
Episode 15
Keenan kembali ke apartemen setelah menyelesaikan pekerjaan dan bertemu klien. Ia saat ini terbaring di ranjang sembari menunggu istri kecilnya. Ia sudah merindukan sosoknya.
Sementara Aliya sedang berjalan-jalan di swalayan bersama Daniel setelah di tinggal pergi oleh dua sahabatnya. Mereka berjalan beriringan ke pusat perbukuan.
“Al, kamu ingin cari buku apa?” tanya Daniel.
“Aku mau mencari novel. Kamu sudah tahu hobiku kan?” senyum Aliya.
“Tentu” ucap Daniel.
Mereka membaca ringkasan cerita dalam novel. Lalu Daniel merekomendasikan Aliya novel yang ia pegang.
“Al, novel ini bagus. Ceritanya tak hanya kisah cinta namun dibalut komedi. Kamu gak akan bosan jika membeli novel ini. Trus dalam ceritanya ada pesan-pesan yang di sampaikan soal pernikahan dan perjalanan cinta” ucap Daniel.
“Coba ku lihat” ucap Aliya mengambil buku yang dipegang Daniel.
“Iya, ini sepertinya seru”kata Aliya.
“Aku pilih ini sama yang ku pegang”senyum Aliya.
“Kamu gak beli buku?” tanya Aliya.
“Aku membeli buku yang sama denganmu” jawab Aliya.
“Yaudah, kita ke kasir yuk” ajak Daniel.
Daniel dan Aliya membayar ketiga buku ke kasir. Lalu keluar dari pusat pertokoan buku. Saat akan melanjutkan jalan, Daniel mengajak Aliya untuk makan siang. Aliya berfikir cukup lama membuat Daniel kesal dan menarik tangannya dengan berjalan ke sebuah resto bento. Daniel menyuruh Aliya duduk. Kemudian ia pergi ke tempat pemesanan makanan. Beberapa lama kemudian Daniel kembali membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.
“Nih, makan. Nanti setelah makan kita baru pulang. Aku sangat lapar” ucap Daniel sambil meletakkan makanannya di meja.
“Baiklah” ucap Aliya.
Daniel melahap makanan yang ia pesan sambil membuka obrolan agar lebih dekat dengan Aliya.
“Al, kamu dengan om-om itu ada hubungan apa?”
Aliya tersedat saat mendengar pertanyaan dari Daniel. Daniel kaget dan mengambilkan minuman mineral.
“Minumlah” ucap Daniel.
Aliya mengambil air mineral dari tangan Daniel lalu meneguk sambil mendesah lega.
“Are you ok?” tanya Daniel.
Aliya menjawab dengan menganggukkan kepala.
“A..aku dengannya tidak ada hubungan apa-apa. Ia hanya ada keperluan waktu itu yang membuatnya terburu-buru menyeretku” bohong Aliya.
“Masa, aku lihat om-om itu marah banget denganku” ucap Daniel.
“Masa” sangkal Aliya.
“Iya benar Al, aku melihat ekspresi dan tatapan matanya yang menandakan marah denganku” ucap Daniel.
“Dia itu ekspresinya emang garang Dan. Kamu gak perlu memikirkan”ucap Aliya.
“Sudah, lanjutin makan saja. Kita pulang kesorean malah” ujar Aliya.
Mereka menyelesaikan makanannya lalu berlanjut pulang.
...
Di apartemen Keenan telah bangun dari tidurnya. Ia melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 16.00.
“Apakah ia belum pulang?”
Keenan beranjak dari tempat tidurnya. Keenan berjalan ke dapur namun tidak menemukan gadis kecilnya. Ia lalu membuka kamar lain dan ruangan lain namun nihil. Lalu Keenan kembali ke kamar mengambil ponsel dan mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal. Ia membuka pesan itu. Rahang Keenan mengeras. Ia melihat foto dimana istri kecilnya berjalan dengan pria lain.
“Shit, aku perlu menghukummu sweety” gumam Kenan dengan ekspresi marah sambil mengeratkan gegaman ponselnya sampai otot-ototnya terlihat.
Keenan menunggu Aliya kembali dengan mondar mandir di ruang tv.
Saat hati Keenan sedang gusrah, tiba-tiba mendengar suara pintu apartemen terbuka. Keenan masuk ke dalam kamar dengan berlari sambil menutup pintu pelan.
Keenan menunggu Aliya di kamar. Aliya berjalan ke dapur untuk mengambil air mineral untuk menghilangkan dahaga. Lalu berjalan ke kamar dengan mencoba menghidupkan lampu.
Ketika akan menghidupkan lampu tiba-tiba ada sosok besar yang memeluknya dari belakang membuat Aliya terkejut. Rasa terkejutnya hilang saat Keenan berbisik. “Sweety, apakah kamu sangat menikmati berjalan dengan pria lain?” sambil menggigit kupingnya membuat Aliya merasa terangsang.
“A..aku d..dengannya hanya sahabat seperti waktu kami kecil” gugup Aliya dengan tubuh menegang.
“Oh ya?” ucap Keenan dengan tak percaya sambil membalikkan tubuh Aliya ke depan. Keenan mengangkat dagu Aliya dengan menatap intens kedua bola mata istri kecilnya. “Apa, kamu tidak membohongiku?”
“Tidak” jawab Aliya sedikit gugup.
“Baiklah. Jangan ulangi kembali. Aku sangat cemburu” adu Keenan dengan memberikan kecupan di keningnya.
“Bersihkan badanmu dahulu. Aku akan buatkan makan malam” ucap Keenan.
Aliya mengangguk lalu berjalan ke kamar mandi setelah meletakkan tasnya di meja belajar.
Aliya menutup pintu kamar mandi lalu bersandar di pintu dan tangannya memegang dadanya yang terasa berdebar di bagian organ dalam.
“Uhh~jantungku sangatlah berdebar. Aku merasa gila setiap kali ku melihat sorot kedua bola matanya”
Sementara Keenan berkutat di dapur membuat sarapan malam. Ia membuat spaghetti beaf steak. Ia mulai memotong bawang bombay, bawang putih, daging sapi, mie, dan bahan lainnya untuk spageti beaf steak.
Beberapa lama kemudian masakannya telah siap. Ia mengambil piring untuk diisi. Saat Keenan tengah memindahkan masakannya Aliya datang.
“Uncle, apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Aliya.
“No, no, ini sudah hampir selesai” jawab Keenan.
“Baiklah, aku akan menyiapkan minumannya” ucap Aliya berjalan mengambil gelas.
“Uncle mau minum apa?” tanya Aliya.
“Samain saja minumannya” ucap Keenan.
“Baiklah, aku akan menuangkan orange jus” ucap Aliya.
Selesai semua hidangan tertata di atas meja makan. Mereka mulai menyantap.
“Wow! Rasanya lezat” puji Aliya membuat Keenan tersenyum senang.
“Apakah kamu mau berpaling dengan pria lain setelah merasakan makanan yang ku masak?”
Aliya menjawab dengan unjuk gigi.
...
Aliya dan Keenan berduduk santai di ruang tv sambil menikmati siaran acara sinetron dengan ditemani kripik dan teh hangat.
“Sweety, apa kamu tadi menunjukkan alamat apartemen kita kepada pria itu?” tanya Keenan dengan tangan kiri bertengger di bahu Aliya.
“Tidak. Aku turun di gang rumah. Kami beda gang saja” jawab Aliya.
“Terus kamu pulang ke sini naik?” tanya Keenan kembali dengan alis sebelah terangkat.
“Aku sudah pesan taxi online saat berjalan menuju gang rumah” jawab Aliya dengan menikmati kripik kentang.
“Jika dia curiga dengan hubungan kita. Apa yang mau kamu lakukan?”
“Entahlah. Aku gak mau terlalu pusing masa depan yang belum jelas. Saat ini aku ingin hidup apa adanya” ucap Aliya.
“Uncle gak kembali ke mansion? Nanti di cariin ama aunty Elena”
“Tidak. Aku sudah mengabarinya kalau aku saat ini berada di apartemen” ucap Keenan.
“Bagaimana dengan papa mertua uncle?”
“Dia sudah kembali” jawab Keenan.
Aliya mengangguk-anggukkan kepala sambil tidak lepas dari acara sinetron dan kripik kentang dalam genggamannya.