My Love Is Shared With A Young Girl

My Love Is Shared With A Young Girl
Episode 7



Usai pernikahannya sudah sah, Elena memberikan selamat untuk Alia dan Keenan dengan senyuman hangat.


“Selamat untuk kalian. Saya harap kita bisa seperti saudara”,ucap Elena dengan menepuk tangan Alia dalam genggamannya.


“Iya aunty”,lirih Alia yang masih canggung dan belum berani mengungkapkan kata lainnya. Elena mengerti dengan keadaan Alia yang saat ini masih merasa canggung dan bingung.


Elena di sana bukannya merasa sakit hati tapi malah mendoakan pernikahan mereka cepat segera diberikan momongan.


“Semoga kamu segera diberikan anugerah dalam pernikahan ini seorang malaikat kecil”, ucap Elena dengan senyum.


“Amin Elena”, ucap Keenan mengaminin.


Keluarga kecil Keenan juga begitu. Serta teman-temannya yang dihubungi oleh Keenan pun ikut mendoakan pernikahan gila yang diadakan oleh sahabat mereka ini.


“Selamat atas pernikahan kamu yang kedua bro”, ucap Alvin.


“Kamu benar-benar gila”,ucap Aslan.


“Aku selalu mendukung kamu apa yang menjadi keputusan kamu bro”, ucap Damien


“Baik-baik memiliki dua istri”, ucap Aslan


“Selamat kak”,ucap Aisye.


Lalu Keenan membawa Alia ke apartemen miliknya. Keenan membawakan barang-barang milik Alia yang telah dibereskan oleh kedua orangtua Alia. Kini Alia sedang bersihkan diri setelah setengah harian beraktivitas meski hanya kecil-kecilan. Setelah selesai mandi, Alia ke luar dengan memakai kaos dan celana hotpants yang membuat Keenan tidak bisa menahan diri.


“Oh ****, kamu terlihat sexy setelah mandi dan memakai pakaian seperti itu membuat hasratku bangun. Semoga aku bisa menahan sampai kau lulus nanti sesuai janjiku terhadap keluargamu”, ucap isi hati Keenan.


Namun Keenan harus menghentikan hasrat itu karena telah berjanji kepada kedua orang tua Alia untuk melakukan hubungan suami istri setelah Alia lulus sekolah.


Keenan langsung bergegas mandi untuk mendinginkan pikirannya.


Usai mandi, Keenan duduk di pinggir ranjang melihat Alia yang sedang bermain ponsel entah dengan siapa? Lalu Keenan merasa ingin tahu dan bertanya.


“Sweety, kamu sedang chatingan dengan siapa?”


“Aku sedang main kok, bukan chatingan”.


“Kamu main game?”


“Iya”.


“Tapi, kamu kok senyum-senyum sendiri?”


“Oh, aku senyum karena tengah nonton video lucu”.


“Sweety, lebih baik hentikan mainnya. Besok bukankah kamu sekolah”.


“Iya uncle”.


Lalu Alia meletakkan ponsel di atas nakas dan beranjak dari tempat tidur dengan membawa bantal ke sofa panjang namun dicegah oleh Keenan.


“Sweety, kamu mau kemana?”


“Aku mau tidur”.


“Iya, aku tahu kalau kamu mau tidur. Terus kamu membawa bantal mau tidur kemana?”


“Ke sofa panjang itu”.


“No, kamu tidurlah di ranjang ini bersamaku”.


“Tapi uncle, aku tidak pernah tidur satu ranjang dengan pria”.


“Biasakanlah, karena aku suamimu”.


“Uhhh”.


“Maaf aku tidak bisa uncle karena kurang nyaman”.


“Aku sudah bilang kan, biasakanlah”.


“Sekarang tidurlah di ranjang ini. Apabila seorang istri tidak mematuhi suaminya dia akan menanggung dosanya. Sebab istri harus patuh dengan suami. Kamu tidak boleh membantah”


“Tapi..”


“Usstt”.


“Tidurlah dan tidak boleh dibantah”.


Malamnya Keenan dan Alia tidur satu ranjang setelah melewati perdebatan yang begitu panjang.


Alia tidur dengan memunggungi Keenan karena baru pertama kali Alia tidur bersama dengan seorang pria yang membuatnya gugup. Sedangkan Keenan yang berada di sampingnya menatap punggung istrinya yang kecil itu dengan tersenyum bahagia karena gadis belia itu sudah sekian lama menambatkan ke dalam hatinya.


...........


Pagi hari pukul 06.30 Alia sudah berkutat ke dalam dapur dengan memakai seragam sekolah. Sedangkan Keenan baru keluar dari kamar dan mencoba mendekati Alia dengan memeluk tubuh istri kecilnya yang membuat Alia terkejut.


“Uncle!”


“Lepasin uncle, biarkan aku memasak dulu takut gosong nantinya”.


“Gak mau, aku ingin mencium bau badan kamu”, ucap Keenan dengan terus menciumi pundak istrinya.


“Uhhhh”, helaan nafas dari bibir Alia.


Setelah selesai sarapan paginya Keenan mengantarkan Alia ke sekolahnya.


“Ayo, kita berangkat bersama”, ajak Keenan. Alia hanya pasrah dan mengikuti Keenan keluar dari apartemen.


Sebenarnya Alia sah-sah saja sebab uangnya akan tersisa banyak untuk dapat makan enak sampai kenyang. Namun Alia takut jika teman sekolahnya menyadari bahwa dirinya diantar oleh sosok yang tak lain paman dari Adele. Alia takut jika Adele kecewa terhadap dirinya.


Ketika sampai di depan gerbang Alia langsung pamit dengan mencium tangan Keenan dan keluar dari mobil sebelum ada yang menyadari jika dirinya diantar oleh seseorang. Keenan melihat sikap Alia menggelengkan kepala.


Lalu Keenan pergi melajukan mobilnya menuju ke kantor. Sesampainya di ruang kerja Keenan melepaskan jas dan duduk membaca dokumen yang diletakkan diatas meja.


Lalu ada sebuah ketukan dari sekretaris bahwa dirinya akan bertemu calon karyawan barunya dan klien di jam siang.


“Tok, tok, tok”.


“Masuk!”, perintah Keenan.


“Mohon maaf pak mengganggu”, ucap sekretaris itu.


“Duduklah”, ucap Keenan mempersilakan duduk untuknya.


“Saya ke sini mau mengingatkan jadwal interview karyawan baru yang telah bapak pilih”, ucap sekretaris tersebut.


“Baiklah”, ucap Keenan.


“Uhmm, nanti pukul 01.00 siang bapak bertemu dengan klien di luar dari China mengenai kerja sama foodgathering dan properti di Kalimantan”, ucap sekretaris itu.


“Baiklah, nanti pukul 01.00 kamu menjemput saya dan kita pergi bersama ke restoran chinese”, ucap Keenan.


“Baik pak, Kalau begitu saya permisi”, ucap sekretaris tersebut.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan urusan kantor dan klien, Keenan langsung melajukan mobilnya ke sekolah Alia untuk menjemput istri kecilnya.


Keenan melihat Alia yang tengah berbincang bersama keponakannya. Keenan tersenyum senang melihat istri kecilnya begitu ceria. Lalu Keenan turun dari mobil dan akan menyapa Adele keponakannya namun Keenan mengurungkan diri takut ketahuan dan membuat keluarga Elena marah juga membuat Elena kecewa setelah melakukan perjanjian untuk menyembunyikan pernikahannya dengan keluarga dari Elena.


Keenan hanya dapat menatap mereka berjalan melewati dirinya di dalam mobil. Keenan hanya dapat tersenyum kecut karena tidak bisa pulang bersama istrinya kembali ke apartemen.


Pada saat telah kembali ke apartemen Keenan membersihkan diri sembari menunggu Alia pulang.


Selesai ritual mandi, Keenan keluar dari kamar mandi dan melihat Alia terbaring di atas ranjang dan masih lengkap memakai seragam. Keenan mendekati dengan memberikan kecupan di dahinya ketika Alia sedang tertidur. Keenan membenahi tubuhnya saat tertidur diatas ranjang dan menatap wajah gadisnya yang terlelap membuat Keenan juga ikut terlelap dengan memeluk Alia sambil mencium lehernya .


Alia terbangun ketika langit berubah menjadi gelap. Alia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu Alia keluar membuat makan malam dan anehnya Alia terkejut melihat semua hidangan sudah tertata rapi. Alia melihat ke arah dapur dan ternyata suaminya yang memasak untuk makan malamnya.


Keenan menyapa dan mencium Alia di keningnya sambil membawa dua piring nasi gorengnya yang di cetaknya seperti bentuk mangkok.


“Good night sweety”, sapa Keenan dengan senyum hangat.


“Duduklah, kita makan bersama”, ucap Keenan yang sudah duduk.


Alia duduk di sebelah Keenan dengan mencium bau harum makanan yang dimasak oleh Keenan. Mereka makan dengan suasana hening.


Setelah makan malam selesai, Alia bergegas merapikan piring-piring dan gelas yang berada diatas meja namun oleh Keenan dihentikan.


“Sweety, tidak perlu dibersihkan. Biarkan aku saja”, ucap Keenan menawarkan diri.


“Tapi uncle, aku yang bergantian membersihkan semua kotoran ini. Uncle yang istirahat karena telah memasakkan banyak makanan. Sekarang giliran aku”, ucap Alia.


“Uhhh, biarkan aku saja”, ucap Keenan.


“No, kita lebih baik bekerja sama membersihkan saja daripada kita berdebat hingga kemalaman”, ucap Alia.


“Itu ide bagus”, ucap Keenan.


Akhirnya mereka membersihkan semua peralatan makan yang kotor.


Setelah menyelesaikan semua peralatan makan kotor Alia pergi ke kamar untuk menata jadwal untuk sekolah esok pagi dan mengulang pembelajaran yang dipelajari.


Ketika Alia sedang sibuk belajar tiba-tiba Keenan datang menyusul ke kamar dan mengajak Alia berbincang untuk memecahkan situasi yang tidak nyaman untuk istri kecilnya.


“Bagaimana sekolahmu tadi?”


“It’s good”.


“Apa ada kendala?”


“Tidak”.


“Di sekolah tadi apa ada hal yang menarik untuk kau berbagi cerita kepadaku?”


“Uhmmm, tidak ada uncle”, jawab Alia dengan menampilkan senyum tipisnya dan berlanjut belajar. Sementara Keenan menghela nafas sambil menyandarkan tubuhnya di ranjang dengan menatap istrinya yang tengah serius belajar.