
jam 7 pagi Gio sudah rapi dan menuju ruang makan.
"selamat pagi.."
"pagi Tuan.." kata Fio sambil menata makanannya
"mmmmzt Tuan, aku izin keluar boleh nggak.."
"mau kemana..?!" spontan Gio menatap Fio dengan curiga
"emm..itu Tuan ada kepentingan.."
"kamu mau kerja lagi"
"nggak Tuan, please izinin saya keluar kali ini aja Tuan."
"dan jangan panggil saya Tuan lagi saya tidak suka panggil saya Kaka juga gak apa" mengingat saya lebih tua dari kamu."menunggu jawaban Fio dengan tatapan Colnya
"baik Tuan kak..eh maksud saya kakak." Fio menurut saja hemat waktu males mau debat
"ya sudah jangan coba-coba kabur dari sini, karena kalo itu terjadi kamu akan sangat menyesalinya."
"terima kasih kak..aku janji gak akan kabur kok.." dengan senang
"ya udah kau sarapan dulu gih, aku mau ke kantor jangan lupa nantik kabarin aku kalo sudah pulang.."
"ya kak asiap.." penuh semangat
HP Fio berdering "hallo ayah dimana?"
"hallo nak, ayah ada di lantai atas Reza akan mengantarkanmu "
"baiklah.." Fio sudah tidak sabar ingin bertemu
tokk...tok...
"masuklah.."
nah itu ayah...sepertinya ayah hidupnya lebih baik di sini Fio berlari kecil ke arah ayahnya
"ayah..." Fio menangis di pelukan ayahnya ingin sekali marah, ingin sekali cerita banyak tentang yang di alaminya selama ini, tapi Fio tak berdaya seakan-akan terhipnotis dan hanya menangis
"sudah sayang, anak ayah jangan menangis...ayah minta maaf karena sudah meninggalkan mu." dengan meneteskan air mata dan sangat jelas di wajahnya merasa sangat bersalah kepada anak satu-satunya yang ia sayangi itu.
"ayah jahat..!!!! kenapa ayah dan Mama tinggalin Fio..."
"maafin ayah sayang..ayah memang jahat gara-gara ayah Fio menjadi korban.."
"kemana aja ayah selama ini, kenapa baru sekarang ayah menemui Fio."
"sebenernya ayah tau semua kehidupan kamu selama berada di rumah bibikmu nak, tapi ayah tahan dulu tidak menemuimu. ayah berjanji akan bertemu kamu setelah ayah berhasil dan sukses seperti yang Fio lihat saat ini." akhirnya Riyan ayah Fio menceritakan semuanya dari awal
"tapi bagaimana dengan mama yah.."
"ayah belom sanggup menemui mamamu nak.."Riyan terlihat kacau dan sangat menyesalinya
"apakah mama tau kalo ayah sekarang tidak bersama..." Fio tidak melanjutkannya
"ayah rasa tidak, karena mamamu selalu menolak untuk bertemu ayah.."
kling...bunyi sms di hp fio tertera nama Bos
"ayah fio harus kembali.."
"Fio tunggu, ayah harap kau tidak menolak tinggal bersama ayah. dan kamu tidak usah bekerja lagi nak."
"Fio tidak mungkin menolaknya yah karena itu yang Fio mau Bye...Fio pergi dulu"
maafin ayah nak...ayah janji akan bahagiakanmu, dan tidak akan membiarkan kamu hidup susah lagi.
*****
Gio sengaja pulang lebih awal karena khawatir kepada Fio, kemana anak itu
"assalamualaikum.."
"waalaikum salam, udah ketemuan nya." panjang umur si Fio baru di cari dah nongol
"udah kak makasih udah izinin Fio.."
nih anak gak ada peka-peka nya 😒
"ketemuan sama siapa tadi." kata Gio sinis
"ketemu sama ayah ku kak."
ayah.. apa bener yang di katakan Fio, aku harus mencari tau "ya udah sekarang kamu siap-siap temenin aku keluar." Gio berencana membawa Fio ke suatu tempat
"tapi kak Fio harus pulang." dengan wajah memohon
"hahk pulang kemana? bukannya kamu di sini sendiri."
"apa yang aku tidak tau tentang kamu, aku bisa berbuat apa saja. apa lagi hal kecil tentang kamu, maka dari itu jangan pernah macam-macam sama aku."
mmmzt sombong amat..maklumin lah anak sultan, kan emang gitu bisa berbuat sesuka hati, sebaiknya aku cerita nanti saja tentang ayah
"ya deh..ya udah aku siap-siap dulu." males debat sama Tuan Sultan
Fio bingung harus pakai apa karena bajunya model lama semua
Ya Tuhan... aku harus pakai baju yang mana..
setelah sekian lama Fio memakai jeans warna hitam sama sweter panjang ukuran XL warna putih. Fio memang suka dengan baju oblong-oblong gitu. Fio berkaca memutar-mutar badannya sendiri
sepertinya sudah, adduhh kenapa dadaku dak dik duk gini ya tetap tenang Fio jangan malu-maluin oke
"Kak.."
"Fio kenapa lama banget." setelah melihat penampilan Fio sumpah cantik pakek BGT..makin gemes liatnya ya meskipun bajunya keliatan kebesaran
"maaf kak.."
"ya udah kita berangkat sekarang.." Gio menggandeng tangan Fio
kenapa kek gerah gini ya perasaan tadi nggak, telapak tangan gue mulai berkeringat duhh ...Fio, please jangan malu-maluin dong.
Gio sengaja tidak pakai supir pribadi keduanya sama-sama diam dalam fikiran masing-masing, setelah sampai di sebuah danau yang begitu indah Fio tidak menyangka akan di bawa ke sini.
"wahh indah sekali." Fio tarik nafas berulang-ulang seakan akan menikmati udara yang segar mengingat setiap hari selalu naik OJOL yang selalu banyak polusi
"Fio sini duduk." Gio sangat kesal dari tadi di kacangin
"eh ya kak bentar.." Fio berjalan ke arah Gio dan duduk di sebelahnya.
"Fio tatap aku..aku ingin serius sama kamu, apakah kamu mau jadi pendamping ku seumur hidup." akhirnya Gio udah gak tahan ni, dengan tiba-tiba Gio melamar Fio dan mengeluarkan cincin yang indah
jedeerrrrrr...serasa tersambar petir Fio tidak percaya ini "apa kaka bercanda." dengan tatapan tak percaya
"hei..apa aku terlihat bercanda?!" dengan muka yang serius
aku harap ini cuman mimpi
"tapi kak aku masih ingin kuliah dan membuka usaha sendiri.."
"apakah kau pikir setelah kau menikah aku akan melarangmu dalam segala hal, justru aku akan mendukungmu."
Fio bingung harus jawab apa yang pasti Fio belum siap untuk menikah. Fio ingin cita-cita nya tercapai tanpa bantuan siapapun tapi, di sisi lain Fio merasa tidak enak sama Gio kalau tanya cinta sih yang pasti tidak ya karena bagi Fio itu tidak mungkin
"aku mencintaimu Fio, aku ingin kau menjadi pendamping hidup ku, aku tidak peduli kalo kamu tidak mencintaiku.aku yang akan membuatmu jatuh hati padaku."
blusss...pipi Fio langsung memerah seperti kepiting rebus."gimana kalo tunangan dulu." entah dari mana ide itu muncul
"hemmzt... boleh tapi ada syaratnya." kata Gio
"syarat apa.?"
"kita akan tunangan 3 bulan saja setelah itu langsung menikah gimana.?"
what..sama aja gue belom siap kenapa jadi ribet gini sih hidup gue
"kalo kamu enggak setuju kita akan nikah besok.aku enggak peduli kamu tidak siap."
"hahhk..ya aku setuju, kita tunangan dulu.." Fio tidak menyangka akan menjalin kasih dengan bos nya itu.
"makasih sayang, eummb.." tiba-tiba Gio mencium bibirnya yang merah cery itu, Fio kaget dan reflek mendorong Gio dengan kuat, entah dari mana kekuatan itu muncul. karena bagi Fio ini adalah pertama kalinya.
belum apa-apa udah main cium-cium aja 😒
"maaf sayang, aku terlalu senang. ayow kita kembali dah sore nih" Gio tersenyum bahagia dan menggandeng tangan Fio menuju mobilnya
"kak aku turun di Alfamart dulu ya, aku mau beli sesuatu" Gio langsung menepikan mobilnya
"oke nona manis, ayo aku antar."
"gak usah kak cuman bentar kok."
"ya udah aku tunggu di mobil aja."
"oke."
Fio sibuk memasukkan barangnya ke ranjang untuk stok di kulkas, dan kebutuhan pribadinya. setelah sampai di kasir ada seorang pemuda yang menyodorkan minuman kepada Fio
"Devan...kamu!!!!."
"kemana aja sih loe Fio, di telpon gak pernah di angkat"
"Dev aku akan jelaskan nantik, aku akan bayar dulu." Devan mengiakan dan menunggu di luar
setelah selesai Fio keluar mencari Devan kemana dia.