O

O
Episode 22



" Baiklah ayo masuk terlebih dahulu " ucap Zeline sambil tersenyum menatap suaminya dan kedua putrinya.


" Hem baiklah ayo masuk " ucap Alteza sambil menggandeng kedua tangan putri kecilnya.


Mereka semua segera melangkahkan kakinya ke dalam sebuah ruangan, dan segera duduk melingkar.


" Sini sayang duduk di pangkuan ayah "


" baik yah "


" lalu lalu aku ... " ucap Aura


" hahaha kau ini lucu sekali Aura kau juga ingin duduk di pangkuan ayah? "


" em " ucapnya singkat.


" Sekarang putri-putri ku sudah sangat besar ya? " ucap Alteza sambil mengelus lembut kepala kedua putri kesayangannya


" tentu saja mereka sudah besar kau terlalu lama pergi suami ku " ucap Zeline terkekeh


" hah mau bagaimana lagi ini kan demi kalian juga ".


" Sudahlah sebaiknya kita makan saja aku sudah sangat lapar " ucap Alteza


" hem baiklah pelayan silakan hidangkan makanannya "


" baik tuan ".


Mendengar ayahnya yang sedang lapar Azka dan Aura pun segera turun dari pangkuan ayahnya dan membiarkan ayah mereka untuk menyantap makanannya.


Mereka menyantap makanan itu sambil bercanda ria sesekali terdengar tawa dari mereka kecuali Alberta.


Melihat hal itu Alberta hanya bisa menghela nafas ia merasa hanya bayang-bayang saja ia merasa tidak di anggap sama sekali, jika Alberta ikut berbicara ia hanya akan mendapat anggukan kepala dari Alteza, itu lah mengapa ia merasa di abaikan oleh mereka.


' Dasar!! kenapa mereka tidak memperdulikan diriku?! awas saja kalian hem aku punya ide ' batin Alberta sambil tersenyum sinis ke arah mereka ia telah mendapatkan ide untuk memecah suasana gembira mereka.


' Hei kau kemari ' bisik Alberta


' ada apa nonya ' ucap Lauren ikut berbisik


Alberta segera membisikkan sesuatu dan Lauren pun mengangguk setuju tak lama.


" Nona Azka apakah anda ingin mencoba sup ini sup ini sangatlah enak nona? " ucap Lauren menawarkan sup yang masih sangat panas kepada Azka


" emm baiklah " Azka yang polos itu pun menerima tawaran Lauren.


Saat Lauren menuangkan sup itu ia dengan sengaja menumpahkannya di tangan Azka sehingga Azka menjerit kesakitan.


" Aaahh apa yang kau lakukan sakit!!! " pekik Azka.


" Azka kau tidak apa-apa nak?! ''


" nona?! " teriak Marni


" kakak ?! teriak Aura


" aah sakit tangan ku sakit sekali panas ayah tolong aku ".


" Kau apa kau sengaja ingin menyakiti putri ku hah?! " teriak Alteza


" tidak tuan saya bersumpah tidak sengaja tuan, tolong maafkan saya tuan maaf tuan hiks hiks ".


' Hemph akting yang bagus Lauren batin Alberta sambil tersenyum sinis sedetik kemudian ia segera menghampiri Azka dan berpura-pura menghawatirkan Azka.


" Azka kau tidak apa-apa nak, dasar kau apa yang kau lakukan kepada putri ku hah kau tak pantas menjadi pelayan ku cepat kau pergi mulai dari sekarang aku melepaskan mu!!! " ucap Alberta di iringi dengan senyum sinis khas dirinya.


" Tolong nona jangan pecat saya, hukum saya saja tapi saya mohon jangan pecat saja saya masih mau melayani anda hiks hiks " ucap Lauren sambil menangis tapi di dalam hatinya.


' yes berhasil aku pasti akan mendapatkan banyak sekali uang dan aku akan menjadi orang yang kaya raya hahaha '.


" Kau?!!! sudah di beri keringanan masih saja tidak terima mau mu apa hah?! " kata Alteza sambil berapi-api.


" Aku ... " ucapnya sambil bergetar


" sudah-sudah kalian berhenti berdebat tahan amarah mu suami ku kita harus memanggil tabib terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan Azka " ucap Zeline menenangkan suaminya.


" Perkataan mu ada benarnya juga, dan kau kemasi barang-barang mu dan pergi dari sini!!! ".


' Akting mu sungguh bagus Lauren aku akan memberikan mu uang yang sangat banyak nantinya hahaha batin Alberta.


Tanpa Alberta sadari satu sudut bibirnya bergetar dan menghasilkan senyuman yang sangat mengerikan dan itu di sadari oleh Zeline.


' Kenapa Alberta malah tersenyum bukankah tadi ia merasa khawatir ah sudahlah tak perlu ku pikirkan yang terpenting sekarang adalah Azka ' batin Zeline.


Beberapa saat kemudian Azka di antar ke kamarnya.


' Kenapa saat aku pulang malah terjadi kejadian yang buruk seperti ini hufff ' batin Alteza sambil menghembuskan nafasnya.


" Kau tidak apa-apa Suami ku? " tanya Zeline


" eh tidak aku tidak apa-apa "


" hemm baiklah kalo begitu ".


Tak lama kemudian tabib pun datang untuk memeriksa keadaan Azka.


" Bagaimana keadaan putri saya tabib? " tanya Alteza cemas.


" Keadaan putri anda baik-baik saja tangan putri anda melepuh kerena terkena air panas setelah mengoleskan salep ini rasa panasnya pasti akan jauh berkurang " jelas tabib itu.


" Terimakasih kasih tabib ini bayaran mu " ucap Alteza sambil menyerahkan satu tel emas dan sontak membuat tabib itu terkaget-kaget.


" te - terimakasih tuan tapi ini ini terlalu banyak " ucap tabib itu dengan mata berbinar-binar.


" Hemm tidak apa-apa anggap saja sebagai rasa terimakasih ku kepada mu karena sudah memeriksa putri ku ".


" Baiklah tuan kalo begitu saya pamit terlebih dahulu " ucap tabib itu sambil membungkuk dan mulai berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


' Orang kaya memang aneh ya padahal hanya memeriksa dan memberikan salep saja tapi kenapa bayarannya bisa sebanyak ini ' batin tabib itu sambil memandangi sebuah kantung yang berisi emas.


" Marni kemarikan salep itu " ucap Alteza sambil menunjuk sebuah benda kecil berbentuk bulat yang ada di atas meja.


" Baik tuan " ucapnya singkat


" Azka kemari sayang " ucap Alteza meminta Azka untuk duduk di tepi ranjangnya.


" Hemm baik Ayah ".


Tanpa berkata-kata lagi Alteza segera mengoleskan salep yang ia dapat dari tabib yang memeriksa Azka.


Sambil mengoleskan salep, Alteza memandang wajah manis Azka dan tampak olehnya jika putri kesayangannya itu tengah meringis menahan rasa perih yang ada di tangannya.


" Apa rasanya sakit? "


" eh ti - tidak Ayah sama sekali tidak sakit " jawab Azka sambil tersenyum manis ke arah ayahnya.


" Jangan berbohong putri ku ''


" emm aku ... "


" hem sudah selesai sekarang istirahatlah nak kau pasti lelah bukan? "


" hemm baik Ayah ".


' Kenapa akhir-akhir ini Azka tampak sudah terbiasa dengan rasa sakit? apa jangan-jangan ... ah sudahlah itu tidak mungkin ' batin Alteza.


" Nona bagaimana dengan tangan anda apakah sudah lebih baik? " tanya Marni pelayanan setia Azka.


" Hemm iya "


" anda kenapa nona kenapa tampak murung? " tanya Marni sambil menatap wajah nona nya itu.


" Aku tidak apa-apa " ucap Azka dengan wajah murung khas dirinya.


" Ayolah nona ceritalah kepada pelayan mu ini aku mohon " ucap Marni dengan wajah memelas.


" Apakah kau berpikir sama seperti ku? bahwa pelayan Lauren sengaja menumpahkan sup panas ke arah ku? "


" hah itu ... sudahlah nona sebaiknya jangan di pikirkan, anda tadi belum sempat makan kan? saya akan menyiapkan makanan untuk anda tunggu sebentar nona " ucap Marni mengalihkan percakapan.


" Hem " jawab Azka singkat.


Di cerita bagian ini masih menceritakan Azka saat masih kecil.