
"Makanya aku memberi dia pilihan bayar atau dia harus minum itu." ujar Chen sambil menunjuk ke arah gelas tersebut.
Pemuda itu melirik kearah gelas tersebut dan mengambilnya.Ia pun mencium minuman tersebut.
Dan tanpa diduga,ia langsung menyiram minuman tersebut ke arah wajah Chen.
Byurrr...
Sontak membuat Chen kaget dan menatap tajam ke arah pemuda.
"Kau..!!" seru Chen yang menunjuk tajam ke arah pemuda tersebut.
Pemuda itu pun langsung menendang perut Chen hingga kembali jatuh tersungkur.
Brukk..
Dua bodyguardnya pun mencoba menyerang pemuda itu,tapi si pemuda itu dengan cepat memberikan pukulan keras ke arah mereka berdua.Dan membuat mereka juga jatuh tersungkur.
Pemuda itu pun kini mendekati Chen yang masih jatuh tersungkur.
"Be..Berani nya kau menantang ku,apa kau tidak tahu bahwa bos ku adalah tuan Long dari perusahaan A Ming dari grup Zhang " ungkap Chen menyebut seseorang yang mengatasnamakan bosnya.
"Grup Zang ??" tanya pemuda itu mengulang kata Chen.
"Iya,kenapa??Apa kau mulai takut??kau pasti tahu grup mereka??Dan kau pasti takut kan??" tanya Chen yang kini mencoba menakuti pemuda itu.
Pemuda itu pun tersenyum miring dan langsung beranjak bangkit.
"Jadi bos mu bab* gendut itu??" tanya pemuda itu yang menyebut bos Chen sebagai bab* gendut.
"Berani nya kau menyebut bos ku seperti itu,kau pasti akan mati ditangannya..!!" ucap Chen memberi peringatan pada pemuda itu yang ingin mengandalkan bosnya.
"Aku akan memberi mu dua pilihan,panggil bab* gendut itu kesini atau kau yang akan mati di tangan ku." ucap pemuda itu memberi ancaman pilihan pada Chen.
Pemuda itu langsung duduk santai sambil menunggu Chen dan bosnya datang.
Xie Xie yang sudah keadaan sedikit lemah dan pusing karena pengaruh alkohol yang ia minum,mencoba menghampiri pemuda itu.
"Kenapa anda justru menantang dia??lebih baik kita pergi saja dari sini." tanya Xie Xie yang heran.
"Kenapa harus pergi?" tanya pemuda itu dengan santai nya.
"Memangnya anda tidak tahu siapa bos dia??Dia adalah orang yang di takuti oleh semua orang.Tidak akan ada yang selamat jika ada yang menyinggung dia." jawab Xie Xie menjelaskan.
Sebab,sedikit banyaknya Xie Xie tahu siapa bos yang dimaksud Chen.
"Oya?Justru aku ingin bertemu dengannya,seberapa hebatnya dia ditakuti."jawab pemuda itu yang seakan ingin menantang bos Chen.
Xie Xie pun menatap heran dengan sikap pemuda itu yang terlihat tidak merasa takut.
"Lebih baik kita pergi saja dari sini." ujar Xie Xie mengajak pemuda itu.
"Kalau kau mau pulang,pulang saja.." jawab pemuda itu menyuruh Xie Xie pergi.
"Ayo lah..selagi kita ada kesempatan untuk pergi.Kalau sampai bos tuan Chen tahu,kita tidak akan selamat." ucap Xie Xie yang membujuk pemuda itu untuk meninggalkan tempat itu.Karena ia merasa takut dan khawatir dengan keselamatan mereka.
"Sudah ku bilang,kalau kau mau pergi,pergi saja." jawab pemuda itu tetap menolak dengan santainya.
Xie Xie pun tak bisa memaksa pemuda itu lagi untuk meninggalkan tempat tersebut.Hingga akhirnya ia berniat akan meninggalkan tempat itu sendirian.
Namun..
"Ck..-" seru Xie langsung membalikkan tubuh sambil mendengus kesal dan menghampiri pemuda itu,dengan duduk disampingnya.