengunjunginya nona Azka dia ada di kamarnya ".


" Jika kau berbohong ku pastikan kau akan di hukum seberat-beratnya camkan itu!! " ucapnya menegaskan.


Pelayanan itu tak bisa berkata-kata dia hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


Tanpa pikir panjang Alberta langsung menuju kamar Azka, setelah ia sampai di depan pintu kamar Azka ia hanya diam terpaku seraya menatap pintu tersebut.


Tak lama kemudian ia memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Azka tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Krekkk terdengar suara pintu terbuka tapi alangkah terkejutnya ia setelah mendapati kamar itu kosong dan tidak ada siapa pun disitu.


Melihat itu Alberta mengepalkan tangannya dan segera pergi dari tempat itu.


Teryata Azka ada di ruang dimensi dan Azka tidak tau kalo ada orang yang masuk kedalam kamarnya.


Alberta berjalan kearah kamarnya dengan langkah cepat dan tergesa-gesa ia ingin memberi pelajaran kepada pelayanannya itu.


' Beraninya pelayan busuk itu mempermainkan ku?!! aku pastikan, aku akan memberikan hukuman yang berat untuknya!! ' batinnya geram.


Saat ia masuk kedalam kamarnya ia mendapati pelayanannya tengah membersihkan ruangan itu.


" Bagaimana Nonya apakah anda sudah bertemu dengan nona Azka? " ucapnya sambil menatap majikannya.


Tanpa pikir panjang Alberta segera menghampiri pelayanannya dan memintanya untuk mengambil campuk.


" Kau cepat ambilkan aku cambuk sekarang juga!! " perintahnya.


" Baik Nonya " ucapnya tanpa pikir panjang.


' Kenapa nonya meminta ku untuk mengambil cambuk? apa yang akan nonya lakukan dengan cambuk itu ya? hemm sudahlah lah lebih baik segera ku ambilkan saja ' batinnya sambil melangkah riang kearah sebuah ruangan dan segera mengambil cambuk.


Tak lama kemudian pelayanan itu segera memberikan campuk itu untuk majikannya.


" lni Nonya, kalau boleh saya tau untuk apa cambuk ini Nonya? '' tanyanya.


" Tentu saja untuk ... " ucapnya menjeda.