
2 bulan kemudian..***
selama 2 bulan ini Fio menikmati kerja di rumah mewah itu, pekerjaan Fio hanya memasak di pagi hari saja. karna Gio akan selalu pulang malam.
setelah selesai dengan pekerjaannya Fio akan kembali kerja lagi di sebuah restoran yang lumayan dekat dari Kosnya itu. Fio sengaja mencari kerja yang lumayan dekat dengan Kosnya itu, sebisa mungkin hanya cukup dengan naik OJOL. Fio sudah merencanakan itu semuanya karena bisa menghemat uang untuk menambah tabungannya. bagi Fio kerja sesungguhnya adalah di tempat restoran itu, dan kerja sampingan di rumah Tuan muda Gio. karena jam 7 pagi Fio sudah selesai dengan pekerjaannya. sedangkan kerja di restoran, di mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. masih bisa di aturlah.... sayang bangetkan dengan waktu yang tersisa begitu banyak kalo tidak di manfaatkan.
kling...kling....puluhan sms dan beberapa panggilan di Handphone Gio, di sana tertera nama Angel
Gio sangat jengkel dari tadi selalu mengganggu dan akhirnya menelpon balik Angel
"Halo Gio" sangat senang, akhirnya kau meneleponku (dalam hati.)
"ada apa katakan..aku sangat sibuk"
"mmmmzt..nantik siang makan di luar yuk"
"jadi hanya untuk itu kamu menelponku hhhhhhkk''' Gio sudah sangat emosi kepada Angel, bisa-bisa nya dia menelpon terus menerus seperti seorang teror
"hei..dengarkan aku dulu Gio, ada hal penting yang harus aku bicarakan sama kamu"
"please...," (suara memohon)
"oke di mana"
"thanks...sayang....nantik aku kirim alamatnya"
Gio langsung menutupnya, selalu saja ada alasan bagi Angel untuk bertemu dengan Gio, sungguh membosankan.
setelah jam 12 Gio keluar akan menemui Angel di sebuah restoran yang cukup jauh dari kantor nya itu.
setelah Gio menyadari, tempat Fio tidak jauh dari sini, Fio lagi apa ya sekarang
gue samperin nantik aja deh
setelah Gio sampai Angel melambaikan tangan nya,
"hay, aku di sini"
"kenapa kau memilih tempat ini"
"sebenernya aku tadi ke rumah Tante dulu, rumah nya deket dari sini kok, aku dengar di sini ada menu spesial. ya udah sekalian."
"baiklah, ada hal penting apa yang akan kamu sampaikan"
"kenapa harus buru-buru Gio, kita bisa makan dulu kan..aku sudah sangat lapar, sebentar lagi pesanannya dateng"
(Pelayan) "selamat siang Tuan..Nonya... ini adalah menu spesial di restoran kami."
Gio kaget, suaranya sangat familiar di telinganya setelah melihat dengan jelas Gio gak nyangka bertemu dengan Fio di sini. begitupun dengan Fio yang kaget di depannya adalah Gio Majikannya.
"Fio, kamu..."
"mmmmzt Tuan.." Fio kaget kenapa bisa ketemu Tuannya di sini
"wahhh kalian saling kenal ya"
"maaf saya pamit dulu Tuan, masih banyak pekerjaan di belakang" Gio belom meng-iakan Fio sudah pergi
kenapa dada gue sesek gini ya..ngeliat mereka.Fio
Gio membiarkan Fio pergi karena ingin menyelesaikan urusannya dengan Angel. sebenernya ada yang mau di tanyakan kenapa Fio kerja di sini, apa uang yang di berikan itu masih kurang.
"Gio kamu kenal dengan gadis itu, sepertinya sudah sangat dekat, apa jangan-jangan itu pacar kamu ya? apa itu alasannya kamu selalu menolak ku.."
"kalo ya kenapa"
"Gio aku serius please.. jawab pertanyaanku dengan jujur"
"pernah aku berkata tidak jujur sama kamu"
"aku gak percaya Gio kenapa tadi dia panggil kamu Tuan, apa dia perempuan bayaran kamu"
"tutup mul*t mu itu Angel, aku tidak akan segan-segan mengirimmu jauh dari sini" Gio tidak terima
''hahhhk bahkan kau sekarang berani menyingkirkan ku karena gadis kampungan itu"
"bukan itu saja, aku akan mencabut semua fasilitas yang aku berikan padamu itu"
Angel tersenyum sinis "kalo aku tidak bisa mendapatkan mu, orang lain juga tidak akan bisa. liat saja nanti aku tidak takut dengan ancaman mu itu," melangkah pergi dengan mengepalkan tangan yang di penuhi emosi. Angel sudah membayangkan semua rencana untuk memusnahkan perempuan jal*ng itu. hati Angel seperti teriris mendengar pengakuan Gio, tapi Angel tidak percaya begitu saja, Gio tak semudah itu untuk di tahklukkan apa lagi baru kenal itu sangat tidak mungkin.
**
3 jam kemudian
Fio ganti baju siap-siap untuk pulang karena selama bekerja tidak pernah mengambil cuti jadi hari ini dan besok hari free.
"Dev lo udah dari tadi ya"
"nggak baru nyampek kok, untung aja enggak telat hehe"
"yeee..lagian udah gue bilang gak usah repot-repot nganterin gue tiap hari, gue bisa naik OJOL."
"udalah ayow cepat naik pakek helm nya, asal lo tau ya, sekarang tuh OJOL banyak yang modus, apa lagi sama cewek cakep. emang lo gak takut di culik" memang selama ini Devan sudah suka sama Fio tapi tidak berani ngungkapin perasaannya
"hahhhk masak sih, emang gue cakep?" sambil menikmati asyiknya naik motor
"ngak juga sih"
"ih dasarr" manyun
Gio sudah deket ke tempat Fio kerja. tapi Gio melihat Fio pulang naik motor. entah sama siapa Gio membuti nya dari belakang. "itukan cowok yang waktu itu, awas aja entar."
Fio sudah sampai "makasih Devan hati-hati ya" melambaikan tangan dan tersenyum
"siap tuan putri" dengan senyuman manisnya
setelah Fio mau membuka pintu tangannya ada yang narikk dari belakang
ahhhhkkk...Fio kaget, ternyata Gio kenapa dia ada di sini
" ayow ikut gue."
"Tuan lepasin, mau kemana sih"
"masuk...." Fio masuk ke mobil, entah kenapa Gio sangat marah
Gio menancam gas nya dan melaju dengan kecepatan tinggi, Fio sangat takut tubuhnya mulai berkeringat sepanjang perjalanan keduanya tidak ada yang bersuara.
setelah sampai di rumah yang besar dan megah itu Gio menarik kembali tangan Fio untuk masuk ke dalam.
"Tuan sakit, lepasin...kenapa aku di bawa kesini sih"
"jawab aku, mulai kapan kamu bekerja di restoran itu" menatap Fio dengan tajam
"mulai hari ke-3 kerja di sini Tuan." kata Fio jujur dengan posisi menunduk
"tatap aku Fio!!! kenapa kamu tidak bilang sama aku kalau kerja di restoran itu, apa masih kurang uang yang aku berikan padamu"
sedetik dua detik menatap Gio dan menunduk kembali"ak..aku tidak pernah memakainya Tuan, kecuali untuk belanja kebutuhan dapur."
"mulai sekarang pakai buat kebutuhan pribadi kamu, dan berhenti dari restoran itu."
"tapi, kenapa Tuan."
"aku tidak suka di bantah Fio, dan mulai sekarang kamu harus tinggal di sini,"
"hahhhhkkk..." bagaimana mungkin gue tinggal serumah sama majikan
"saya tidak bisa Tuan apa kata orang, kalo kita serumah sedangkan kita nggak ada apa-apa cuman majikan sama pembantu."
"ya sudah kita nikah aja kalo gitu."
deg kenapa jantung gue tak beraturan gini sih, tidak..tidak...Fio jangan Gr kamu
" kenapa diam."
"ehhh nggak bukan gitu Tuan, ya udah saya mau."
"beneran kamu mau nikah sama aku." kata Gio semangat
"maksud saya mau tinggal di sini Tuan"
mmmmzt tahan Gio jangan hancurin martabat loe demi cewek
" ya sudah kamu istirahat dulu, kamar kamu di atas, pojok sebelah kanan."