
Aneh,
Tidak normal,
Jarang ditemukan.
Pemeran utama yang terlambat.
Ini Park Min-wook. Aku adalah laki-laki yang selalu mempermasalahkan apapun, jika kalian lupa. Sebagian dari kalian akan mengira Auriga adalah pembawa alur kisah Chris, kalian salah. Akulah yang akan membawa kalian menyusuri kisah Chris. Seperti judul bab ini, inilah sambutan pemeran utama yang terlambat. Sebenarnya aku tidak berpikir untuk ikut menulis kisah ini tapi Chris memaksaku melakukannya, semoga ini tidak aneh. Aku akan memulai kalimat dengan perkenalan agar kalian tahu mana sudut pandangku, dan mana sudut pandang Chris. Aku akan kembali lagi nanti. Last but not the least, here we go, Trine McKenzie and her own Korean drama.
Korea, Desember 2013.
Jantungku berdegup kencang, darah seakan surut dari tubuhku. Tidak sampai semenit, panggung debut ku akan dimulai. Ini akan menjadi panggung penentuku. Seperti ucapan Hyun Sik, ini bukan hanya nasibku. Ada enam orang lainnya yang berbagi nasib denganku. Kami berenam naik ke panggung yang gelap. Seseorang di telinga kami menghitung mundur dari sepuluh. Aku memejamkan mata berusaha menenangkan diriku. Saat hitungan habis, lampu menyala, dan lagu berputar. Tidak ada sorakan keras yang terdengar. Hanya sorakan beberapa orang saja.
Sebuah suara seakan menembus lagu, dan teriakan lainnya. Itu suara milik Chris. Aku mencari wajah gadis itu. Aku tersenyum saat melihatnya. Tidak akan ada seorang pun yang mengira bahwa gadis yang berteriak adalah aktris yang dilihatnya di layar kaca. Rambutnya diikat ke belakang. Gadis itu memakai kaos kuning kebesaran dengan overall denim berwarna cerah. Aku penasaran apakah tidak dingin mengenakan pakaian seperti itu di musim dingin. Dari atas sini aku dapat melihatnya sebagai fangirl yang histeris melihat idol baru debut.
Chris duduk di sofa ruang tunggu saat kami bertujuh kembali. Kini gadis itu mengenakan mantel abu-abu ditambah syal kuning mustard. Aku sedikit lega melihatnya berpakaian lebih hangat. Gadis itu memegang buket bunga Maehwa. Ini musim dingin, seharusnya tidak ada bunga Maehwa, entah darimana dia mendapatkannya. Trio maknae mendahuluiku masuk ruangan. Mereka bertiga memang paling semangat untuk bertemu Chris, selain karena Chris mempesona, aura keibuannya sangat cocok untuk ketiga bungsu Gu Boy ini. Seperti biasa Jung Seo bertingkah aneh dengan menciumi bunga pemberian Chris. Il Hoon, dan Wook Ok akan bercanda sendiri di depan Chris.
“Nuna!” Sapa Hyun Sik yang muncul dari belakangku. Chris melambai pada Hyun Sik sambil tersenyum lebar. Aku menatap Chris. Kini dia adalah sunbaenim untukku. Aku tidak bisa mengajaknya kencan semudah itu. Ada pers yang haus akan skandal menghadang. Saling kenal selama tiga tahun bukanlah alasan yang bisa digunakan untuk mengiyakan ajakan kencan. Aku perlu waktu yang tepat, semoga saat waktu itu datang, Chris belum menentukan pilihan.
Inilah sambutan pemeran utama yang terlambat. Inilah alasan mengapa peran utama terlambat memberi sambutan, karena waktu. Apakah aku akan berakhir bersama Chris? Bisa jadi iya, tapi bisa jadi pemeran utama ini hanyalah orang ketiga yang menceritakan kisah ini. Saat aku menulis ini, Chris belum menentukan pilihannya, dan kurasa bagian itu akan ditulis oleh Chris, bukan aku. Berdoalah bahwa pilihan Chris, dan pilihanmu sama. Semoga kisah ini membantu kalian menemukan kisah cinta yang kalian inginkan.
MY OWN KOREAN DRAMA
“Nuna mengajak kita untuk menonton dramanya bersama, kalian mau?” Tanya Hyun Sik yang sedang bersantai di ruang tamu dorm. Trio maknae serempak mengiyakan.
“Astaga aku tidak sabar melihat Nuna berciuman dengan aktor terkenal itu!” Seru Eun Hyuk. Spatula kayu di tanganku mendadak jatuh. Chris berciuman dengan lawan mainnya?!
MY OWN KOREAN DRAMA
Ini Chris. Sebelum 2013 berakhir, banyak hal baik terjadi pada hidupku. Aku memang belum mendapatkan peran utama tapi second lead couple tidak seburuk itu bukan? Akhirnya aku bisa membayar apartemen sendiri. Tidak terlalu besar, dan mewah, tapi ini lebih dari cukup untuk tinggal seorang diri. Walaupun kepindahanku berarti juga aku harus meninggalkan tujuh laki-laki yang berbagi perjuangan bersama, aku tidak menyesal. Mereka sudah debut jadi aku akan jarang memiliki waktu dengan mereka.
Aku baru saja menyelesaikan adegan terakhirku. Aku tidak sabar untuk menonton hasil akhirnya nanti. Apa aku perlu menonton bersama Gu Boy? Kurasa itu ide bagus. Aku mengambil ponselku kemudian mengetik pesan di grup obrolan.
Christina McKenzie
Dramaku akan tayang mulai Senin depan, kalian mau menonton bersama?
Kim Hyun Sik
Tentu, Nuna!
Kim Il Hoon
Aku tidak sabar melihatmu di tv!
Kim Jung Seo
Nuna mendapat peran apa?
Christina McKenzie
Bukan peran besar
Lee Eun Hyuk
Apa akan ada adegan mmm….
Christina McKenzie
Mmm….
Sebenarnya aku tidak benar-benar berciuman di adegan itu tapi semua yang menonton pasti akan berinterpretasi bahwa aku berciuman. Biarkan mereka menikmati adegan itu juga. Kurasa menyenangkan juga melihat kekecewaan temanku sendiri. Aku tertawa jahat di dalam hati.
Jika orang kantoran akan sibuk di hari Senin, tidak dengan kami. Kami berdelapan memang sudah janjian untuk selalu mengambil hari libur di hari Senin, tapi hari libur kami tidak menentu. Terkadang jika jadwal sudah ditetapkan, kami tidak bisa berbuat apa-apa.
Ruang tamuku sudah tertata serapi mungkin untuk menyambut delapan temanku itu. Terasa aneh, dan tidak sesuai memang mengundang teman laki-laki ke rumah tapi industri ini membuat kami tidak bisa berbuat hal lain. Gu Boy datang lebih dulu. Seperti biasa trio maknae akan mengoceh sendiri. Dae Ho, dan Eun Hyuk menempel secara alami. Kali ini yang berbeda adalah Hyun Sik dan Min-wook. Biasanya Min-wook akan ikut bertengkar dengan trio maknae sedangkan Hyun Sik akan bermain ponsel atau sekedar mengamati anggotanya. Hyun Sik terlihat menemani hyung tertuanya itu yang sedang sendu. Mungkin mereka sedang ada masalah.
Aku berada di dapur saat bel pintu kembali berbunyi. Kurasa itu Ji Hyun. Jika kalian lupa siapa Ji Hyun, dia adalah pegawai Nenek yang aku ajak bicara sebelum aku pergi ke Seoul, bahkan dia mengantarku ke Seoul waktu itu. Ji Hyun memang sering berkunjung untuk membawakan titipan Nenek, tapi aku jarang bertemu karena jadwalku yang sibuk. Biasanya titipannya akan diletakkan di resepsionis tapi karena kali ini aku ada di rumah, aku mengajaknya untuk ikut bergabung. Aku tidak tahu siapa yang akhirnya membukakan pintu untuknya tapi keributan langsung terjadi.
“Jadi kau adalah pegawai Nenek Chris?” Tanya Hyun Sik. Ji Hyun mengangguk kikuk.
“Ya! Kita juga berkunjung larut!” Seru Il Hoon sambil menepuk pundak Jung Seo.
“Hem, kamu benar juga,” jawab Jung Seo pura-pura bijaksana.
“Kau dekat dengan Nuna?” Tanya Wook Ok dengan gemasnya. Ji Hyun dikelilingi laki-laki Gu Boy di pintu depan, semuanya kecuali Min-wook.
“Aku yang menyuruhnya untuk datang,” ujarku menenangkan mereka semua.
“Ya! Mengapa Nuna mengizinkan laki-laki datang selarut ini!” Seru Jung Seo tak terima.
“Kau juga datang larut Jung Seo,” jawabku gemas.
“Tapi… tapi….” Sebelum Jung Seo menyelesaikan ucapannya, aku menarik jaket Ji Hyun keluar apartemenku.
“Maaf untuk keributan itu, aku tidak mengira mereka akan seperti itu,” ujarku sambil mengantarkan Ji Hyun ke bawah. Pria di sebelahku ini mengendus kemudian menjawab, “sepertinya mereka sangat menyayangimu.”
“Begitulah, kami berjuang bersama sejak menjadi trainee,” ucapku sambil menaikkan pundak.
“Sepertinya Nenek tidak perlu khawatir lagi, kau sudah ada yang menjaga disini,” komentar Ji Hyun.
“Kau harus mengatakan itu pada Nenek, dia tidak pernah percaya jika aku yang mengatakannya,” jawabku kemudian terkekeh.
“Aku pergi dulu,” pamitnya saat kami berada di parkiran luar apartemen.
“Hati-hati di jalan,” ucapku kemudian menunggu mobilnya hingga menghilang dari halaman apartemen. Aku kembali ke kamarku setelahnya.
“Apa laki-laki itu adalah kekasihmu, Nuna?!” Seru Jung Seo saat aku masuk. Aku melempar tatapan membunuh padanya.
“Nuna memiliki kekasih?” Eun Hyuk menimpali dengan pertanyaan serupa.
“Kau jahat Nuna!” Seru Wook Ok tak terima.
“Sudah kubilang dia hanya pegawai Nenek, kalian tidak melihat bawaannya?” ucapku sambil menunjuk tas besar yang tergeletak di dekat pintu. Min-wook berjalan malas ke arahku kemudian mengambil tas yang tergeletak itu.
“Ada apa dengannya?” Tanya Eun Hyuk.
“Eun Hyuk Hyung benar, dia tidak menggangguku sejak kemarin,” timpal Wook Ok. Aku menyusul Min-wook yang sedang menata isi kiriman Nenek di kulkas. Aku berjongkok di sebelahnya ikut memasukan satu per satu wadah ke kulkas.
“Kau baik-baik saja?” Tanyaku.
“Ya,” jawabnya dengan nada yang ambigu.
“Kau bisa bicara dengaku jika memang perlu,” ujarku menawarkan tempat cerita.
“Apa yang akan Nuna lakukan jika dirimu menyukai seseorang?” Tanya Min-wook. Jadi ini masalah perasaan. Aku penasaran perempuan mana yang mampu menarik perhatian hyung tertua Gu Boy.
“Entahlah, aku tidak memiliki pengalaman bagus dengan itu,” jawabku apa adanya.
“Bagaimana jika Nuna sudah tahu apa yang akan terjadi, dan itu bukan hal baik?” Tanya Min-wook lagi. Aku berpikir sesaat. Aku selalu berharap tahu apa yang akan terjadi jika aku kembali memperjuangkan Auriga hari itu, tapi kini aku terjebak karena berusaha mencari tahu. Bukankah itu bagus jika aku sudah tahu apa yang akan terjadi?
“Memang apa yang akan terjadi?” Tanyaku balik.
“Menyakiti perasaan?” Jawab Min-wook dengan pertanyaan.
“Jika memang itu akan menyakiti tentu saja lebih baik dihentikan,” jawabku berusaha sebijak mungkin.
“Jika tidak dihentikan itu menghancurkan dua belah pihak, jika dihentikan itu hanya akan menyakiti salah satu pihak, menurutmu bagaimana?”
“Bukankah lebih baik hanya salah satu?” Aku tak tahu apakah ucapanku ini jawaban atau pertanyaan tapi aku yakin ini dapat menjadi bahan pertimbangannya. Min-wook tak menjawab lagi, dia hanya mengangguk-anggukan kepala. Setelah selesai memasukan semua wadah kami berdua berdiri.
“Jadi siapa dia?” Tanyaku penasaran. Min-wook tidak menjawab. Dia hanya tersenyum kecil lalu mengelus kepalaku lantas menuju ruang tamu.
MY OWN KOREAN DRAMA
Sekali lagi ini Min-wook. Sekian sambutan pemeran utama cerita ini. Maaf sudah muncul terlambat, dan membingungkan kalian. Jika nanti akhirnya tidak sesuai harapan kalian, itulah yang realita. Ini bukan seperti drama yang kalian tonton. Ini bukan drama yang akan memanjakan kalian. Ini adalah kisah yang akan membuka mata kalian tentang arti realita dalam percintaan.