My Girl

My Girl
Rencana liburan



beberapa minggu telah berlalu Cath dan Hanna tengah mempersiapkan pernak pernik untuk hari kelulusan.Hanna telas resign dari pekerjaan nya seminggu yang lalu. dan Mrs Smith membuat acara perpisahan dengan Hanna


"kenapa ya beberapa hari ini aku selalu merasa mellow jika mengingat sebentar lagi akan lulus" ucap Hanna pada Cath


"mungkin kau merasa berat akan meninggalkan sahabat mu yang cantik dan sexy ini" canda Cath


"ishh kepedeanmu semakin hari semakin meningkat ya" Hanna menggelengkan kepala


"hei aku cantik dan sexy itu fakta yang sangat real" Cath berseloroh


"ya ya ya terserah kau saja" jawab Hanna karna tidak ingin memulai perdebatan


"oh ya sebelum kau pulang kenegaramu. aku telah menyiapkan liburan mewah untuk kita berdua" Cath bersemangat


"itu berlebihan Cath" Hanna menggeleng


"tidak. itu tidak berlebihan, anggap saja ini sebagai salam perpisahan kita" Cath meyakinkan


"baiklah jika kau memaksa" Hanna mengalah


.


Graduation Day


"aku masih ga nyangka bisa berada ditengah-tengah para graduates ini" bisik Cath pada Hanna


"aku juga. setelah 4 tahun" Hanna berbisik juga


pidato sambutan yang sedang disampaikan oleh rektor dicermati oleh para graduates dan setelah selesai pidato sambutan di lanjutkan oleh investor sekaligus pemberian penghargaan kepada Graduates terbaik yang berprestasi.


sesaat setelah naik investor itu. Hanna dan Cath tidak memperhatikan karna mereka sibuk berbincang sampai investor itu berdehem dan mulai berbicara


"kak Daniel" gumam Cath


"kau mengenalnya?" tanya Hanna


"ya dia teman kakaku, apa kau pernah bertemu dengan nya?" tanya Cath balik


"sepertinya iya, aku lupa" jawab Hanna biasa saja


"astaga Hanna. apa dia tidak menarik perhatianmu? dia di gilai semua perempuan" Cath tercengang


"apa termasuk kau?" tanya Hanna menyelidik


"dulu iya, tapi sekarang tidak karna dia sudah ku anggap sebagai kakaku" jujur Cath


"jikapun aku menyukainya. aku tidak yakin akan di sukai balik" Hanna terkekeh


"tentu saja tidak, karna dia sangat dingin kepada perempuan . dulu aku dengar ada seorang gadis yang ingin bunuh diri karna ditolak cintanya" Cath meneranwang


"oh ya? bodoh sekali gadis itu" Hanna menggelengkan kepalanya


"bukan dia yang bodoh. tapi memang pesona kak Daniel sulit di tolak" Cath menjitak kepala Hanna


saat sedang berbincang tiba-tiba nama Hanna di panggil karna dia termasuk dalam jajaran mahasiswa lulusan terbaik di kampus itu


Hanna melangkahkan kaki keatas podium untuk menerima penghargaan.di iringi dengan tepuk tangan yang bergemuruh membuat dia benar-benar sangat gugup


saat sudah diatas podium diam menyalami satu persatu rektor dan saat bersalaman dengan Daniel, Hanna merasakan perasaan yang aneh dia seperti terkena sengat listrik begitupun sebaliknya dirasakan juga oleh Daniel.


saat setelah rangkaian acara wisuda Hanna dan Cath berkumpul bersana teman nya mereka ingin mengucapkan salam perpisahan. mengingat setelah ini mereka akan mencari jalan nya masing-masing.


"Cath" panggil seseorang Cath pun menoleh


"kak Daniel? ada apa?" tanya Cath


teman-teman mereka mulai berbisik dan menanyakan siapakah orang itu dengan perwakan tinggi dan wajah yang menawan


"apa setelah ini ada waktu?" tanya Daniel balik


"ya lumayan beberapa jam lagi sebelum kami pergi berlibur" jawab Cath


"kami?" Daniel mengernyit


"ya aku dan temanku Hanna. oh iya ayo aku kenalkan padanya" ajak Cath pada Daniel


"kenalkan ini kak Daniel. kak Daniel ini Hanna" Cath memperkenalkan keduanya


"aku pernah melihatmu di rumah temanku. apa kau tidak ingat aku? kau kan pacarnya Collin" tanya Daniel memancing Hanna lalu Hanna mengingat-ngingat lagi


"oh ya maaf aku baru mengingatnya." Hanna nyengir


"tidak apa-apa. Cath jika ada waktu aku ingin mentraktirmu makan sebagai ucapan selamat atas kelulusanmu, ajak juga temanmu kalau kamu ingin" Daniel berbicara panjang lebar


"baiklah ayo. tapi aku ingin makanan yang mahal" Cath mulai tidak tahu diri


"tidak masalah. sesuai keinginanmu Cath" jawab Daniel


"ayo aku tau tempat makanan enak dimana" Cath menggandeng Hanna dan di ikuti Daniel dibelakang


Daniel tersenyum senang karna akhirnya bisa berdekatan lagi dengan Hanna. ya walaupun bertiga dengan Cath. dia rasa bisa memafaatkan Cath untuk mendekati Hanna


sesampainya di tempat makan Daniel memesan tempat private room karna ingin menikmati suasana tenang. mereka memesan makanan yang tentu saja sangat mahal


"btw makasih ya kak udah ngajak kita kesini. walaupun aku yang memilih tempatnya" kekeh Cath tidak tahu diri


"ya sama-sama. oh iya katanya kalian mau liburan? liburan kemana?" Daniel penasaran


"ada deh. pokoknya spesial ya kan Hanna" ucap Cath lalu diangguki Hanna


"jika kalian memberitahuku. aku bisa mendanai kalian semuanya" Daniel tersenyum licik karna melihat mereka seperti mempertimbangkan tawaran nya. melobi seperti ini hal yang mudah baginya


"oke baiklah jika kak Daniel memaksa. kita akan berlibur ke pulau xx dan berlayar untuk beberapa hari" ucap Cath lugas


"sip. aku akan menelpon asistenku untuk mempersiapkan semua" lalu Daniel mengambil ponsel yang berada di saku celana nya


setelah telpon tersambung


'Dav persiapkan kapal pesiarku untuk liburan nona Cath. siapkan juga tempat di pulau xx' perintah Daniel


'baik tuan' ucap Daniel disebrang sana


Cath tersenyum mendengar percakapan Daniel dan asisten nya lewat telpon


"aku pikir kau tidak bisa di sogok" bisik Hanna pada Cath. akhirnya Hanna berbicara setelah dari tadi hanya diam dan memperhatikan interaksi Cath dan Daniel.


"sut. diamlah kapan lagi kita dapat kesempatan morotin dia" cengir Cath


"terserah kau saja" Hanna mengalah


setelah selesai menikmati hidangan yang mereka pesan. Cath dan Hanna pamit pulang karna akan berkemas untuk acara liburan nya


diperjalanan Daniel menanyakan jadwal pekerjaannya pada Davin. karna ingin berlibur untuk beberapa hari kedepan


"maaf tuan. tapi besok ada meeting dengan investor dari luar jadi tidak bisa diwakilkan" ucap Davin membuat Daniel kecewa


"baiklah aku akan menyusul mereka lusa" ucap Daniel


Davin heran dengan tingkah sang tuan karna selama ini dia tidak tertarik dengan liburan. seketika dia ingat dengan perintah Daniel untuk mempersiapkan kapal pesiar


"apa dia berencana berlibur dengan nona Cath?" batin Davin


"tapi untuk apa? apa ada hubungan khusus antara mereka, dan dari sejak kapan? karna selama ini aku tidak melihat tuan Daniel berdekatan dengan nona Cath" lanjutnya masih dalam batin


"sudahlah kau tidak perlu pusing memikirkan apa hubunganku dengan Cath, aku tidak ada hubungan apapun dengan nya" ucapan Daniel membuat Davin terperangah


"maaf tuan saya telah lancang beripikiran seperti itu" jawab Davin


"tak apa memang terkesan aneh karna tiba-tiba aku ingin ikut mereka berlibur" ucap Daniel tenang


"memangnya nona Cath berlibur dengan siapa tuan?" tanya Daniel


"dengan teman nya, jadi kita berlibur bukan hanya berdua saja dav" jawab Daniel


"oh sekali lagi maafkan aku tuan karna berpikir yang macam-macam" Davin menyesal


"tidak apa Dav. kau ini terus saja meminta maaf" kesal Daniel