
Setelah selesai sarapan Azka bergegas pergi ke luar goa menuju ke tempat air terjun .
Tak lupa ia membawa pedang yang ia terima dari gurunya .
Angin berhembus dengan lembut mengusap wajah manis Azka .
Pohon-pohon bergoyang-goyang di terpa oleh angin .
Azka duduk di sebuah batu besar dan menggejamkan matanya sambil menarik nafasnya panjang .
Huffff
ketenangan yang tidak pernah ku temukan di mana pun aku harap aku bisa segera menjadi kuat dan mulai membalaskan dendam ku batin Azka .
" Tuan apakah kau sudah siap " ??? tanya Rico
" Hmm iya mari kita mulai "
" Baik aku akan masuk ke tubuh tuan terlebih dahulu " .
Rico segera masuk ke dalam tubuh Azka dan lndra memandangi mereka dari kejauhan .
" Baik tuan mari mulai karna kekuatan tuan di dominasi oleh elemen es maka , kita akan mencoba melatih elemen ini dulu "
" Baik aku mengerti " !!! .
" Tuan anda melihat air yang di sana itu " ??
" Hmm iya aku melihatnya "
" Coba bekukan air yang di sana itu , tapi sebagian saja jangan semuanya " kata Rico sambil menunjuk air tersebut .
Azka berusaha mengeluarkan elemen es yang ada pada dirinya .
Teryata latihan ini tidak semudah apa yang aku pikirkan batin Azka .
Ahhhh !!!!
Azka berteriak kesakitan ia merasakan tubuhnya terserang hawa dingin yang sangat mematikan .
la bergetar hebat tubuhnya dingin sedingin es yang ada di Antartika .
Secara spontan Azka mengalirkan aliran cakranya dan mendadak air terjun itu beku teryata Azka secara tidak sengaja telah membekukan semuanya .
Pohon-pohon tertutup oleh salju udara yang tadinya hangat berubah menjadi dingin .
" Tuan apa yang anda lakukan kenapa anda membekukan semuanya " ???
" Aku juga tidak tau , kenapa bisa jadi begini bukankah meditasi ku berhasil kenapa tetap saja aku tidak bisa mengendalikan aliran cakra ku " ??? tanya Azka heran .
" Memang anda sudah bisa mengendalikan aliran cakra tuan , tapi untuk elemen es ini sangat berbeda butuh kerja keras untuk bisa mengendalikannya " .
" Lalu apa yang harus aku lakukan aku sudah membekukan semuanya " ???
" Tuan hanya perlu menggunakan elemen api untuk mencairkan semua ini " .
" Hemm begitukah baiklah akan ku coba " kata Azka sambil mengayunkan tangannya mendadak dari tangan Azka keluar api yang sangat panas dan mampu melelehkan es yang ada di sana .
" Teryata apa yang kau katakan itu benar Rico aku dengan mudah bisa mengendalikan elemen api ini "
" Baiklah kalo begitu cobalah elemen yang lain juga " .
" Hemmm baik "
Azka mulai mengayunkan tangannya dan mencoba menggunakan elemen petir .
Mendadak awan yang tadinya cerah tiba-tiba saja datang awan hitam dan Duarrrrr!!!! terdengar bunyi petir yang menggelegar membuat hati yang mendengarnya berdetak kencang tak karuan .
" Wahhhh anda sangat hebat tuan ku saya bangga pada mu " kata Rico terdengar dari suaranya bahwa ia sangat bangga kepada Azka .
" Sekarang aku akan mencoba elemen air dan lihat ke ajaiban apa yang akan ku perbuat " jawab Azka sambil menyombongkan dirinya .
" Hmph tuan mulai sombong ingatlah tuan di atas langit itu masih ada langit "
" Hehehe iya aku hanya bercanda " jawab Azka sambil terkekeh .
Azka mulai mengayunkan tangannya dan drassshhh !!! air mengalir dengan deras .
terdengar suara nafas Azka yang memburu .
Tak ku sangka aku akan kelelahan secepat ini tubuh ku terlalu lemah batin Azka .
" Sebaiknya tuan istirahat dahulu kita lanjutkan besok atau nanti " kata Rico
" Hemm baiklah rasanya aku ingin segera menceburkan diri ku ke dalam air ini " kata Azka dengan mata berbinar .
" Baiklah kalo begitu tuan anda mandilah saya dan lndra akan segera meninggalkan tempat ini " kata Rico .
Rico langsung menghampiri lndra dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu .
Setelah beberapa lama akhirnya Azka sendirian ia berniat melepaskan pakaiannya tapi ia merasa ada orang yang memperlihatkannya dari kejauhan .
Dan akhirnya Azka mengurungkan niatnya ia berenang di sungai itu tanpa melepaskan pakaiannya .
Azka ia berenang kesana-kemari dengan lihainya .
Setelah puas berenang ia pun duduk di atas batu besar menggejamkan matanya .
Drssshhh !!
terdengar bunyi air terjun yang sangat menenangkan di tambah dengan semilir angin yang berhembus membuat siapa saja yang ada di tempat itu betah berlama-lama .
Entah kemana tiba-tiba saja kenyamanan itu hilang begitu saja setelah Azka merasakan seseorang dari jauh sedang mengintainya .
Sepertinya ada orang yang sedang mengintai diriku hmph mau main-main dengan ku batin Azka sambil mengeluarkan seringi kejamnya .
la merasakan orang itu semakin lama semakin mendekat sehingga mau tak mau Azka harus membuka matanya .
Dengan sigap Azka langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyerang orang itu dengan pedang yang ia bawa .
Sontak orang itu berteriak
" Heiii ini aku teryata tingkat kewaspadaan mu lumayan juga ya " kata pria itu sambil tersenyum .
" Kau " !!!
" lya aku aku kenapa , turunkan pedang mu terlebih dahulu "
" Sedang apa kau di sini " ??? katanya sambil menurunkan pedangnya .
" Tentu saja mengamati mu yang sedang berlatih kekuatan mu lumayan juga , tapi ingat kata-kata ku , kau harus menjadi kuat baru kau bisa balas dendam baik aku pergi " katanya sambil melesat pergi .
Teryata yang menghampiri Azka tadi tak lain ialah laki-laki yang menemui Azka kemarin malam orang yang sama yang memberikan jubahnya untuk Azka .
Sebenarnya siapa orang itu membuat aku penasaran saja batin Azka .
" Tuan kau sedang apa " !!! tiba-tiba tanpa Azka sadari ke dua bawahannya menghampiri Azka .
" Eh kau mengagetkan aku saja '' kata Azka masih dengan raut wajah kagetnya .
" Hehe maaf tuan , anda sedang melihat apa " tanyanya sambil memperhatikan sekeliling
" Bukan apa-apa , apa kau tau tentang jurus peringan tubuh " ??? .
" Aku tentu .......saja tidak tau tapi mungkin Rico mengetahuinya "
" Hmph kau ini dari nada bicara mu aku kira kau tau " .
" Apa kau tau Rico " ???
" Hmm saya tau tuan kalo anda mau saya bisa mengajari tuan bagaimana " ???
" Tentu saja kita mulai latihanya sekarang " .
" Hemm baiklah tuan "
setelah mendapat perintah dari tuannya Rico segera mengeluarkan sebuah buku yang entah dari mana datangnya buku itu .
Buku itu terlihat kuno dan sudah usang tapi seperti kata pepatah jangan melihat buku dari sampulnya .
Di buku itu terdapat sebuah jurus-jurus hebat yang jarang di ketahui oleh orang .
Azka mulai sibuk membolak-balik halaman buku itu dengan serius .