My Girl

My Girl
Bab 7



"Fio ayah tinggal sebentar gak apa-apa kan nak, ayah mau ke kantor sebentar, maafin ayah sebenarnya ayah ingin sekali seharian sama Fio tanpa ada yang mengganggu, tapi ada saja halangan nya."


"gak apa-apa yah pergilah, oh ya apa Fio boleh keluar sebentar."


"boleh tapi harus di antar sama supir, dan jangan lupa nantik malam saya ingin bertemu dengan calon menantuku." Rian mengelus rambut Fio


"tapi yah, kenapa harus nantik malam."


"ya itu harus, Ayah akan mengaturnya nantik, persiapkan dirimu nakk." mencium kening Fio


"ia Ayah hati-hati."


aku kan gak punya baju yang bagus untuk nantik malam sekalian nge-mall dulu ahh..nikmatin jadi orang tajir


Fio pergi di antar dengan supir ke salah satu mall yang terkenal di kota Jakarta juga salah satu milik Gio.


setelah sampai Fio pergi ke kantin menemui Devan. Fio sudah merencakan ini semua tadi malam


"Devan.."


"akhirnya loe dateng juga Fi, dah garing nih yang nunggu dari tadi."


"ye..telat 5 menit doang, emang loe nunggunya mulai kapan." cercah Fio sewot


Devan menyodorkan minuman kepada Fio yang dari tadi di pesannya. "udah dari dulu tanpa ada kepastian.!" kata Devan


"cie..cie..awas gue baper loh." kata Fio becanda


"gue serius sama loe Fio, tapi loe aja gak peka selama ini."kata Devan jujur


sebenernya Fio sudah ngerasa kalo Devan ada hati padanya, tapi pura-pura nggak peka aja. karna Fio nggak ingin ngasih harapan lebih kepada Devan "hemmzt udalah Dev bercandanya, gue mo belanja ni loe mau ikut nggak."


"tuhkan kebiasaan kalo orang lagi ngomong serius." hp Devan bergetar


"keknya gue gak bisa nemenin loe deh Fi, sorry ya..sebenernya pengen bgt berduan terus sama loe tapi, gue harus siap-siap jemput kaka bentar lagi."


"yaccchh..sendirian dong gue nya." kata Fio melas


"sebagai gantinya gue traktir gimana." seperti biasa, andalan Devan kepada Fio


"ya udah deh janji ya..pokoknya aku mau yang enak-enak."


"ya deh janji..ya udah sono hati-hati dan cepet pulang."


"oke bos siap." Fio berjalan penuh riang meninggalkan Devan di sana


"gue nikmatin aja ini duit, kapan lagi kek gini." Fio sangat senang kesana kemari sibuk memilih-milih mulai dari baju, aksesoris, dan sepatu.


"hufff...capek juga ternyata tapi menyenangkan. udah ahh, aku ke kasir dulu penasaran, belanja segini banyak habis berapa ya." berjalan menuju kasir


biasa aja, tapi kok banyak bgt ya belanjanya. dalam hati mbak tukang kasir melihat penampilan Fio mulai dari kaki sampai atas.


"berapa total nya mbk." kata Fio sambil membuka tas nya.


"total semua 30 juta, dan itu sudah termasuk di potong diskon kak."


"what!! benerkan mbk totalnya?"


sudah ku duga ini orang kismin, mbak kasir memandang Fio sinis meremehkan.


"makanya kalo belanja liat-liat harga dulu ya kak, udah banyak bgt lagi yang ambil. kalo gini kan malu." tersenyum sinis


"maksud gue itu mbak nggak salah total kan, belanja segini banyak cuma 30 juta. ini sekalian bayar diskon nya, gue gak suka diskonan." Fio menyodorkan kartu atm nya


mbak kasir kaget dan malu setelah mengetahui kartu atm Fio "maafin saya kak sudah lancang," mengembalikan atm Fio sambil menunduk karena malu.


"gak masalah lain kali jangan memandang orang dari penampilan aja ya mbak, kan jadi balik malu kek gini kan."


"ya kak saya janji tidak akan mengulangi nya lagi." menyesal


"baiklah." meninggalkan tempat itu. Fio masih ingin beli es cream tapi gak mungkin dengan membawa belanjaannya kesana kemari. akhirnya Fio keluar untuk menaruh belanjaannya di mobil.


"loh non sini biar saya yang bawa." kata pak Ahmad


"ehh ya pak ini susah bgt bawanya taruh di mobil dulu, aku mo beli es cream."


"oh ya non silahkan."


"terima kasih Pak."


"eh ya non sama-sama."


Fio berjalan sambil melihat jam di tangannya udah jam 16.00 wib. dengan segera Fio mengambil hp di tas nya dan menelpon Gio.


📞 "hallo kak.."


📞 "kok kakak bisa tau."Fio melihat kanan kiri


📞 "bisalah, aku jemput sekarang ya."


📞 "mmmzt..tapi aku sama supir kak, gimana donk.." Fio memanyunkan bibirnya


📞 "ya gak apa-apa kamu pulang sama aku aja, supirnya biar pulang sendiri."


📞 "oh ia..ya..hehe, oke deh aku tunggu."


📞 "oke bye sayang, tutt."mematikan panggilan telponnya


Fio mematung di tempat tidak percaya, kenapa sekarang jadi sok romantis gitu. duh ini jantung kenapa lagi, keknya mulai sekarang gue harus stok obat penenang deh


"Vin anter gue yuk." Alvin menoleh dengan malas


"kemana bos, jam kerja gue kan udah habis udah waktunya pulang ini."


"oke fine, silahkan pulang dan jangan kembali lagi." Gio menjawab dengan tatapan yang membunuh.


"udah lagu lama, ya udah ayukkk berangkat." kata Alvin kesal


Gio tersenyum, Alvin bukan sekedar teman plus asistennya saja tapi sudah Gio anggap keluarganya sendiri.sedangkan Fio sibuk dengan makan es cream nya "jadi inget adel, apa kabar dengan anak itu." tiba-tiba dari arah belakang


"hei...ngelamunin siapa hayoo.."Gio mengagetkan Fio. sebenernya Gio orang nya dingin dan super cuek. biasanya hanya ngomong seperlunya saja. tapi tidak dengan Fio sepertinya udah terlalu nyaman dan tidak bisa menunjukan wajah dinginnya itu kecuali, sedang marah.


Fio yang kaget dengan kedatangan Gio membuat es cream nya jatuh berantakan "kak Gio!! es cream ku jatuh." merengek seperti anak kecil


"isss...sudalah ayow pulang jangan makan es cream terus itu tidak baik." menarik lengan Fio


"mmmzt dasarr, oh ya nantik malam Ayah mau ketemu sama kakak."


"hemmzt..mertuaku sudah gak sabar keknya." menggoda Fio


"gak mau? ya udah aku kasih tau ayah sekarang." sengaja bikin Gio kesel


"hei..siapa bilang gak mau, kau tidak bisa menghalangi ku lagi nona." cercahnya


"hemmzt ya udah yuk pulang takut Ayah khawatir."


"apa perlu kugendong." Gio menggoda Fio


"yee emang aku anak-anak." memanyunkan bibirnya


sedangkan Alvin tertidur di mobil karena kecapean


"Alvin!! cepat buka pintunya." Alvin kaget dan terperanjat.


"eh Bos arogan bikin kaget saja, emang gak bisa alus gitu ngomongnya."


"gak bisa ayow cepat buka."


"dasar anak sultan, seenaknya saja."


"ayow sayang aku akan mengantarkanmu pulang."


"ehem ehemm.. ingat sopir."


"kenapa loe iri." kata Gio menatap Alvin tajam


"nggak hanya mengingatkan saja."


"Makanya cepet cari pasangan, seneng bgt jadi jomblo heran gua."


"emang loe pikir gue sengaja ngejomblo gini."


"menurut loe."Gio emang suka bgt jahilin Alvin


"mentang-mentang sekarang udah ada gantinya gue di ledekin terus."


(gantinya) maksudnya apa


"Alvin!! apa perlu aku mengirimmu jauh dari sini."


"hei..janganlah kawan, kau hanya akan menjadikan ku jomblo abadi kalau di luar sana. aku tidak suka bule dan wajah orang luar."


"makanya jangan banyak bicara."


"maaf kawan ku yang baik."


Hallo.. Hay..mohon dukungannya my plenku semua*