My Love Is Shared With A Young Girl

My Love Is Shared With A Young Girl
Episode 6



Di kantor Keenan tengah fokus memilih asisten untuk menggantikan asisten lama yang tengah hamil.


Beberapa lama kemudian Keenan memutuskan dua wanita yang memenuhi kualifikasi setelah berbagai pertimbangan yang cukup lama. Lalu Keenan menghubungi bagian HRD untuk menyambangi ruang kerja.


“Hallo, tolong kamu datang ke ruangan saya sekarang!”.


“Baik pak”, ucap Franz.


Selesai menghubungi Keenan menunggu karyawannya dari HRD. Seraya menunggu Keenan menatap monitornya dengan fokus dan tersenyum tipis.


“Sweety, ketika kamu tersenyum terlihat manis dan cantik. Bibir ranum kamu sungguh menggoda. Aku tidak sabar ingin segera memilikimu”, monolog Keenan.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan keras dari luar lalu Keenan mengalihkan photo tersebut ke file pekerjaan setelah menyuruh karyawannya masuk.


“Masuk!”, perintahnya.


“Maaf pak mengganggu”, ucap Franz.


“Ini dokumen yang mengenai calon karyawan yang sudah saya pilih. Tolong hubungi mereka untuk wawancara sesuai jadwal yang tertera di sana”, ucap Keenan.


“Baik pak”, ucap Franz.


“Apakah ada lagi yang ingin anda sampaikan perihal karyawan baru?”, tanya Franz.


“Tidak ada, kamu boleh keluar”, ucap Keenan.


“Kalau begitu saya permisi dahulu pak”, ucap Frans dengan berlalu pergi.


Di tengah Keenan sedang di mabuk cinta terhadap Alia. Kini Alia sedang bermain basket dengan diajarkan oleh Daniel yang begitu semangat. Sedangkan Adele tidak menaruh curiga karena Alia sudah tahu bahwa dirinya menyukai Daniel dan tidak akan menikung sahabatnya dari belakang.


Tapi di sisi lain Bella merasa kesal kenapa dirinya dipasangkan oleh Mahendra yang notabenenya culun banget dan bukan tipenya dengan bibir manyun.


Beberapa lama kemudian mereka bergantian untuk jump shoot dengan pasangan yang dipilih oleh pak Arga.


“Sekarang kalian berganti pasangan sesuai nomor urut!”, tegas pak Arga.


“Baik pak!”, seru kedua pasangan.


Usai penilaian mereka di perbolehkan istirahat.


“Sekarang kalian boleh istirahat!”, tegas pak Arga.


Di sisi lain di tempat berbeda Keenan mendapatkan laporan bahwa Alia bermain jump shoot berpasangan dengan pria tampan dan membuat Keenan begitu marah.


“Kenapa kamu selalu di pasangkan dengan banyak pria di sekitarmu?”, monolog Keenan.


“Aku harus segera meresmikan kamu menjadi milikku sehingga tidak ada pria yang mendekatimu”, kata hati Keenan.


Lalu ia beranjak dari kursi mengambil minuman anggur untuk menenangkan diri.


Keenan merasa bahwa langkahnya terlalu lambat untuk mendekati Alia. Kemudian Keenan berpikir untuk secepatnya dekat dengan Alia agar tidak diburu oleh para pria di sekolahnya ataupun seumuran Alia.


Di tengah malam Keenan sedang merencanakan sesuatu untuk mendekati Alia dan terbesit menyambangi rumah Alia untuk minta segera dinikahkan dengannya.


“Apa aku harus melangkah lebih cepat agar Alia tidak diambil oleh pria lain”, monolog Keenan yang tengah duduk di ranjang dengan bersandar.


Sementara Elena tengah tertidur pulas dengan membelakangi Keenan.


Akhirnya hingga pagi, Keenan berjaga tanpa tidur karena memikirkan cara mendapatkan Alia seutuhnya.


Usai sarapan dan Adele telah berangkat ke sekolah sendiri, Keenan menarik tangan Elena ke ruang tengah.


“Sayang, kenapa kamu menarik tanganku?”, tanya Elena.


“Maaf Elen, aku bukannya ingin menyakitimu. Tapi ada sesuatu yang harus kita bicarakan”, ucap Keenan menatap mata Elena.


“Apa yang ingin kamu bicarakan Keenan?”, tanya Elena dengan mengusap pipi suaminya.


“Soal aku ingin menikah kembali”, ucap Keenan.


Elena terkejut, “Ternyata suamiku tidak hanya asal bicara saja. Aku kira Keenan sudah melupakan perihal menikah kembali. Aku harus kuatkan hatiku demi kebahagiaan suamiku”, batinnya.


“Kamu sudah memantapkan hatimu honey? “, tanya Elena.


“Iya”, ucap Keenan.


“Siapa gadis itu yang telah mengusik hatimu honey? “, tanya Elena.


“Dia teman sekelas Adele”, jawab Keenan.


“Teman sekelas?”, tanya Elena dengan anggukan kepala Keenan.


“Teman sekelas Adele itu ada banyak honey”, ucap Elena.


“Dia tidak hanya teman sekelas tapi juga sahabat Adele”, ucap Keenan.


“Sahabat Adele itu ada dua honey. Amanda dan Alia. Siapa diantara mereka yang membuatmu jatuh cinta?”, tanya Elena.


Keenan menghembuskan nafas dalam lalu mengatakan namanya, “ dia, Alia”.


“Kamu gila honey!”, ucap Elena dengan nada terkejut.


“Baiklah, apa yang harus aku bantu?”, tanya Elena.


Keenan memohon kepada Elena untuk membantunya bisa mendapatkan restu dari ayah Elena. Elena sampai pusing dengan sikap Keenan akhir-akhir ini.


“Aku minta bantuan kamu untuk meminta restu kepada ayah kamu. Aku takutnya dia akan terlalu syok apabila aku yang menceritakan mengenai perihal menikah kembali”, ucap Keenan.


“Please, bantulah aku”,mohon Keenan.


Setelah berfikir keras Elena mencoba membicarakan kepada suaminya jika pernikahan yang akan diadakan dilakukan tanpa sepengetahuan ayahnya dengan alasan jantungnya akan kambuh. Keenan membenarkan perkataan Elena.


Beberapa lama kemudian setelah berdiskusi Keenan menghubungi keluarganya dan mereka menyetujui keputusan putranya.


“Hallo, mom!”, sapa Keenan.


“Hallo boy ada apa?”, tanya Fiona yang tengah asyik membaca majalah diseberang sana.


“Aku mau momy, daddy, dan lainnya bersiap-siaplah terbang ke Indonesia karena..”, ucap Keenan.


“Kenapa kamu menyuruh kami keburu ke Indonesia boy?”, tanya Fiona.


“...karena nanti malam aku ingin melamar seseorang untuk ku peristri”.


“What’s!”, terkejut Fiona.


“Keenan, kamu emang sama Elena berpisah sampai kamu mau melamar seseorang untuk kamu peristri?!”


“No mom, aku tidak bercerai dengan Elena namun entah kenapa aku jatuh cinta kembali kepada seseorang dan Elena juga ikhlas aku madu”.


“Kamu yakin?”


“Ya, mom”.


“Good job boy, momy ingin banget kamu segera memberikan momy cucu yang sudah lama momy dambakan. Semoga ini jalan untuk melengkapi rumah tangga kamu dengan istri keduamu boy. Momy akan siap-siap”.


“Bye boy”.


Pukul 08.00 malam Keenan, Elena, dan kedua orangtua Keenan yang langsung terbang ke Indonesia langsung menyambangi di kediaman Alia untuk meminta restu kedua orang tua Alia secara dadakan tanpa sepengetahuan dari pihak keluarga Elena.


Kedua orang tua Alia terkejut dengan kedatangan pria bule bersama keluarganya menyambangi rumahnya.


“Tok, tok, tok”, suara ketukan pintu dari luar.


“Ya, sebentar”, ucap Anita.


Anita membuka pintu dengan mata terbelalak.


“Maaf, kalau boleh tahu mau cari siapa dan perihal malam-malam datang ke rumah saya ada apa ya mister?”, tanya Anita.


Andre yang tengah membaca artikel di tab, mengalihkan sebentar menemui tamu.


“Anita!”


“Siapa yang datang?”


Anita menoleh ke sumber suara.


“Ini pah, ada tamu bule datang ke rumah kita dengan secara ramai”, ucap Anita.


“Maaf, ada perihal apa ya tuan-tuan, nyonya-nyonya?”


“Sebelum menjawab bagaimana kalau anda sekalian masuk ke dalam dahulu. Takutnya banyak tetangga yang heboh nantinya”, ucap Andre dengan terkekeh.


“Silahkan duduk”, ucap Andre.


Setelah mempersilakan duduk ayah Alia bertanya perihal kedatangan Keenan di kediamannya.


“Ada perihal apa datang kemari malam-malam tuan-tuan, nyonya-nyonya?,” tanya Andre kembali.


“Perihal kami ke sini untuk melamar anak bapak bernama Alia”, ucap Elena mewakili Keenan.


“Apa?!”, kaget Andre.


“Jangan marah dahulu pak, kami tahu kalau anak bapak masih sekolah. Saya juga tahu diri umur anak bapak. Kami juga mengenal Alia beberapa kali bertemu. Saya jatuh cinta dengan Alia ketika dia main ke mansion saya dengan keponakan saya. Dia yang telah membuat hatiku goyah. Sehingga kedatangan saya ke sini bersama keluarga saya untuk meminta restu kepada anda untuk menjadikan putri anda sebagai istri kedua saya.Saya juga sudah meminta restu dengan istri pertama saya dan dia mengizinkan saya untuk menikah kembali”, ucap Keenan dengan detak jantung berdebar ketika melihat ekspresi Andre yang serius. Meski Keenan pria yang selalu ditakuti karyawan namun dia tidak bisa berkutat kepada orang tua dari orang yang dicintainya.


Telah usai di jelaskan terperinci dengan gugup, Ayah Alia sampai tidak habis pikir bahwa anaknya di lamar untuk dijadikan istri kedua.


“What’s! Istri kedua! Semalam aku mimpi apaan sih, sampai ada pria yang berani melamarku dan menjadikan aku istri kedua. Aku tidak habis pikir dengan pikiran suami istri itu”, kata hati Alia.


Ayah Alia berdiam sekejap sekitar lima belas menit untuk berpikir. Lalu ayah Alia mendengar perkataan Keenan kembali, “saya berjanji akan memperlakukan Alia dengan adil seperti selayaknya saya memperlakukan Elena”, membuat ayah Alia berubah pikiran setelah melalui pertimbangan dan menyetujui lamaran Keenan untuk putrinya.


Ibu Alia terkejut bahkan Alia yang berada di samping ibunya tak habis pikir dengan keputusan ayahnya.


“Pah”, bisik Anita yang berdiri di samping suaminya.


Alia masuk ke kamar entah dirinya marah atau menerima perasaan dari Keenan untuk dirinya.


Tiga hari berlalu setelah lamaran Keenan diterima oleh keluarga kecil Alia. Kini Keenan dan Alia melangsungkan pernikahan di KUA untuk menutupi sementara waktu pernikahan putrinya dari banyak orang dan menghindari gosip tetangga di kampungnya.