
Pada saat ini Keenan sedang berkutat dengan dokumen dimejanya. Ketika dia sedang sibuk tiba-tiba ada teman-temannya datang tanpa mengetuk pintu dan langsung menyapa Keenan.
“Hallo bro!”, sapa Damien
“Sepertinya kau tengah sibuk”, ucap Aslan
“Itu sudah tahu. Kenapa kalian ke sini?”
tanya Keenan
“Kami ke sini menyapa sahabat kita yang memiliki pikiran gila”, ucap Damien
“Ck” Keenan berdecak dengan candaan teman-temannya. Lalu mereka pergi keluar setelah jam makan siang tiba.
“Kita lebih baik makan di restoran biasanya daripada di sini karena aku lapar”, ucap Keenan.
“Itu ide bagus”, ucap Alvin.
Mereka membicarakan soal bisnis.
“Bagaimana kerja sama kalian di Bali?’, tanya Keenan.
“Uhmm ya begitulah meski agak alot dalam bekerja sama dengan klien yang satu ini namun akhirnya mendapatkan kerja sama juga akhirnya meski sedikit di rugikan dengan kerja sama ini”, ucap Aslan
“Apa yang dirugikan?”tanya Keenan.
“Kami harus menambah biaya tambahan untuk guide tour”, ucap Reyhan
“Tapi pemasukan kami lumayan juga daripada tidak ada keuntungan sama sekali”,ucap Alvin.
“Katanya kamu juga kerja sama dengan resto chinese", ucap Damien
“Yap, karena akhir-akhir ini banyak konsumen menyukai chinese food”, ucap Keenan
Pukul 03.00, Keenan pergi menjemput Alia. Keenan melihat Alia jalan bareng dengan Daniel sambil berbincang tanpa adanya teman-teman lainnya.
“Al, akhir-akhir ini aku cari di rumah kamu tetapi kamu gak ada. Kemana kamu keluar akhir-akhir ini?”, tanya Daniel.
“Uhmm..uhmm..aku...aku sebenarnya..uhmm.. gimana ya ngomongnya..”
“Tinggal ngomong aja Al”, ucap Daniel.
“Aku hidup mandiri saja di sebuah kos ya..aku ngekos mau mandiri”, ucap Alia.
“Oh ngekos. Ngekos dimana Al?”, tanya Daniel.
“Di..”, ucapan Alia terpotong oleh kemunculan Keenan.
Keenan langsung bergegas turun untuk menghentikan mereka jalan berduaan. Daniel lalu menyapa Keenan yang berekspresi dingin saat melihat pemandangan Alia berjalan berdua dengan Daniel.
“Alia!”, teriak Keenan.
“Hallo uncle!”, sapa Daniel tanpa digubris hanya memperlihatkan ekspresi dingin.
Keenan memberikan kode kepada Alia dengan sorotan mata tajam. Alia langsung bergegas masuk tanpa mendengar suara Daniel yang terlihat bingung.
“Masuklah Alia!”, perintah Keenan tanpa terbantahkan.
Keenan dan Alia masuk ke dalam apartemen bersama. Lalu Keenan mengungkapkan perasaannya kepada Alia tentang kecemburuannya.
“Al, kenapa kamu hanya berjalan berdua dengan pria itu saja? Kemana lainnya?”, tanya Keenan dengan nada kesal.
“Al, kamu punya bibirkan? Aku bertanya jawablah”, ucap Keenan setengah bernada marah.
“Al! Aku tidak suka kamu berjalan berdua dengan pria lain. Kamu harusnya ngertiin aku sebagai seorang suami. Sekarang jawablah pertanyaanku”, ucap Keenan yang marah.
Usai marah, Keenan langsung meminta maaf dan memeluk Alia yang sejak tadi hanya diam saja tanpa menjawab.
“Maaf, jika aku terlalu membentakmu”, ucap Keenan
Lalu Keenan menyuruh Alia membersihkan diri ke kamar mandi.
“Pergilah, bersihkan diri”,lirih Keenan dengan memberikan kecupan dikeningnya.
Sementara Adele terus bertanya dengan Elena kenapa uncle Keenan tidak pulang? Elena memberikan pengertian dengan mencari-cari jawaban agar keponakannya tidak curiga.
“Aunty, kenapa uncle Keenan akhir-akhir ini tidak pernah makan bersama kita dan jarang banget di rumah?”, tanya Adele.
“Dia itu sedang sibuk sekali, terkadang kita tidak tahu pekerjaan akan menguras waktu dan kadang pekerjaan memberikan kita waktu bisa berkumpul bersama. Jadi, kamu mengertilah kesibukan orang dewasa suatu saat kamu juga akan mengalami seperti uncle mu itu”, ucap Elena.
Mereka makan berdua di meja makan sambil berbagi pengalaman saat di sekolah maupun kerja.
“Bagaimana sekolahmu sayang?”, tanya Elena.
“Good aunty”, ucap Adele.
“Apakah kamu tidak berantem lagi dengan saingan beratmu itu?”, tanya Elena dengan menggoda.
“Masih sih aunty, tapi Adele coba untuk mengalah dan menghindari berantem dengannya karena lama-lama ifil”, ucap Adele.
“Itu bagus, pokoknya kalau mau saingan itu harus sehat”, ucap Elena.
“Bagaimana dengan restoran aunty?”, tanya Adele.
“It’s good. Akhir-akhir ini banyak yang reservasi”, ucap Elena.
“Bagus dong aunty, berarti masakan aunty sangat enak”, ucap Adele.
“Iya sayang, makasih”, ucap Elena.
Setelah menyelesaikan makan malam Keenan dan Alia tidur di satu ranjang. Ketika Alia akan memunggunginya, Keenan menarik lengannya dan menyuruh Alia tidur menghadap dirinya. Keenan memeluk erat Alia dan mencium bau harum wewangian di rambutnya sambil mengusap kepala.
...
Bel istirahat berbunyi, mereka berbondong-bondong ke kantin. Alia, Adele, dan Amanda pergi ke kantin bersama. Mereka memesan bakso dan jus jeruk. Ketika mereka sedang makan, Daniel dan Bams menyapa mereka dan ikut bergabung dengan ketiga cewek itu.
“Hai girls!”, sapa Bams dengan duduk di samping Amanda.
“Hai”, sapa Alia balik.
“Wahh, mie ayamnya kayaknya enak. Aku jadi lapar nih”, ucap Bams dengan mengusap perutnya.
“Pesanlah sebelum bel masuk berbunyi”, ucap Amanda dengan menyeruput es teh.
“Aku pesan dulu ya Daniel. Kamu mau nitip sekalian gak?”, ucap Bams.
“Samain aja dengan kamu pesan”, ucap Daniel.
“Ok”, ucap Bams.
Pada saat mereka mengobrol dengan begitu dekat, Bella, Ayu dan Winda melihat mereka akrab membuat mereka tersenyum sinis dan Ayu malah mengompori Bella yang sedang terbakar api cemburu.
“Bel lihat tuh Daniel. Mereka sok akrab banget”, ucap Ayu.
“Kita mending menghampiri mereka sebelum Daniel kamu direbut oleh Adele”, ucap Ayu.
“Ayo”,ajak Bela dengan ekspresi besengut.
Bella menghampiri mereka dengan dua krucul sambil menyapa Daniel. Lalu Bella mengajukan protes kepada Daniel kenapa dia mau makan bersama groupnya Adele?
Daniel malah menjawab dengan ketus dan Bams malah membetulkan.
“Terserah saya”, ucap Daniel.
“Betul”, ucap Bams sambil mengunyah bakmie.
Bella merasa kesal dengan jawaban Daniel yang ketus.
Bella pergi dengan perasaan marah dan dongkol dengan diikuti oleh dua kruculnya.
Bella pergi ke kamar mandi dengan mencuci wajahnya dengan usapan kasar dan mendesis.
Dua krucul Bella menenangkannya.
“Sabar Bel, suatu saat kamu bisa mendapatkan Daniel seutuhnya dengan bantuan kekuasaan orang tuamu”, ucap Winda.
“Benar kata Winda, Bel, apasih yang tidak bisa kamu dapatkan”, ucap Ayu dengan mengusap pundak Bella.
“Benar kata kalian”, ucap Bella dengan senyum menyeringai.
Pulang sekolah, Adele mengajak dua sahabatnya makan ke restoran milik tantenya membuat Alia terkejut.
“Gaes, makan yuk”, ajak Adele.
“Makan dimana?”, tanya Amanda.
“Kita makan di restoran aunty-ku yuk”, ucap Adele.
“Aunty-mu?!”, terkejut Alia
“Gratis gak?”, tanya Amanda.
“Pastinya gratis dong, kan restoran itu milik aunty-ku. Nanti aku akan coba kompromi aunty dulu biar dapat ekstra”, ucap Adele
“Kalau itu semangatku dua kali lipat”, ucap Amanda dengan terkekeh.
Alia memberikan pesan kepada Keenan yang sedang berada di ruang rapat.
Alia:
Uncle, aku pulangnya telat karena Adele mengajak kami makan bersama di restoran aunty Elena.
Setelah itu Alia mengikuti Adele berjalan keluar sekolah. Lalu mereka naik taxi menuju restoran Elena.
Adele langsung bergegas ke dapur menemui tantenya. Adele memeluk tubuh Elena dengan senyum.
“Aunty!”, teriak Adele.
“Adele!”, panggil Elena.
“Aunty, aku ke sini mau minta ditraktir aunty”, ucap Adele.
“Baiklah”, ucap Elena.
“Tapi, aunty harus traktir teman-temanku juga”, ucap Adele.
“Yuk, kita temui teman-temanku”, ajak Adele dengan menarik tangan Elena.
Adele mengajak Elena menemui dua sahabatnya yang tengah duduk di pojokkan dekat jendela. Elena menyapa mereka.
“Hallo semua”, sapa Elena.
“Halo aunty”, sapa balik Alika dengan senyun hangat begitu juga Amanda.
Elena kemudian masuk ke dapur kembali dan menyuruh Agatha untuk melayani keponakannya bersama dua temannya.
“Agatha!”, panggil Elena.
“Kemarilah”, lambai Elena.
“Tolong layani mereka yang ada di pojok dekat jendela itu yang ada tiga cewek dengan baik. Nanti tagihannya saya yang membayar. Menegerti”, ucap Elena.
“Baik bu, saya laksanakan”, ucap Agtha.
Agatha menggangguk kepala dan bergegas pergi dengan membawa buku menu.
Elena pergi ke ruang kerja dan mengirim pesan untuk Alia.
Elen:
Al, bisakah kamu menemuiku di ruang kerja saya yang dekat dapur?
Alia:
Baik aunty.
Lalu Alia pamit dengan kedua temannya.
“Gaes, aku ke toilet dulu ya. Kebelet nih”, pamit Alia.
“Yaudah, jangan lama-lama”, ucap Adele.
Alia bertemu dengan Elena ke ruang kerjanya. Elena memberi pesan kepada Alia agar tidak terlalu canggung atau gugup ketika bertemu maupun berpapasan.
Alia keluar setelah lima belas menit dan bergabung dengan mereka kembali.
Alia meminta maaf kepada mereka karena terlalu lama pergi.
“Gaes maaf, aku lama ya pergi ke toiletnya?”, tanya Alia.
“Enggak kok, makanannya juga baru datang”, ucap Adele.
Setelah selesai makan, mereka bergegas pulang di kediaman masing-masing. Alia telah sampai ke apartemen dan menaruh tas diatas ranjang.
Kemudian Alia bergegas ke kamar mandi membersihkan diri.
Setelah selesai ritual mandinya, Alia mengeringkan rambutnya dan tiba-tiba Keenan memeluk lalu mencium ceruk leher yang menyeruak wewangian dari tubuh Alia yang habis mandi.
Ketika sedang makan malam, Keenan bertanya dengan Alia mengenai pertemuannya dengan Elena di restoran.
“Bagaimana makan bersama di restoran Elena?”, tanya Keenan.
“Sangat menikmati. Makanan yang disuguhkan tidak kalah dengan restoran lain”, ucap Alia dengan senyum senang.
“Syukurlah, kalau kamu menikmati acara makan bersama”, ucap Keenan.