
sesampainya di indonesia Hanna langsung menghubungi kedua orang tuanya jika dia telah sampai. perjalaman selama 23 jam membuatnya jetlag.
setelah menunggu 20 menit, orang tua Hanna datang. mereka pun melepas rindu dengan saling berpelukan
"sayang. mama kangen sekali" mama Hanna menitikan air matanya
"aku juga ma. aku kangen masakan mama" Hanna menatap mata mamanya
"oh jadi mama doang yang di kangenin" papanya pura-pura merajuk
"ish papa udah tua masih aja ngambekan" Hanna berganti memeluk papanya
"anak papa. kamu tambah cantik nak" papa Hanna mengusap punggung Hanna
"iyalah siapa dulu dong mama papa nya" Hanna menaik-naikan kedua alisnya
"heh lu ga kangen sama gua" ucap laki-laki dibelakang papanya
"eh lu juga ikut tepung kanji" ucap Hanna bercanda
"nama gua kenzi bukan tepung kanji" kesal Kenzi
Kenzi adalah sepupu Hanna, 4 tahun lebih muda dari Hanna. tapi karna badan nya yang bongsor dia jadi terlihat seumuran Hanna
"ah sama saja" Hanna menoel dagu Kenzi
"jangan colek-colek tangan lu kotor" Kenzi sambil mengusap dagunya
"astaga gua habis cuci tangan ya. bersih nih" Hanna menunjukan tangan nya
"sudah sudah ayo kita pulang. mama sudah masak makanan kesukaanmu" mama Hanna melerai pertengkaran mereka
"benarkah?" Hanna berbinar
"tentu saja. ini spesial untuk menyambut kedatangan anak mama yang paling cantik ini" puji mamanya
"iyalah paling cantik, orang gaada lagi" ledek Kenzi
"diem lu" mata Hanna melotot
setelah sampai dirumah nya Hanna langsung membersihkan diri karna badan nya terasa lengket, tak lupa juga dia menghubungi Cath kalau dia sudah sampe dirumahnya dengan selamat
lalu dia turun dengan terburu-buru karna tidak sabar ingin melahap habis makanan kesukaan nya.
"emmhhh rasanya masih sama, enak banget" puji Hanna
"iyalah resep turun temurun, kamu juga harus belajar memasak untuk suamimu kelak" ujar mamanya
"aku bisa memasak ma. cuma yang gampang-gampang sih" cengir Hanna
"mulai besok mama akan ajarin kamu memasak" ucap mamanya
"oke ma" Hanna mengangkat jari jempolnya
setelah selesai menikmati makanan kesukaan nya dia memutuskan berkeliling rumahnya karna dia sudah sangat merindukan setiap sudut rumahnya.
"ahh masih sama seperti terakhir kali aku melihatnya" gumam Hanna tersenyum
lali dia melanjutkan langkahnya ke taman belakang rumah. dia menghirup udara segar karna banyak pohon rindang disana.
"ah aku akan menambahkan kembang- kembang disudut sana" gumam Hanna karna melihat ada sudut yang masih kosong
setelah lelah berkeliling dirumahnya. dia kembali ke kamarnya untuk merebahkan badan nya, karna sedari datang dia belum beristirahat.
saat dia berjalan menuju kamarnya, dia melihat papanya sedang menonton tv diruang keluarga. lalu dia menghampiri papanya
"papa" Hanna langsung merebahkan dirinya dipangkuan papa nya
"eh anak perawan papa" ucap papanya tersenyum
mendengar kata 'perawan' Hanna menahan nafasnya sejenak, hatinya mulai berdebar karna mengingat kejadian malam itu
'tapi kenapa aku tidak mengingat siapa orangnya ya' batin Hanna
"nak hei" papanya menoel pipi Hanna
"iya pa?" Hanna terperanjat
"kok ngelamun sih, ga dengerin omongan papa" papanya heran
"maaf pa, mungkin aku masih jetlag" alasan Hanna
"iya tak apa nak" mengusap rambut Hanna
"tentu saja, karna tidak ada yang teriak-teriak sama bikin rusuh" canda papanya
"ish papa kok cuma buruknya doang yang diingat" kesal Hanna
"papa becanda nak" sambil mencubit pipi Hanna
setelah berbincang bincang dengan papanya, Hanna tertidur di sofa karna usapan dipunggungnya membuat dia nyaman. lalu papanya memindahkan Hanna kedalam kamar.
"sudah tidur pa?" tanya mama Hanna
"iya, tadi ketiduran di sofa jadi papa pindahin" jawab papa nya
"yasudah biarkan dia istirahat, ayo anterin mama ke arisan pa" ujar mama nya
"loh kan Hanna baru dateng. kok mama malah mau pergi sih" papanya heran
"cuma sebentar doang, sekalian belanja karna persedian makanan sudah mulai kosong" bujuk mama nya
"yasudah tunggu, papa mau ganti baju dulu" papa nya mengalah, karna jika dia terus melarangnya akan berurusan panjang.
setelah sampai ditempat arisan. mama Hanna langsung menuju tempat sedangkan papa Hanna menunggu di mobil, dia malas untuk ikut istrinya karna hanya akan mendengarkan gosipan mereka.
setelah sekitar setengah jam akhirnya mama Hanna telah kembalin dari acara arisan nya. dia pamit pulang lebih awal kepada teman nya karna harus berbelanja dulu terlebih Hanna baru saja pulang
"maaf ya pa lama nungguin" mama Hanna merasa bersalah
"tak apa ma" papa Hanna pura-pura tersenyum, karna sebenarnya dia juga bosan hanya duduk dimobil.
"ayo kita belanja persediaan makanan" Mama Hanna semangat
"letsgo" jawab papa Hanna lalu melajukan mobilnya
mereka pergi menuju salah satu super market disana. mereka berbelanja barang kebutuhan sehari-hari sayuran dan yang lain nya.
dilain tempat, Hanna terbangun karna mendapat telpon dari Cath. dia mengernyit karna di indonesia 11 jam lebih cepat dari new york.
"memangnya jam berapa sekarang?" dia melirik jam. jam menunjukan pukul 18.30 sore berarti di new york pukul 05.30 pagi
"oh pantas saja" sambil mengangkat telpon nya
'hallo' ujar Hanna
'Hanna i miss you' Hanna menjauhkan Handpone dari telinga nya, karna Cath berteriak
'jangan teriak Cath' kesal Hanna
'maaf aku terlalu excited' kekeh Cath
'tumben jam segini kau sudah bangun' ujar Hanna
'aku tak tahu, tiba-tiba aku terbangun mengingat dirimu' Cath menggaruk kepalanya yang tidak gatal
lalu mereka terus melanjutkan percakapan, mereka berbincang kenangan awal pertemuan mereka sampai Hanna pulang ke negaranya.
setelah puas melepas rindu melalui sambungan telpon Hanna beranjak dari tempat tidurnya, perutnya merasa lapar setelah beberapa jam beristirahat.
Hanna turun kebawah menuju dapur, dan dia melihat mamanya sedang serius memasak makanan
"baunya harum sekali" ujar Hanna membuat mamanya menoleh
"eh sudang bangun nak" mama nya tersenyum
"iya ma, perutku lapar" Hanna mengusap-ngusap perutnya
"tunggulah dimeja makan, sebentar lagi mama selesai" ucap mamanya
setelah semua masakan nya matang, mamanya Hanna langsung menyajikan makanan nya di atas meja makan. Hanna langsung saja menyendok nasi dan makan dengan lahap.
"tumben makanmu banyak sekali nak" mamanya heran
"aku ga tahu ma, saking laparnya kali" cengir Hanna
"bagus deh, besok-besok kalo makan nya banyak terus mama akan semakin semangat masak" mamanya tersenyum lebar
"iya ma, nafsu makanku juga akhir-akhir ini menambah jadi mama harus lebih semangat lagi" Hanna mengepalkan tangan nya ke udara
"siapp princess" mama Hanna mengacungkan jempolnya
"ah sudang kenyang. masakan mama enak sekali" puji Hanna
"terimakasih nak" mamanya terharu