
Kiettt...telah sampai di rumah Fio yang lumayan besar itu, Gio segera turun dan membukakan pintu keluar untuk Fio
"Makasih ya Kak oh ya mending Kaka pulang aja ketemuannya sama Ayah di cancel dulu, soalnya ini dah malem bgt..kasian Ayah."
"Oke..masih ada hari esok tapi sebagai gantinya gimana kalau kasih aku kiss." Gio mengedipkan matanya yang nakal dan tersenyum
"Ogah bye.."
Fio segera mengambil jalan seribu agar tidak ada kesempatan untuk Bos mesum itu. Gio terlihat kesal atas penolakan Fio *awas aja besok kau My gils
Setelah Fio mencari keberadaan sang Ayah ternyata sudah tidur pulas di kamarnya. karna memang sudah sangat malam, Fio juga segera ingin tidur ke kamarnya tapi sebelum itu Fio mandi terlebih dahulu mengingat badannya yang sangat lengket pasti tidak akan nyaman juga kalau langsung tidur pikirnya.
Jam sudah menunjukkan jam 8 pagi semua orang mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing sedangkan Gio mulai sibuk dengan pekerjaannya.
"Hallo sayang selamat pagi..keknya sibuk bgt, aku temenin ya."
Gio kenal dengan suara itu "Angel..ngapain kamu?"
Alvin yang sadar dengan tatapan tajam sang Bos nya itu langsung berusaha menjelaskan nya "Maaf Tuan tadi saya sudah berusaha mencegahnya. tetapi nona Angel langsung menerobosnya begitu saja." jelas Alvin
Sedangkan sekarang Fio bersama sang sopir menuju ke tempat Gio bekerja. Fio ingin meminta izin pulang kampung bersama Ayahnya alias ketempat dulu Fio tinggal.
Tak..tak..suara langkah kaki seorang gadis cantik yang berpakaian dres panjang berwarna mint bermotif bunga" dan rambut yang di gerai.
"Hallo kak selamat pagi.."sapanya
"Sel..llamat pagi..Nona Fio!!" Alvin sampai tidak berkedip melihatnya dan segera tersadar dari lamunannya cantiknya ya Tuhan.. bakal ada perang badai ni
"Oh ya kak ruangan kak Gio dimana ya."
"Maaf nona, mohon di tunggu sebentar di sini, dan maaf Nona bisa panggil saya dengan nama saja karena Tuan pasti tidak menyukainya." ujar Alvin
"baiklah, tapi aku memaksa karena waktuku tidak banyak." Fio menererobos pintu begitu saja entah kenapa Fio ingin sekali cepat bertemu dengan Gio
"Assalamualaikum Kak.." setelah Fio membuka pintu ternyata ada seorang perempuan yang cantik dan sexi wajahnya yang tidak asing bagi Fio.
"Fio.." Fio mematung di tempat karena melihat pemandangan seperti sepasang kekasih yang saling berciuman. Fio tidak menyangka akan seperti ini hatinya sangat sakit. memang benar Fio menolak berat perasaannya ke Gio. tapi kenapa sangat sakit melihat mereka berdua.
"Fio jangan pergi!!" Gio marah pada dirinya sendiri dan tidak akan pernah membiarkan Fio pergi dari hidupnya Gio menghempaskan tangan Angel "jangan harap kamu selamat Angel." kata Gio dingin dan segera menyusul Fio.
Fio terus berlari "jalan cepat Pak, jangan pulang ke rumah biar nantik saya yang kabarin Ayah. tolong antar saya ke alamat Xx." Fio segera mengirimi SMS ke Ayahnya dan segera mematikan HP-nya. Fio tidak ingin Gio melacak keberadaannya sekarang.
"Siap non."
Gio kehilangan jejaknya Gio semakin marah dan frustasi saat ini. Alvin pun di marahi habis habisan. Gio tidak ingin kehilangan Fio. "kemanapun kau pergi akan aku temukan My Girl tidak peduli kau membenciku sekalipun, aku akan mengurungmu nantik."
Fio menangis tersedu sedu "dasar cengeng cowok aja di tangisin. udah deh Fio cowok kek gitu tuh jangan loe tangisin terus, nguras tenaga aja, mending kita ke mall aja cari cowok baru." ujar Adel
Hanya Adel satu" nya temen yang dari dulu selalu semangatin Fio. Adel tipe orang yang no ribet cowoknya juga banyak di mana-mana. emang sih muka si Adel kalem tapi jangan salah dengan percintaannya. awalnya Adel orang yang setia tapi setelah 2 kali di khianati abyar deh sekarang jadi play Girls.
"Udah dong jangan cemberut gitu hayuk ah berangkat." Fio dan Adel pergi ke mall di antar sang sopir
"Korban PHP ya jadi gini nie.. jangan Sampek loe kek gue Fi, cukup gue aja."
"Adel loe itu cantik, gak harus nyakitin banyak cowok apa lagi meraka tidak bersalah nantik kena karma loe mau."
"Gue gak sekejam itu kali Fi, ya dianya aja yang mau jadi simpenan. ya udah gue nikmatin aja, lagian cuman pacar online doang."
"Serah Lo."
Setelah sampai Fio dan Adel memilih milih baju yang sama "anak sultan niyee sekarang."
"wkwkk sekali-kali nikmatin lah Del, dari pada dulu banyak susahnya."
"Fio..Adel.." sapanya di sebrang
"Kak Devan." bersamaan
"Hei..kalian dari dulu tidak pernah berubah selalu saja kompak."
"Fio..kemana aja kok gak pernah keliatan."menatap Fio dalam
"Oh itu.. saya kerja di Jakarta kak."
"Gimana kalo kita lanjut ngobrol nya di kantin itu."
"Boleh bgt yuk Fi," Fio celingak celinguk pasrah ngikutin si Adel, Adel sengaja memilih kursi yang terpisah secara kursinya hanya ada tiga yang dua ada di depan Adel.
Devan adalah kakak kelas Fio di waktu SMA yang sangat di sukai Fio dalam diam, Devan anak yang pintar tampan dan kaya jadi Fio sadar dirilah. tapi siapa sangka Devan juga suka kepada Fio tetapi tidak bisa mengungkapkannya karena Fio selalu menghindar. Devan berjanji suatu saat nanti akan memperjuangkan cintanya itu, Devan memilih kuliah di Luar Negeri untuk menjadi orang yang sukses agar lebih mudah mendapatkan Fio. 5 bln yang lalu Devan kembali dan mencari keberadaan Fio tapi tidak di temukan dan pertemuan hari ini jangan salah, bukan kebetulan tapi sudah di rencanakan Anak buah Devan sebelumnya ada yang melapor melihat Fio di mall.
Setelah berbincang lama ada segerombolan para manusia berpakaian rapi serba hitam menuju ke kursi mereka "siapa kalian?" tanya Devan
bukannya menjawab mereka malah mengabaikan pertanyaan Devan "Nona Fio, mari ikut kami ini perintah dari Tuan Gio."
Fio terkejut kenapa bisa cepat sekali ketemu Fio sangat malas dan juga masih kecewa kepada Gio "nggak mau."
"Fio jelasin ini siapa? apa kamu mengenalnya?." Devan bingung dan bertanya-tanya
"Mereka suruhan majikan saya Kak, tapi saya gak mau balik lagi." kata Fio bohong. sedangkan Adel yang biasanya banyak bicara sekarang diam karena Fio sudah cerita semuanya sebelumnya. jadi tidak ingin ikut campur selagi aman bagi Fio.
Dari kejauhan banyak cewek" berkumpul tapi tidak berani mendekat, hanya suara bidikan foto saja.
"Ya Tuhan dia tampan sekali." kata para cewek-cewek yang saling memujinya
"Fio kita pulang sekarang." kata Gio tiba -tiba dan menatap tajam ke arah Fio dan Devan bergantian
"Maaf anda siapa ya?" tanya Devan
Gio tidak menjawab "maaf kak Devan aku pamit dulu, Adel gue balik dulu ya." Fio mengalah karena tidak ingin terjadi apa-apa kepada Adel dan Devan, Fio tau sifat Gio kalau sudah marah.