My Girl

My Girl
Positif



pagi hari Hanna tengah bersiap untuk bekerja, tapi badan nya terasa lemas sebenarnya dia ingin diam saja di tempat tidur, tapi dia harus profesional karna dia karyawan baru.


setelah sampai dikantor dia meminta OB untuk membuatkan nya kopi, mungkin akan sedikit membantu membuat badan nya terasa lebih segar pikirnya.


"bu ini kopi nya" OB itu menyodorkan gelas


"kenapa baunya tidak enak ya" gumam Hanna


"maaf kenapa ya bu?" tanya OB


"oh tidak apa. terimakasih" Hanna tersenyum


"kalo begitu saya permisi bu" OB berlalu pergi


Hanna meminum kopinya sedikit, tapi sesaat setelah itu dia langsung pergi ke toilet mengeluarkan semua isi perutnya.


"apa aku masuk angin ya" ucap Hanna setelah mencuci mulutnya


"kepalaku tambah cenat cenut lagi" Hanna memegang kepalanya


setelah selesai dari toilet dia kembali keruang kerjanya, Hanna berusaha fokus pada kerjaan nya, beruntung hari ini tidak terlalu sibuk.


setelah pulang kantor, Hanna memutuskan untuk pergi ke dokter memeriksakan dirinya, setelah menunggu beberapa antrian giliran dia yang masuk keruangan dokter


"selamat sore dok" Hanna tersenyum


"sore juga mbak, ada keluhan apa" dokter itu membalas senyuman Hanna


"begini dok sudah beberapa hari ini badan saya gampang cape dan terasa lemas padahal nafsu makan saya meningkat" ucap Hanna


lalu Hanna dan dokter itu berbincang lebih detail tentang kesehatan Hanna.


"terimakasih dok" Hanna menyalami dokter


"sama-sama mbak, jangan lupa pesan saya" dokter itu mengingatkan


"baik dok" ucap Hanna lesu


setelah sampai dimobil tangis Hanna seketika pecah karna diagnosis dokter tadi. lalu dia memutuskan untuk pulang lebih cepat.


setelah sampai di kamarnya dia menenggalkan semua pakaian nya dan berendam di air hangat, lalu merenubgkan ucapan dokter tadi.


Flashback On


setelah Hanna menjelaskan keluhan nya pada sang dokter, dokter itu tersenyum lalu menelpon seseorang untuk datang keruangan nya


"ada apa dok?" Hanna penasaran


"tunggu sebentar ya mbak, biar teman saya saja yang memeriksa mbak saya takut salah diagnosis"


"memangnya ada yang serius dok?" Hanna cemas


"tidak ada, anda tidak perlu cemas" dokter itu tersenyum


setelah beberapa lama menunggu teman dokter itu datang dan langsung memeriksa keadaan Hanna


"kapan terakhir anda menstruasi?" tanya sang dokter


"saya lupa dok, sepertinya sudah hampir 2 bulan" ucap Hanna


dokter itu tersenyum mengeluarkan sebuah alat lalu dokter itu memberikan sebuah cup kecil untuk menampung air seni nya.


setelah mendapat air seni nya Hanna memberikan lagi pada dokter itu. lalu dokter memasukan sebuah alat berbentuk pipih ke air seni itu, setelah dapat hasilnya


"selamat anda akan menjadi seorang ibu" dokter itu tersenyum


"a..apa seorang ibu" mata Hanna membola


"ya usia kandungan nya sekitar 8 minggu, jika ingin memastikan nya anda bisa ikut keruangan saya untuk usg" ujar dokter itu


"tid..tidak dok saya akan kembali lagi bersama suami saya" Hanna berusaha tersenyum


"baiklah kalo begitu saya tunggu" lalu dokter itu menyarankan makanan yang harus dimakan Hanna dan diberi resep vitamin agar Hanna tidak terus merasa lemas


Flashback off


setelah selesai berendam Hanna memutuskan untuk menghubungi Cath, karna dia tidak tahu lagi harus berbicara pada siapa


setelah beberapa kali menelpon tidak ada jawaban dari Cath, Hanna pun prustasi dengan keadaan nya saat ini, sampai dia melihat foto di dinding.


"Collin" ujar Hanna


"apa aku menghubungi kak Collin saja ya? tapi aku harus mengatakan nya bagaimana ya" tambah Hanna


setelah beberapa detik menunggu akhirnya telpon itu menyambung dan terdengar sautan dari sebrang telpon


"emmh kak apa aku mengganggumu?" tanya Hanna


"tidak aku baru saja selesai meeting, ada apa?" ucap Collin


"s..se..sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan" Hanna gugup


"ceritalah aku siap mendengarkan nya" Collin dengan nada lembut


"a..aaa..aku, bagaimana yaa" Hanna memejamkan matanya


"ada apa? jangan bikin penasaran" Collin tidak sabar


"hamil, aku hamil" air mata Hanna mulai menggenang


"apa? kau tidak becanda kan?" tanya Collin


"kak aku tidak akan membuang-buang waktu untuk bercanda seperti ini" Hanna terisak


"maaf jangan marah, apa setelah malam itu apa kamu pernah tidur bersama laki-laki lain?" tanya Collin


"kakak pikir aku murahan" kesal Hanna


"maaf aku hanya tanya saja" sesal Collin


"terus aku harus bagaimana kak?" tanya Hanna


"kamu tenang dulu, aku akan mencari solusinya" ucap Collin menenangkan


"tapi aku ga bisa tenang kak, bagaimana aku memberitahu orang tuaku terus apa kata orang nanti" cemas Hanna


"jangan terlalu banyak pikiran kasihan dengan janinmu, sekarang istirahat dulu" Collin membujuk Hanna


"baiklah kak" Hanna menurut


"aku tutup telpon nya ya, aku akan menghubungimu lagi nanti" janji Collin


"iya kak bye" Hanna mematikan ponselnya


setelah selesai Hanna merasa sedikit lega, tapi tetap saja dia tidak bisa tenang karna akan menghadapi orang tuanya.


.


dilain tempat Daniel memandang selembar kertas dengan perasan yang campur aduk dia tidak tahu antara harus senang atau sedih


Flashback On


setelah Hanna keluar kantor Daniel mengikutinya dari belakang, Daniel pun kaget karna tujuan Hanna bukan kerumahnya melainkan kesebuah rumah sakit.


dia terus mengikuti Hanna sampai-sampai diapun mengambil nomor antrian setelah Hanna, tapi Hanna tidak menyadarinya sama sekali karna Daniel memakai hoodie dan masker.


setelah Hanna keluar dari ruangan dokter dengan tampak lesu, Daniel tambah penasaran dengan keadaan Hanna lalu dia masuk kedalam ruangan dokter


saat dokter menanyakan keluhan nya Daniel malah menanyakan keadaan Hanna yang membuat dokter itu mengernyit, untung saja Daniel pinter berdalih


"maaf anda siapanya ya? apa suaminya?" tanya dokter itu


"iya dok" jawab Daniel tanpa pikir panjang


"kenapa anda tidak langsung menanyakan nya sendiri pada istri anda?" tanya dokter lagi


"emmh karna istri saya tidak ingin membuat saya khawatir, jadi selalu menyembunyikan keadaan nya" Daniel meyakinkan


"tidak ada yang serius dengan istri anda, hanya saja selamat anda akan menjadi seorang ayah" dokter itu tersenyum


"apa ayah" kaget Daniel


"ya, apa anda sudah lama menantikan nya sampai sekaget itu" tanya sang dokter


"i..iya dok" Daniel mengangguk


setelah percakapan itu Daniel berpamit pada sang dokter dan beralasan ingin segera bertemu istrinya.


Flashback off


"Apa ini kesempatanku ya, tapi aku tidak ingin gegabah. aku tidak ingin memberi kesan buruk didepan Hanna" gumam Daniel


"tapi ini saatnya aku harus mendekatinya, aku tidak ingin orang lain menggantikan posisiku" lanjut Daniel


lalu Daniel merenungkan Cara untuk mendekati Hanna, dia ingin terlihat sempurna didepan Hanna dan keluarganya