My Own Korean Drama

My Own Korean Drama
Bab 11 - Kencan



Ini Min-wook. Kini aku menenteng sebuah tas plastik sambil berjalan menuju ke tempat Chris berada. Setelah Chris meminta untuk lari bersama, aku segera menelpon Jae Eun Hyung bahwa aku tidak akan kembali ke studio hari ini. Entah mengapa berita kencan itu tidak terlalu memukulku meskipun bisa saja popularitas Gu Boy menurun karena itu. Bukan berarti aku tidak memikirkan member lain yang berbagi takdir denganku. Menurutku popularitas akan menurun tanpa kita dapat prediksi kapan itu terjadi, jika waktuku adalah saat berita kencan beredar, aku akan menerima itu selama aku masih dapat menikmati hidup bersama orang yang aku cintai.


Aku berhenti sejenak menatap Chris dari jauh. Gadisku itu sedang duduk di atas rerumputan hijau di tepi sungai. Kakinya diluruskan ke depan sedang tangannya menutup tubuhnya. Matanya terpejam sambil mendongak seakan menatap langit. Aku mengambil ponsel dari kantong celanaku kemudian mengambil foto Chris dari kejauhan. Aku tersenyum melihat hasil fotoku, gadis itu terlihat sangat relaks. Aku memasukkan kembali ponsel ke saku celanaku sebelum akhirnya melanjutkan langkahku menuju Chris. Gadisku itu berbalik menatapku saat jarak kami tinggal beberapa langkah.


“Tteokbokki!” jeritnya menggemaskan. Aku tidak pernah melihat Chris serileks ini. Aku mengulurkan tangan yang memegang tas plastik padanya. Dengan senyum sumringah Chris menerima kantong plastik dari tanganku. Aku duduk di sebelahnya saat gadis ini mulai mendulang makanan berwarna merah ini ke dalam mulutnya. Chris kemudian menatapku lalu tersenyum sambil mengangkat sendok hendak menyuapiku. Aku membuka mulutku menerima suapan darinya. Ini adalah tipikal kencan yang selalu aku impikan. Entah mengapa baru terkabul saat ini. Aku selalu memimpikan hari ini. Hari dimana aku tidak memikirkan akan ada paparazi yang mengikuti kami.


“Darimana kau bisa menemukan tempat ini?” Tanya Chris setelah menelan tteokbokki-nya.


“Arsen,”


“Tunggu! Arsenio Callahan?!” Jerit Chris histeris.


“Mengapa Nuna begitu  histeris?” Tanyaku sedikit bingung.


“Astaga! Aku sangat mengidolakan dia! Ayolah kenalkan aku padanya!” Rengek Chris menggemaskan. Aku tidak pernah tahu bahwa Chris mengidolakan Arsen.


“Aku akan mengenalkan Arsen pada Nuna jika dia mengunjungiku,” ucapku tersenyum menatap wajahnya yang cerah. Sekedar sebagai informasi tambahan, tempat ini bukanlah alam asli. Ini adalah tempat alam terbuka buatan yang sengaja dibuat untuk keperluan tertentu, atau jika beruntung sepertiku bisa digunakan untuk kencan.


MY OWN KOREAN DRAMA


Hari itu kami habiskan dengan bermanja-manja di tepi sungai. Tidak, aku tidak kabur dari perusahaan. Kami berdua ijin, dan Go PD-nim langsung mengiyakan. Aku senang melihat Chris dengan binar mata secerah hari ini. Kini Chris tertidur di kursi penumpang sebelahku. Perjalanan kembali ke Seoul masih cukup panjang.


Aku berjanji akan selalu menemani gadis ini apapun yang terjadi. Melihat bagaimana Chris dapat terlelap tanpa obat-obatan membuat hatiku lebih tenang. Aku mengerti seberapa tertekannya Chris. Aku mengerti bahwa industri hiburan membuatnya tidak dapat tenang menjalani hidup. Aku berharap suatu saat nanti Chris kembali dapat terlelap seperti ini, tanpa obat-obatan apapun keadaannya.


Kepala Chris bergerak pelan. Tubuhnya menggeliat kecil lalu matanya mulai terbuka. Bibirnya tersenyum tipis. Wajah Chris yang baru bangun tidur terlihat sangat polos. Aku ikut tersenyum melihat bagaimana seorang aktris terkenal sepertinya menggeliat seperti bayi di kursinya. Mata gadisku mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya meraih tanganku memeluknya posesif. Aku merelakan tangan kananku dipeluk oleh Chris sepenuhnya. Untunglah jalanan sepi jadi aku masih bisa mengemudikan mobil dengan satu tangan.


Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mobilku masuk ke dalam parkiran apartemen Chris. Gadisku ini masih tertidur dengan memeluk tanganku. Aku menatap wajah Chris untuk beberapa saat. Ada rasa tidak rela untuk berpisah dengannya malam ini. Aku selalu ingin berada disisinya, berada di dekatnya. Aku sama sekali tidak berniat membangunkannya. Aku hanya ingin menatapnya seperti ini, selama mungkin.


“Kita sudah sampai?” Tanya Chris yang kembali menggeliat.


“Nuna ingin pergi ke tempat lain lagi?” Tanyaku menawari Chris.


“Bisakah kita hidup seperti ini? Selamanya?” Tanya Chris dengan tatapan polos seakan itu keinginan dari hatinya yang paling dalam.


“Aku berjanji akan membuat Nuna hidup seperti ini selamanya.” Aku mengucapkannya tidak sekedar membalas orang yang baru bangun tidur. Aku benar-benar akan memberikan kehidupan damai pada Chris, suatu hari nanti.


Setelah mengantar Chris aman di apartemennya, aku kembali ke dorm. Kali ini bukan lagi apartemen kecil yang dihuni 7 orang. Dorm milik Gu Boy sudah jauh lebih baik, sangat lebih baik. Dulu kami memang tinggal di daerah Gangnam tapi sayangnya tidak semua orang tahu bahwa tidak semua daerah Gangnam merupakan bagunan berkelas, dan Gu Boy dulunya tinggal di daerah yang dipandang sebelah mata itu. Kini tempat tinggal kami menjadi lebih baik. Mungkin letaknya dari gedung PE lebih jauh dari dorm sebelumnya tapi fasilitas yang kami dapatkan jauh lebih baik. Kami belum mencapai hunian mewah berharga miliar won tapi aku yakin suatu hari nanti, aku akan mendapatkannya.


Aku mengambil sekaleng bir dari kulkas lalu pergi ke balkon untuk menyesapnya perlahan. Gemerlap kota Seoul menjadi pemandangan yang selalu kulihat di kala malam. Aku menumpukan lenganku pada pagar yang terasa dingin. Musim dingin akan segera berlalu, aku harap kabar kencan itu berlalu bersama musim dingin. Aku melirik ke belakang saat mendengar pintu bergeser. Itu Hyun-sik, leader Gu Boy -jika kalian lupa. Aku melihat dia menggenggam sekaleng bir, aku bertanya-tanya apa yang menjadi topik malam ini.


“Hyung, bagaimana rasanya?” Tanya Hyun-sik setelah tegakan pertama bir.


“Apa?” Tanyaku tidak mengerti.


“Skandal kencan,” jawab Hyun-sik kemudian kembali menegak isi kalengnya.



“Entahlah, aku masih penasaran mengapa aku dahulu,” jawabku mulai mencurahkan isi hatiku.



“Kau berharap member lain dahulu yang terbongkar?” Tanya Hyun-sik. Aku mendengus geli. Benar juga, aku tidak pernah berharap satupun dari kami terbongkar.



“Aku sempat menyesal mengapa terjun ke dunia hiburan, sulit sekali untuk sekedar berkencan, tapi aku kembali teringat bahwa dunia hiburan yang mempertemukan aku dengan Nuna. Kau ingin tahu bagaimana rasanya, aku merasa sebagai tersangka kasus kriminal tak termaafkan.” Aku mencurahkan isi hatiku.



“Apa kau takut, *Hyung*?” Tanya Hyun-sik lagi.



“Aku lebih takut jika harus memilih di antara Nuna, dan Gu Boy. Mungkin jika aku harus memilih, aku akan mengundurkan diri dari dunia hiburan kemudian menjalani hidup normal.” Jawabanku seakan menjadi pernyataan penutup dari topik hari ini. Setelahnya, Hyun-sik menepuk pundakku pelan lalu masuk ke dalam. Aku menghela nafas panjang kemudian menutup mata.



**MY OWN KOREAN DRAMA**



Aku cukup bersyukur berada di Purple Entertainment. Agensi ini memang bukan yang terbesar saat aku masuk tapi menurutku ini agensi terbaik. Ini adalah kali pertama Gu Boy terkena skandal namun, Go PD-nim dengan mudahnya membereskan masalah itu hingga membuat klarifikasi. Satu hal yang membuatku kagum pada agensi ini adalah tidak ada kata maaf dalam klarifikasi. Semua yang tertulis merupakan permintaan dukungan untuk kami, aku dapat melihat komentar positif yang ditinggalkan para Luv, dan Trister.



Skandal kencan sudah tidak lagi bersuara seakan semua umat di dunia mendukung kami. Meskipun kami bebas untuk berkencan, aku masih pergi ke tempat-tempat tertutup yang terkadang memakan waktu berjam-jam untuk sampai. Ini adalah minggu kedua setelah berita awal skandal kencan. Chris kembali ke kegiatannya sebagai aktris, dan aku kembali dengan kesibukanku mempersiapkan *comeback*.



Seperti hari-hari menjelang comeback lainnya, aku berbaring di studio tari dengan nafas yang nyaris habis. Ini bukan lagi studio tari kecil, dan panas. Studio yang saat ini berbanding jauh dari studio yang aku gunakan dulu bersama Chris. Aku memejamkan mata kembali ke hari-hari itu. Aku adalah salah satu saksi hidup bagaimana Chris belajar bahasa Korea, belajar menari, hingga belajar menangis. Aku tak pernah sekalipun melihat Chris menyerah. Mengingat skandal kencan itu bisa saja menjatuhkannya, ada sedikit rasa kesal dalam dadaku. Aku tahu bahwa dunia hiburan bukanlah tujuan awal Chris tapi masalahnya aku juga tidak tahu alasan sebenarnya Chris masuk ke industri ini.




“*Hyung*, kau harus melihat ini,” ucap Hyun Sik sambil memberikan ponselnya padaku. Aku mengambil ponsel Hyun Sik. Mataku terpaku pada headline berita itu, “Wawancara Eksklusif Dengan Pelapor Rumor Kencan Trine Mckenzie dan Min-wook Gu Boy”. Berita itu berisi wawancara dengan orang yang membuka hubunganku dengan Chris kepada Rispact. Intinya orang ini mengenal orang dari masa lalu Chris. Pikiranku hanya tertuju pada satu orang, Auriga, tapi mengapa? Aku menahan gemuruh di dalam dadaku. Aku mengembalikan ponsel pada Hyun Sik dengan tatapan datar setengah marah. Aku kembali berbaring di lantai pasrah.



**MY OWN KOREAN DRAMA**



“Jadi dia adalah asisten penata rias Gu Boy, kami memindahkannya untuk sementara karena posisi penata rias Chris kosong, kami belum dapat menghubunginya,” ucap Go PD-nim. Saat ini kau berada di ruangannya. Hanya ada kami berdua. Aku langsung mengunjunginya saat jadwalku hari ini selesai. Aku sengaja mengatur jadwal untuk berbicara dengan Go PD-nim setelah selesai latihan *comeback* Gu Boy.



“Apa kau akan menuntutnya?” Tanyaku dengan penuh harap jawabannya sesuai keinginanku.



“Seseorang sudah membayar dendanya.” Setelah pernyataan pelunasan denda, suasana sendu mengisi atmosfer kami. Aku diam menatap ke jendela luar dengan pemandangan matahari yang mulai terbenam.



“Apa Chris baik-baik saja?” Tanyaku.



“Sepertinya dia ingin vakum beberapa saat,” jawabnya sedih.



“Apa kau akan mengijinkannya?” Tanyaku kembali.



“Dia sudah cukup tersiksa, aku tahu jiwanya bukan di industri ini, dia sudah bertahan cukup lama,” ucap Go PD-nim lalu mengendus lelah. Jika Chris berhenti, dia akan kembali ke London, dan jika itu terjadi masihkah kami bersama?



“Bisakah PD-nim berjanji satu hal padaku?”



“Apa?”



“Tolong sebisa mungkin tahan Chris untukku,” pintaku.



“Aku akan berusaha,” jawabnya kemudian memandang keluar jendela. Aku bangkit dari kursi hendak keluar ruangan.



“Aku pergi,” ucapku pamit.



“Min-wook a,” panggil pria itu lalu aku berbalik.



“Lepaskan apa yang perlu dilepaskan, tahan apa yang perlu ditahan,” ucap Go PD-nim yang membingungkanku. Aku memandang sesaat pria di depanku. Suara pendingin udara seakan membenarkan ucapannya. Aku terpaku menahan air mata yang ingin turun. Tanpa sepatah kata pun aku meninggalkan ruangannya.



**MY OWN KOREAN DRAMA**



Apa kau tahu bagaimana rasanya saat berita kencanku tersebar? Rasanya aku menjadi tersangka utama sebuah pembunuhan. Kencan seakan menjadi dosa besar bagi seorang yang bekerja di industri hiburan, terlebih aku seorang idol muda. Chris juga terkena dampaknya. Beberapa iklan hampir saja memutuskan kerjasama karena berita itu. Aku tak mengerti mengapa ada orang yang berusaha menjatuhkan kami. Aku tidak tahu kesalahan apa yang pernah aku lakukan pada orang itu.



Aku cukup iri melihat teman-teman seusiaku yang mempublikasikan kekasihnya dengan bebas. Walau tidak semua orang melakukannya, aku juga ingin dengan bangga menggandeng tangannya saat berjalan di tepian Sungai Han, atau mungkin hanya sekedar mengunggah tempat yang sama di sosial media ku.



Aku selalu bermimpi untuk berkencan dengan orang pilihanku kemudian menikahinya. Aku juga ingin menggantungkan gembok di pagar Namsan Tower seperti pasangan muda lainnya. Apakah seorang *entertainer* tidak boleh merasakan manisnya berkencan? Sudah banyak dari mereka yang mendadak jatuh karena kata kencan berada di sela-sela headline berita mereka. Untuk sesaat aku benci kata kencan.