My Girl

My Girl
Bab 1



*Minta dukungannya sayangku ..mohon maaf kalo ada kekurangan masih Pemula.*


hiks...hiks... "Tuhan sampai kapan cobaan ini akan berakhir."


lelah rasanya dengan semuanya tapi apalah daya mungkin inilah tandirnya, tepat pada kelulusan sekolah SMA nya. Fio sangat berharap, di dampingi kedua orang tuanya seperti teman-teman lainya. tetapi, semua nya hanya keinginan Fio semata. orang tua Fio justru tidak ada yang datang karna pertengkaran yang hebat, sehingga perceraian terjadi.


Nama Fio Calandre umur 19 tahun yang mempunyai paras cantik yang memiliki kulit putih, mata indah, hidung minimalis, dan rambut yang bergelombang. sungguh indah ciptaan-Mu.


Di hari itu juga Fio di titipkan kepada Bibi dan Pamannya yang mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Shela, Alisa mama Fio sudah tidak punya pilihan lagi selain menerima tawaran temannya itu. menjadi kepercayaan menjaga butik di Luar Negeri. dan sangat terpaksa Alisa meninggalkan anak tunggalnya demi mencukupi segala kebutuhannya, karna ayahnya sendiri sudah tidak akan peduli lagi dan lebih memilih wanita lain.


tetapi, kenyataannya Fio menderita dan harus menjalani hidup nya yang pahit dan penuh rintangan itu.


Bibinya yang sangat tidak menyukai Fio itu, selalu saja membuat cara agar Fio tidak betah dan pergi dari rumah nya itu. begitu juga dengan anaknya yang selalu berbuat seenak jidat kepada Fio.


******


pagi telah tiba di mana orang-orang sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, di saat Fio jatuh sakit karena kurang istirahat Fio meminum obat yang sudah di belinya di warung beberapa hari yang lalu, buat jaga-jaga. karena Fio akhir-akhir ini sering pusing dan tidur kembali karena efek obat tadi.


"Shel dimana Fio, ini sudah jam berapa? apa dia mau puasa hari ini."


"gak tau ma, Shela juga gak liat dari tadi."


"kemana anak itu. awas aja entar." dengan langkah cepat yang di penuhi emosi bibi Fio menuju kamar nya dan....


menemukan Fio sedang tidur pulasss.


Dengan menggoyang-goyangkan tubuh Fio "hehh bangun tuan putri, ini sudah siang" dengan suara yang lembut tapi dengan mata yang melotot.


Fio terbangun Ooaaammmb...(kaget) "eh ya Bik maaf Fio tadi habis minum obat dan tidur lagi"


"cih ..alasan, sekarang kamu ke pasar ini sudah siang cepatt." dengan tatapan yang tajam


"ya Bik.." kepalanya yang masih sakit di paksa untuk jalan karena ini adalah tanggung jawab setiap harinya, belanja dan memasak. (air matanya sudah tak terbendung lagi)


Mama...Fio kangenn ...ayah dimana... aku sudah tidak sanggup lagi...


hikkk...hikkkk....


Fio Sundah tidak kuat lagi di sepanjang jalan Fio memikirkan cara untuk melarikan diri dari rumah neraka itu,


huffft sudahlah saya akan memikirkan nya nantik


setelah kembali dari pasar dengan cekatan Fio memasak yang di belanjanya tadi, karena pasti para macan betina itu kelaparan. tentu saja, Fio tidak mau di makan menta-mentah oleh mereka.


"Fio cepat.!! mana makanannya" sudah seperti cacing kelaparan


hahhhhkkk...selama ini aku sabarr banget sama kalian, apa aku racun aja ya, tapi setelah itu..pasti akan mendekam di penjara


"ini sudah selesai Bi.."


"sudah kamu makan di dapur sana"


Fio mengangguk dan pergi ke dapur dalam hati Fio sebenernya jengkel, tapi di tahan sajalah dari pada panjang urusannya.


aku harus pergi sekarang seperti nya tabungan ku cukup..


Mama Fio memang sering kirim uang ke Bibinya untuk membiayai kuliah dan sehari-hari nya Fio di sana. agar kehidupan anaknya seperti dengan teman-temannya. tapi, kenyataannya Fio tidak boleh kuliah Fio hanya di kasih uang 200 per bulannya. Fio tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa dan menjalaninya. berharap ada keajaiban datang dari yang Maha Kuasa.


jam 2 siang Bibi dan anak perempuan kesangannya itu sedang tidur siang. Fio pergi mengendap-endap dari rumah neraka itu, membawa beberapa helai baju dan uang tabungan yang selama ini ia simpan.


********


Fio bertekad mencari kerja ke kota hanya untuk mengadu nasib dengan ijazah SMA nya. Fio berjanji pada dirinya sendiri akan fokus kerja untuk menjadi orang yang sukses kelak.


drrrrtt...drrrtt...


Fio mengangkatnya dengan malas setelah melihat nomor yang tak di kenal di layar HP nya.


" Hallo."


" Fio gue khawatir sama loe..kenapa gak ngabarin gue sih."


"mmmmzt sory, nomer loe nyangkut ke Hp butut itu gue lupa ngabarin loe Del, maaf." (dengan suara memelas) gak salah lagi kalau itu adalah suara Adel temannya.


" oke fine, gak usah nangis deh."


" dasar loe Del. emang loe gak a.." tut..tut.. tiba-tiba putus begitu saja.


"tuh anak gak berubah. belum kelar juga ngomongnya." Fio ngomong sendiri


Adel sengaja mematikan panggilannya karena dari dulu hanya Adel yang selalu jahilin Fio. menurut Adel ya suka aja ngisengin Fio yang super cuek itu.


Adel adalah teman Fio sejak SMP hanya dialah teman satu satunya yang selalu ada susah maupun duka,Adel juga anak orang biasa yg serba berkecukupan tetapi kehidupannya lebih nyaman dari Fio karna mempunyai keluarga yang utuh dan harmonis.


" Fio kemari.'' dengan langkah yg cepat ke arah Fio


"Ya Pak..'' kata Fio dengan sopan


''Tolong antarkan minuman ini ke meja nomer 12 awas hati-hati dan beri pelayanan yang baik karna ini tamu spesial di sini''


Dengan penuh semangat Fio melangkah dan


kiettt...prankkkkkkk...akkhhh..


wajah Fio langsung pias, rasanya pengen ngilang dulu saat ini. karna ini adalah pertama kalinya memecahkan gelas yang sangat mahal dan yahhh.. pasti akan di potong gaji nanti.


" Ma..maaf Pak."menunduk dan tubuhnya yang gemetar.


"Fio kenapa kamu ceroboh sekali!!!"(Pak Agus)dengan tatapan tajam ke arah Fio.


Pemuda di depan Fio yang sedari tadi menatapnya merasa ingin melindunginya dan segera mendekatinya. seperti magnet yang menariknya entah perasaan apa ini.


"tidak apa-apa saya yang akan bertanggung jawab semuanya, ini cek terimalah" Gio


"Maaf atas ketidak nyamanan nya Pak, dan terima kasih banyak." Agus (dengan hormat dan pergi)


Fio tidak sengaja melihat pemuda di depannya yang tampan, hidung mancung,tinggi, kulit putih bersih dan yang pastinya coll wussssss ..Ganteng Bangetz batin Fio. dan juga merasa lega karna insiden tadi. kenapa pemuda ini menolongnya.


"ini kartu nama saya ambillah." Gio


Fio mengambilnya."Terima kasih sudah menolong saya Tuan."Fio


"mmmzt." Gio (dengan melangkah pulang)


Fio bekerja di sebuah Lestoran yang lumayan terkenal dan selalu banyak di kunjungi orang-orang penting. sudah 5 bulan Fio bekerja di sini, dan pastinya merasa bahagia karna bisa bekerja di Lestoran ini.


Dengan gaji yang lumayan Fio selalu rajin menabung untuk masa depannya nantik. Fio sudah tekad akan memulai hidupnya yang baru dan membuang jauh masa kelamnya. Fio sengaja mencari Kos yang kecil dan murah agar uangnya banyak ketabungan.


ddrrrttt...dddrrrrrttt.... jam 11 malam Gio masih di depan laptopnya dengan malas Gio mengambil HP dan segera mengangkatnya.


"Hallo." (dengan suara dinginnya) berani beraninya mengganggu ku di jam segini, batinnya.