My Own Korean Drama

My Own Korean Drama
Bab 18 - Love Poem



Cinta tidak selamanya sesuatu yang manis


Mungkin pedas, asin, gurih, bahkan


Pahit


Musim Panas 2015


Kakiku melangkah masuk ke dalam gedung PE. Keributan membuatku berhenti sesaat di depan pintu studio Gu Boy. Aku memasukkan kepalaku untuk melihat keadaan di dalam. Ada Min-wook, Dae Ho dan Hyun Sik. Min-wook dengan nada tingginya memaksa Hyun Sik untuk memakai lirik buatannya, Hyun Sik mengerutkan dahinya melihat isi kertas di tangannya, sedangkan Dae Ho duduk mengamati kertas yang berbeda sambil beberapa kali mencoret kertas di depannya.


“Ini lebih cocok untuk menjadi sebuah puisi ketimbang lagu, mungkin kita bisa memasukkan ini untuk narasi di depan lagu,” ucap Hyun Sik.


“Ya! Aku ingin menyanyikan lagu ini! Semalam suntuk aku mengerjakan lirik ini!” Seru Min-wook tak terima.


“Ya!” Seru Dae Ho mendekat pada mereka kemudian melempar kertas di tangannya ke meja di depan mereka.


“Ya…. Dae Ho Hyung memang selalu terbaik!” Seru Hyun Sik saat membaca kertas milik Dae Ho.


“Baiklah lagu Love Poem sudah selesai, kita rekaman besok Hyung!” Seru Dae Ho kemudian kembali duduk di sofa ruangan itu. Aku pergi tanpa suara. Kurasa mereka pun tak sadar bahwa aku berada di ruangan itu.


Agustus 2018


Lagu dengan lirik buatan Min-wook yang diperbaiki Dae Ho kemudian diberi judul Crisis. Entah bagaimana ceritanya lagu yang awalnya berjudul Love Poem menjadi Crisis. Saat ini aku duduk di salah satu bangku tribun. Jamsil Olympic Stadium. Tempat megah yang tidak pernah terpikirkan olehku bahwa tujuh pria itu akan mengadakan konsernya disini. Saat ini mereka bukan lagi boyband kecil. Penuhnya stadion ini adalah tanda salah satu tandanya. Apapun yang mereka lakukan akan dilihat oleh jutaan manusia.


“Hidup tidak selalu indah. Terkadang ada sebuah krisis yang menerpa hidup kita tapi tidak semua krisis akan menghancurkan kita. Beberapa krisis datang untuk menguatkan bahkan menjadi alasan kita ingin melihat hari esok.” Min-wook bermonolog. Lagu Crisis dilanjutkan kemudian berakhir dengan indah.


MY OWN KOREAN DRAMA


Aku tidak langsung pulang setelah konser selesai. Manajer Gu Boy, Jae Eun-ssi, menghampiriku dan menggiringku ke ruangan Gu Boy. Kurasa ini adalah tempat member menyimpan barang pribadinya, terlihat jelas dari tempat yang berantakan. Sekedar informasi, biasanya mereka meminta 2 ruangan yang berbeda untuk bertemu dengan kenalan dan tempat mereka istirahat. Tempatku berada saat ini sudah jelas tempat istirahat mereka. Sial! Aku pasti akan lama disini. Banyak orang yang harus mereka temui setelah konser selesai.


Aku melempar diriku ke salah satu sofa disana. Sebuah syal abu di atas meja kopi menarik perhatianku. Inisial M-w tertangkap di indra penglihatan. Ini pasti milik Min-wook. Syal ini sudah terlihat usang. Aku masih ingat bahwa warna aslinya lebih gelap ketimbang yang kupegang saat ini. Kurasa Min-wook terlalu sering memakainya. Aku menyandarkan tubuhku ke sofa hingga pada akhirnya aku tertidur.


Suara gaduh menarikku kembali ke dunia nyata. Wajah maknae line adalah pemandangan pertamaku saat membuka mata. Aku tersenyum melihat mereka bertiga. Ketiganya mundur saat aku bangkit dari posisi tidurku.


“Sepertinya Nuna sudah lama menunggu disini,” ucap Eun Hyuk.


“Mengapa Nuna disini?” Tanya Dae Ho


“Tentu saja untuk bertemu dengan kita!” Seru Il Hoon kemudian memelukku sekilas. Mataku terus mencari Min-wook. Batang hidungnya tidak terlihat bahkan para staf sudah ikut masuk ke ruangan ini.


“Dimana Min-wook?” Tanyaku berbisik pada Hyun Sik.


“Dia masih di ruang lain bertemu dengan keluarganya,” jawab Hyun Sik sama berbisik nya. Aku mengendus kemudian memaksakan sebuah senyum. Cukup lama aku duduk namun Min-wook tak muncul juga. Lee Ji Ah, manajerku masuk untuk menjemputku. Aku kembali menghembus nafas lelah. Dengan berat aku bangkit dari tempatku duduk kemudian berpamitan dengan member lainnya. Hyun-sik menahanku kemudian mengeluarkan sebuah album milik mereka dari balik jaket yang dikenakannya.