O

O
Episode 13



Setelah selesai sarapan Azka bergegas pergi ke luar goa menuju ke tempat air terjun .


Tak lupa ia membawa pedang yang ia terima dari gurunya .


Angin berhembus dengan lembut mengusap wajah manis Azka .


Pohon-pohon bergoyang-goyang di terpa oleh angin .


Azka duduk di sebuah batu besar dan menggejamkan matanya sambil menarik nafasnya panjang .


Huffff


ketenangan yang tidak pernah ku temukan di mana pun aku harap aku bisa segera menjadi kuat dan mulai membalaskan dendam ku batin Azka .


" Tuan apakah kau sudah siap " ??? tanya Rico


" Hmm iya mari kita mulai "


" Baik aku akan masuk ke tubuh tuan terlebih dahulu " .


Rico segera masuk ke dalam tubuh Azka dan lndra memandangi mereka dari kejauhan .


" Baik tuan mari mulai karna kekuatan tuan di dominasi oleh elemen es maka , kita akan mencoba melatih elemen ini dulu "


" Baik aku mengerti " !!! .


" Tuan anda melihat air yang di sana itu " ??


" Hmm iya aku melihatnya "


" Coba bekukan air yang di sana itu , tapi sebagian saja jangan semuanya " kata Rico sambil menunjuk air tersebut .


Azka berusaha mengeluarkan elemen es yang ada pada dirinya .


Teryata latihan ini tidak semudah apa yang aku pikirkan batin Azka .


Ahhhh !!!!


Azka berteriak kesakitan ia merasakan tubuhnya terserang hawa dingin yang sangat mematikan .


la bergetar hebat tubuhnya dingin sedingin es yang ada di Antartika .


Secara spontan Azka mengalirkan aliran cakranya dan mendadak air terjun itu beku teryata Azka secara tidak sengaja telah membekukan semuanya .


Pohon-pohon tertutup oleh salju udara yang tadinya hangat berubah menjadi dingin .


" Tuan apa yang anda lakukan kenapa anda membekukan semuanya " ???


" Aku juga tidak tau , kenapa bisa jadi begini bukankah meditasi ku berhasil kenapa tetap saja aku tidak bisa mengendalikan aliran cakra ku " ??? tanya Azka heran .


" Memang anda sudah bisa mengendalikan aliran cakra tuan , tapi untuk elemen es ini sangat berbeda butuh kerja keras untuk bisa mengendalikannya " .


" Lalu apa yang harus aku lakukan aku sudah membekukan semuanya " ???


" Tuan hanya perlu menggunakan elemen api untuk mencairkan semua ini " .


" Hemm begitukah baiklah akan ku coba " kata Azka sambil mengayunkan tangannya mendadak dari tangan Azka keluar api yang sangat panas dan mampu melelehkan es yang ada di sana .


" Teryata apa yang kau katakan itu benar Rico aku dengan mudah bisa mengendalikan elemen api ini "


" Baiklah kalo begitu cobalah elemen yang lain juga " .


" Hemmm baik "


Azka mulai mengayunkan tangannya dan mencoba menggunakan elemen petir .


Mendadak awan yang tadinya cerah tiba-tiba saja datang awan hitam dan Duarrrrr!!!! terdengar bunyi petir yang menggelegar membuat hati yang mendengarnya berdetak kencang tak karuan .


" Wahhhh anda sangat hebat tuan ku saya bangga pada mu " kata Rico terdengar dari suaranya bahwa ia sangat bangga kepada Azka .


" Sekarang aku akan mencoba elemen air dan lihat ke ajaiban apa yang akan ku perbuat " jawab Azka sambil menyombongkan dirinya .


" Hmph tuan mulai sombong ingatlah tuan di atas langit itu masih ada langit "


" Hehehe iya aku hanya bercanda " jawab Azka sambil terkekeh .


Azka mulai mengayunkan tangannya dan drassshhh !!! air mengalir dengan deras .


terdengar suara nafas Azka yang memburu .


Tak ku sangka aku akan kelelahan secepat ini tubuh ku terlalu lemah batin Azka .


" Sebaiknya tuan istirahat dahulu kita lanjutkan besok atau nanti " kata Rico


" Hemm baiklah rasanya aku ingin segera menceburkan diri ku ke dalam air ini " kata Azka dengan mata berbinar .


" Baiklah kalo begitu tuan anda mandilah saya dan lndra akan segera meninggalkan tempat ini " kata Rico .


Rico langsung menghampiri lndra dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu .


Setelah beberapa lama akhirnya Azka sendirian ia berniat melepaskan pakaiannya tapi ia merasa ada orang yang memperlihatkannya dari kejauhan .


Dan akhirnya Azka mengurungkan niatnya ia berenang di sungai itu tanpa melepaskan pakaiannya .


Azka ia berenang kesana-kemari dengan lihainya .


Setelah puas berenang ia pun duduk di atas batu besar menggejamkan matanya .


Drssshhh !!


terdengar bunyi air terjun yang sangat menenangkan di tambah dengan semilir angin yang berhembus membuat siapa saja yang ada di tempat itu betah berlama-lama .


Entah kemana tiba-tiba saja kenyamanan itu hilang begitu saja setelah Azka merasakan seseorang dari jauh sedang mengintainya .


Sepertinya ada orang yang sedang mengintai diriku hmph mau main-main dengan ku batin Azka sambil mengeluarkan seringi kejamnya .


la merasakan orang itu semakin lama semakin mendekat sehingga mau tak mau Azka harus membuka matanya .


Dengan sigap Azka langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyerang orang itu dengan pedang yang ia bawa .


Sontak orang itu berteriak


" Heiii ini aku teryata tingkat kewaspadaan mu lumayan juga ya " kata pria itu sambil tersenyum .


" Kau " !!!


" lya aku aku kenapa , turunkan pedang mu terlebih dahulu "


" Sedang apa kau di sini " ??? katanya sambil menurunkan pedangnya .


" Tentu saja mengamati mu yang sedang berlatih kekuatan mu lumayan juga , tapi ingat kata-kata ku , kau harus menjadi kuat baru kau bisa balas dendam baik aku pergi " katanya sambil melesat pergi .


Teryata yang menghampiri Azka tadi tak lain ialah laki-laki yang menemui Azka kemarin malam orang yang sama yang memberikan jubahnya untuk Azka .


Sebenarnya siapa orang itu membuat aku penasaran saja batin Azka .


" Tuan kau sedang apa " !!! tiba-tiba tanpa Azka sadari ke dua bawahannya menghampiri Azka .


" Eh kau mengagetkan aku saja '' kata Azka masih dengan raut wajah kagetnya .


" Hehe maaf tuan , anda sedang melihat apa " tanyanya sambil memperhatikan sekeliling


" Bukan apa-apa , apa kau tau tentang jurus peringan tubuh " ??? .


" Aku tentu .......saja tidak tau tapi mungkin Rico mengetahuinya "


" Hmph kau ini dari nada bicara mu aku kira kau tau " .


" Apa kau tau Rico " ???


" Hmm saya tau tuan kalo anda mau saya bisa mengajari tuan bagaimana " ???


" Tentu saja kita mulai latihanya sekarang " .


" Hemm baiklah tuan "


setelah mendapat perintah dari tuannya Rico segera mengeluarkan sebuah buku yang entah dari mana datangnya buku itu .


Buku itu terlihat kuno dan sudah usang tapi seperti kata pepatah jangan melihat buku dari sampulnya .


Di buku itu terdapat sebuah jurus-jurus hebat yang jarang di ketahui oleh orang .


Azka mulai sibuk membolak-balik halaman buku itu dengan serius .