My Love Is Shared With A Young Girl

My Love Is Shared With A Young Girl
Episode 3



Di sebuah gedung besar pencakar langit, ada seorang pria yang sedang disibukkan dengan teman-temannya yang mengerecoh sambil menikmati minuman anggur.


“Bro, whatshapp!”, teriak Alvin dengan berjalan masuk duduk di sofa dan diikuti oleh Damien, Adam, dan Aslan.


“Kalian ngapain ke sini?”, tanya Keenan.


“Kami ke sini untuk sekadar mengobrol karena sudah lama kita tidak berkumpul dan melepas momen rindu untuk berkumpul bersama”, ucap Damien.


“Iya brother”, ucap Alvien.


“Ck.., kalian boleh kumpul tapi juga jangan berkumpul di sini dan disaat aku sibuk dong”, ucap Keenan.


“Sorry brother, ini semua ide Adam”, kekeh Alvien.


Adam memukul kepala bocah di sampingnya dan berkata, “ayolah man, jangan sibuk kerja terus. Kamu butuh refreshing juga. Kamu bukan robot man”.


Lalu Keenan pergi berjalan menuju lemari untuk mengambil wine. Keenan juga menaruh beberapa minuman soda.


“Minumlah”, ucap Keenan menawarkan minuman.


“Bagaimana kemajuan Villa yang kamu bangun?”, tanya Adam.


“Sudah selesai semuanya”, ucap Keenan.


“Widihh, kapan bro mengajak kita ke sana?”, tanya Alvien.


“Nanti, ada waktunya”, jawab Keenan.


Sementara Adele saat ini sedang memandang Daniel yang asyik bermain basket bersama teman-temannya setim. Adele sangat mengaguminya yang begitu keren saat sedang berolahraga. Adele memberikan semangat kepada Daniel di pinggir lapangan dengan berteriak.


“Daniel!! Fighting!!!!!”


Sedangkan Bella mendengar suara teriakan dari Adele langsung menegur dan Adele tidak mengindahkan.


“Cielah, bikin kuping aku ampe budeg dengar teriakan yang kayak kapal pecah”, sindir Bella.


“Iya nih”, sahut Winda.


Tetapi Bella tetap terus mengganggu Adele sehingga terjadilah perdebatan di pinggir lapangan.


“Kalau aku jadi dia tidak akan mempermalukan diri dengan berteriak. Suaranya saja bikin gendang telinga pecah apalagi kalau bersorak jadi chilider”, ejek Bella dengan tawa dan diikuti oleh dua sahabatnya.


“Terus kenapa? Itu suara aku bukan urusanmu. Kamu juga belum tentu suaranya lebih bagus dariku”, marah Adele.


“Oh ya”, seru Winda dan Ayu bersamaan.


“Kalian tuh, bisa gak sih sehari saja jangan ganggu aku!”, marah Adele dengan nada tinggi.


“Bisa gak sehari jangan mengganggu aku”, tiru Bella lalu tertawa bersama dengan dua temannya.


Adele tidak bisa menahan emosi dan menjambak rambut milik Bella sehingga terjadi perkelahian.


Alia dan Amanda yang melihat perseteruan sengit antara Adele dengan Bella langsung menghampiri memisahkan mereka saat mereka kembali dari kantin untuk ikut bergabung bersama Adele di pinggir lapangan.


“Adele berhenti!”, seru Alia.


“Aku tidak akan berhenti sebelum mereka babak belur ditanganku”, ucap Bella.


“Adele berhenti sebelum pak Hendra yang menegur kita”, ungkap Amanda.


Perdebatan sengit itu lalu terelaikan setelah permainan basket selesai saat Bella melihat Daniel akan melangkah pergi lalu Bella menyusul dengan dua krucul untuk mencari perhatian.


...


Di restoran megah nan mewah, di dalam dapur Elena sedang membantu para pekerja di dapur membuatkan makanan untuk pengunjung yang datang. Hari ini restoran begitu ramai dan membuat dirinya kewalahan dalam menyajikan menu begitupun dengan para chef yang dia pekerjakan.


Sedangkan Keenan melamun setelah kepergian teman-temannya yang terus mengerecoh dirinya. Saat ini Keenan sedang berusaha melupakan seorang gadis bernama Alia yang baru ia temui kemarin. Tetapi hati dan pikiran terus terpaku pada gadis itu. Cinta yang dulu di rasakan sekarang tumbuh kembali dengan perasaan aneh setelah dua puluh satu tahun lalu saat jatuh cinta pertama kali dengan istrinya.


Keenan sudah berusaha, namun itu sia-sia. Lalu Keenan beranjak dari duduknya untuk pergi pulang setelah tidak bisa otaknya untuk diajak bekerja.


Keenan kembali ke rumah di sore hari bersamaan dengan Adele dan dua sahabatnya. Adele menyapa Keenan yang sudah turun dari mobil. Keenan menyapa dan menatap gadis yang kemarin datang dan telah mengusik pikirannya sampai hari ini.


“Hallo uncle!”, sapa Adele dengan melambaikan tangan.


“Sweety, kamu sudah pulang?”, tanya Keenan.


“Iya uncle, baru saja sampai”, ucap Adele.


“Tumben uncle pulang awal. Biasanya suka lembur?”,tanya Adele.


“Iya Del, uncle sedang pusing jadi uncle pulang awal”, ucap Keenan.


“Iya uncle, aku kenalin deh dengan temanku yang belum ditemui uncle kemarin”, ucap Adele.


“Amanda ini uncle ku namanya uncle Keenan dan uncle ini temanku yang satu lagi namanya Amanda”, ucap Adele memperkenalkan mereka.


“Wah uncle kamu tampan sekali Del”, bisik Amanda.


“Salam kenal Amanda”, ucap Keenan dengan senyum.


“Salam kenal uncle”, ucap Amanda.


“Ayo, mari masuk”, ajak Keenan. Lalu Keenan pamit kepada mereka dengan beralasan membersihkan diri. Mereka pun mengangguk.


Usai kepergian Keenan, Adele mengajak kedua sahabatnya duduk di ruang tengah lalu mengambilkan minuman yang ada di kulkas beserta camilan yang ada kemudian ikut bergabung bersama dua sahabatnya yang sudah mengeluarkan buku pelajaran dan selembar kertas tugas . Kemudian mereka mulai sesi belajar kelompok untuk memenuhi tugas dari sekolah di ruang tengah dengan sembari mengobrol hal-hal sepele.


“Gaes kemarin aku dapat kejutan romantis dari Reino”, pamer Amanda.


“Kejutan romantis?”, tanya Adele dengan diangguki oleh Amanda.


“Apa yang dia berikan untukmu?”, tanya Alia.


“Dia memberiku bunga dan cokelat plush... dia memberiku diner romantis”, ucap Amanda.


“Oh ma ma”, ucap Adele ikut senang.


“Wah kamu kayak FTV deh Amanda”, ucap Alia.


“Terus kamu dapat kata-kata romantis seperti oppa-oppa korea tidak?”, tanya Adele.


“Dapat dong, tapi aku lupa kata-katanya”, kekeh Amanda dengan garuk tengkuk tidak gatal.


Keenan yang telah usai mandi begitu lama untuk menjernihkan pikiran, dia keluar dari kamar untuk mengambil air mineral. Saat menuruni tangga, Keenan memandang wajah gadis itu sebentar yang tidak disadari oleh mereka lalu beranjak ke dapur mengambil air mineral di kulkas dengan sekali-kali melirik wajah gadis itu yang terus memenuhi pikirannya.


Beberapa lama kemudian dua sahabat Adele pergi pamit pulang dengannya. Setelah kepergian mereka, Keenan ikut langsung bergegas ke ruang kerja lalu menghempaskan bokongnya ke kursi kerjanya dan menghidupkan layar monitor sambil menuangkan wine 1999 kemudian menyesapnya dengan bibir terangkat senyum tipis dan mata tidak bisa mengalihkan pandangan dari layar monitor yang tergambar bayangan gadis kecil itu.


...


Malam hari Elena baru pulang dari restoran dan langsung melesat pergi ke kamar yang di suguhkan suaminya yang sedang bersandar sambil berkutat dengan laptopnya mengenai masalah pekerjaan yang tadi tidak bisa fokus mengerjakan.


Elena mengagetkan Keenan yang tiba-tiba mencium pipinya lalu tersenyum tanpa bersalah dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah berselang lama usai mandi dan berganti pakaian Elena bergabung duduk di samping Keenan diranjang sambil bergelayut manja dan meminta dibuatkan kopi seduh. Lalu Keenan mengabulkan permintaan istrinya dengan beranjak dari ranjang dan pergi ke dapur menyeduhkan kopi.


Tatkala Keenan sedang membuatkan kopi, Elena mencoba membuka ponselnya untuk melihat sebentar media sosial tentang berita artis yang sedang hot saat ini.


Tidak butuh waktu lama, Keenan sudah kembali ke kamar dan memberikan kopi susunya kepada istrinya yang terlihat kelelahan.


“Ini kopinya sweety”, ucap Keenan.


Elena mengucapkan terima kasih dan memberikan kecupan di pipi kirinya.


Keenan mencoba fokus namun pikirannya melayang ke mana-mana dan mengakhiri pekerjaan dengan mematikan laptop dan menutup.


Keenan menarik nafas dalam dan menghembuskan dengan membuka obrolan masalah pekerjaan hari ini.


“Bagaimana pekerjaan kamu hari ini?”, tanya Keenan.


“Sangat melelahkan honey”,keluh Elena.


“Berarti restoran kamu sedang sangat ramai dong sweety?”, tanya Keenan dan dijawab oleh Elen dengan anggukan kepala.


Lalu merambah soal pernikahan mengenai poligami.


“Sweety!”, panggil Keenan.


“Iya honey”, ucap Elena.


“Seandainya aku menikah kembali..apa perasaan kamu sweety?”, tanya Keenan.


“Perasaanku uhmm...”


Elena yang mendapatkan pertanyaan dari suaminya tentang nikah kembali ia menaruh curiga dengan menatap matanya yang begitu gugup.


Kemudian Elena mengulas senyum dengan memberikan jawaban yang tidak terduga.


“Aku senang dan setuju apabila kamu bisa menafkahi kami berdua secara adil baik material maupun lainnya. Asalkan kamu memperlakukan kami secara adil. Kamu tidak boleh berat sebelah. Kamu harus memberikan dengan rata”.


Keenan merasa senang saat istrinya mengatakan setuju untuk menikah kembali.


Perasaan Keenan begitu lega yang sudah di rasa berat.