
setelah beberapa hari di indonesia Hanna mulai ikut ayahnya bekerja di diperusahaan. karna dia tak mau menyia-nyiakan waktunya
tapi walaupun ayahnya pemilik perusahaan dia tak besar kepala langsunv mendapat jabatan tinggi, dia juga mengikuti prosedur perusahaan dengan memberikan CV terlebih dahulu
setelah mengikuti test sleksi, akhirnya dia diterima dibagian divisi, karna dia juga ingin kerja dari bawah. dia juga tidak memperkenalkan diri dengan identitas ayahnya.
dihari pertama kerja dia begitu semangat menjalani nya walaupun sedikit lelah, tapi untungnya tidak begitu banyak pekerjaan untuk hari ini, setelah jam kantor selesai dia berencana untuk membeli kopi dahulu sebelum pulang
"hei mau nebeng ga?" ucap seseorang dibelakangnya lalu Hanna menoleh
"heh tepung kanji ngapain kesini?" Hanna melotot
"namaku Kenzi" kesal Kenzi
"sama saja, ngapain lu kesini gue udah susah-susah menyembunyikan identitas gue yang asli" omel Hanna sambil menengok ke kanan dan ke kiri, lalu menyeret Kenzi ke tempat yang agak sepi
"ngapain nyembunyiin identitas asli?" tanya Kenzi
"biar gaada yang nyepelein gue, terus ngapain lu kesini?" ujar Hanna
"gue disuruh bokap nganterin berkas ke om" ujar Kenzi
"yasudah ayo pulang, tapi sebelum itu anter gue ke kedai kopi dulu" ajak Hanna
lalu mereka pergi dari sana, beberapa orang dikantor papanya sudah tahu jika Kenzi adalah keponakan pemilik perusahaan jadi Hanna khawatir identitasnya terbongkar.
setelah sampai dirumah dia langsung membersihkan diri dan turun kembali untuk makan malam, karna perutnya sudah keroncongan dari tadi.
"malem ma pa" sapa Hanna
"malem nak, gimana pekerjaan nya hari ini?" tanya papa nya
"lumayan cape tapi asik teman-teman nya juga semua baik mau bimbing aku" senyum Hanna melebar
"sukurlah kalo begitu" papanya tersenyum
"kenapa ga terima jabatan dari papa?" tanya sang mama heran
"ma aku kan sudah bilang, aku ingin merintis karirku dari bawah" Hanna memberi pengertian
"yasudah mama tidak bisa memaksamu" mama mengelus kepala Hanna
lalu mereka melanjutkan makan malamnya, setelah selesai makan mereka melanjutkan perbincangan nya dengan menonton televisi.
tak lama setelah berbincang Hanna berpamit duluan untuk ke kamarnya, karna dia ingin merebahkan diri diatas kasur empuknya,
sebelum tidur dia berselancar dulu di sosial media. dan memeriksa DM nya, ada banyak DM yang hanya sekedar meminta berkenalan.
sampai pada DM yang membuatnya penasaran, dia tidak mengajak berkenalan tapi mengirim beberapa pesan yang puitis. dan dia mencoba membalasnya
setelah membalasnya dia menunggu jawaban, tapi tidak kunjung ada jawaban, lalu dia melibat profilnya tapi tidak ada apa-apanya foto yang diunggahnya hanya foto siluet dan pemandangan saja
"yasudahlah" Hanna mematikan hp nya lalu tidur
.
dilain tempat Daniel dipusingkan dengan berkas-berkas yang menumpuk sementara otaknya memkirkan Hanna.
"sebelumnya aku tak pernah seperti ini" Daniel menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk fokus
"ah sepertinya aku harus menyusulnya" dia beranjak dari tempat duduknya
setelah keluar ruangan dia memerintahkan asisten nya untuk mempersiapkan jet pribadinya dan Davin di minta untuk menghendle semua pekerjaan nya bersama sang sekertaris
"aku akan pergi ke indonesia" ujar Daniel
"apa ada hal penting tuan? setau saya perusahaan anda disana baik-baik saja malah berkembang semakin pesat" heran Davin
"memangnya harus ada hal penting dulu untuk aku pergi kesana?" omel Daniel
"tidak papa tuan, apa adalagi yang harus saya persiapkan?" tanya sang asisten
"oh iya tolong belikan banyak hadiah untuk seorang gadis" ujar Daniel sambil berlalu pergi
setelah itu mereka mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa Daniel ke indonesia, dia juga membawa banyak paper bag yang berisi barang-barang untuk gadis
dipesawat Daniel terus berkutat di ponselnya untuk menghilangkan kebosanan nya, dia juga berjalan kesana kemari tak jelas
"hiss mengapa lama sekali" kesal Daniel
setelah terbang hampir 23 jam dia segera menemui asisten nya yang berada dinegara indonesia, dia menyewa aparten mewah untuk beberapa hari di tinggali
karna dia sudah memerintahkan asisten nya untuk memebeli rumah dekat rumah Hanna, selama ini dia hanya mendengar kabar Hanna dari mata-matanya saja jadi dia ingin melihat aktifitas Hanna dari dekat
"apa kau sudah mendapatkan rumah nya?" tanya Daniel
"sudah pak besok sudah bisa survey rumahnya" jawab sang asisten menundukan kepalanya
"baiklah besok antar aku kesana" jawab daniel
"baik pak" asisten nya menganggukan kepala
"ambil lah ini bonus untukmu karna kerjamu sangat cekatan" Daniel mengeluarkan amplop dan menyimpan nya diatas meja
"terimakasih pak" sang asisten mengambil amplopnya lalu pergi dari sana
setelah sang asisten pergi Daniel membersihkan diri untuk beristirahat karna badan nya terasa lengket. setelah memebrsihkan diri dia langsung beristirahat
.
pagi hari Daniel sudah bersiap untuk ke perusahaan miliknya, dia ingin mengunjungi dan mengecek sendiri program kerja perusahaan nya di sini
setelah selesai dari sana, dia pergi untuk survey rumah dengan diantar asisten nya.
"sedikit bagus, tapi ada beberapa titik yang harus direnovasi" ujar Daniel
lalu Daniel menunjuk titik yang harus direnovasi dan dirubah design interiornya. dia menjelaskan secara detail untuk hasil yang di inginkan nya.
setelah berkeliling rumah Daniel memutuskan untuk pulang dari sana, setelah berjalan beberapa meter dari rumahnya dia melihat Hanna yang turun dari mobilnya.
dia tersenyum melihat gadis yang selama ini mengganggu pikiran nya, tapi dia tidak berani mendekat karna akan terasa kentara jika dia menemuinya langsung.
setelah beberapa menit memperhatikan Hanna dari jauh dia memutuskan untuk pulang ke apartemen nya untuk berganti baju, lalu setelah itu dia akan keluar mencari tahu lagi tentang Hanna
.
setelah pulang kerumah Hanna memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, kepalanya begitu pusing dan badan nya terasa lemas
"kenapa akhir-akhir ini aku mudah lelah, padahal nafsu makanku tinggi" gumam Hanna merebahkan badan nya dikasur
tak lama mama nya menyusul ke kamarnya, dia heran melihat Hanna yang sudah tertidur masih dengan mengenakan pakaian kerjanya lalu mengecek keningnya.
"tapi tidak panas, ah mungkin dia lelah" ujarnya lalu meninggalkan Hanna
beberapa jam Hanna tidur, dia terbangun karna perutnya yang terasa lapar
"astaga jam berapa ini? aku tidur masih pakai baju kerja" melihat penampilan nya di cermin
dia segera masuk ke dalam toilet dan membersihkan badan nya lalu berganti baju dengan baju tidur
"eh sayang sudah bangun?" tanya sang mama yanh sedang menonton tv
"mama kenapa tidak membangunkanku?" Hanna malam bertanya balik
"tadi tidurmu terlihat nyenyak jadi mama tidak tega untuk membangunkanmu" jawab sang mama
"aku lapar ma" ujar Hanna
"sudah mama siapkan dimeja makan" tunjuk mamanya ke meja makan
"mama sudah makan belum?" tanya Hanna lagi
"belum, mama nunggu papa sebentar lagi pulang" mamanya tersenyum
"yasudah aku juga nunggu papa" Hanna menghampiri ibunya lalu menonton serial kesukaan ibunya