My Girl

My Girl
Bab 2



"maaf Bos ini penting." Alvin. asisten pribadi Gio


"oke bicaralah"


setelah mendengar penjelasan Alvin, Gio lega dan segera menutup telponnya.


Gio Hardian Wijaya


orang Kaya urutan ke-10 di Dunia yang bisa melakukan apa saja yang diinginkan nya.


setelah bertemu dengan gadis tadi siang, Gio sangat penasaran dengan kehidupan Fio dan menyuruh Alvin untuk mencari tau tentang gadis manis itu.


ternyata setelah menyelidiki nya Gadis yang bernama Fio itu hanya sebatang kara di sini, yang mengadu nasib ke kota besar ini.sungguh malang nasibnya ke dua orang tua nya yang bercerai dan meninggalkan Fio ke Bibi juga Pamannya yang mempunyai satu anak perempuan.dan selama tinggal di rumah itu Fio selalu diperlakukan tidak baik.


Bibi dan anak sama jahatnya semua pekerjaan rumah mulai dari masak, nyuci baju, sampai bersihin rumah Fio yang mengerjakannya.


Gio sangat berharap gadis sederhana itu menghubungi nya, entah kenapa hatinya terasa sangat nyeri setelah mendengar semua tentang Fio.


***************


nggghhkk......melihat jam masih jam 05.00 Fio tidur lagi.


sebenernya Fio anak yg rajin sebelum berangkat kerja Fio selalu bangun pagi untuk sholat, nyuci baju, dan bersih-bersih.


karna lagi datang bulan Fio bermalas-malasan rasanya ingin sekali tidur seharian.


setelah bangun yang ke dua kali jam sudah pukul 08


what...!!!! kaget.


''kenapa gue harus tidur lagi sih tadi'' dengan jurus kilatnya Fio siap-siap berangkat.


Fio menggerutu di sepanjang jalan karna sudah telat masuk kerja dan terpaksa pesan taxi online karna bus sudah tidak ada


sesampainya di Lestoran.*


adduh ...Pak Agus tatapannya kok gitu ya, aku jadi takut.


" Fio Calandre masuk ke ruangan ku." Agus


deg..Dengan wajah yang pucat dan tubuh nya yang gemetar karna takut, Fio merasa ada yang tidak beres dengan hari ini.


''kamu tidak liat ini sudah jam berapa!!" Agus


"kamu sudah berani menyepelekan pekerjaanmu hahhk.'' dengan tatapan tajam ke Fio


''maafkan saya Pak''


dengan rasa sangat bersalah Fio menundukkan kepalanya dan tangan penuh berkeringat


''dengan berat hati saya pecat kamu hari ini juga Fio" Agus


jeddeeerrrrr.... bagaikan di sambar petir Fio masih tidak percaya ini,


apakah harus di pecat, kenapa tidak di beri kartu peringatan dulu, sebelumnya tidak seperti ini apakah peraturannya berubah tapi..aku tidak boleh menyerah.Fio


"maafkan saya Pak saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi berikan saya kesempatan satu kali lagi Pak."


entah dari mana keberanian Fio berkata seperti itu dan memohon kepada Pak Agus yang di kenal tidak mau di bantah itu.


"keputusanku sudah bulat silahkan keluar sekarang juga." kata Pak Agus dengan menunjuk pintu keluar.


maafkan aku Fio ini demi kita semua. Pak Agus


Pak Agus yang sudah ber-umur itu sudah lama membuka Lestoran ini sampai sekarang menjadi tranding karna sajian-sajian yang lezat. butuh bertahun-tahun untuk menjadi seperti ini dan Gio dengan mudahnya mengancam akan menghancurkan nya.


sebenernya Agus masih memikirkan bagaimana caranya untuk memecat Fio karena di sini Fio yang sangat cekatan dalam bekerja.entah kebetulan atau apa Agus memanfaatkan situasi ini, karna tidak mungkin Agus akan memecat tanpa alasan.


Dengan lunglai Fio melangkah keluar dan meneteskan air mata pupus sudah.


Fio adalah anak yang ceria dan tidak gampang menyerah di dalam kamus nya Fio harus bisa melewati semua rintangan nya dan tetap optimis apapun yang di hadapinya


****


Setelah ke esokannya Gio berencana pergi ke tempat Fio tinggal, merasa bersalah karna dirinya ia di pecat pasti khawatir akan bekerja di mana lagi.


Gio sangat berharap lebih dekat dengan gadis manis itu karena Gio yakin dia gadis yang baik, sudah lama Gio mencari gadis seperti itu, tidak seperti kebanyakan cewek" yang mengejar ngejarnya selama ini.


tokkk..tokkk....(Alvin yang berdiri di depan pintu kos Fio)


dengan langkah yang berat Fio membuka pintu nya karena penasaran siapakah gerangan, karna selama ini gak ada yang tau tempat Fio selain Devan teman kerjanya di Lestoran yang sering anterin pulang.


setelah keluar dengan penampilan Fio yang sederhana yang tidak pakai make up karna seharian di Kos aja tapi tetap cantik


Fio kaget ada seorang laki" yang tampan dan ber Jas itu di depannya


sedangkan Alvin terpesona akan ke indahan di depan matanya itu sungguh menarik, penampilan yang sederhana saja bisa membuat Alvin tak berkedip apa lagi dengan polesan


sungguh ciptaan Tuhan yang indah di pandang.' batin Alvin


sedangkan di dalam mobil sana rahangnya yang mengeras dan tangan yang terkepal sudah tidak sabar ingin menghajar asintennya itu. karna Alvin yang berani menatap Fio se-intens itu "akan ku beri pelajaran kau nanti Alvin" Gio


"Maaf siapa ya" Fio. membuyarkan lamunan si Alvin


" apa benar ini tempat nona Fio Calandre"alvin


"ya benar saya sendiri ada perlu apa ya Pak" Fio


Whattttt..!!!!!!!! seganteng ini di panggil Pak. Alvin


" Eh...gini non ada yang mau bertemu nona, ini sangat penting" Alvin (dengan sopan nya)


"siapa" Bingung*


"mari non ikut saya Tuan sudah menunggu di mobil untuk bertemu non Fio." Alvin


semakin bingung Fio curiga bercampur penasaran takutnya orang jahat seperti berita di Tv, di culik dan di mutilasi sadis bgt kan, tetapi Fio menurut dan berjalan menuju mobil.


"silahkan non.." Alvin yang membukanan pintu mobil di arah belakang tempat Tuan nya duduk.


Fio tidak sadar dengan penampilan nya dress warna coksu selutut, sendal jepit, dan tanpa polesan. Fio segera masuk ke dalam mobil duduk di samping Gio


deg...deggg..kenapa dengan jantung gue, kayak mo copot gini apakah ada yang bermasalah. Gio


di dalam perjalan Fio bertanya tanya mau di bawa kemana, dan tujuannya apa? kenapa pakaiannya rapi-rapi seperti orang Kantoran dan sepertinya orang yang Kaya pakek BGT Fio merasa tidak asing dengan wajah nya tapi siapa ya, karena berkaca mata Fio tidak mengenalinya. sedangkan gue orang biasa yang kenal dengan sesama pekerja biasa saja


setelah setengah perjalanan Gio membuka suara


"hai nona, apakah kau tidak mengenaliku" dengan suara yang lembut, dan membuka kaca mata nya


Fio menatap Gio penasaran wuuussssst....ini kan yang nolong gue waktu itu.* Fio (diam)


" Hay nona apa kau mendengar ku" sapa Gio


"Ehh...Bapak yang nolong aku waktu itu kan" Fio dengan gugup


" apakah saya se-Tua itu."


"Mmmzt maksud saya Tuan."


" nama gue Gio umur 27" Gio dengan PD nya


"saya Fio Calandre " Fio menjawab


cantik dan sederhana...aku suka yang seperti ini (batin Gio)


dengan senyum yang mengembang Gio ber tekad untuk menjadikan wanitanya karna sulit mencari wanita seperti di hadapan nya saat ini, apa lagi jamannya kek gini serba polesan jarang yang alami Gio tidak suka dengan wanita yang kebanyakan berpenampilan wahhh dan sangat menor.