
Dan sekarang disinilah mereka dikapal pesiar milik Daniel, Hanna dan Cath memakai pakaian yang lumayan sexy. pakaian yang Hanna pakai tentu saja di pikihkan oleh Catg.
dana yang tadinya akan digunakan Cath untuk berlibur dia pakai membeli pakaian baru untuknya dan Hanna. tak lupa dia juga membeli beberapa bikini untuk dia gunakan saat berjemur di pantai
"Cath aku seperti bermimpi bisa naik kapal pesiar semewah ini" ujar Hanna
"aku juga. ini adalah kapal pesiar termewah yang pernah aku naiki" angguk Cath
"semuanya telah tersedia disini. apa ini tidak berlebihan kita diperlakukan bak putri" Hanna memandang pelayan yang sedang menuangkan minuman nya
"tentu saja tidak. ini buah hasil kita karna menjadi anak yang baik" Cath tergelak
"kita? sepertinya cuma aku" Hanna meledek
"cih kau ini" Cath kesal
lalu mereka menikmati makanan yang sudah di sediakan para pelayan.
"makanan nya enak-enak sekali" ujar Hanna
"ya kau benar. biasanya aku menikmati makanan seperti ini di hotel bintang 5" Cath menyetujui Hanna
"ahh mimpi apa aku semalam bisa menikmati liburan mewah seperti ini" Hanna mengagumi setiap sudut kapal pesiar itu
setelah selasai berkeliling Hanna dan Cath memutuskan untuk beristirahat karna mereka sangat lelah. malam ini mereka akan bermimpi sangat indah
.
pagi hari tiba matahari telah memancarkan sinarnya, Hanna terbangun karna silau oleh cahaya yang masuk melalui jendela kapal tersebut
"oh sudah pagi" Hanna menguap lalu dia berjalan ke kamar mandi
setelah selesai menggosok giginya dia berjalan keluar kamar. dia ingin membuat coklat hangat karna suasana mya cukup dingin.
saat sedang berjalan menuju pantry, dia melihat seseorang yang tengah duduk membelakanginya
"siapa dia? sepertinya aku mengenali tubuh tegapnya" gumam Hanna
setelah lebih dekat ternyata benar tebakan Hanna
"kak Daniel?" sapa Hanna
"oh hai" Daniel tersenyum
"sejak kapan kakak disini?" Hanna mengernyit
"emmh baru saja. tiba-tiba klienku membatalkan meeting dan untuk beberapa hari kedepan aku tidak ada pekerjaan, jadi aku pikir menyusul kalian kesini akan menyenangkan sekalian berlibur juga" penjelasan Daniel panjang lebar tentu saja berbohong. karna sebenarnya pekerjaan nya dihandle oleh Davin
"Hanna" panggil seorang laki-laki
"kak Collin. katanya tidak bisa ikut" ujar Hanna
"setelah dipikir-pikir aku juga sudah lama tidak berlibur. jadi aku memutuskan ikut menyusul dengan nya" tunjuk Hanna pada Daniel
Collin mendekati Hanna mengusap pucuk kepalanya dan membenarkan anak rambut Hanna yang melambai terkena angin. membuat Daniel merasa panas
"apa kau menikmatinya hem?" Collin menarik kursi lalu duduk di pinggir Hanna
"sangat kak. dan terimakasih ka Daniel" Hanna dengan mata berbinar
"mau sarapan apa? akan aku buatkan" tawar Collin
"sepertinya sendwich enak" ujar Hanna
lalu Collin pergi melihat bahan persedian di kapal pesiar itu setelah mendapatkan nya dia mulai bergulat dengan bahan-bahan masakan tersebut
"ehhemm" tiba-tiba Daniel berdehem
"kenapa kak? apa mau minum?" tanya Hanna
"boleh" Daniel menatap tajam Hanna
lalu Hanna beranjak mengambilkan minum untuk Daniel
"mengapa tatapan nya seperti itu" gumam Hanna sambil menuangkan air kedalam gelas dan kembali ke pantry lalu menyerahkan nya pada Daniel
"apa aku boleh tanya sesuatu?" Daniel serius
"boleh. tanyakan saja" Hanna menatap Daniel
"apa hubunganmu dengan Collin sudah sangat serius?" tanya Daniel lagi
"emmhhh sebenarnya aku...." sebelum Hanna melanjutkan perkataanya Collin sudah kembali dengan membawa 2 piring Sandwich
"mana untuk ku?" Daniel memandang Collin
"bikin saja sendiri tuan muda" Collin menghiraukan Daniel
"kau.." ucapan Daniel menggantung karna Collin menyumpalkan sandwich ke mulut Daniel
"aku tidak akan setega itu padamu" Collin terbahak melihat Daniel dengan muka kesalnya
saat mereka sedang berbincang tiba-tiba terdengar teriakan Cath memanggil kakaknya dan Daniel
"benar saja tebakanku kau menawarkan kami liburan gratis karna ingin ikut juga" Cath menumpahkan kekesalan nya pada Daniel
"hei kata siapa itu?" panik Daniel karna hampir ketahuan
"aku" Cath menunjuk dirinya sendiri
"kau ini tidak tahu terima kasih ya benar-benar" Daniel balik menyerang Cath
"kalau iya kenapa? aku ingin menikmati liburan hanya dengan sahabatku saja bukan bersama kalian para perjaka tua" Cath kembali berapi-api
"hei jaga mulutmu ya" Daniel kesal
"sudah-sudah kenapa kalian malah bertengkar" lerai Hanna
"iya. sudahlah Cath kami sudah terlanjur kemari" sambung Collin
"maafkan aku" Daniel menyodorkan tangan nya pada Cath
"baiklah. tapi setelah liburan ini selesai kau harus mentraktirku berbelanja" tunjuk Cath pada Daniel dan Daniel mengangguk
setelah pertengkaran kecil itu selesai Daniel menyogok Cath dengan makanan-makanan kesukaannya supaya kekesalan Cath reda.
.
2 hari berlalu mereka menikmati liburan dengan kapal pesiar dan saat ini mereka telah sampai di pulau xx. mereka langsung beristirahat di villa milik Daniel
villa yang luas menyuguhkan pemandangan langsung ke laut. villa ini berdesign american clasik jadi terlihat semakin megah dipadukan dengan furnitur yang mewah juga
"ah liburan ini benar-benar sangat mengagumkan" Hanna tersenyum lebar melihat pemandangan sekelilingnya
lain halnya dikamar Daniel, beberapa hari ini emosinya sangat terkuras tapi dia berusaha menahan nya. tidak lain karna melihat kedekatan Collin dengan Hanna
Collin yang sangat perhatian kepada Hanna begitupun Hanna yang menikmati perhatian Collin, sebenarnya perhatian Collin pada Hanna sama saja seperti kepada Cath
tapi karna kecemburuan Daniel yang sudang sampai ubun-ubun membuat dia selalu overthingking. dan melihat kedekatan Hanna dengan Collin seperti lebih dari kata adik kakak.
setelah lama berdiam diri dikamar, Daniel memutuskan keluar untuk mencari angin. dia berjalan-jalan dihalaman villa menikmati matahari yang akan tenggelam
lama ia berjalan-jalan tanpa sengaja melihat siluet seorang wanita di pinggir pantai. dia menyeringai licik mengetahui siapa gadis itu
"hai" sapa Daniel
"hai" balas Hanna
"sedang apa?" tanya Daniel basa basi
"menikmati alam" jawab Hanna singkat
"apa boleh aku menemanimu?" Daniel memandangi Hanna
"apa Cath mengijinkan nya?" tanya Hanna
"Cath? memangnya kenapa aku harus minta ijin padanya" Daniel mengerenyit
"kau kan sedang dekat dengan nya. aku tidak ingin ada kesalah pahaman antara aku dan sahabatku" Hanna sedikit menelisik wajah Daniel
"kata siapa aku dekat dengan nya?" tanya Daniel semakin bingung
"aku pikir seperti itu, jika kalian tidak ada hubungan mana mungkin kau mau membiayai liburan mewah ini" Hanna menohok membuat Daniel tertawa
"jadi ini alasan nya kenapa kau tidak betah jika berdekatan denganku?" Daniel masih dengan tawanya
"ya memang kenapa? aku tidak salah bukan?" Hanna bingung melihat Daniel yang tertawa
"hei Cath dan Kakaknya sudak ku anggap sepertu keluargaki sendiri. jadi jika hanya liburan seperti ini tidak ada apa-apa nya bagiku" Daniel dengan serius
"benarkah? apa kau tidak tertarik sama sekali pada Cath?" tanya Hana lagi
"tidak aku sudah menganggapnya sebagai adik" Daniel memalingkan wajahnya
"oh yasudah jika begitu aku pamit ke villa duluan" Hanna beranjak tanpa menunggu jawaban Daniel