NEO

NEO
16. Satu Jiwa yang Terpisah



Aku diam sejenak, berpikir, kemudian mengangkat bahu. Masalah Felicia kuabaikan saja dulu. Lagi pula, pohon itu juga tidak akan membocorkan masa depan lainnya padaku. Akhirnya aku memutuskan untuk melihat masa laluku melalui Pohon Kehidupan.


“Wahai Pohon Kehidupan, tolong perlihatkanlah masa laluku,” kataku lagi, berharap pohon itu menanggapi.


Namun setelahnya, pohon itu tidak bergeming sedikit pun. Pohon Kehidupan tidak membalas ucapanku seperti saat aku memintanya untuk memperlihatkan masa depan yang ingin kulihat.


Tapi tiba-tiba saja, secarik tulisan muncul di dalam portal.


[Hanya kau yang boleh mengetahuinya.]


Aku mengernyit. Apakah maksudnya masa laluku adalah privasiku?


Aku memandang ketiga peri hutan itu, kemudian mereka mengangguk dan terbang menjauh. Setelah itu, ada kalimat yang muncul.


[Maaf. Aku tidak diizinkan untuk memperlihatkan masa lalumu seperti kau melihat masa depanmu. Aku hanya diizinkan untuk memberitahumu melalui beberapa baris kalimat. Apa kau siap?]


Aneh.


Pohon Kehidupan tidak diberi izin? Oleh siapa? Apakah ada seseorang yang mampu memberikan keterbatasan kepada Pohon Kehidupan untuk memperlihatkan masa lalu dan masa depan?


Hebat sekali orang itu.


Dengan sedikit keraguan dan setengah tekad yang masih berkobar di dalam tubuhku, aku memutuskan untuk menjawab, “Ya. Aku siap.”


Lalu portal yang berada di daging kayu Pohon Kehidupan berputar, menampakkan sederet kalimat singkat.


[Kau adalah setengah dari jiwamu.]


Deg!


Setengah...? Serius, nih? Dan apa maksudnya “setengah dari jiwamu”?


[Setengah dari jiwamu telah hilang. Kau harus mencarinya.]


Tunggu sebentar! Yang kuminta, ‘kan untuk memperlihatkan masa laluku, tapi kenapa aku diberikan teka-teki yang tidak bisa kupahami?!


[Kau adalah satu jiwa yang terpisah. Temukan setengah dari jiwamu, sebelum terlambat.]


“H-hei!” Aku segera berseru. “Kok jadi kau yang memberi teka-teki padaku? Aku, ‘kan, memintamu untuk memperlihatkan masa laluku!”


[Itu adalah masa lalumu.]


Deg!


Jantungku berpacu sangat cepat. Seketika aku merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dari diriku. Tapi, apa itu?


Kemudian sederet kalimat kembali muncul. Aku membacanya perlahan sambil terus memahami maksud dari kata-kata itu.


[Kau adalah anak dari campuran penyihir dan malaikat.]


Iya. Aku tahu. Anak dari hasil pasangan yang berbeda ras dan kaum. Bukankah itu adalah aku?


[Ayahmu adalah penyihir kedua yang muncul di Benua Polist setelah penyihir pertama menghilang, dia juga penyihir pertama yang masih hidup setelah disegel ratusan tahun. Dan ibumu adalah malaikat terkuat yang berasal dari keluarga bangsawan hebat.]


[Lalu kau adalah satu jiwa yang terpisah.]


[Kau terlahir ke dunia sebagai penyihir. Lalu, setengah dari jiwamu tak dapat mengontrol kekuatan penyihir terkuat yang saat itu ada di tubuhmu, sehingga setengah dari jiwamu, sang malaikat, pergi dari tubuhmu dalam bentuk roh.]


Aku terperangah. Jadi, aku adalah setengah dari jiwaku, lalu setengahnya lagi berada entah di mana. Begitukah maksudnya?


[Anak yang terlahir dari campuran penyihir dan malaikat adalah sebuah legenda. Dianggap mitos oleh masyarakat.]


[Tapi kau benar-benar ada.]


[Benar-benar ada sampai kau dapat hidup bebas di dunia yang keji ini.]


Keji?


Aku tak salah melihat, bukan?


[Ya. Dunia ini keji. Para penghuni di dunia ini pasti akan melenyapkan anak hasil campuran dari berbagai ras, misalnya saja kau.]


[Maka dari itu, ibumu menitipkanmu pada Microna, agar menjauhimu dari orang-orang keji itu.]


Aku semakin penasaran. Sungguh, aku sangat penasaran dengan masa laluku. Hingga aku memutuskan untuk bertanya daripada memendam pertanyaan ini seumur hidup, “Lalu, setengah dari jiwaku ada di mana?”


[Sangat jauh. Kau bisa menemukannya jika dia dengan sendirinya datang ke mimpimu. Jika itu terjadi, maka dia sudah siap untuk bergabung kembali dengan jiwa aslinya.]


Ah, ini rumit.


Roh malaikat itu harus datang terlebih dahulu ke mimpiku.


“Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang?”


[Tingkatkan level sihirmu sampai mencapai tingkat 15 dalam sebulan.]


Mataku membelalak kaget. Itu benar-benar mustahil!


Hanya penyihir profesional yang mampu mencapai penyihir tingkat 15 dalam waktu sebulan. Itu pun dianggap legenda!


[Jika kau ingin setengah dari jiwamu kembali, maka lakukanlah apa yang kusarankan.]


Deretan kalimat itu menghilang. Kukira aku dapat mengetahui semua masa laluku, tapi nyatanya tidak. Aku hanya mengetahui secuil dari masa laluku, itu pun dipersulit dengan teka-teki yang terus berputar-putar di pikiranku.


Kupikir deretan kalimat itu tidak akan pernah muncul lagi, tetapi kemudian portal itu kembali berputar, memunculkan tulisan lain.


[Laksanakan perintahku. Aku menunggumu.]


[Dari, penyihir pertama Benua Polist dan malaikat legenda yang sangat mengagumimu.]


Aku membeku.


Ya Tuhan. Apa lagi ini? Penyihir pertama? Malaikat legenda? Mengagumiku?!


Setelah itu, beberapa isi lembaran-lembaran buku sejarah yang pernah kubaca muncul di kepalaku.


Penyihir pertama.


Kata-kata itu melekat di pikiranku.


Aku hanya tahu bahwa penyihir pertama di Benua Polist telah menghilang beberapa ribu tahun yang lalu dan tidak pernah kembali.


Lalu yang kedua: malaikat legenda.


Di Neopolist, siapa yang tidak mengetahui malaikat legenda itu? Bahkan seluruh penduduk Benua Polist pun tahu!


Penyihir pertama dan malaikat legenda adalah dewa, kaum penyihir dan ras malaikat menyebutnya demikian, yang telah menghilang beribu tahun lamanya. Konon katanya, mereka tidak benar-benar menghilang. Ada rumor bahwa mereka hanya bersembunyi.


Dari buku sejarah yang kubaca, malaikat itu disebut legenda karena kekuatannya tidak seperti malaikat pada umumnya.


Jika malaikat pada umumnya hanya bisa mengendalikan sihir cahaya, maka malaikat itu bisa menguasai sihir kegelapan.


Dahulu kala sihir kegelapan tidak begitu menakutkan seperti saat ini. Sihir kegelapan sewaktu dulu digunakan untuk pelatihan para malaikat. Siapa pun yang ingin mempelajari sihir cahaya akan diwajibkan untuk mengalahkan sihir kegelapan tingkat menengah terlebih dahulu.


Tapi saat ini, sihir kegelapan sudah disalahgunakan.


Sihir kegelapan pertama kali dipakai saat pertempuran besar beribu tahun lalu.


Memang benar bahwa dulu pernah ada pertempuran besar.


Seluruh kaum, bangsa, dan ras yang menetap di Benua Polist bersatu untuk melawan penyihir pertama. Mereka meyakini bahwa orang itu akan membawa kehancuran bagi Benua Polist karena sihirnya.


Dan itu terbukti benar.


Lalu, orang pertama yang memakai sihir kegelapan adalah malaikat legenda itu. Dia memakai sihir itu untuk membantu sahabatnya, penyihir pertama.


Setelah perang itu berakhir dengan sia-sia, mereka berdua hilang, seolah-olah tertelan ke dimensi lain.


Hingga seratus tahun kemudian, ayahku, penyihir kedua, datang ke dunia ini.


Dia membangun kerajaannya sendiri. Dia juga penyihir pertama yang berhasil hidup damai di dunia ini. Kerajaannya berkembang pesat berkat bantuan teman-temannya, penyihir lain yang dia panggil dari dimensinya.


Sampai suatu ketika, beberapa orang mulai mencurigainya. Lalu bukti-bukti yang mengatakan bahwa dia adalah penyihir akhirnya terkuak kebenarannya.


Pertempuran besar untuk yang kedua kalinya pun terjadi.


Setelah pertempuran itu, kerajaan ayahku menghilang.


Tapi aku berpikir, mungkinkah dia memberi sihir pelindung agar tidak ada yang mengetahui letak kerajaannya?


Jawabannya, mungkin saja.


Namun, era baru dimulai.


Beberapa mantan bangsawan kerajaan yang pernah bertarung di pertempuran itu merasa haus akan kekuasaan. Mereka memutuskan untuk memperluas wilayah kerajaan dengan cara yang dilakukan ayahku, yaitu memanggil beberapa penyihir.


Sejak itulah, para penyihir membantu beberapa kerajaan itu. Hingga akhirnya, kerajaan lain mengikuti cara mereka memperluas daerah kekuasaan. Kemudian penyihir-penyihir itu mulai mendapatkan kepercayaan dari mereka. Mereka tidak lagi mengadakan perang besar jika ada penyihir ditemukan di Benua Polist. Mereka tidak lagi menganggap peraturan masa lalu sebagai aturan yang perlu ditaati.


Bertahun-tahun lamanya, mereka tinggal bersama penyihir, mempelajari sihir, dan akhirnya menghapus peraturan lama dan menggantinya dengan peraturan baru.


Bagi para bangsawan, penyihir adalah alat mereka untuk memperluas wilayah.


Sedangkan bagi penyihir, membantu para bangsawan adalah cara mereka menanamkan kepercayaan mereka padanya dan memperluas jaringan untuk memperkenalkan sihir pada seluruh penduduk Benua Polist.


Itulah asal-muasal penyihir di Benua Polist.


Namun, peraturan tetaplah peraturan. Setiap peraturan yang dibuat pasti ada konsekuensinya. Misalnya saja, peraturan lama yang berbunyi, “Jika ada penyihir di Benua Polist, bantai saja, bunuh mereka. Karena sejatinya, mereka bisa membawa kehancuran bagi Benua Polist itu sendiri”.


Peraturan itu terbukti benar.


Saat ini, Kota Neo―tempat tinggal dominan bagi kaum penyihir―dihancurkan oleh mereka. Tentu saja hal itu akan menimbulkan pertempuran besar yang ketiga.


Bunyi peraturan itu tidak salah, tapi juga tidak benar.


Penyihir bisa saja menghancurkan, tapi mereka juga bisa mendamaikan.


Ketika para penyihir yang ada di Neo dibantai habis-habisan, maka sudah dipastikan tiga kemungkinan.


Satu, peraturan lama akan ditetapkan kembali.


Dua, pertempuran besar yang ketiga akan kembali diadakan.


Dan yang terakhir, jika dua kemungkinan di atas terjadi, maka jangan harap Kota Neo akan selamat, bisa jadi Kota Neo akan hancur, lenyap dari Neopolist.


Pemikiran yang bagus.


Portal di pohon itu tidak menghilang, melainkan kembali memperlihatkan sederet kalimat.


Tapi itu tidak akan terjadi.


Apa? Tidak akan terjadi?


Jangan terlalu dipikirkan. Itu urusan belakangan. Saat ini, kau harus beristirahat. Tidurlah.


Ctak!


Seketika mataku terasa memberat. Hal terakhir yang kurasakan adalah kegelapan yang menyerangku.


...❀ ❀ ❀...


Aku mendapati diriku berada di ruangan kosong yang serba putih. Aku tidak tahu aku berada di mana. Tetapi yang pasti, aku yakin bahwa aku tidak berada di gua ataupun berada di dimensi tempat tinggal ketiga peri hutan yang kukenal. Aku bahkan belum sempat berpamitan pada mereka.


Aku mengamati sekitar. Tidak ada apa pun, hanya kekosongan yang kurasakan. Lalu ekor mataku tak sengaja menangkap sekelebat bayangan.


Kepalaku menengok ke sana-sini, mencari bayang tadi. Tapi hasilnya nihil. Aku tidak menemukan apa pun.


Apa tadi hanya khayalanku saja?


“Halo, saudariku.”


Seseorang menyapaku. Tapi tidak ada siapa pun. Hanya aku di sini, sendirian.


“Siapa kau?” tanyaku waspada meskipun aku tak melihat di mana keberadaannya.


“Aku saudarimu. Kita akan bertemu ketika aku sudah siap untuk bersatu denganmu lagi.”


Kalimatnya terdengar ambigu. Tapi aku tahu apa maksudnya.


“Kau, jangan-jangan―”


“Sampai jumpa.”


Ctak!


“Ah!”


Aku terlonjak bangun dari tidurku.


“Haahh....”


Napasku memburu. Tadi itu mimpi. Aku benar-benar memimpikannya! Setengah dari jiwaku! Ya... walaupun cuma suaranya yang kudengar. Tapi ini adalah langkah besar untuk menemukannya!


“Sheyla! Syukurlah Anda sudah sadar!”


Aku mendongak, menemukan Microna yang tengah menatapku intens, raut wajah tampak khawatir. Eh? Apakah aku sudah kembali?


Lantas kurasakan Microna memelukku. Dia terisak.


“Apakah Anda tahu? Hamba sangat mengkhawatirkan Anda! Selama tiga hari, Anda menghilang. Lalu Anda ditemukan oleh Fajar pagi ini di depan gua. Apa Anda tahu, saat Anda menghilang, hamba merasa bahwa hamba sebaiknya bunuh diri saja ketimbang mengetahui Anda dalam bahaya!”


Hah.


Aku menghilang selama tiga hari lalu ditemukan di depan gua pagi ini?


Melintasi dimensi lain ternyata beresiko seperti ini.


“Aku hanya melintasi....”


“Apa? Anda ke mana saja selama tiga hari ini?” Microna langsung bertanya. Dia melepaskan pelukannya. Derai air mata masih melekat di pipinya.


Kuedarkan pandanganku. Ada Fajar, Felicia, Stay dan Lightning. Raut wajah mereka semua terlihat cemas.


“Anda pergi ke mana saja?”


Fajar menimpali, “Ya. Sheyla, kau ke mana saja?”


“Aku....”


Aku menunduk, memainkan jari-jariku. Lalu aku menatap mereka dan menghela napas. Sebaiknya aku jujur saja.


“Aku melintasi dimensi lain. Yah, benar, aku pergi ke dimensi lain. Aku bertemu dengan ibuku, bertemu dengan naga-naga yang menghilang dari Neo, bertemu dengan tiga peri hutan yang seharusnya telah punah, dan aku melihat tiga masa depan di Pohon Kehidupan,” jawabku ringkas.


Mendengar jawabanku sukses membuat mereka melotot, malahan bola mata mereka tampak hampir copot.


“APA?!”


Balasan serempak dari mereka sukses membuatku harus menutup kedua telingaku yang berdengung kesakitan.


...❀ ❀ ❀...


Tbc.