
"hei...nyari gue ya.."
"Devan... oh ya bisa nggak besok kita ketemu di tempat biasa."
"selalu bisa lah kalo buat kamu."
"ya udah gue masih ada urusan Dev, sampai ketemu besok ya bye.."dengan cepat meninggalkan Devan
kenapa si Fio kek buru-buru bgt
"siapa itu tadi?!" kata Gio dingin
"itu Devan kak, dia nanya kenapa telpon gak pernah di angkat gitu.."
"ya udah mulai sekarang jangan deket-deket lagi sama dia." (sambil nyetir)
"tapi kak dia kan temen aku.."
"Fio dia itu suka sama kamu, pokoknya aku gak mau tau jangan deket-deket lagi sama dia!!!"
"kenapa kaka harus ngatur-ngatur hidup aku sekarang,!! apa karena kita akan tunangan?"
"bukan AKAN tapi, sudah tunangan."
"hahhkk bagaimana mungkin, dan kapan?" Gio menepikan mobilnya, dan mengeluarkan cincin dari saku nya
"pakai ini biar semua tau kalau kamu gadis yang sudah mempunyai calon suami." Gio memakaikan cincin berlian di jari manis Fio
" jadi sekarang wajarkan, aku melarang calon istriku berdekatan dengan lelaki lain."Gio
"tapi aku sama Devan cuman sebatas teman gak lebih kak, pokoknya aku nggak mau."
"cih, sekarang kau lebih memilih lelaki itu dari pada tunanganmu begitu." Gio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Fio diam tidak menjawab dan tidak peduli karena kesal. setelah sampai di rumah, Fio langsung menuju kamarnya dan melihat beberapa panggilan di Hp nya. "adduh..aku lupa ngabarin ayah, ya udalah gue kesana sekarang."setelah turun dari tangga Fio masih melihat Gio barada di ruang tamu
"Fio mau kemana, kenapa belom tidur."
"aku mau pulang ke rumah ayah."
"aku akan mengantarkan mu besok,"
"nggak aku mau sekarang, aku bisa pergi sendiri."
"shit..please jangan keras kepala Fio ini sudah malam kalo kamu nekad kau akan tau akibatnya." belom reda kemarannya yang tadi di tambah lagi sama Fio dengan tatapan tajam ke Fio
dasar orang gila selalu saja mengancam ku
Fio mengalah karena sudah tau sifat Gio kalau sudah mengancam seperti itu, pasti akan membuat ulah yang konyol nantinya
"oke baiklah." manyun
Gio tersenyum, Gio sudah tau dari Alvin kalau ayah Fio sekarang jadi pengusaha sukses di salah satu cabang perusahaan Gio, tetapi Gio berpura-pura tidak tau dengan semua masalah Fio.
"sekarang tidurlah, besok pagi aku akan mengatakan mu." Fio melangkah pergi menuju kamarnya, dan segera mengabari ayah nya lewat sms.
📩 Assalamualaikum.. Ayah maafin Fio baru bisa ngabarin, besok pagi Fio akan kesana. ada hal penting yang harus ku sampaikan kepada ayah bye sampai ketemu besok selamat malam.
Fio berharap sang ayah membalasnya dan tidak menunggu dirinya disana, karena kelelahan Fio tertidur.
****
jam 8 pagi Fio dan Gio sudah siap dan sekarang Alvin yang menyupirnya karena setelah mengantarkan Fio, Gio ada meeting penting di kantornya.
"ini rumahnya.." kata Gio berpura-pura
"ya kak, terimakasih udah mengantar ku."
"kak jangan sekarang aku mohon, biarkan aku yang akan menjelaskan hubungan kita kepada ayah terlebih dulu."
"oke tuan putri aku akan turuti sekarang tapi, lain kali jangan mencoba mencegahku lagi hemmm, cup...(Gio mengecup kening Fio) kabari aku secepatnya." Fio mengangguk dan segera pergi dari hadapannya karena malu, Fio segera masuk. sedangkan Gio tersenyum dan pergi bersama Alvin.
Riyan ayah Fio sudah tidak sabar menunggu putri kesayangannya "hallo Ayah.." Fio berlari ke arah Riyan
"anak Ayah kemana saja, Ayah mengkhawatirkan mu nak, kenapa sampai selarut itu kau baru mengabari Ayah." kata Riyan khawatir
"maafkan aku ayah." merasa bersalah
"ada apa nak, apa ada masalah bicaralah."
"apa ayah hari ini tidak ke kantor." mengalihkan pembicaraan
"Ayah ingin kau meluangkan waktu seharian untukku nak."
"benarkah..Fio kira Ayah yang sekarang akan sangat sibuk.."
"Ayah sudah lama menantikan hari seperti ini nak, sekarang apa hal penting itu, ayow katakan." kata Riyan penasaran
Fio sebenernya malu mengatakan semua ini kepada Ayah nya. di umur yang masih muda sudah tunangan, seperti bukan hidupku saja. tapi bagaimana pun Fio harus jujur dan belajar terbuka kepada ayah nya mulai sekarang, karena hanya dialah satu-satunya harta yang berharga di hidupnya setelah mamanya yang entah di mana.
"sebenarnya..Fio sudah tunangan yah.."
"benarkah...kenapa tidak kau kenalkan ke Ayah nak, Ayah ingin tau siapa calon mantu Ayah itu."
"Ayah nggak marah.''
"kenapa harus marah sayang, justru ayah senang kau sudah ada yang melindunginya sekarang. ayah semakin hari semakin tua nak, ayah tidak mungkin selalu ada di dekatmu, pasti lelaki itu sangat istimewa bagimu, sehingga kau mempercayakan hidupmu kepadanya. karena ayah tau sifat dan keinginanmu selama ini.
istimewa dari mananya dingin kek gitu, tunangan aja di paksa terus gue harus gimana dengan keadaan seperti ini
Fio segera memeluk ayah nya, selama ini Fio salah sangka terhadap Ayahnya, Fio sangat bersyukur masih di beri kesempatan untuk bertemu Ayahnya lagi.
"maafkan Fio Ayah...selama ini Fio sudah mengira Ayah yang tidak-tidak.."
"tidak apa-apa nak ini juga salah Ayah, Ayah sangat menyesali nya. Ayah sekarang hanya ingin meminta maaf kepada mamamu nak..selama ini Ayah seperti seorang pengecut hanya melihat mamamu dari jauh, sampai- sampai mamamu tidak mau menemui ku waktu itu."
"sabar yah, sekarang ada Fio yang akan menyatukan mama dan Ayah kembali." kata Fio dengan semangat
"makasih sayang, Ayah menyayangi mu.."
"Fio juga menyayangi Ayah😘 oh ya apa Ayah sudah sarapan."
"belom, Ayah ingin sarapan dengan anak kesayangan Ayah, bik Inah sudah menyiapkan sarapan untuk kita, ayow kemari nak."
"wahhhh kenapa banyak sekali, kan makannya cuman berdua."
"gak apa-apa ini spesial untuk anak Ayah, ayow makan yang banyak."
selesai makan Fio membantu bik Inah beres-beres "biar bibik yang beresin non." kata bik Inah
"gak apa-apa bik, Fio sudah biasa jangan sungkan, anggap saja Fio seperti anak bibik."setelah berbincang lama dengan bik Inah, Riyan memanggilnya.
"Fio kemari nak," menunggu Fio di ruang tamu
"ya Ayah." Fio mendekat, Riyan menyodorkan kartu atm sama kunci mobil untuk Fio.
"kartu ini akan ayah isi setiap bulan jadi jangan hanya menyimpannya, pakailah sesukamu nak, dan ini kunci mobil untuk mu." Fio tidak menyangka dengan kehidupannya yang dulu begitu sederhana sekarang berputar 180 derajad.
"ini semua beneran buat Fio yah,"
"ya sayang...ayah dulu sudah berjanji akan mengubah nasib kita dan membahagiakan kalian, tetapi mamamu salah paham sehingga terjadi perpisahan dan kamu menjadi korbannya, ini tidak seberapa dengan apa yang kau alami selama ini nak, kamu sudah banyak menderita di luar sana, maafkan Ayah." Riyan meneteskan air matanya setelah mengingat bagaimana anak kesayangannya itu di perlakukan buruk dengan bibinya. Riyan tidak akan membalas perbuatan adik dari mantan istrinya itu..biar Tuhan yang membalas setiap kejahatannya.