O

O
Episode 21



Setelah membeli semua kebutuhannya Azka segera pergi meninggalkan pasar itu dan berjalan menuju penginapannya.


Di perjalan Azka melamun sambil memikirkan sesuatu ' Tak terasa aku berada di tempat ini sudah sangat lama aku ingin segera kembali pulang aku rindu ayah , ibu , adik ku dan guru ' batin Azka.


" Nona apa yang sedang anda pikirkan? " tanya lndra


" eh bukan apa-apa lndra ayo cepat kita pulang " kata Azka sambil mempercepat langkah kakinya.


" Hemm baik nona " lndra segera menyamai langkah tuanya karena, saat Azka mempercepat langkahnya lndra tertinggal di belakang.


Setelah berjalan agak lama Azka dan lndra pun sampai di depan penginapan besar dan juga indah dengan dinding berukiran kuno.


Azka dan lndra segera masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh seorang pelayan


" selamat datang nona dan tuan " ucapnya ramah


" hemm " jawab Azka berdehem sambil berjalan menuju ke kamarnya


" Maafkan sikap nona saya dia memang seperti itu , sikapnya sangat dingin mohon pengertiannya " kata lndra memohon maaf untuk tuanya.


" Eh tidak apa-apa tuan saya mengerti " jawabnya


" baiklah kalo begitu saya permisi dulu "


" lya tuan silakan ".


lndra segera menyusul tuanya , setelah ia sampai di depan pintu kamar Azka, lndra pun segera mengetuk pintu.


" Siapa!? " teriak Azka dari dalam kamar


" saya lndra tuan ku "


" iya baiklah silakan masuk pintunya tidak di kunci "


" baik nona " setelah mendapat persetujuan dari Azka lndra segera masuk ke ruangan tersebut.


" Nona sedang apa? "


" Kau tak lihat aku sedang apa!? " kata Azka ketus


" eh maaf tuan saya kan hanya bertanya "


" hahaha " terdengar tawa dari seseorang siapa itu ya itu adalah Rico.


" Kenapa kau tertawa hah! " kata lndra sambil berkacak pinggang


" hemm bukan apa-apa hanya saja kau itu lucu sekali sudah tau kalo tuan sedang melipat pakaian masih saja bertanya hahaha " ucapnya sambil tertawa lepas.


Mendengar itu lndra hanya bisa mendengus kesal


" sudah-sudah kalian selalu saja berdebat aku sampai pusing tau!? " kata Azka berdecak kesal


" maaf tuan kami bersalah " ucap lndra dan Rico bersamaan.


" Sudahlah, Rico kau keluar dari tubuhku sekarang "


" eh untuk apa nona? "


" cepat turuti saja "


" baik nona " ucap Rico patuh.


Rico segera keluar dari tubuh Azka dan Azka berkata, " dan kalian jangan ganggu aku , aku ingin sendiri "


" baik tuan " sahut mereka bersamaan


tanpa berkata-kata lagi Azka segera masuk ke ruangan dimensi.


**Oh iya di ruangan dimensi ini waktunya berbeda dengan di dunia nyata ya satu jam sama dengan satu hari di ruangan dimensi.


MOHON MAAF JIKA DI NOVEL KARYA SAYA ADA KESAMAAN DENGAN NOVEL LAIN, KARENA ITU BENAR-BENAR TIDAK DI SENGAJA.


MASIH PEMULA MOHON BANTUANNYA 🙏🙏** OKE BALIK KE CERITA.


Setelah Azka sampai di ruang dimensi segera ia duduk di bawah pohon yang rindang tiba-tiba munculah keinginan Azka untuk merasakan musim gugur lantas ia menutup.


Matanya dan membayangkan musim yang ia inginkan tak lama kemudian ia membuka matanya dan pemandangan yang menyambut dirinya adalah.


Daun-daun yang jatuh berguguran dan angin yang menyejukkan.


Azka kembali menutup matanya dan menikmati semilir angin yang menyejukkan.


Entah kenapa tiba-tiba dada Azka serasa perih ia mengingat kenanganya bersama ayah tercintanya.


Flashback 01


Matahari bersinar menghangatkan bumi burung-burung berterbangan keluar dari sarangnya sambil berkicau dengan riang.


Seorang gadis kecil tengah berbaring sambil memeluk guling yang ada di sampingnya tak lama kemudian gadis itu terbangun karena ia merasa ada yang mengguncang-guncang tubuh mungilnya itu.


" Hemm baiklah aku akan bangun hoamm " gadis itu menutup mulutnya kerena menguap


lalu ia pun duduk di samping tempat tidur.


" Nona jangan begini cepat bangun dan mandi lah airnya sudah siap "


" hemm iya iya kau ini sangat cerewet " ucap gadis itu yang tak lain ialah Azka, Azka segera beranjak menuju tempat pemandian.


Azka segera menanggalkan seluruh pakaiannya dan ia segera mandi dan dibantu oleh pelayanan.


( CATATAN PELAYAN AZKA ITU SUDAH DI GANTI YA SOALNYA PENGASUH AZKA ITU KETAUAN SERING MENYIKSA AZKA, DAH ITU AJA, MAAF KALO NOVEL INI SULIT UNTUK DI PAHAMI ).


Setelah beberapa saat kemudian Azka sudah selesai mandi dan mulai mengenakan pakaiannya dibantu oleh pelayanannya.


" Wah nona anda sangat cantik " puji pelayanannya itu.


" hemm benarkah? " tanya Azka sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya di karenakan malu.


'' lya nona anda sangatlah cantik saya tidak berbohong " ucapnya sambil tersenyum manis kepada Azka.


Tak lama kemudian Azka sudah selesai berhias dan ia bermaksud untuk pergi keruang keluarga.


Tiba-tiba saat Azka berdiri seorang pelayan menghampiri Azka dan berkata, " Nona anda dipanggil oleh nonya Zeline untuk segera menuju keruang keluarga '' ucapnya acuh tak acuh.


" Hei setidaknya bersikaplah yang sopan kepada nona Azka!!! " ucap Marni yang merupakan pelayan setia Azka


" heh memangnya siapa dirimu? kau bukan siapa-siapa " ucapnya meremehkan, pelayan itu bernama Lauren pelayanan kepercayaan Alberta isteri kedua Alteza ayah Azka.


" Kau!! " ucapnya geram


" sudahlah Marni lebih baik kita segera pergi keruang keluarga "


" tapi nona ... " ucapnya terpotong


" Marni apakah kau membantah perkataan ku? "


" tidak tidak nona saya tidak berani " ucapnya sambil bersujud.


" Sudahlah kalian ini banyak drama, sebaiknya anda cepat pergi keruang keluarga anda sudah ditunggu oleh nonya Zeline dan nonya Alberta ".


" Baiklah baiklah ayo Marni "


" baik nona "


Azka mulai berjalan menuju keruang keluarga tak lama kemudian Azka sampai di tempat tujuan.


" Nona anda lama sekali cepat sekarang anda masuk! " ucap seorang penjaga ketus.


Azka hanya bisa menunduk sedih, pintu terbuka dan terlihatlah dua sosok wanita muda dan satu gadis kecil sedang tersenyum manis kearahnya.


" Azka kemari sayang " ucap Zeline dengan nada lembut.


Azka segera menghampiri ibunya dan duduk di sampingnya.


" Eh kenapa dengan wajah putri ku kenapa terlihat sedih hem?? "


" bukan apa-apa ibu ".


" Azka kau jangan ... " ucapnya terpotong


" Nyonya tuan Alteza sudah kembali " ucap salah satu pelayan sambil menunduk hormat


" benarkah ayo kak kita temui suami kita " ucap Alberta bersemangat.


" Hemm baiklah Azka nanti kamu pergi keruangan ibu ya nanti kita akan bicara " ucap Zeline sambil berjalan menuju gerbang


" baik ibu " ucap Azka tertunduk


" nona ayo kita pergi ke gerbang sekarang nona " ucap Marni.


" Hemm baiklah ayo "


Azka berjalan menuju gerbang dengan wajah tertunduk ia merasa sangat risih ketika berdekatan dengan banyak orang, tak lama kemudian gerbang terbuka.


Dan tampaklah sosok yang selama ini Azka rindukan yaitu ayahnya Alteza Reiki Putra.


Alteza segera menghampiri kedua putri kecilnya dan lantas memeluk kedua putri kesayangannya.


" Putri ayah sudah besar ya " ucapnya sambil mengelus kepala anaknya secara bergantian


Saat ini Alteza baru kembali sehabis berdagang.


PEKERJAAN AYAH AZKA ADALAH PEDAGANG, IA ADALAH PEDAGANG YANG SUKSES, JIKA AYAH AZKA PERGI BERDAGANG BANYAK ORANG YANG AKAN MEMBELI BARANG DAGANGANNYA.


( Oh iya saat ini Azka sudah berumur 13 tahun ya )