My Girl

My Girl
kepulangan Hanna



setelah semuanya bersiap mereka naik keatas villa untuk menaiki helikopter, Daniel yang akan menjadi pilotnya, kapasitas helikopter ini hanya untuk 5 orang.


setelah semuanya bersiap didalam Daniel mulai memprogram tombol-tombol itu dia juga terus berbicara lewat sambungan telepon yang tersedia di helikopter.


setelah di ketinggian kira-kira 700 kaki, Hanna takjub melihat pemandangan malam dari atas dia sangat menikmati perjalanan itu, berbeda dengan Cath yang masih kesal dan Collin yang merasa bersalah.


"sudahlah Cath jangan cemberut terus, lihatlah pemandangan dibawah sangat indah" Hanna mengguncang tangan Cath


"aku tidak berminat" Cath memejamkan matanya


"yasudah terserah, setelah sampai aku akan memajukan tanggal keberangkatanku besok. kau juga sudah tidak memperdulikanku" ancam Hanna yang seketika membuka matanya


"yasudah ini aku lihat pemandangan nya" Cath cemberut


"melihatnya jangan sambil cemberut gitu dong" Hanna menoel dagu Cath


"iya aku senyum ini" Cath senyum dengan terpaksa


" nah gitu dong, ayo kita selfie aku ingin mengabadikan momen ini" Hanna bersemangat lalu mereka berselfie ria


setelah sekitar 40 menit diatas udara akhirnya helikopter itu landing diatas gedung. Collin yang masih berusaha meminta maaf kepada Cath


"Cath ayolah maafkan kakak. kakak berjanji tidak akan melakukan nya lagi" mohon Collin yang masih diacuhkan Cath


"oke kau mau apa? kakak akan mengabulkan nya" Collin menambahkan yang sukses membuat Cath menghentikan langkahnya


"benarkah? janji? apapun itu permintaan nya?" tanya Cath


"ya apapun" Collin menganggukan kepalanya


"oke aku minta dibelikan mobil baru" ucap Cath


"oke bailah. mau mobil apa?" Collin bersemangat


"besok jam 8 jemput aku di apartemen, aku akan memilihnya sendiri" jawab Cath melanjutkan langkahnya


Daniel dan Hanna yang memperhatikan perbincangan kakak beradik itu menggeleng-gelengkan kepalanya


"cih, dia selalu saja bisa disogok" ujar Hanna tanpa dia sadari Daniel memperhatikan nya


"memangnya kau tidak bisa?" tanya Daniel


"tentu saja tidak" Hanna menoleh ke sumber suara


"eh kak Daniel aku kira sudah pergi" ujar Hanna malu


"tidak. aku dari tadi berjalan dibelakangmu" cengir Daniel


"kenapa berjalan dibelakangku?" Hanna mengernyit


"untuk menjagamu" jawab Daniel


"aku sudah besar tidak perlu dijaga" Hanna kesal


"aku dengar digedung ini banyak hantu yang suka menyembunyikan manusia" bisik Daniel


"benarkah?" Hanna menanggapinya serius


"iya katanya sudah ada beberapa korban" bisik Daniel lagi


"Cath tunggu aku" tiba-tiba Hanna berlari dan berteriak


melihat Hanna yang lari ketakutan Daniel tertawa terbahak, karna niatnya Daniel hanya bercanda tapi malah ditanggapi serius oleh Hanna


"lucu sekali dia. hari gini mana ada hantu" masih tertawa dan tiba-tiba mendengar suara deheman seketika menghentikan tawanya sampai ada tepukan dipundaknya


"****! kau mengagetkanku aku kira hantu" Daniel mengusap dadanya


"hantu?" Davin mengernyit


"sudahlah ayo kita pulang. aku cape" omel Daniel


Davin yang melihat kelakuan Daniel dari tadi menggelengkan kepalanya, bagaimana tidak dia bisa berinteraksi dengan seorang wanita setelahnya dia terbahak dan apa tadi hantu? benar-benar bukan seperti bos nya.


Daniel pulang diantar asisten nya sedangkan Hanna dan Cath diantar Collin


"selamat istirahat sampai jumpa besok" Collin melambaikan tangan pada Cath dan Hanna


setelah kepergian Collin mereka masuk dan membersihkan diri untuk beristirahat


"huh malam ini aku akan bermimpi indah. tidak sia-sia aku menangis" Cath tersenyum licik


sebenarnya Cath tidak terlalu marah pada Collin hanya saja situasi itu dia jadikan kesempatan untuk memeras Collin, dia tahu semarah-marahnya Collin pasti akan membujuk Cath dan meminta maaf duluan, karna kejadian seperti ini bukan kali pertama.


.


"Hanna apa tidak bisa ditunda saja pulangnya" Cath memelas


"mau sampai kapan? nanti kalo di tunda saat aku akan berangkat lagi, kau pasti merengek lagi untuk menundanya" omel Hanna karna dari kemaren Cath merengek meminta ditunda keberangkatan nya.


"apa kau akan melupakanku?" Cath cemberut


"mungkin" canda Hanna


"tuh kan" mata Cath mulai berkaca-kaca. sejak kemaren dia selalu mellow karna akan di tinggal Hanna sampai entah kapan waktunya bertemu lagi


"aki becanda Cath. tenang saja jika aku sudah panya banyak tabungan aku akan kesini untuk mengunjungimu. kau juga bisa kesana mengunjungiku" ujar Hanna panjang lebar


setelah drama kecil itu selesai mereka membereskan koper-koper yang akan dibawa Hanna ke ruang tamu


"jam berapa berangkatnya?" tanya Cath membuat Hanna memutar bola matanya karna sudah beberapa kali menanyakan jam keberangkatan


"jam 17.30 Cath karna aku harus Check in dulu. jadi harus berangkat lebih awal" Hanna menghela nafasnya


"oke kalo gitu aku hubungi Collin lebih dulu" Cath mengambil hp nya


"jangan Cath takut merepotkan" Hanna menggelengkan kepalanya


"sutt tak apa" Cath meletakan telunjuk di depan bibirnya


setelah menunggu beberapa menit Collin datang menjemput mereka. Hanna kaget karna kedua orang tua Cath juga ikut mengantarnya ke bandara.


diperjalanan Cath terus saja merengek minta membatakan pemberangkatan nya, bahkan Cath sampai meminta Collin untuk menikahi Hanna sekarang juga dan karna kelakuan nya itu dia mendapat omelan dari ibunya.


"apa dokumenmu sudah siap semua?" tanya mama Cath


"sudah tante. aku sudah mengeceknya beberapa kali" Hanna menunjukan nya


"baiklah kalo gitu. lihat lagi gate keberangkatan nya di boarding pass" ujar ?mama Cath pada semua


setelah menunggu beberapa menit Hanna bersiap untuk berangkat mereka sangat sedih terutama Cath yang sudah sesenggukan. Hanna memeluk satu persatu orang yang mengantarnya


"jangan lupakan aku" Cath histeris


"sudahlah. aku pasti akan mengunjungimu lagi kemari" Hanna mengusap air mata Cath


lalu Hanna bergantian memeluk mama dan papanya Cath lalu sampa pada Collin


"kak aku pamit ya. maaf jika selalu merepotkan" ujar Hanna


"tak apa santai saja. jika ada apa-apa bisa hubungi aku kapanpun kau mau" Collin tersenyum


sesudah melihat kepergian Hanna mereka memutuskan pulang, Cath juga pulang kerumah kedua orang tuanya karna jika di apartemen dia akan terus bersedih mengingat banyak kenangan yang mereka lalui.


berbeda dengan Collin, dia berpamitan pada orang tuanya lebih dulu karna ada acara bersama teman-teman nya. sesampainya di tempat tujuan Collin meminta maaf karna telat datang


"darimana saja kau? tumben telat?" tanya Daniel


"aku habis dari bandara" ujar Collin


"ngapain kebandara?" ucap Daniel


"nganterin Hanna yang akan pulang kenegaranya" Collin santai


"Hanna pulang kenegaranya? kenapa tidak memberitahuku?" Daniel melotot


"untuk apa memberitahumu?" Collin mengernyit


"ya kan aku juga sudah menganggap dia sebagai adik" Daniel gelagapan


"jujur padaku. apa kau menyukainya?" selidik Collin


"tidak" sangkal Daniel


"benarkah? karna aku lihat-lihat kau selalu memperhatikan nya kau juga berusaha mendekatinya, yang aku tahu kau tidak suka berada dekat dengan wanita jangankan dekat melihatnya juga ogah" Collin menatap Daniel


"sok tahu sekali" Daniel memalingkan wajahnya


'kenapa aku bisa kecolongan begini? sampai aku tidak tahu dia akan pulang kenegaranya' batin Daniel menggeram


setelah selesai berkumpul dengan teman nya Daniel segera pulang kerumahnya, karna sudah lelah menjalani aktifitas seharian.


'Dav perintahkan seseorang di indonesia untuk memantau gerak gerik Hanna' pesan yang dikirm Daniel


'baik tuan' balas Davin


"aku sudah duga tuan mencintai gadis itu" gumam Davin tersenyum