
pagi hari Hanna dan Cath sedang bersiap untuk pergi kerumah sakit, karna mereka sudah mendapat jadwal pagi
"sebelum mengeluarkan nya, apa sebaiknya melakukan usg terlebih dahulu?" ucap Cath
"emmh gimana ya" Hanna melihat perutnya yang masih rata
"aku mohon, coba sekali saja" bujuk Cath
"baiklah" Hanna mengalah
setelah itu mereka keluar dari kamar dan melihat Collin yang sudah siap menunggu di sofa sambil membaca koran, mereka menuju Collin dan menyapa nya
"kak selamat pagi" ucap Cath memeluk kakaknya
"selamat pagi, eh sudah pada siap" Collin melihat penampilan mereka yang sudah rapih
"iya kak ayo berangkat sekarang" ujar Hanna
lalu mereka berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan mobil teman Collin, selama disini Collin bisa menggunakan fasilitas milik teman nya
"kak kita mau usg dulu" ujar Cath setelah sampai di rumah sakit
"usg? apa itu?" tanya Collin
"aku tidak tahu tepatnya apa, tapi bisa digunakan untuk ibu hamil yang ingin mengetahu perkembangan bayi dalam kandungan"
"oh yasudah ayo" mereka menuju ruangan usg
setelah tiba diruangan itu Hanna merebahkan diri diranjang rumah sakit, hatinya mulai degdegan saat perutnya diolesi cairan entah apa yang pasti rasanya dingin
"janin nya sehat sudah memasuki 9 minggu, lihatlah dia sebesar buah ceri, mata dan hidungnya sudah mulai nampak bobotnya sekitar 1 gram dan panjangnya sekitar 1,6 cm" jelas dokter tersenyum lebar
Hanna yang melihat buah hatinya di monitor tak bisa membendung air matanya, dalam hatinya mulai merasa bersalah
setelah usg itu selesai Hanna langsung pergi tanpa menunggu Collin yang masih berbincang dengan dokter dan Cath mengejarnya
"Hanna hei Hanna are you ok?" tanya Cath
"aku tidak akan melakukan nya Cath" Hanna terisak tanpa menghentikan langkahnya
"okey okey berhenti dulu, aku juga tidak setuju kau mengugurkan kandunganmu. tapi kita harus menunggu Collin dulu untuk membatalkan janji kita pada dokter itu" ucap Cath sambil meraih tangan Hanna
"kenapa aku sangat jahat Cath dia tidak berdosa. tapi aku malah ingin menggugurkan nya" isak Hanna lalu memeluk Cath
"tenanglah kau tidak bersalah, kau hanya panik dan membuat keputusan terburu-buru" Cath mengusap punggu Hanna
"hei ada apa?" tanya Collin yang bingung melihat Hanna memeluk Cath sambil menangis
"kak batalkan saja janji dengan dokter itu, setelah usg tadi Hanna tidak ingin melakukan nya" ucap Cath
"benarkah? syukurlah jika begitu" mata Collin berbinar
"iya kak sebaiknya kita kembali saja ke apartemen" Cath menggandeng tangan Hanna
setelah Collin membatalkan janji dengan dokter dan menyelesaikan administrasi mereka langsung kembali ke hotel tempat mereka menginap
"lalu apa bagaimana kau akan mengatakan nya pada orang tuamu?" tanya Collin
"aku masih tidak tahu, yang pasti apapun keputusan mereka aku akan menghadapinya" jawab Hanna mantap
"baguslah kalo begitu aku akan menemanimu" Collin menatap Hanna
"maksudmu?" Hanna mengernyit
"aku akan bertanggung jawab atas bayi dalam kandunganmu, jika kau mengijinkan nya" ucap Collin
"tidak perlu kak aku sudah banyak merepotkanmu" Hanna tidak enak hati
"aku tak merasa direpotkan, karna bagaimanapun anak itu butuh sosok ayah" ucap Collin
Hanna tampak menimbang-nimbang ucapan Collin, karna dia juga tidak akan sanggup membesarkan anaknya sendiri dia juga tidak ingin merepotkan orang tuanya
"tidak usah dijawab sekarang, masih ada beberapa hari lagi kita disini, pikirkam dulu matang-matang" Collin mengusap pucuk kepala Hanna
"baiklah kak aku permisi ke kamar dulu" Hanna berjalan menuju kamarnya
setelah itu Hanna kembali ke kamar merebahkan dirinya di atas kasur, dia juga mengusap-ngusap perutnya sambil terus menerus mengucapkan kata maaf pada janin nya.
tak lama Cath masuk juga ke dalam kamar, dia mengajak Hanna untuk berjalan-jalan diluar sekalian juga cari makan siang
Hanna dan Cath berjalan beriringan tanpa di duga Hanna menabrak seseorang 'parfume ini seperti tidak asing' batin Hanna lalu mendongak melihat orang itu
"kak Daniel" Hanna menatapnya
"sedang apa kakak disini?" tanya Hanna
"eh ak..aku aku sedang.." Daniel tampak berfikir
"sedang apa kak?" Cath curiga karna melihat Daniel gelagapan
'astaga tak biasanya aku gugup sperti ini' batin Daniel
"aku sedang terburu-buru ingin bertemu klien penting" Daniel meyakin kan
"benarkah?" selidik Cath
"tentu saja. lalu kaliam ngapain disini?" tanya Daniel balik
"eh kita.." jawab Hanna gugup
"kita sedang bertemu kangen disini memangnya kenapa?" Cath memotong pembicaraan Hanna
"tidak aku hanya bertanya saja" jawab Daniel
"yasudah kalo gitu kami pergi dulu daahhh" ucap Cath menarik tangan Hanna
sepeninggal mereka Daniel masih mematung ditempatnya dia memperhatikan langkah dua gadis itu
"benarkah mereka hanya bertemu kangen? tapi kenapa harus disini? kenapa tidak di negara Hanna saja" gumam Daniel
lalu Daniel berjalan menuju hotelnya dan menelpon seseorang disebrang sana
'Hallo, apa sudah dapat informasinya?' tanya Daniel
'sudah tuan, mereka kesini membuat janji dengan seorang Dokter tapi mereka membatalkan nya entah karna alasan apa, saya masih mencari tahu' jelas seseorang disebrang tlp
'siapa nama dokter itu?' tanya Daniel
'Dr. xxxx dia spesialis kandungan di rs xxxx' jawab seseorang itu
'baiklah' Daniel menutup telpon nya
"aku akan mencari sendiri informasinya" gumam Daniel
Daniel yang sedang berjalan di loby hotel berpapasan dengan Collin. dia bingung mengapa Collin berada disini juga apakah Collin ikut bersama Cath
"hei bro kau disini juga" Daniel tersenyum canggung
"ya aku sedang mengantar Cath bertemu Hanna" Collin meyakinkan
"oh ya tadi aku bertemu mereka" jawab Daniel
"lalu kau sedang apa disini?" tanya Collin
"eh aku sedang ada pekerjaan disini" Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"apa masih sibuk? jika tidak ayo keluar cari kopi" Collin mengajak
"tentu, pekerjaanku sudah selesai" Daniel tersenyum
setelah itu mereka pergi ke kedai dekat hotel, Daniel yang masih curiga kepada Collin diam-diam memperhatikan tingkahnya
karna tidak mungkin Collin meninggalkan pekerjaan nya hanya demi mengantar Cath bertemu Hanna jika tidak ada sesuatu yang penting
setelah sampai dikedai mereka memesan kopi kesukaan masing-masing berbincang masalah pekerjaan dan sejenak melupakan tujuan Daniel kesini
malam harinya Collin mengajak Daniel makan bersama Cath dan Hanna. senangnya bukan main karna Daniel tidak perlu repot-repot mengawasi mereka dari kejauhan
"badanmu tampak berisi" Daniel sengaja memancing Hanna membuat mereka yang berada disana menegang
"emmh nafsu makanku akhir-akhir ini menambah kak" Hanna tersenyum canggung
"oh baguslah kau sexy jika berisi begini" Daniel memuji tanpa ragu
"sejak kapan kau memperhatikan badan orang lain?" tanya Collin
"aku selalu memperhatikan yang lain juga hanya saja tidak aku ungkapkan" Daniel nyolot
"oh ya?" selidik Collin
"tentu saja" Daniel melotot
"baiklah jangan marah begitu" Collin menepuk pundak Daniel