
1 hari berlalu mereka melewati liburan di pulau xx, Cath mengajak Hanna untuk berkeliling dan berbelanja. mereka sangat antusias ketika memilih pernak pernik hiasan.
saat sedang tawar menawar harga dengan sang penjual, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggung Cath
"Cath benarkah ini kau?" tanya orang itu
Cath memandang orang itu dan mengingat-ngingat lagi siapa orang itu
"ini aku Xander" tambah orang itu
"oh Xander Mendes?" Cath menyebut nama lengkap nya
Xander adalah teman Cath waktu SMA dia memiliki perawakan tinggi dan juga wajah tampan sejak SMA Xander menjadi menjadi incaran para wanita, tapi tidak ada yang menarik perhatian nya. Xander hanya menyukai satu wanita saja yaitu Cath
tapi Cath tidak menyadari rasa suka Xander, jadi hanya menganggapnya teman saja seperti yang lain, begitupun Xander tidak berani mengungkapkan rasa sukanya karna takut Cath menolaknya. dan nantinya akan membuat hubungan mereka merenggang.
"ya itu aku" Xander mengangguk
tanpa aba-aba Cath memeluknya dan berputar-putar senang
"kau tambah tampan saja" Cath memuji
"kau juga Cath tambah cantik dan Sexy" Xander mengerlingkan matanya
"sedang apa kau disini?" tanya Cath
"aku sudah lama tinggal disini, aku membuka beberapa cafe dan penginapan" ucap Xander
"oh ya? apa aku boleh kesana?" tanya Cath
"tentu saja, eh kau sendiri sedang apa disini?" tanya Xander
"astaga saking senangnya bertemu denganmu aku jadi lupa pada temanku, kenalkan ini Hanna. kami sedang berlibur disini"
"hai aku xander" Xander menyalami Hanna
"aku Hanna" Hanna menyambut salaman Xander
"aku tahu" Xander tersenyum
"bagaimana kau tahu?" tanya Cath
"kan tadi kau yang menyebut namanya" Xander berpura-pura bodoh
"ish kau ini" Cath mencubit tangan Xander
"kau ini masih sama ya, suka cubit-cubit. ini sakit tahu" Xander kesal
"cih lebay sekali" Cath memutar bola matanya
"eh mumpung kau disini, apa kau mau ikut pesta pinggir pantai nanti malam?" ajak Xander
"pesta? boleh juga" Cath antusias
"yasudah sini aku minta nomormu, nanti akan aku kabari lagi" Xander menyodorkan hpnya pada Cath lalu Cath mengetikan nomornya
"nih sudah aku masukan nomorku" cengir Cath
"kalo begitu aku pamit ya, sampai ketemu nanti malam" Xander melambaikan tangan nya
"ya bye Xander" Cath juga melambaikan tangan nya
"tampan sekali" ujar Hanna
"Hah? kau ngomong apa?" Cath tidak memperhatikan yang dikatakan Hanna
"temanmu tadi. tampan sekali" ujar Hanna malu-malu
"ya dia memang tampan. apa kau menyukainya?" tanya Cath menyelidik
"tidak" jawab Hanna
"ayolah akui saja" Cath menoel dagu Hanna
"tidak Cath. aku hanya mengagumi tampannya saja" Hanna kesal
"baiklah baiklah" Cath mengangguk sambil membayar barang yang dibelinya
setelah selesai membayar mereka kembali menyusuri toko-toko disana, masih banyak barang yang mereka inginkan mulai dari baju tas dan yang lain nya.
setelah lelah berbelanja mereka kembali ke Villa Daniel dengan menenteng banyak tas belanjaan
"ah aku lelah sekali" ujar Cath merebahkan badan nya diatas sofa
"ya aku juga Cath, kakiku pegal sekali setelah berjalan jauh" Hanna memijit-mijit kakinya
"astaga kalian habis memborong barang dimana?" Daniel menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa
"kita habis berkeliling dan shoping" jawab Hanna masih memijat kakinya
"kamu kenapa?" tanya Daniel
"setelah berjalan jauh kakiku pegal sekali kak" Hanna memelas
"kenapa tidak memakai mobil jika ingin jalan-jalan" omel Daniel sambil membawa obat gosok yang berada di laci
"kalau pakai mobik tidak asik. kita tidak bisa melihat sudut-sudut indah pulau ini" jawab Cath
"gak usah kak. sudah gapapa kok" Hanna tidak enak
"tak apa sini" Daniel meraih kaki Hanna
'kenapa aku seperti tersengat listrik jika bersentuhan dengan nya' batin Hanna
'sialan bersentuhan dengan nya membuatku menegang' batin Daniel
Daniel memijat kaki Hanna dengan lembut dan perlahan. tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang baru, mereka pun menoleh dan itu ternyata Collin, seketika membuat Daniel menghentikan pijatan nya
"eh sudah pada pulang" Collin tersenyum
"darimana kak?" tanya Cath
"aku habis olahraga" Collin menghampiri Cath
"kak pijatkan kakiku juga donga" ucap Cath
"baiklah. sini aku minta minyak gosoknya" pinta Collin pada Daniel
'eh kenapa Collin tidak marah melihatku memijat Hanna' batin Daniel
"kenapa kak? sudah lelah?" tanya Hanna sambil menurunkan kakinya
"eh tidak. sini aku lanjut" Daniel meraih kembali kaki Hanna lalu melanjutkan memijatnya
'ini aneh sekali, aku tidak yakin mereka berdua ada hubungan. melihat interaksi mereka biasa saja ketika aku memijat kakinya' Daniel dalam batin nya lagi
setelah selesai pijat memijat mereka pamit kembali ke kamar masing-masing karna akan siap-siap untuk pergi ke pesta
"Cath aku bingung memilih baju untuk ke pesta" keluh Hanna sambil menenteng dua baju untuk ditunjukan pada Cath
"hei untuk apa baju-baju itu?" Cath mengerenyit
"untuk ke pesta" jawab Hanna
"apa kau tidak pernah ke pesta pantai?" Cath bertanya lagi
"tidak pernah" Hanna menggelengkan kepalanya
"sini akan aku tunjukan costum untuk pesta pantai" Cath mengambil hpnya untuk berselancar di internet
"astaga Cath apa harus seterbuka itu?" Hanna menutup matanya setelah melihat gambar yang ditunjukan Cath
"tentu saja" Cath melenggang pergi menuju kopernya karna dia sudah menyiapkan bikini sebelum berangkat berlibur. ya costum untuk ke pesta pantai adalah bikini
"tak sia sia aku membeli banyak macam nya" lanjut Cath membawa kopernya ke atas kasur
"ya ampun banyak sekali" Hanna melongo
"ayo pilihlah yang kau suka" Cath mempersilahkan
"aku tidak mau" Hanna menggelengkan kepalanya
"ish kau ini ayo buruan pilih" Cath memaksanya
"harus banget ya?" tanya Hanna kembali
"sudah jangan banyak bicara. aku yang akan pilihkan" Cath tak mau bertele-tele
setelah selesai memilih bikini mereka bersiap-siap membersihkan diri tak lupa juga memakai sedikit riasan diwajahnya
"Hanna apakah sudah selesai" Cath menggedor pintu kamar mandi
"sebentar lagi" saut Hanna
setelag beberapa menit Hanna keluar dengan menggunakan kimono. membuat Cath melongo
"apa ini? ayo buka" Cath menarik kimono yang dikenakan Hanna
"aku tidak mau Cath, ini terlalu terbuka" protes Hanna
setelah mendengar protesan dari Hanna Cath meraih Cardigan diatas kasur
"pakai ini" Cath menyodorkan Cardigan yang tetap menerawang
"pakai ini sama saja Cath lekuk tubuhku keliatan" Hanna menggeleng
karna sudah terlalu kesal Cath menarik paksa kimono yang dikenakan Hanna. dan seketika terpampanglah kulit Hanna yang putih dan bersih
"astaga kau cantik sekali" Cath menutup mulutnya yang menganga
"Cath" kesal Hanna
"sini lihat tubuhmu di cermin itu" Cath menarik tangan Hanna
Hanna pun sama melongo takjub melihat tubuhnya sendiri
"sudah jangan terus bercermin ayo kita harus segera berangkat" Cath melemparkan cardigan kepada Hanna dan diapun sama memakainya
dari atas balkon Daniel mengerenyit melihat Hanna dan Cath yang tampak terburu-buru masuk kedalam mobil, tanpa mereka sadari cardigan nya tertiup angin yang membuat cardingannya tersingkap
"astaga mereka pakai bikini" lalu Daniel terburu-buru turun untuk mencegah mereka pergi
tapi saat sudah tiba dibawah dia terlambat karna mereka sudah berlalu pergi. tanpa pikir panjang Daniel memanggil Collin lalu menyambar kunci mobilnya.