My Girl

My Girl
Singapura



'aku sudah buat keputusan, aku akan menggugurkan nya' isi pesan Hanna pada Collin


'kau serius?' jawab Collin


'tentu, aku sudah memikirkan nya matang-matang' balasnya Hanna


'baiklah aku akan mendukung apapun keputusanmu' jawab Collin


'tapi bisakah kau menemaniku?' tanya Hanna


'tentu saja bisa, aku akan mencarikanmu dokter terbaik dan mengaturnya untukmu' Collin


'oke, terimakasih kak' Hanna


setelah percakapan mereka selesai Collin langsung menghubungi teman nya menanyakan dokter terbaik untuk menangani wanita melahirkan, setelah menemukan nya dia langsung mengatur jadwal untuk Hanna


dilain tempat Hanna tengah menunggu kabar dari Collin sembari bertukar pesan dengan Cath, Cath sudah mengetahuinya juga dan dia akan ikut menemani Hanna


'aku sudah mengaturkan jadwalnya dan mengirimkan tiket ke emailmu keberangkatan lusa' pesan Collin


'memangnya kita akan kemana?' balas Hanna


'singapur' balas Collin singkat


'terimakasih kak' Hanna


'sama-sama sudah menjadi tugasku' Collin


setelah mendapat pesan dari Collin hati Hanna mulai gelisah, ada perasaan ragu dihatinya tapi rasa takut kepada orang tuanya lebih besar


dia takut orang tuanya tidak menerima kehadirannya lagi, dia takut orang tuanya jadi gunjingan orang dia juga takut tidak ada laki-laki yang ingin menikahinya karna punya anak diluar pernikahan


.


"ma aku akan berangkat ke singapur nanti sore" ujar Hanna kepada mamanya


"loh kok dadakan, memangnya mau ngapain kamu kesan?" mamanya mengernyit


"iya ma, aku lupa kasih tahu sebenernya udh dari 2 hari lalu aku dapat kabar dari temanku. dia akan menikah dan sudah mengirimkan tiket padaku, ga enak kan kalo aku ga berangkat" Hanna meyakinkan mamanya


"baiklah kalo begitu hati hati ya, apa kamu sudah berkemas?" tanya mamanya


"sudah ma semalem'" Hanna tersenyum


"mama akan mengantarmu kebandara" ujar mamanya


"oke ma makasih" Hanna memeluk mamanya


setelah percakapan itu Hanna kembali ke kamarnya dia berendam, dia menangis sejadi-jadinya karna dia telah membohongi mamanya


setelah berendam dia langsung bersiap untuk pergi ke bandara, dia menurunkan kopernya dibantu supir dan mamanya yang akan ikut juga ke bandara


"sayang baru juga beberapa minggu sudah mau berangkat lagi" mama Hanna mengusap pucuk rambutnya


"hehe aku kan ga lama disana ma paling lama juga seminggu" Hanna tidak menggenggam tangan mamanya


"tapi itu akan terasa lama nak, mengingat kamu baru sebentar disini" mama Hanna merajuk


"aku janji akan cepat pulang" Hanna menggigit bibir bawahnya


setelah sampai dibandara Hanna langsung chek-in dan melihat boarding pass untuk gate keberangkatan nya. Hanna memeluk mamanya lalu berjalan melambaikan tangan nya


Collin dan Cath juga tengah memepersiapkan keberangkatan nya ke singapur, mereka diantar sopir kebandara.


"kak kenapa aku yang deg degan ya" ucap Cath sambil meraba dadanya


"tenanglah, kita harus terlihat tenang dihadapan Hanna, karna mungkin dia yang lebih merasakan gelisah" ujar Collin


"iya kak" jawab Cath mereka tidak melanjutkan percakapan mereka lagi


setelah kurang lebih 19 jam mereka mengudara akhirnya mereka sampai di bandara. lalu mereka mencari teman Collin yang menjemput mereka untuk ke hotel


sesampainya dihotel Cath disambut gembira oleh Hanna, dia memang sampai lebih cepat karna jarak negara Hanna lebih dekat, mereka langsung berpelukan melepas rindu


"huh menunggumu disini beberapa jam saja seperti berbulan-bulan tahu" ucap Hanna


"benarkah? apa kau sangat merindukan ku?" ucap Cath


"tentu saja kita sudah hampir sebulan tidak bertemu" Hanna mencubit pipi Cath


"ah benar, aku juga sangat merindukanmu" Cath memeluk Hanna lagi


"ehemmm, ada aku juga disini" Collin melambaikan tangan nya


"bagaimana kabarmu?" tanya Collin mengusap puncak kepala Hanna


"huhh tentu saja tidak baik-baik saja" Hanna cemberut


"oh ya?" tanya Collin pura-pura tidak percaya


"ish aku serius kak" Hanna menepuk tangan Collin


"tapi tadi kau terlihat sangat bahagia" canda Collin


"itu kan tadi karna beretemu Cath setelah sekian lama kita tidak bertemu" omel Hanna


"hahaha aku hanya bercanda" Collin terbahak


"sudah-sudah ayo kita istirahat, aku lelah" ajak Cath


"ayo. ada banyak yang ingin ku ceritakan" Hanna menggandeng Cath


"yasudah selamat beristirahat" Collin berjalan kearah kamarnya


.


di sisi lain Daniel sedang kebingungan karna mendapatkan kabar Hanna pergi ke singapura, dia ingin menyusul tapi tidak bisa karna ada meeting penting yang tak bisa diwakilkan.


"mau apa dia kesana?" gumam Daniel sambil terus memandang hp ditangan nya


dia sudah menghubungi salah satu teman nya yang berada di singapur untuk mencarikan orang yang bisa mengawasi Hanna disana


"mengapa dia belum mengabariku juga" kesal Daniel


dia juga tidak berani menanyakan terlebih dahulu karna Daniel tahu teman nya juga super sibuk, sebenarnya dia tidak ingin merpotkan teman nya, tapi situsinya sedang kepepet


setelah selesai meeting Daniel menyuruh asisten nya untuk mempersiapkan jet pribadinya. karna malam ini juga dia ingin bertolak ke singapura.


"apa sudah siap semuanya?" tanya Daniel pada asisten nya


"sudah pak, anda bisa berangkat sekitar 35 menit lagi" ucap asisten nya


"huh lama sekali" Daniel melonggarkan dasinya


asisten nya hanya menggelengkan kepalanya, karna selama ini dia tidak pernah melihat Daniel gelisah apalagi penampilan nya sudah berantakan


"emmh maaf tuan apa anda ingin mengganti baju terlebih dahulu?" tanya sang asisten


"tidak perlu" jawab Daniel sampai dia melihat pada cermin yang dilaluinya


"astaga" Daniel menghentikan langkahnya di depan cermin dengan mata yang membola


"mengapa kau tidak memberitahukanku" omel Daniel


"maaf tuan sebenarnya saya tadi ingin memberi tahumu, tapi anda terlihat sedang kesal jadi saya tidak berani mengatakan nya" sang asisten menunduk


"sudahlah aku akan mengganti bajuku di pesawat" Daniel melanjutkan langkahnya lagi


"baik tuan, saya juga sudah menyuruh orang untuk melayani anda selama berada di singapura" ucap asisten nya lagi


"terimakasih, jangan lupa laporan pekerjaan kirimkan ke emailku" Daniel merebahkan badan nya dikursi pesawat


"sama-sama tuan saya permisi" asisten berpamit yang diangguki Daniel


disingapura Cath dan Hanna tengah berbincang diatas kasurnya. Hanna bercerita banyak tentang pekerjaan nya sampai pada dia mengetahui dirinya hamil.


"tapi apa kau yakin akan menggugurkan nya" Cath mengusap perut Hanna yang masih rata


karna sejak bertemu Hanna Cath ingin menanyakan tentang seputar kehamilan nya, tapi Cath tidak berani karna takut Hanna jadi sedih


"aku tidak tahu Cath, sebenarnya ada rasa ragu dihatiku tapi aku tidak punya cara lain, aku takut orang tuaku tidak menerimaku lagi sebagai anaknya" Hanna menundukan kepalanya terbayang wajah orang tuanya yang kecewa


"dengarkan aku Hanna, percaya atau tidak seburuk-buruknya anak, sebagai orang tua mereka tidak akan membuangmu, mungkin iya mereka akan kecewa tapi sedikit demi sedikit akan menerimanya. kau terlalu overthinking bisa saja mereka malah akan merangkulmu" Cath mencoba memberi pengertian pada Hanna


"tapi aku kahawatir mereka akan digunjing orang Cath, mereka akan danggap gagal sebagai orang tua karna tidak becus mendidik anaknya" Hanna terisak


"huh aku kesal sekali dengan orang-orang seperti itu, mereka seperti tak punya dosa saja" Cath berkacak pinggang


"aku tidak akan tahan melihat wajah kecewa orang tuaku Cath" Hanna memejamkan matanya


"tenangkan dirimu, kau tidak boleh setres itu akan mengganggu kesehatanmu" Cath memeluk Hanna


setelah perbincangan itu selesai Hanna mulai tenang dan tertidur karna sudah lelah menangis.